KARYA ILMIAH ( SOSIALISASI MENJAGA POLA HIDUP SEHAT UNTUK MENGHADAPI ERA NEW NORMAL AGAR TETAP SEHAT DAN AMAN DARI COVID -19 PADA MASYARAKAT PEKON SIDOHARJO KECAMATAN PRNGSEWU KABUPATEN PRINGSEWU)

 

SOSIALISASI MENJAGA POLA HIDUP SEHAT UNTUK MENGHADAPI ERA NEW NORMAL AGAR TETAP SEHAT DAN AMAN DARI COVID -19 PADA MASYARAKAT PEKON SIDOHARJO  KECAMATAN PRNGSEWU KABUPATEN PRINGSEWU

                                                            Abstrak                        

Program Pengabdian Kepda Masyarakat dalam bentuk sosialisasi ini dilaksanakan atas dasar kerjasama mahasiswa KKN-DR UIN Raden Intan Lampung dengan Lurah Pekon Sidoharjo Kecamatan Pringsewu Kabuaten Pringsewu Provinsi Lampung untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat pekon tersebut mengenai Pola Hidup Sehat Untuk Menghadapi Era New Normal. Metode yang digunakan ialah dengan mensosialisasikan dari rumah ke rumah (door to door)  kepada masyarakat yang berjumlah 20 KK (Kartu Keluarga) , yang di selenggarakan di Pekon Sidoharjo. Tujuan pengabdian ini ialah untuk mengedukasi masyarakat Pekon Sidoharjo tentang pola hidup sehat untuk menghadapi era new normal. Hasilnya, masyarakat Pekon Sidoharjo mulai menerapkan pola hidup sehat untuk menghadapi era new normal ini agar tetap sehat dan aman dari covid-19.

Abstract

The Community Service Program in the form of this socialization was carried out on the basis of the collaboration of students of KKN-DR UIN Raden Intan Lampung with the Village Chief of Sidoharjo Pekon Pringsewu District of Pringsewu Lampung Province to provide socialization to the community of the pekon regarding Healthy Lifestyle to Face the New Normal Era. The method used is to socialize door to door (door to door) to the community of 20 families (family cards), which are held in the Sidoharjo Pekon. The purpose of this service is to educate the community of Pekon Sidoharjo about healthy lifestyle to face the new normal era. As a result, the community of Pekon Sidoharjo began to implement a healthy lifestyle to face this new normal era in order to stay healthy and safe from covid-19.

Keyword : Healthy Lifestyle, New Normal Era, covid-19, stay healthy and safe


PENDAHLUAN

Corona Virus (Covid-19) atau yang lebih dikenal sebutan virus corona merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan dan bisa menyebabkan kematian. Virus yang berasal pertama kali ditemukan di Wuhan, China ini mendapatkan perhatian khusus dari dunia Internasional. Bahkan organisasi dunia, WHO, menghimbau seluruh dunia untuk mengutamakan pola hidup sehat dan pembiasaan cuci tangan.

Menjalankan berbagai aktivitas dimasa new normal memang telah membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat. Banyak dari mereka dituntut harus bisa beradaptasi dengan kondisi dan situasi ditengah pandemi virus corona. Mulai dari menjaga pola gaya hidup sehat, seperti, mengkonsumsi makanan-makanan sehat dan bergizi seimbang, menjaga pola istirahat yang teraktur, mengurangi berbagai aktivitas yang dapat menyebabkan setres, hingga melakukan aktivitas olaraga secara rutin setiap pagi ataupun sore. Selain itu, selama pandemi virus covid-19, kita diwajibkan menerapkan kebiasaan baik selama di rumah maupun selama beraktivitas di luar rumah, seperti, memakai masker, mencuci tangan, dilarang berkerumun dan menerapkan social distance (Jaga jarak) manimal 1,5 meter, hingga menjaga Pola gaya hidup dan di prioritaskan selama memasuki fase new normal. Menginggat, sampai hari ini penyebaran covid-19 masih belum berakhir. Memasuki transisi fase new normal, merupakan kembalinya aktivitas baru masyarakat seperti biasa. Dimana masa new normal ini, merupakan pola hidup baru setelah adanya pandemi virus Corona (Covid-19).

Semenjak di berlakukan fase new normal, masyarakat dihimbau agar mematuhi dan mentaati segala peraturan terkait protokol kesehatan covid-19. Upaya tersebut di lakukan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 yang masih ada. Penyebaran virus covid-19 ini memang masih berlangsung hingga sampai sekarang. Namun, dengan menerapkan pola gaya hidup sehat yang teratur, kita dapat menghindari segala macam sumber penyakit, seperti, penyebaran virus covid-19.

Menjaga pola hidup sehat saat ini memang sangat penting dan di anjurkan untuk menjaga sistem imunitas kekebalan tubuh kita, agar terhindar dari berbagai sumber - sumber penyakit yang bebahaya. Anjuran menjaga pola hidup sehat ini memang sudah ada sejak dulu, sebelum adanya penyebaran virus covid-19 masuk ke Indonesia. Namun, kebiasaan pola hidup sehat ini jarang di praktekan dan di terapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dimana, pola hidup sehat ini baru saja di terapkan ketika penyebaran virus Corona sudah terjadi. Sehingga, mereka baru menyadari akan pentingnya menjaga pola hidup sehat di tengah pandemi virus covid-19.

Oleh karena itu, kebiasaan baik harus tetap dilakukan tidak hanya selama di berlakukannya fase new normal saja, namun kebiasaan baik seperti ini juga perlu diterapkan untuk kehidupan-kehidupan selanjutnya. Dengan lebih meningkatkan pola kesadaran dan kepedulian melalui diri sendiri, maupun orang lain. Menciptakan Lingkungan Sehat Peran lingkungan memang sangat berpengaruh bagi kehidupan manusia, khususnya kesehatan. Tentu sudah selayaknya kewajiban kita untuk melestarikan dan menjaganya, agar keberadaan lingkungan disekitar kita tetap terjaga dan terawat. Pasalnya, jika lingkungan disekitar kita tercemar, maka akan dapat memicu timbulnya berbagai sumber-sumber wabah penyakit baru, termasuk wabah virus covid-19. Dimana, wabah virus covid-19 seringkali dikaitkan dengan masalah-masalah lingkungan. Memang masalah lingkungan sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia saat ini. Namun, kendati manusia dan lingkungan harus hidup berhubungan dan berdampingan dengan saling menjaga dan merawat satu sama lain.

Kita seringkali mengabaikan masalah lingkungan, seperti, membuang sampah sembarangan, mencemari polusi udara, perusakan hutan dan lain sebagainya. Kebiasaan semacam ini yang menyebabkan kesehatan manusia akhirnya terganggu. Bahkan juga seringkali menyebabkan terjadinya bencana alam, seperti, banjir, tanah longsor dan bencana lainnya. Budaya kebiasaan seperti ini yang harus kita tinggalkan dengan lebih meningkatkan kesadaran kita terkait masalah lingkungan. Beragam cara kita bisa lakukan untuk menjaga lingkungan agar tetap sehat dan tetap lestari. Seperti, membuat aktivitas yang bermanfaat, contohnya, mendaur ulang sampah, membiasakan membuang sampah pada tempatya, meng agendakan kerja bakti secara rutin dan terjadwal setiap akhir pekan, hingga mensosialisasikan kesadaran warga masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan sehat. Sehingga, kebutuhan kehidupan manusia akan dapat berjalan seimbang dengan keberadaan ekosistem alam yang tetap terjaga dan terlindungi.

Masa new normal atau masa kehidupan baru kita dituntut untuk menjaga dan merawat lingkungan agar tetap bersih dan sehat. Tentunya dimasa new normal ini kita di ajarkan untuk ber adaptasi dengan lingkungan sekitar. Dimana, lingkungan sangat berpengaruh besar dalam berbagai kehidupan manusia. Mulai dari sumber makanan, sumber protein, hingga sumber kebutuhan sebagai penopang penghasilan kita yang sebagian besar berasal dari hasil alam.

Oleh karena itu sudah selayaknya tugas kita untuk selalu menjaga dan merawatnya. Selain itu, melalui peran pemerintah, kita juga bisa bekerjasama dalam menjaga sumber daya alam yang ada. Pemerintah tidak hanya sekedar menghimbau dan menerapkan kebijakan saja terkait masalah lingkungan.

Namun, peran pemerintah harus lebih dari sekedar itu. Pemerintah harus dapat mencontohkan langsung terjun ke lapangan masyarakat, sebagi bentuk keseriusan pemerintah dalam menangani masalah lingkungan. Selain itu, pemerintah juga dapat mensosialisasikan terkait program - program lingkungan maupun masalah kesehatan lingkungan.

Yang mana dengan melalui upaya kerjasama ini, di harapkan masyarakat dan pemerintah dapat saling menumbuhkan kesadaran dalam menjaga lingkungan agar tetap sehat. Kita tahu penyebaran virus covid-19 ini begitu cepat menyebar ditengah - tengah masyarakat.

Banyak dari mereka yang ter inveksi dan terpapar oleh virus yang sangat berbahaya ini. Diduga, bahwa tumbuh kembangnya virus ini berasal dari lingkungan yang sangat buruk dan tidak sehat. Dimana, lingkungan yang buruk ini jika di biarkan begitu saja dan tidak terawat.

Maka, dapat menyebabkan berkembangnya berbagai macam virus-virus yang lain. Sebagian besar virus ini berkembanga biak akibat dari kebiasaan buruk manusia yang sangat jarang memperhatikan masalah kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Oleh karena itu, selalu waspada dan mulailah menjaga pola hidup sehat dengan menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Dampak covid-19 ini memang sangat berpengaruh buruk bagi kesehatan manusia. Namun, dimasa new normal ini kita dihimbau untuk selalu mengedepankan pola gaya hidup sehat dan bersih dengan menerapkan protokol kesehatan dan menjaga kesehatan lingkungan.

Menjaga dan merawat lingkungan adalah tanggung jawab kita semua. Dengan demikian, kita perlu menerapkan kebiasaan yang baik dan senantiasa mengkampayekan “lingkungan sehat menuju hidup yang lebih sehat”.

Hal tersebut yang melatarbelakangi sosialisasi menjaga pola hidup sehat untuk menghadapi era new normal agar tetap sehat dan aman dari covid-19 kepada masyarakat pekon Sidoharjo. Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, maka rumusan masalah pada pengabdian ini adalah Apakah masyarakat Pekon Sidoharjo mengetahi bagaimana menjaga pola hidup sehat untuk menghadapi era new normal ini? terkait dengan rumusan masalah tersebut, maka tujuan pengabdian ini adalah untuk mengedukasi masyarakat Pekon Sidoharjo yang dijadikan sampel 20 KK tentang menjaga pola hidup sehat untuk menghadapi era new normal.

TEORI YANG DIGUNAKAN

Menurut Becker, konsep perilaku sehat merupakan pengembangan dari konsep perilaku yang dikembangkan Bloom. Becker menguraikan perilaku kesehatan menjadi tiga domain, yakni pengetahuan kesehatan (health knowledge), sikap terhadap kesehatan (health attitude) dan praktik kesehatan (health practice). Hal ini berguna untuk mengukur seberapa besar tingkat perilaku kesehatan individu yang menjadi unit analisis penelitian. Becker mengklasifikasikan perilaku kesehatan menjadi tiga dimensi: (1). Pengetahuan kesehatan, yaitu pengetahuan tentang kesehatan mencakup apa yang diketahui oleh seseorang terhadap cara-cara memelihara kesehatan, seperti pengetahuan tentang penyakit menular, pengetahuan tentang faktor-faktor yang terkait dan atau mempengaruhi kesehatan, pengetahuan tentang fasilitas pelayanan kesehatan, dan pengetahuan untuk menghindari kecelakaan, (2). Sikap, yaitu sikap terhadap kesehatan adalah pendapat atau penilaian seseorang terhadap hal - hal yang berkaitan dengan pemeliharaan kesehatan, seperti sikap terhadap penyakit menular dan tidak menular, sikap terhadap faktor-faktor yang terkait dan atau memengaruhi kesehatan, sikap tentang fasilitas pelayanan kesehatan, dan sikap untuk menghindari kecelakaan, dan (3). Praktek kesehatan, yaitu praktek kesehatan untuk hidup sehat adalah semua kegiatan atau aktivitas orang dalam rangka memelihara kesehatan, seperti tindakan terhadap penyakit menular dan tidak menular, tindakan terhadap faktor-faktor yang terkait dan atau memengaruhi kesehatan, tindakan tentang fasilitas pelayanan kesehatan, dan tindakan untuk menghindari kecelakaan. Secara singkat dapat disimpulkan bahwa perilaku kesehatan adalah semua aktivitas atau kegiatan seseorang, baik yang dapat diamati (observable) maupun yang tidak dapat diamati (unobservable), yang berkaitan dengan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan. Pemeliharaan kesehatan ini mencakup mencegah atau melindungi diri dari penyakit dan masalah kesehatan lain, meningkatkan kesehatan, dan mencari penyembuhan apabila sakit atau terkena masalah kesehatan.

Perilaku Hidup Sehat

Kesehatan itu mahal harganya sehingga tidak seorangpun ingin sakit. Tetapi, seringkali penyakit datang dengan tiba-tiba hanya karena manusia lalai menjaga kesehatan. Tanpa disadari, terkadang pola hidup sehari-hari dapat menyebabkan seseorang jatuh sakit. Pola hidup sehat merupakan kebiasaan hidup yang berpegang pada prinsip menjaga kesehatan. Menjalani pola hidup sehat merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Ibarat orang dalam perjalanan dan menemukan persimpangan jalan, satu arah merupakan jalan yang terjal, berbukit-bukit dan jauh sementara jalan yang lain mudah dan lebih dekat, tetapi macet. Kebanyakan orang akan memilih jalan yang mudah meskipun jalan macet. Itulah gambaran manusia biasanya memilih yang mudah, makan yang serba enak, malas bekerja, tidur nyenyak dan malas bergerak. Orang yang memilih jalan hidup yang serba mudah dan tidak teratur dalam jangka panjang akan menjadikan orang tersebut menjadi tidak sehat, pemalas dan kehilangan jati diri karena hidupnya tidak disiplin dan tidak mampu mengendalikan diri.

Sejak tahun 1954, organisasi kesehatan dunia WHO menggalakkan pendidikan kesehatan dengan tujuan untuk mengubah perilaku orang atau masyarakat dari perilaku tidak sehat menjadi perilaku sehat. Dalam UU No. 23 Tahun 1992 disebutkan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dengan demikian, orang yang sehat tidak cukup hanya ditunjukkan oleh otot yang besar atau badan yang kekar, tetapi selain sehat secara fisik juga harus sehat secara rohani dan tidak mudah menderita gangguan jiwa. Beberapa tahun yang lalu, Human Population Laboratory di California Departemen of Healt menerbitkan daftar kebiasaan yang berkaitan dengan kesehatan dan umur panjang, yaitu mencakup olahraga yang teratur, tidur secukupnya, sarapan yang baik, makan yang teratur, kontrol berat badan, bebas dari rokok dan obat-obatan, dan tidak mengomsumsi alkohol. Irianto mengemukakan bahwa untuk mencapai kebugaran dan kesehatan, seseorang harus mengatur makanan, beristirahat secara cukup, dan berolahraga teratur. Dengan demikian, pola hidup sehat akan mencakup pola makan, menjaga kesehatan pribadi, istirahat yang cukup, dan aktif berolahraga.

Mengatur Makanan dan Pola Makan

Diet berarti mengatur makan. Hal ini mengandung makna bahwa makan harus seimbang dengan kebutuhan tenaga. Kalau seseorang bekerja dengan kebutuhan tenaga yang banyak, seperti tukang batu, pengayuh becak, atau seorang atlet berarti kebutuhan makan juga banyak. Sebaliknya, seseorang yang bekerja di atas meja seperti sekretaris atau kepala kantor yang memerlukan tenaga tidak banyak, maka makanan yang dibutuhkan juga tidak banyak. Oleh karena itu, konsumsi makanan harus sesuai dengan kebutuhan tenaga. Dengan kata lain, input energi harus sama dengan output energi. Ingat, mengonsumsi makanan yang berlebihan dapat berakibat langsung pada kelebihan berat badan, kegemukan, dan akibatnya dapat menyebabkan penyakit jantung, diabetes melitus, dan secara tidak langsung dapat menimbulkan depresi, dan ketidaknyamanan sosial.

Sebaliknya, jika mengonsumsi makanan yang kurang memenuhi standar kecukupan gizi, juga menyebabkan tubuh tidak sehat, badan tampak kurus, dan penampilan menjadi kurang percaya diri. Oleh karena itu, untuk mencapai kesehatan, setiap orang harus membisakan mengonsumsi makanan sehari-hari yang mengandung zat-zat gizi yang seimbang. Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) menganjurkan agar 60-70% kebutuhan energi diperoleh dari karbohidrat (terutama karbohidrat kompleks), 10-15% dari protein, dan 10-25% dari lemak. Agar makanan yang dikonsumsi sesuai kebutuhan tubuh, makanan harus ada takarannya. Cara yang mudah untuk menentukan takaran makan adalah dengan metode Low Calory Eating atau 70% - 80% kenyang setiap kali makan dan memperhatikan kandungan gizinya, yaitu makanan yang mengandung unsur-unsur karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral.

Kecukupan gizi terutama vitamin da mineral sangat diperlukan dalam mempertahankan sistem kekebalan tubuh yang optimal, sayuran dan buah-buahan merupaakan sumber terbaik berbagai vitamin, mineral dan serat. Vitamin dan mineral yang terkandung dalam sayuran dan buah-buahan berperan sebagai antioksidan atau penangkal senyawa jahat dalam tubuh dan membantu meningkatkan imunitas tubuh. Dengan imunitas tubuh yang meningkat akan membantu dalam pencegaha wabah covid – 19.

Meningkatkan daya tahan tubuh adalah salah satu kunci agar tidak tertular virus covid – 19. Mengkonsumsi makanan begizi eimbang merupakan salah satu cara agar daya tahan tubuh tetap prima. Namun demikian, kita juga perlu meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung zat gizi yang berperan aktif dalam meningkatkan daya tahan tubuh antara lain, yaitu vitamin A, C, E dan Zink. Vitamin A berperan dalam mengatur sistem kekebalan tubuh, memberi perlindungan terhadap infeksi dengan cara menjaga permuaan kulit dan jaringan pada mulut, lambung, usus dan sistem pernafasan agar tetap sehat. Dapatkan vitamin A sebagai penambah kekebaan tubuh dari bahan makanan kaya akan vitamin A antara lain yaitu wortel, kuning telur, ubi jalar, daun singkong, brokoli, bayam atau dari bahan makanan yang diperkaya dengan vitamin A seperti susu dan sereal.  Vitamin C melindungi tubuh dari infeksi dengan cara merangsang pembentukan antibodi dan kekebalan tubuh. Vitamin E berfungsi sebagai antioksidan dan tugasnya menetralkan radikal bebas di dalam tubuh. Sedangkan zinc dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar bekerja dengan baik dan membantu penyembuhan luka, zinc dapat ditemukan dalam bahan makanan seperti daging tanpa lemak, ayam, makanan laut (kerang), hati ayam, telur, keju, kacang-kacangan dan biji-bijian (wijen). Kemudian tubuh juga membutuhkan zat besi (Fe) dan selenium  untuk pertumbuhan sel kekebalan tubuh. Sementara itu itamin B6, dan asam folat mempengaruhi produksi dan aktivitas sel kekebalan tubuh, zat besi dapat ditemukan dalam daging, ayam, ikan dan telur. Vitamin B6 ditemukan dalam sereal, kacng-kacangan, sayuran berdaun hijau, buah,ikan, ayam dan daging. Lalu folat berlimpah dalam sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan dan biji-bijian. Sementara itu selenium banyak terdapat pada kacang-kacangan daging, sereal dan bawang putih.

Menjaga Kesehatan Pribadi

Menjaga Kesehatan Pribadi Tugas lain dalam usaha mendapatkan kesehatan yang baik adalah dengan cara menjaga kesehatan pribadi. Kesehatan pribadi dapat diartikan sebagai aktivitas rutin yang biasa dilakukan oleh setiap orang, seperti mandi setelah bepergian, mencuci tangan, menggosok gigi, berpakaian, kebersihan rambut.

Mengatur Istirahat

Mengatur istirahat berarti mengatur antara bekerja dan beristirahat. Tenaga manusia ada batasnya, kapan harus bekerja dan kapan harus istirahat. Jika antara bekerja dan istirahat tidak seimbang, dapat menyebabkan badan menjadi tidak nyaman dan bisa menimbulkan sakit. Istirahat bagi tubuh diperlukan untuk memberikan kesempatan pada alat-alat tubuh atau organ-organ tubuh mengurangi pekerjaaanya secara faali sehingga tubuh dapat melakukan kerja sehari-hari dengan baik. Istirahat yang baik adalah tidur selama 7-8 jam setiap hari. Tidur sebaiknya dilakukan pada malam hari setelah seharian fisik bekerja.

Berolahraga Teratur

Olahraga yang teratur adalah olahraga yang dilakukan setiap dua hari sekali. Olahraga yang cocok dan mudah dilakukan oleh setiap orang adalah olahraga aerobik, seperti jalan kaki, jogging, senam aerobik, berenang, bersepeda atau permainan ringan, seperti tenes meja atau golf. Olahraga permainan lebih disukai banyak orang karena menyenangkan. Olahraga permainan lebih cocok untuk pengembangan motorik anak. Problem yang muncul dalam masyarakat adalah budaya malas untuk berolahraga. Dengankata lain, tidak semua orang suka berolahraga. Agar orang gemar bermain atau berolahraga, aktivitas itu harus muncul dari motivasi diri sendiri dan dipilih sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan tubuh masih dapat mengontrol aktivitas yang dilakukan, baik bentuk gerakan maupun kecepatan gerakan. Dosis latihan olahraga yang baik adalah ketika denyut jantung bekerja di antara 60-80% dari denyut jantung maksimal dan lama latihan antara 30 sampai dengan 60 menit. Yang perlu diperhatikan dalam berolahraga selain penentuan dosis latihan adalah latihan jangan berlebihan atau over dosis. Jika seseorang berolahraga secara berlebihan (over training), badan akan menjadi lelah. Jika hal ni dilakukan secara terus-menerus, dalam jangka panjang dapat menyebabkan jatuh sakit dan akhirnya akan menjadi takut berolahraga.

Berolahraga dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan sistem metabolisme. Berolahraga secara teratur dapt menigkatkan produksi antibodi. Selain itu berolahraga membantu mengeluarkan racun dari tubuh. Rutin berolahraga, istirahat yang cukup, mengurangi waktu mendengarkan berita mengenai covid-19, dn tetap menjain silaturahmi secara online dapat menurunkan hormon stres tubuh seingga memberikan kekuatan tambahan pada sistem kekebalan tubuh.

METODE PENGABDIAN

Penulis melaksanakan pengabdian dengan cara sosialisasi dari rumah ke rumah (door to door) kepada masyarakat Pekon Sidoharjo yang berjumlah 20 KK (kartu keluarga). Penulis mewawancarai warga masyarakat Pekon Sidoharjo untuk menggali sejauh mana mereka mengetahui tentang menjaga pola hidup sehat di era new normal. Setelah itu, penulis menetapkan 20 KK sebagai sampel untu dijadikan sebagai peserta sosialisasi yang dilaksanakan dari rumah ke rumah atas dasar kerjasama dengan pihak Pamong Pekon Sidoharjo.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Sebelum dilaksanakan program Sosialisasi Menjaga Pola Hidup Sehat di Era New Normal , masyarakat banyak yang tidak mengetahui tentang cara hidup sehat di masa pandemi ini. Masyarakat bahkan tidak mengetahui new normal yang sesungguhnya, masyarakat mengartikan new normal sebagai keadaan normal baru yang tidak perlu melakukan kegiatan yang sesuai protokol kesehatan. Kondisi saat pelaksanaan program ini, masyarakat benar – benar tidak mengetahui bagaimana cara menjaga pola hidup sehat di saat era new normal.

Keadaan masyarakat setelah sosialisasi, masyarakat lebih mengenal tentang pola hidup sehat disaat era new normal, masyarakat juga lebih paham mengenai pola makan.

Masyarakat Pekon Sidoharjo mulai menerapkan pola hidup sehat untuk menghadapi era new normal ini agar tetap sehat dan aman dari covid-19.

                                                                                                 

KESIMPULAN            

Dengan dilaksanakannya program Sosialisasi Menjaga pola hidup sehat, dapat di simpulkan bahwa membiasakan pola hidup sehat pada masa pademi covid 19 dapat dilakukan dengan cara memakan makanan yang ergizi seperti sayur dan buah, berolahraga teratur dan istirahat yang cukup serta berjemur setiap pagi. Hasilnya, masyarakat Pekon Sidoharjo mulai menerapkan pola hidup sehat untuk menghadapi era new normal ini agar tetap sehat dan aman dari covid-19.

SARAN

Berdasarkan uraian tersebut diatas maka untuk menjaga pola hidup sehat, penulis memiliki berberapa saran yang diajukan sebagai rekomendasi yaitu : Masyarakat membutuhkan kegiatan yang membiasakan pola hidup bersih dan sehat secara sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun, mengajak untuk berjemur selama 10 15 menit. Menjaga  dan pembiasaan pola hidup sehat bertujuan meningkatkan kesehatan. Kesehatan merupakan modal dasar untuk melakukan semua kegiatan. Kesehatan yang buruk mengakibatkan banyak ancaman dan bahaya, ancaman tersebut seperti penyakit yang disebabkan virus ataupun bakteri maupun jamur. Pembiasaan pola hidup sehat pada masyarakat diharapkan dapat memutus rantai penyebaran penyakit. 

DAFTAR PUSTAKA

Khairunnisa, Febriana, S & Safri, 2015, ‘Hubungan Gaya Hidup dengan Prestasi Akademik Mahaswa Keperawatan Universitas Riau’, Jurnal Ilmu Keperawatan, vol. 2, no.2, hh. 1186 1196.

Kurniantyo, Firmianus.G.H, 2015, ‘Hubungan antara Fasilitas dan KBM Olahraga dengan PerilakuHidu Sehat Mahasiswa FKIP Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga Tahun 2013’, Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations, Vol. 4, No.5, hh. 1832 1838.

Probhoyekti, Dhian, ‘Panduan gizi Seimbang Pada Masa Pandemi Covid – 19’, Jakarta : Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2020.

Puspita, L, Nugraha,A.R, Dida,S & Romli,R , 2014, ‘ Peningkatan Pendidikan Pola Perilaku Hidup Sehat pada Usia Remaja Melalui Penerapan Komunikasi Lingkungan dan Kesehatan Reproduksi Berbasiskan earifan Lokal’, Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat, vol.3, no.2 hh. 5369.

Safitri, Hana Ika & Harun, 2020, ‘Membiasakan pola Hidup Sehat dan Bersih Pada Anak Usia Dini Selama Pademi Covid 19’, Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, Vol. 5, No. 1, hh. 385 394.

Suharjana, 2012 ‘Kebiasaan Berperilaku Hidup Sehat dan Nilai – Nilai Pendidikan Karakter’, Jurnal Pendidikan Karakter, vol.2, no.2, hh. 189 – 201.

Suryani, D, Nurdjanah E,P, Yogatama & Jumadil, M, 2018, ‘ Membudayakan Hidup Sehat Melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat  (GERMAS) di Dusun Mendang III, Jambu Dan Jrakah Kecamatan,Tanjungsari, Gunungkidul’, Jurnal Pemberdayaan : Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat, vol.2, no. 1, hh. 6574.

Susanti, Endang & kholisoh, Nur ,2018, ‘Kontruksi Makna Kualitas Hidup Sehat (Studi Fenomenologi pada Anggota Komunitas Herbalife Klub Sehat Ersanddi Jakarta)’, Jurnal Lugas, vol.2, no.1, hh. 1 – 12 .

 


Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "KARYA ILMIAH ( SOSIALISASI MENJAGA POLA HIDUP SEHAT UNTUK MENGHADAPI ERA NEW NORMAL AGAR TETAP SEHAT DAN AMAN DARI COVID -19 PADA MASYARAKAT PEKON SIDOHARJO KECAMATAN PRNGSEWU KABUPATEN PRINGSEWU)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel