Kapolres Blitar Akui Tegur 'Bencong' ke Kasat Sabhara, Ini Penjelasannya

kasat sabhara polres blitar
UpdateInfoo.com - Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani buka suara berhubungan pengunduran diri Kasat Sabhara AKP Agus Hendro Tri Susetyo. Fanani menegaskan bahwa 'makian' tersebut merupakan format teguran pimpinan untuk anggotanya.

Fanani menyatakan peristiwa itu berawal ketika ia menegur di antara anggota Satuan Sabhara Polres Blitar yang berambut panjang. Fanani lantas meminta AKP Agus Hendro menegur anak buahnya tersebut.

"Jadi gini, anak buahnya tersebut kan rambutnya panjang, ya saya tegur dong, sebab dia kan Sabhara jangan rambut panjang. Kebetulan kan waktu tersebut dia operasi yustisi, operasi yustisi kan bisa, saya dengan kasat Sabhara kan dapat (berkomunikasi)," jelas Fanani ketika dihubungi detikcom, Rabu (1/10/2020).


Peristiwa tersebut menurutnya terjadi pada Sabtu (19/9) lalu. Fanani lantas memanggil Agus Hendro melewati handy talkie berhubungan anggota Sabhara yang berambut gondrong itu. Fanani mengakui saat tersebut ia berucap 'bencong'.

"Panggillah Kasat Sabhara melewati HT 'kenapa kok anggotanya tidak ditegur rambutnya panjang?'. 'Jangan kita tersebut nggak berani negur anggota kita, tidak boleh kaya bencong', saya bilang kayak gitu, anda nggak berani negur anak buahnya, udah tersebut aja," paparnya.

Fanani melanjutkan teguran keras tersebut ia kerjakan dalam rangka mendisiplinkan anggota. Menurutnya, ia telah berpedoman pada hubungan tata teknik kerja dan tugas pokok (HTCK) dalam menindak anggotanya tersebut.

"Kalau saya tersebut kan disiplin saja. Saya disiplin cocok HTCK dan tugas pokok. Kalau tugas pokoknya tidak dilaksanakan, bagaimana anda harus bekerja? Ritmenya bagaimana coba bila HTCK dan tugas pokoknya tidak anda laksanakan? Saya patokannya tugas pokok Polri tersebut apa, HTCK-nya tersebut bagaimana. Dia sudah mengemban apa belum?" tuturnya.

Namun, Agus menerima teguran itu bertolak belakang dan menyebutnya sebagai 'makian'. Agus lantas tidak bekerja sesudah mendapat teguran tersebut.

"Dia tersebut baru saya tegur tersebut baru sekali itu, Hari Sabtu 19 September, berakhir itu dia tidak masuk kerja," tandasnya.


Sebelumnya diberitakan, AKP Agus Hendro mengemukakan resign dari Polri. Hal ini dilakukannya sebagai format kekecewaan untuk Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Prasetyo.

Agus datang dengan membawa surat pengunduran diri yang ditujukan untuk Kapolda Jatim dengan tembusan ke Kapolri.

"Jadi saya datang ke Polda Jatim saya sengaja mengirim surat pengunduran diri saya sebagai anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia. Jadi hari ini saya sah mengundurkan diri untuk Bapak Kapolda, nanti tembusannya Bapak Kapolri dan lain-lain. Hari ini telah saya ajukan bermukim tunggu proses lebih lanjut," kata Agus saat didatangi di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Kamis (1/10).


Agus menambahkan hatinya tidak dapat menerima perlakuan arogansi Kapolres untuk anak buahnya.

"Alasan saya mengundurkan diri sebab saya tidak terima. Hati saya tidak dapat menerima selaku insan dengan arogansi kapolres saya. Sebenarnya ini akumulasi dari senior saya. Akumulasi kasat yang lain," imbuhnya.

Tidak melulu itu, Agus menyinggung bahwa Fanani arogan dan sering berbicara kasar saat menegur anak buahnya. Agus pun menyebut Fanani main copot jabatan tanpa menyerahkan pembinaan.

sumber : detik.com 

Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "Kapolres Blitar Akui Tegur 'Bencong' ke Kasat Sabhara, Ini Penjelasannya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel