MODUL SISTEM SIRKULASI DARAH PADA MANUSIA

 1. TUJUAN 

Setelah mempelajari modul ini diharapkan siswa  diharapkan dapat menganalisis hubungan antara  struktur jaringan penyusun organ pada sistem sirkulasi  dalam kaitannya dengan bioproses dan gangguan  fungsi yang dapat terjadi pada sistem sirkulasi manusia.  

Melalui pengamatan gambar, gambar animasi dan  video pada modul ini kalian diharapkan dapat  memahami struktur darah dan alat peredaran darah.  Sebelum kita membahas lebih lanjut cobalah simak  video berikut ini. 

2. URAIAN MATERI

Sistem sirkulasi adalah suatu sistem transportasi  yang mengedarkan sari-sari makanan dan O2 ke  jaringan jaringan tubuh, mengembalikan CO2 ke paru paru, zat sisa metabolisme ke ginjal, mengedarkan  hormon untuk kelangsungan hidup sel tubuh. 

Tahukah kalian, untuk menjalankan fungsi sistem sirkulasi ada 2 komponen penting yang menjalankan  fungsi tersebut yaitu Darah dan alat-alat peredaran  darah. 

2.1. Alat-Alat Peredaran Darah 

Alat-Alat Peredaran Darah merupakan  sarana untuk mengedarkan darah seluruh tubuh  berupa pembuluh darah dan jantung. Untuk lebih  

jelas bagaimana pembuluh darah dan jantung  bekerja dapat dilihat pada video berikut. 

1. Pembuluh Darah merupakan sarana untuk  mengedarkan darah ke seluruh bagian tubuh. Ada  dua jenis pembuluh darah yaitu Arteri dan vena. 

2. Arteri adalah pembuluh yang berfungsi untuk mengangkut darah yang keluar dari jantung.  Tekanan darah di pembuluh ini cukup besar  terhadap dinding pembuluh. Untuk menahan  tekanan tersebut, arteri harus mempunyai dinding  yang cukup tebal dan elastis. Letak pembuluh  arteri lebih ke dalam jaringan tubuh. 

3. Vena atau pembuluh balik merupakan pembuluh  yang membawa darah menuju jantung.  Disepanjang pembuluh vena, terdapat katup katup yang mencegah darah kembali ke jaringan  tubuh. Pembuluh vena terletak lebih ke  permukaan jaringan tubuh. 

4. Jantung sebagai alat pemompa darah terletak di  rongga dada sebelah kiri. Jantung dibungkus oleh  tiga lapisan, yaitu endokardium, miokardium dan  perikardium. Endokardium merupakan selaput  yang membatasi ruangan jantung. Lapisan ini  mengandung pembuluh darah, saraf dan cabang cabang dari sistem peredaran darah ke jantung.  Miokardium merupakan otot jantung yang  tersusun dari berkas-berkas otot. Perikardium  merupakan selaput pembungkus jantung yang  terdiri dari 2 lapis dengan cairan limpha  diantaranya yang bertugas sebagai pelumas untuk 

menahan gesekan. Ruang jantung manusia terdiri  dari empat ruangan, yaitu atrium kanan, atrium  kiri, ventrikel kanan, dan ventrikel kiri. Diantara  atrium kanan dengan ventikel kanan terdapat  katup trikuspidalis. Katup ini berfungsi untuk  mencegah agar darah dalam ventrikel kanan tidak  masuk kembali ke atrium kanan. Diantara atrium  kiri dengan ventikel kiri terdapat katup  bikuspidalis. berfungsi untuk mencegah darah  dalam ventrikel kiri tidak mengalir kembali ke  atrium kiri. Sedangkan untuk mencegah terjadinya  aliran balik darah dari aorta ke ventrikel kiri  dibatasi oleh katup semilunaris aorta. Untuk  mencegah terjadinya aliran balik darah dari arteri  pulmoner ke ventrikel kanan maka dibatasi oleh  katup semilunaris pulmoner. 

Untuk lebih jelas bentuk pembuluh darah arteri dan  vena dapat dilihat pada gambar berikut. 

Gambar 3. Pembuluh arteri dan vena

Untuk lebih jelas Anatomi Jantung dapat  dilihat pada gambar berikut. 

2.2. Darah 

Darah merupakan medium transport dalam sistem  sirkulasi. Secara keseluruhan darah manusia berwarna  merah karena mengandung haemoglobin. Sebenarnya komponen pada darah tersebut ada dua bagian utama  yaitu Plasma darah yang berbentuk cair dan Sel darah  yang berbentuk padat. 

Plasma Darah terdiri atas air dan zat, ion, yang terlarut di  dalamnya. 

Sel darah ada 3 jenis yaitu sel darah merah (eritrosit), sel  darah putih (leukosit) dan keping darah (Trombosit). 

Untuk memahami bentuk-bentuk sel darah dapat dilihat  pada gambar berikut ini.

1. Komposisi darah 

a. Plasma darah 

1. Jumlah plasma darah adalah 55 % dari darah,  plasma darah terdiri dari. 

2. Air, sebanyak 90 %, 

3. Protein darah, sebanyak 8 %, 

a. terdiri dari: Fibrinogen (protein darah yang  terlibat dalam pembekuan darah), 

b. Albumin fungsinya: menjaga volume dan tekanan  darah,

c. Globulin yang berfungsi: pemberi imunitas, d. Protrombin yang berfungsi sebagai enzim  pembeku darah, 

e. Hormon fungsinya : sebagai protein pemacu dan  pengendali metabolisme darah 

4. Garam mineral, sebanyak 0,9 % terdiri dari: NaCl,  NaHCO3, garam kalsium, fosfor, magnesium dan  besi. 

5. Bahan organik, sebanyak 0,1 % terdiri dari: glukosa,  asam amino, lemak, urea, asam urat, enzim dan  antigen 

Plasma darah memiliki fungsi sebagai berikut: 1. Mengatur tekanan osmosis darah sehingga  jumlahnya dapat diatur dalam tubuh. 

2. Membawa sari-sari makanan, sisa  metabolisme, hasil ekskresi dan gas 

b. Sel-sel Darah 

Jumlah sel darah adalah 45% dari darah, terdiri dari: 

a. Eritrosit/ sel darah merah 

Bentuk sel bikonkaf, tidak berinti, tidak dapat  bergerak bebas dan tidak dapat menembus dinding  kapiler. Jumlahnya pada orang dewasa laki- laki ±5  juta/mm3 dan pada wanita ±4 juta/mm3.Dibentuk  dalam sumsum merah tulang pipih. Memiliki pigmen  respirasi yaitu hemoglobin (Hb), Hb mempunyai  fungsi: mengangkut oksigen, Hb yang mengikat  oksigen disebut Oksihemoglobin (HbO2). Reaksi  pengengkutan oksigen oleh hemoglobin adalah:

Hb2 + 4 O2 → 4 HbO2 

Mengangkut karbon dioksida, Hb yang mengikat  karbon dioksida disebut karbominohemoglobin  (HbCO2). Menjaga kesimbangan asam dan basa.  Umur eritrosit ±125 hari , eritrosit yang sudah mati  dan tua akan dirombak didalam hati dan limfa  menjadi bilirubin (zat warna empedu). 

2. Leukosit/ sel darah putih 

Bentuk bervariasi, memiliki inti, dapat bergerak bebas  secara amoeboid serta dapat menembus dinding kapiler  yang disebut diapedesis. Jumlahnya 6.000-9.000/mm3,  bila kurang dari 6.000/mm3 disebut leucopenia. Bila  jumlahnya lebih dari 9.000/mm3 disebut leukositosis.  Leukosit sebagian dibentuk oleh jaringan  retikuloendothelim sumsum merah tulang (granulosit,  monosit dan limfosit) dan sebagian lagi dibentuk oleh  jaringan limfa (limfosit dan sel- sel plasma). Fungsi  leukosit antara lain:melawan kuman yang masuk ke  dalam tubuh dengan cara memakannya yang disebut  dengan fagositosis,

mangangkut lemak pada pembuluh kil dan pembuluh  limfa, menghasilkan zat kebal terutama limfosit yang  dapat menghasilkan antibodi sesuai dengan antigen  yang akan dilawannya. 

Macam- macam leukosit: 

1. Granulosit: plasmanya bergranula terdiri dari:  neutrofil, basofil, eosinofil 

2. Agranulosit:plasmanya tidak bergranulaterdiri dari  monosit dan limfosit. 

3. Trombosit/ keping darah 

Fungsi trombosit  

1. Selnya tidak berinti, mudah pecah dan tidak  berwarna 

2. Bentuk selnya tidak teratur 

3. Jumlahnya antara 200.000- 300.000/mm3 4. Dibentuk di dalam megakariosit sumsum merah  tulang

5. Setelah masuk dalam aliran darah bertahan sekitar 4  hari 

6. Berperan dalam proses pembekuan darah Proses  pembekuan darahskema pembekuan darah 

4. Fungsi darah 

a. Sebagai alat pengangkut: Zat makanan, air dan  oksigen, Karbon dioksida dan zat sisa metabolisme  menuju alat ekskresi dan Hormon. 

b.Menjaga keseimbangan suhu tubuh. 

c. Sebagai alat pertahanan tubuh (sel darah putih). d.Mengatur keseimbangan asam dan basa untuk  menghindari kerusakan jaringan 

3. RANGKUMAN

Sistem sirkulasi berfungsi yang mengedarkan sari-sari  makanan dan O2 ke jaringan jaringan tubuh, mengembalikan  CO2 ke paru-paru, zat sisa metabolisme ke ginjal, dan  mengedarkan hormon untuk kelangsungan hidup sel tubuh.  Untuk terjadinya sirkulasi zat-zat tersebut melibatkan darah  dan alat peredaran darah. Ada tiga macam sel darah yaitu  eritrosit, leukosit, dan tromobosit. Alat peredaran darah  berupa jantung dan pembuluh darah. 

Kegiatan Pembelajaran II 

1. TUJUAN 

Melalui pengamatan gambar, gambar animasi dan video  pada modul ini kalian diharapkan dapat memahami  peredaran darah besar dan peredaran darah kecil,  kelainan/penyakit yang berhubungan dengan sistem  peredaran darah, dan penerapan teknologi yang  berhubungan dengan kesehatan jantung. 

2. URAIAN MATERI

2.1. Peredaran Darah 

Peredaran darah pada manusia ada 2 jenis yaitu peredaran  darah kecil dan peredaran darah besar (sistemik). 

1. Peredaran Darah kecil adalah Peredaran darah dari  jantung ke paru-paru lalu kembali ke jantung. 

2. Peredaran darah Besar (sistemik) adalah Peredaran  darah dari jantung ke seluruh tubuh lalu kembali ke  jantung. 

Tahukah kalian, karena dalam satu kali beredar darah  melewati jantung sebanyak dua kali maka disebut peredaran  darah tunggal. Pada sistem sirkulasi darah beredar di dalam  pembuluh darah maka disebut peredaran darah tertutup.  

Coba kalian amati gambar bergerak di bawah ini.

2.2. Pengolongan Darah 

a. Sistem golongan darah ABO 

Dr. Landstainer (1868-1943) mengelompokkan  golongan darah manusia menjadi A, B dan O  berdasarkan jenis aglutinogen dan aglutinin di dalam  darah. Aglutinogen adalah antigen dalam eritrosit yang  membuat sel peka terhadap aglutinasi (penggumpalan  darah). Aglutinin atau antibodi adalah substansi dalam  plasma darah yang dapat menyebabkan aglutinasi.  Penggolongan darah tersebut dapat dilihat pada tabel  berikut.

b. Sistem Rhesus (Rh) 

Sistem Rhesus ditemukan Landsteiner pada tahun 1940. Landsteiner menemukan adanya jenis  aglutinogen Rhesus (Rh) pada darah manusia yang juga  terdapat dalam darah kera jenis Maccacus rhesus. 

Sistem rhesus dibagi atas 2 yaitu jenis yaitu: 

1.Golongan darah Rh+ dalam eritrositnya mengandung  antigen rhesus, pada plasmanya tidak dibentuk  antibodi terhadap antigen rhesus. 

2.Golongan darah Rh- dalam eritrositnya tidak  mengandung antigen rhesus, pada plasmanya dapat  dibentuk antibodi terhadap antigen rhesus. 

c. Transfusi darah 

Transfusi darah adalah pemberian darah dari  seseorang yang disebut donor kepada seseorang yang  membutuhkan darah yang disebut resipien. Dalam  transfusi darah perlu diperhatikan jenis aglutinogen dari  darah donor dalam eritrositnya, sedangkan pada  resipien perlu diperhatikan macam aglutinin didalam  plasma darahnya. 

2.3. Penyakit/Kelainan sistem sirkulasi: 

a) Anemia 

Adalah keadaan kekurangan eritrosit (Hemoglobin)  yang menyebabkan suplai oksigen ke jaringan menurun  sehingga dapat mengganggu fungsi kerja sel. Gejala  anemia antara lain di tandai dengan muka pucat, cepat  lelah, sakit kepala, timbulnya titik-titik hitam pada mata, 

jantung berdebar-debar, dan bertambahnya kecepatan  denyut nadi di pergelangan tangan. 

b) Talasemia 

Adalah suatu kelainan pada eritrosit. Eritrosit tidak sempurna berbentuk bulan sabit. 

c) Polisitemia 

Adalah kelainan ditandai dengan adanya kelebihan produksi eritrosit. 

d) Leukemia 

Adalah suatu kelainan karena Jumlah leukosit terlalu  banyak . Leukemia terjadi akibat sumsum tulang atau  jaringan limpa bekerja secara tidak normal sehingga  produksi leukosit menjadi berlipat ganda, sedangkan  produksi eritrosit dan trombosit menurun. 

e) Agranulositosis 

Adalah menurunnya daya tahan terhadap penyakit  karena kurangnya leukosit di dalam tubuh. 

f) Trombositopenia 

erupakan suatu penyakit yang di tandai dengan sedikitnya kandungan keping darah di dalam  darah. 

g) Hemofilia 

Merupakan suatu penyakit yang berakibat sukarnya  darah membeku ketika terjadi pendarahan.

h) Hipertrofi 

Merupakan suatu keadaan yang 

menyebabkan menebalnya otot-otot jantung. 

i) Jantung Koroner 

Merupakan penyakit jantung yang di sebabkan oleh  tersumbatnya arteri koroner, yaitu pembuluh yang  menyuplai darah ke jantung. 

j) Embolisme koroner 

Merupakan suatu keadaan yang menyebabkan arteri  koroner terisi oleh bekuan darah secara mendadak. 

k) Fibrilasi atrium 

Merupakan suatu kelainan pada jantung yang berakibat  atrium berdenyut cepat dan tidak beraturan. 

l) Varises 

Merupakan suatu pelebaran pada pembuluh balik  (vena). Varises sering terjadi pada bagian bawah tubuh.  Hemaroid atau wasir merupakan varises yang terjadi  pada daerah dubur. 

m)Flebitis 

Merupakan gangguan pada vena, yaitu berupa radang  vena. Flebitis dapat di sebabkan oleh tukak atau abses  di luar pembuluh vena. 

n) Hipertensi 

Merupakan suatu keadaan yang di tandai dengan  tekanan sistol di atas 150mmHg atau tekanan diastol di 

atas 100 mmHg. Hipertensi dapat menyebabkan  pecahnya pembuluh arteri dan kapiler. 

o) Hipotensi 

Merupakan suatu keadaan yang di tandai dengan  tekanan sistol dan diastolnya di bawah ukuran normal. 

p) Hemorage 

Merupakan suatu kelainan berupa pendarahan arteri  atau vena, baik di bagian dalam maupun di bagian luar  tubuh.



Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "MODUL SISTEM SIRKULASI DARAH PADA MANUSIA "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel