Konsep Pengembangan Model


  1. Konsep Pengembangan Model

Pengembangkan media pembelajaran merupakan salah satu bidang garapan yang berupa membnatu proses belajar manusia dengan jalan memanfaatkan secara optimal komponen-komponen pembelajarn melalui fungsi pengmbangan dan pengolahan . Pendidikan  merupakan lingkungan yang strategis dalam mengmbangkan kebiasaan membaca. Membaca menjadi salah satu yang harus dimulai dengan adanya keinginan dan kemauan. Menurut lengi, minat membaca yaitu suatu keteretarikan seseorang dengan suatu objek sehinggga timbul adanya dorongan dari dalam diri orang tersebut mencari tau dengan cara membaca. Penelitian dan pengmbangan atau Research and dovelment merupkan suatu proses dan langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru, atau menyempurnakan atau produk yang sudah ada dan dapat dipertanggung jawabkan. Produk tersebut tidak harus berbentuk benda seperti buku, modul, alat bantu pembelajaran lainya tetapi juga bisa perangkat lunak , sepeti program computer data pengolahan lainya.

Secara umum metode peneliatan pengembangan adalah menciptakan suatu produk baru. Dalam penelitian ini penulis mengacu pada model ADDIE, model ini meliputi : 1) Analysis, 2) Design, 3) Devolment, 4). Implementasi dan 5) evalution.

Adapun langkah-langkah pada model penelyian pengembangan. Prosedur peneltian ini secara tidak langsung memberikan petujuk bagaimana proses yang dilaluyi dari awal sampai akhir produk yang sudah digunakan.

  1. Analysis (analisis)

Tahap ini meluputi kegiatan sebagai berikut:1) melakukan analisis kompetensi yang dianut kepada siswa,2) Melakukan analisis siswa tentang kapasitas belajarnya pengetahuan siswa swerta aspek lain yang dimiliki oleh siswa, 3) Melakukan analisi sesuai dengan tuntutan kompetensi.

  1. Design (perancangan)

Tahap design ini diulakukan dengan kerangka acuan sebagai berikut: 1) untuk siapa pembelajaran dirancangan, 2) kempuan apa yang anda inginkan untuk dipelajari, 3) bagaimana materi pelajaran atau ketrampilan dapat dipelajari dengan baik, pertanyaan tersebut mengacu pada 4 unusr penting yaitu siswa, tujuan meode dan evaluasi. Berdasarkan pertanyaan tersebut makasesuai dengan keraktristik siswa dan tuntutan kompetensi, stategi pembelajaran, bentuk metode dan asemen dan evaluasi.

  1. Delvoment (pengmbangan)

Tahap ini adalah tahap dimana segala sesuatu yang dibutukan atau yag akan mendukung bsemua harus dipersiapkan. Pada tahap ini dilakukan tahapa penyusunan modul,pembuatan gambar-gambar, penegtikan dan pemberian warna. Hasil dsesign  pembelajaran tersebut dijadikan acuan  proptotype 1 hasil pengmbangan kemudian divalidasi oleh para ahli, ahli nahsa dan ahli design yang berkopeten dibidangnya.  Dan yang  proptoptype 2 hasil validasi yang sudah direvisi oleh para ahli dan siap diterpkan. 

  1. Impementasi (penerapan)

Tahap ini hasil uji pengmvbangan diujicoba unntuk mengetahuii kemnarikan dan keefektifan. Dan tujuan tahap ini mengetahi dari siswa mendia pembelajaran yang  sudah

dikembangan sudah menarik atau belum. Dan uji coioba dilakukan dengan 2 cara yaitu iji coba sekala kecil dan uji perorangan  dan kemudian hasil yang didapat oleh siswa dianalisi untuk tahap evaluasi.

  1. Acuan Terotik  

a). Media Pembelajaran 

1. Pengertian Media Pembealjaran

Secara termologinya, kata media berasal dari bahasa latin ‘’medium’’ yang artinya perantara sedangkan dari bahasa arab media berasal dari kata ‘’wasaaila’’ artmya pengntar pesan dari mengirim kepeberima pesan. Media jugaa bisa didefenisikan sebagi berikut: 

Menurut Martin dan brings(1996) menemukakakn bahawa media pembelajaran mecakup semua sumber yang dipoerlukan untuk melakukan komunikasi dengan pembelajaran hal ini bisa berupa perangkat keras dan perangkat lunak. 

Menurut H malik (1994) mengemukakan bahwa media belajar merupakan segaala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahwa pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat , pikiran dan perasaan pembelajardalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. 

Menurut Gerlach dan Eky (1997) mengemukakan bahwa media belajar merupakan suatu media belajar yang terdapat alat-alat  grafis, fotograpis dan menyusun kembali informasi verbal ataupun visual.

Pada pemaparan definisi pembelajaran media diatas, pada dasarmya mempunyai persamaan dalam mengartikan media pembelajaran yaitu sebagai parantra dalam mengantar pesan , dari pengirim kepada penerima termotifikasi untuk belajar sehingga diharapkan memperoleh hasil yang memuaskan.

Media pembelajaran merupakan alat yang mmbantu pedidik dan untuk berkomukasi dengan pesrta didik. Media pembelajaean dapat diartuikan dengan openyakuran pesan yang dapat perangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemuan siswa.  Sehingga dapat mendorong terjadinya belajar yang disengaja , betujuan dan terkendali. Pemebelajarn bisa dikatakan efektif apabila terjadi tersfer belajar yaitu materi yang disajikan guru dapat diserap kedalam strktur kognitof peserta didik. Peserta didik dapat mengetahui materi tersebut tidak hanya terbatas pada tahap ingtan saja tanpa nengertian (rote Learing) tetapi bahan pelajaran dapat diserap secara bermkana (meaning learning). Agar terjadi transfer belajar yang efektif  makan jkondidi fisik ataupun psikis dari setiap individu persewrta didik harus sesuai dengan matyeri yang dipelajarinya. Media pembeljaran meruoakan suatu alat bantu dan komukikasi merupakan cara dalam penympaian pesan tersebut.

2).  Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran

Istilah media mula-mula dikenal dengan alat peraga seperti audio visual aids (alat bantu pandang dan pendengar). Kemudian disebut dengan istilah instructional materials (materi pembelajaran), dan kini istilah yang lazim digunakan dalam dunia pendidikan nasional merupakan instructional media (media pendidikan atau media pembelajaran).

Berdasarkan pengetian diatas media pembelajaeran mempunyai fungsi ilaih menvisualisasikan suatu yang tidak dapat atau sukar dilihat sehingga Nampak jelas dan dapat menimbulkan penegertian atau meningkatkan presepsi seseorang.

Secara umum media pembelajaran memiliki kegunaan  sebagai berikut:

1). Memperjelas agar tidak terlalu verbalistis.

2). Mengatasi keterbatasan ruang , waktu, tenanga dan daya indra.

3). Menimbulkan gairah belajar, interksi lebih klangsung antara murid dengan sumber  belajar.

4). Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual,  dan kinesstetiknya.

5). Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman dan menimbulkan    presepsi yang sama.

Akan tetapi terdappat enam fungsi pokok media pembelajaran dalam proses belajar mengajar antara lain:

1). Pengunaan media belajar dalam proses belajar mengajar bukan merupakan fungsi tambahan ,tetapi mempunyai fungsi tersendiri sebagai alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif.

2). Penggunaan media belajar merupakan bagian yang intergral dari keseluruhan situasi mengajar.

3). Media belajar dalam pengjarannya penggunaannya intregral dengan tujuan dan isi pelajaran.

4). Media belajar dalam pengajaran bukan semata-mata alat hiburan atau bukan sekedar pelengkap  

5). Media beljar dalam pengajaran lebih diutamakan untuk mempercepat proses beljar mengajar dan membantu siswa dalam menangkap pengertian yang diberikan guru.

6). Penggunan media  belajar dalam pengajaran diutamakan untuk mempertinggi mutu belajar mengajar.


Menurut levied dan lentz mengemukakan empat fungsi media pembeljaran , khususnya media visual antara lain,1). Fungsi atensi, 2). Fungsi afektif, 3). Fungsi kognitif, 4). Fungsi kompensitoris.

1).  Fungsi Atensi 

Fungsi atensi media visual merupakan inti, yaitu menarik dan mengerahkan perhatian siswa  untuk berkonsentrasi terhadap isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampiulkan atau memyertai teks pelajaran.

1). Fungsi kognitif

   Fungsi afektif media pembeljaran bisa dilihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa gambar visual mempermudah pencapaian untuk memahami dan meningat informasi yang ada dalam gambar.

3). Fungsi afektif

Fungsi afektif media pembelajaran dapat dilihat dari tingkat kenyamanan siswa ketika belajar (atau membaca) teks yang bergambar. Gambar visual dapat mengunggah emosi dan sikap siswa. Mislanya informasi yang menyangkut masalah ras dan sosial.

4). Kompensatoris 

Fungsi kompenstoris media pembelajaran ini dapat terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks  untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dan lambat menerimna dalam memahami isi pelajaran yang disajikan dengan teks atau disajikan secara verbal.

3).  Jenis-Jenis Media Pembelajaran

Berdasarkan pengunaan atau pemanfaatan media pembelajaran terdapat jenis-  jenis media pembelajaran antra lain: 

  1. Media pembelajaran yang digunakan untuk mempelajari secara masal atau bnyak orang  contohnya: bealjara melalui televisi atau radio.

  2. Media pembelajaran yang digunakan untuk pembelajaran secara individual atau perorangan. Contohnya: belajar melalui modul atau buku.

Berdasarkan jenis-jenis media pembelajaran diatas dapat disimpulkan jenis media pembelajaran yang digunakan ada 2 yakini secraa masal dan individual.



b). Buku saku 

1. Pengertaian Buku Saku

  Buku saku dalam kamus bahasa Indonesa Besar, buku saku merupakan buku yang berukuran kecil yang dapat disimpan dan dibawa kemana-mana. Setyono,dkk berpendapat bahwa buku saku diartikan sebagai buku saku nyang ukuranya kecil, ringan dan mudah dibawa kemana-mana dan bisa diaca kapan saja. Pocket book atau biasa disebut dengan buku saku dicetak dengan ukuran kecil agar lebih efesien , praktis dan mudah dalam penggunaannya. Buku saku juga mendorong siswa untuk belajar mandiri.

Secara umum buku saku dapat dibedakan menjadi empat jenis yaitu buku saku sebagai sumber merupakan buku yang baisa dijadikan rujukan,referensi, dan sumber , selanjutnya sumber bacaan saja yang berfungsi untuk bahan baccan saja, , yang ketiga buku pegangangan, yaitu buku yang bisa dijadikan pegangan pendidik untuk melaksanakan proses belajar mengajar  dan yang terakir sebagai buku bahan ajar yaitu buku yang disusun untuk proses pembelajaran, dan berisi bahan-bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkan.

Dari pengertian-pengertian diatas dapat dimpoulkan bahwa Buku saku adalah buku yang berukuran kecil yang berisi informasi peljaran yang dapat dismpan dan dibawa kemana saja, lebih efesien dan lebih praktis dan mudah dipahami sehingga peserta didik juga lebih mudah memperoleh informasi.


2. Fungsi Buku Saku

  1. Funsi Atensi

Media buku cetak dan  dikemasan kecil dan full color sehingga dapat menrik perhatian siswa untuk berkonsentrasi pada isi materi yang tertulis didalamnya.

  1. Fungsi Afektif 

Pada penulis rumus meduia buku saku terdapat gambar dan keterangan materi dapat meningkatkan kenikmatan belajar. 

  1. Fungsi Kognitif

Penuklis rumus dan gambar dapat memperjelas materi yang terkandungdidalam buku saku sehingga dapat mempelancar pencapaian dan tujuan pembeljaran.

  1. Fungsi kompensatoris 

Pada penuils materi pada buku saku yang singkat membantu siswa untuk memahami materi dalam teks dan dapat mengingatnya kembali.

  1. Fungsi Psikomotoris 

Pada penulis buku saku yang singakt dan jelas dapat mempermudah siswa untuk menghafalkannya.

  1. Fungsi Evaluasi   

Sebagai penilaian kemampuan siswa dalam pemahaman materi dapat dilakukan dengan mengerjakan soal-soalyang terdapat pada buku saku.

3. Syarat Menyusun Buku Saku

  1. Konsistensi penggunaan symbol dan istilah pada pocket book.

  2. Penulisan materi secara singkat dan jelas pada pocket book.

  3. Penyusun teks materi pada pocket book sedemikian rupa sehingga mudah dipahami.

  4. Memberikan kotak atau label khusus pada rumus, penekanan materi dan contoh soal.

  5. Memberikan warna dan desain yang menarik pada pocket book.

  6. Ukuran font standar isi dalah 9-10 point, jenis font menyesuaikan isinya.

  7. Jumlah halamannya keliapatan daei 4 misalnya halaman 12, 16 halaman, 20 halaman, 24 halaman dan seterumya. Hal ini dikarenakan untuk menghindari kelebihan dan kekurangan berberapa halaman kosong.

  1. Nilai-Nilai Sains

  1. Pengerrtian sains

Pada dasarnya ilmu sains merupakan pengetahuan yang diperoleh melalui pembelajaran dan pembuktian atau pengetahuan melingkupi suatu kebenaran umum secara hukum-hukum alam yang terjadi misalnya dapat dibuktikan memalui metode ilmiah. Dalam hal ini sains merujuk kepada sebuah sistem untuk mendapatkan pengetahuan yang dengan menggunakan pengamatan dan ekspereimen untuk menggambarkan dan menjelaskan fenomena-fenomena yang terjadi di alam.  Dan terkaitnya dengan definisi diatas ilmu sains tersebut logikanya orang yang telah mendapatkan pengetahuan ilmu sains dapat bener-benar mendalaminya dan pada akhirnya mampu menanamkan nilai-nilai atau karakter yang terkandung didalam kehidupan sehari-hari.

Pembelajaran karakter melalui sains, ternyata sebagian besar termasuk dominan afektif atau terkait dengan self-system (Menurut Marzano & Kendal 2008 jurnal kutipan Diana Chusnani). Banyak yang berpendapat bahwa pentingnya dalam pendidikan sains adalah penguasaan materi subjek. Dan banyak saintik yang akan tidak menyestujui bahwa tujuan pembelajaran sebagiannya mempromosikan pemahaman tentang proses inkuiri daripada menghafal konsep, fakta dan algoritma. Memorisasi bagaimana menggunakan pengetahuan dengan cara menghubungkan untuk menginterprestasi gejala alam dan menggenerasikan konsep sains kepada siswa solusi pada masalah sains yang baru merupakan permulaan dengan masyarakat ilmiah. Efensiensi dari hakikat sains adalah inkuiri itu sendiri  inkuiri dalam pembelajaran sains dapat berperan sebagai metode, sebagai pendekatan, sebagai model pembelajaran sebagai ‘’tools” untuk mengembangkan kepribadian-kepribadian dengan nilai-nilai dan sikap ilmiah yang tercakup didalamya.


  1. Kajian Matari 

1).  Pengertian Sel 

Sel pertama kali dilihat pada tahun 1665, ketika seorang ilmuwan Inggris bernama Robert Hooke mengampati pengmatan melintang sayatan tipis dari batang tumbuhan dibawa mikroskop. Hooke melihat rongga kosong segi enam yang mirip kamar sehingga menamakanya sel (cellula – kamar). Dua ahli biologi fdari Jerman , Mathias J. Schleiden dan Theodor Schwann pada tahun 1838 membuktikan bahwa sel hidup bukanlah kamar kosong ,melainkan berisi cairan sitoplasma yang mendukung segala aktifitas dasar makhluk hidup, kemudia kedua ahlki tersebut menyatakann bahwa semua makhluki hidup tersusun oleh sel.

Sel adalah unit sptruktural dan fungsional terkecil pada mahluk hidup . sel sebagai unit terkecil bermakna bahwa sel merupakan penyusun yang mendasar bagi tubuh makhluk hidup. Setiap sel tersusun dari bagian, yaitu membrane plasma , inti sel (nukleus), sitoplasma dan organel sel.

2). Kosep sel 

Pada penelitian ini dilakukan konsep yang dipelajari yaitu mengnai konsep sel, konsep ini diambil berdasarkan studi pendahuluan yang peneliti lakukan untuk memberikan pengrtian sel maka dicantumkan kajian terori sebgai berikut:

  1. Kedudukan konsep sel pada kurikulum

Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah konsep sel yang dipeljarin oleh siswa kelas 7 di sekolah menengah pertama (SMP) disemter ganjil. Dalam kurikulum konsep ini tercantum dalam pendidikan bud No. 69 tahun 2013 semeter ganjil dengan KI dan KD yang dijabarkan sebgai berikut:

KI 1 : menghayati dan mengmalkan ajaran agama yang duianutnya.

KI 2 : menghayati dan mengamalkan perilaku jujur dan, disiplin, tanggung jawab (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsitif dan poroaktif, dan berinteraktif secara efektif dengan lingkungan sosialdan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI 3 : Memahami, menerpakan, dan menganalisis, pengetahuan factual, konseptual,procedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan , teknologi seni budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan , kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan proseduralpada bidang kajian spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecah masalah.

KI 4 : Mengolah, menalar, menyaji, dan menciptakan dalam ranan konkret dan ranah abstrakterrkait dengan pengmbangan dari yang dipelajari disekolah secara mandiri serta bertindak secaraefektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metode sesuai dengan kaidah keilmuan.

sedangkan kedudukan KD konsep sel pada kurikulum adalah:

KD 1.1 : Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang struktur dan fungsi sel , jaringan dan organpenyusun sistem biopres yang terjadi didalam makhluk hidup.

KD 2.1 : berperilaku ilmiah teliti, tekun ,jujurterhadap data dan fakta, displin tanggung jawab, dan peduli dalam observasi dan eksperimen, dan santun dlam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan,gotong royong , berkerjasama, cinta damai, berpendpata secara ilmiah dan kristis, responsive dan proaktif dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan didalam kelas/laboratorium maupun diluar kelas/labortorium.

KD 3.1 : menjelaskan komponen kimiawi penyusun sel , struktur, fungsi, dan proses berlangsung dalam sel sebagai unit terkecil kehidupan. 

KD 4.1 : menyajikan hasil pengamatan mikroskopik struktur sel hewan dan sel tumbuhan sebagai unit terkecil kehidupan.

  1. Tingkat Kesukaran Konsep Sel Terhadap Kedudukan Ranah Kognitif

Berdasrkan kedudukan dari KI (kompetensi Inti) dan KD ( kompetensi dasar) pada kurikulum yang telah dijabarkan diatas , maka dapat dikatakan bahwa tingkat kesukaran dari Konsep Sel dapat diketahui dengan cara melihat kata kerja oprasional atau kata bemda yang terdapat pada KD tersebut. Dengan demikian kedudukan dari konsep sel berada pada ranah kognitif C2 dengan ranah pengetahuan faktual.


3). fungsi sel 

Tumbuhan ,hewan, manusia dan makhuk hidup yang tersusun sel. Sel dapat dianggap ’’kantung’’ kecil, meskipun kenyataannya jauh lebih rumit dari sekedar kantung, sebagian besar sel tersusun oleh dari air dan komponen kimia utama misal protein, kabohidrat lemak dan asam nukleat. Kantung tersebut tersusun dari dua lapis membrane fosfolipid yang bersifat selektif permeabel, yang bearti hanya molekul tertentu saja dapat masuk dan keluar sel. 

Sel pada dasarnya mengandung sitoplasma (plasma didalam sel) dan nukleoplasma (plasma di dalam inti sel ). Sitoplasma berisi sitosol (cairan plasama) dan organel-organel atau (organ-organ sel), sedangkan nukleosplasma berisi cairan inti sel, anak inti (nukleolus), dan kromosom yang mengandung DNA. DNA merupakan molekul pembawa informasi genetik yang pada waktu tertentu terpaketkan menjadi kromosom.

3). Struktur Sel

  1. Sel Prokariotik

Sel prokariotik adalah sel tanpa membran inti. Sel prokariotik berukuran  berukuran 1-10 cm. Sel ini memiliki materi genetic berupa DNAyang tidak dibungkus membrane inti, DNA prokariotik berbentuk sirkuler  atau disebut nukleoid. Di luar  nukleoid juga terdapat DNA yang lebih kecil disebut plasmid, sebagian besar sel prokariotik mempunyai dinding sel. Aktiifitas sel terjadi pada membrane plasma disitoplasma. Contoh sel prokariotik : Cyanobacteria dan sel bakteri.

  1. Sel Eukariotik 

Sel eukariotik adalah sel yang memiliki membrane inti, sehingga terjadi pemisahan antara inti sel dan sitoplasma. Kesatuan inti sel dan sitoplasma pada sel eukariotik disebut protoplasma. Sel eukarotik berukuran 10-100 um. Materi genetik (DNA) berada didalam inti sel yang dibungkus oleh membrane inti . sel eukariot memiliki sejumlah organel yang masing-masing memiliki fungsi spesifik. Contoh sel eukariotik yaitu sel sel hewan dan sel tumbuhan.

  4). Bagian–Bagian Penyusun Sel dan Fungsinya 

Bagian penyusun sel hewan dan sel tumbuhan terdiri dari membrane sel, sitoplasma dan organel sel. Berikut ini adalah penjelasan mengenai bagian-bagian organel sel hewan dan sel tumbuhan antara lain: 

Description: C:\Users\Public\Pictures\iinnnnsel.PNG

2.1 Gambar Sel hewan

Sumber: biomagz.com

Description: C:\Users\Public\Pictures\iin2.PNG

2.2  Gambar Sel Tumbuhan 

Sumber : Biomagz.com 


Berikut merupakan organel-organel sel hewan dan sel tumbuhan :

  1. Membrane sel adalaah struktur terluar dari sel hewan dan sdel tumbuhan yang berupa membran tipis. Penyusun membrane sel yakni dua lapis fosfolipid, protein intergral/intristik , protein perifer/ekstrinsik, glikoprotein, dan glikolipid. Fungsi membrane adalah sebagai pembatas isi  sel dengan bagian luasnya, tempat pertukaran zat, dan reseptor.

  2. Sitoplasma adalah cairan yang terdapat di dalam sel dan tidak termasuk cairan didalam inti sel. Sitoplasma disebut juga dengan protoplasma. Sitoplasma terdiri dari sitosol (kolloid) yang didalamnya berisi nutrien , ion, enzim, garam, senyawa organikdan anorganik, serta air. Fungsi sitoplasma adalah sebagai zat mengisi bagian sel, proses metabolisme, dan mempertahankan bentuk sel.

  3. Inti sel terdapat disemua sel kecuali sel darah merah (eurosit). Inti sel tersusun atas membrane inti yang memiliki pori , cairan didalam inti sel disebut nukleoplasma , DNA, RNA, dan anak inti sel (nukleolus). Fungsi inti sel adalah mengatur aktifitas sel.

  4. Mitrokondria adalah organel sel yang memiliki peran penting dalam sel hewan dan sel tumbuhan. Struktur mitrokonmdria terdiri dari dua lapis membrane yakni membnran luar dan membran dalam. Membran dalam memiliki bentuk seoerti lekukan yang disebut kista. Mitokondria memiliki materi genetik tesendiri. Fungsi mitrokondria adalah sebagai tempat respirasi aerob dan penghasil energi. Karena mitrokondria mampu menghasilkan energi maka disebut dengan “power house of cell”. 

  5. Perikosisom adalah organel sel yang memiliki membran tunggal dan bentuknya mirip seperti lisosom. Periksisom berasosiasi dengan gliksisom membentuk badan mikro . periksisom ditemukan disel hewan dan tumbuhan sedangkan glioksisom hanya ditemukan disel tumbuhan. Fungsi peroksisom adalah sebagai penghasil enzim katalase untuk menguraikan peroksida.

  6. Mikrotubul adalh struktur yang berbentuk silinder, berongga, tidak bercabang, tidak bermembran yang tersusun atas protein. Fungsi mikrotubul adalah sebagai pembnetuk silia, sentrol, dan benang spindel.

  7. Mikrofilamen disebut juga filamen aktin. Ukuranya kecil yang tersusun atas protein globular. Fungsi mikrofilamen adalah sebagai gerakan kontraksi, aliran sitoplasma, endositosis, eksositosis, dan perubahan bentuk sel.

  8. Retikulum  endoplasma adalah organel sel yang memiliki membrane ganda dengan bentuk seperti jala yang berdelkatan dengan inti sel. Retikulum endoplasma memiliki dua tipe yaitu Retikulum  endoplasma kasak (REK) dan Retikulum endoplasma halus (REH). Fungsi reticulum endoplasma adalah sebagia pengangkut protein, tempat sintesis protein, dan transportasi protein.

  9. Ribosom adalah organel sel yang berfungsi sebagai tempat sintesis protein.

  10. Badan golgi adalah organel yang terbentuk seperti tumbukan membran dengan bagian ujungnya menggelembung akibat tersisa protein dan zat lainyang berasal dari retikulum endoplasma. Fungsi badan golgi adalah untuk membentuk sel dan membentuk lisosom.  

  11. Lisosom adalah organel sel yang tersusun atas enzim hidrolitikyang berfungsi untuk proses pencernaan sel,  autofagi, dan autolysis.

  12. Sentrosom adalah bagian yang berbentuk bulat kecil yang terletak dislah satu kutup inti sel. Organel ini hanya dijumpai di sel hewan , dan fungsinya sebagai reproduksi sel.

  13. Kloroplas adalah organel yang memiliki pigmen hijau yang disebut dengan klorofil.  Fungsi kloroplas sebagai tempat berlangsungnya fotrosintesis.

  14. Vakuola adalah organel sel yang berisi garam organikn dan zat hasil metabolit sekunder serta berisi enzim dan butir pati. Organel ini temukan disel tumbuhan . dungsi vakuola adalah sebagai penyimpan cadangan makanan, menyimoan sisa metabolism,dan mebangun turgor sel.

  15. Dinding sel adalah bagian luar sel yang ditekukan disel tumbuhan yang tersusun atas selulosa. Fungsi sinding sel sebagai proteksi mekanis. Pada dinding sel terdapat celah plasmodesmata yang berfungsin sebagai komunikasi antar sel.

Perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan bisa dilihat pada gambar 2.1  strukutr sel hewan dan 2.2 struktur sel tumbuhan. Untuk mempermudah pemhaman bisa dilihat pada tabel dibawah ini:

TABEL PERBEDAAN SEL HEWAN DAN SEL TUMBUHAN

Pembeda

Sel  Hewan

Sel Tumbuhan 

Lisosom 

+

_

Sentrosom

+

_

Kloroplas

_

+

Vakuola

_

+

Dinding sel

_

+


Berdasarkan tabel diatas perbedaan sel hewan dan sel tum buhan . sel hewan memiliki lisosom sedangkan sel tumbuhan tidak. Dan sel hewan memiliki sentrosom sedangkan sel tumbuhan tidak. Sel hewan tidak memiliki kloroplas, vakuola, dan dinding sel sedangkan sel tumbuhan memiliki kloroplas , vakuola, dan dinding sel



Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "Konsep Pengembangan Model"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel