SOAL ICHTYOLOGI DAN JAWABAN




Soal Essay
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan baik dan benar pada lembar jawaban anda !

1.     Secara garis besarnya bentuk tubuh ikan terbagi menjadi dua yaitu bilateral simetris dan Non bilateral simetris. Bilateral simetris, artinya jika ikan dibelah pada bagian tengah-tengah tubuhnya maka akan terbagi menjadi dua bagian yang sama antara sisi kiri dan kanan.
Sebutkan dan jelaskan bentuk ikan tersebut dan berikan contoh jenis ikannya {minimal 5} ? (20)

2.     Lendir pada ikan dihasilkan oleh kelenjar lendir yang terdapat pada bagian epidermis kulit. Kelenjar ini menghasilkan mucin (glycoprotein) yang jika bercampur/bersentuhan dengan air maka akan berbentuk lender.
Apa saja fungsi dari lender pada ikan ? (5)

3.     Pada beberapa jenis ikan terdapat kelenjar racun yang juga merupakan bagian sistem integumen. Bagian ini akan mensekresikan zat yang bila ditusukkan kepada manusia akan menyebabkan sakit atau dapat menyebabkan kematian.
Ikan apa saja yang memiliki kelenjar racun dan terdapat pada bagian mana ? (5)

4.     Urat daging pada ikan tersebar hampir di seluruh tubuh, dan otot mempunyai peranan atau fungsi tersendiri sesuai dengan letak dimana otot tersebut berada.
Sebutkan contoh otot-otot pada sirip punggung beserta fungsinya ? (15)

5.     Berdasarkan letak dan fungsinya, rangka pada ikan bibagi menjadi tiga. Sebutkan tiga jenis rangka tersebut dan terdiri atas tulang apa saja ? (10)

6.     Selain insang dan paru-paru, beberapa jenis ikan tertentu mempunyai alat pernapasan tambahan. Apa saja alat pernafasan tambahan tersebut, jelaskan dan beri contoh jenis ikannya ? (10)

7.     Apa pendapat anda mengenai identifikasi ikan berdasarkan morfometrik dan meristik kemudian jelaskan secara singkat mengenai identifikasi ikan berdasarkan morfometrik dengan meristik dan Mengapa kita perlu melakukan identifikasi ikan berdasarkan morfometrik dan meristik ! (35)


 “Selamat Mengerjakan”





JAWABAN :
1.      Ikan yang bersifat simetris bilateral yaitu ikan yang apabila dibelah dengan potongan sagital atau ikan yang dipotong pada bagian tengahnya, maka akan mendapatkan ukuran tubuh yang sama rata atau persis anatara bagian kiri dan bagian kanan tubuhnya. Jika dilihat dari bentuk tubuhnya terutama dilihat dari bentuk penampang melintangnya, ada beberapa macam bentuk tubuh ikan simetri bilateral, bentuk-bentuk- tubuh ikan tersebut adalah:
a.       Kompres atau pipih yaitu ikan yang bertubuh pipih atau dengan kata lain lebar tubuh jauh lebih kecil dibanding tinggi tubuh dan panjang tubuh. Contohnya ikan bawal atau ikan mas.
b.      Depres atau Picak yaitu ikan yang lebar tubuhnya jauh lebih besar dari tinggi tubuhnya jauh lebih besar dari tinggi tubuhnya. Contohnya ikan pari totol.
c.       Fusiform atau Cerutu yaitu ikan dengan tinggi tubuh yang hampir sama dengan lebar dan panjang tubuhnya beberapa kali ukuran tingginya. Contohnya ikan tuna.
d.      Anguilliform atau belut atau ular atau sidat yaitu ikan dengan bentuk tubuh memanjang dengan penampang lintang yang agak silindris dan kecil serta pada bagian ujung tipis atau meruncing. Contohnya belut.
e.       Filiform atau Tali yaitu ikan yang bentuk tubuhnya menyerupai tali.
f.       Flattedform atau Taeniform atau Pita yaitu ikan yang bentuk tubuhnya memanjang dan tipis menyerupai pita. Contohnya ikan layur dan Crescent gunnel
g.      Sagittiform atau Panah yaitu ikan yang bentuk tubuhnya menyerupai anak panah. Contoh ikan pike
h.      Globiform atau Bola yaitu ikan yang bentuk tubuhnya menyerupai bola. Contohnya ikan buntal.
i.        Ostraciform atau Kotak yaitu ikan yang bentuk tubuhnya menyerupai kotak.
  1. Kulit luar (epidermis ) ikan mengandung kelenjar lendir yang mengeluarkan lendir sehingga ikan terasa licin bila di pegang. Lendir ikan berfungsi sebagai anti jamur dan bakteri yang mampu melindungi ikan dari infeksi. Karena sifat licin itu juga membuat lebih sulit bagi parasit untuk menempel pada kulit ikan. Selain itu, keberadaan lendir juga mengurangi gesekan kulit dengan air sehingga menghemat energi dan membuat ikan berenang lebih efisien.
Pada ikan tertentu lendir digunakan sebagai pertahanan diri, seperti hagfish mampu menghasilkan sejumlah besar lendir yang digunakan untuk mencegah pemangsanya. Ada juga ikan yang menggunakan lendir nyauntuk membuat sarang telur, seperti sepat siam.

3.     Kelenjar beracun ini berfungsi sebagai alat mempertahankan diri, menyerang atau melumpuhkan mangsa.
a.     Ikan-ikan yang sistem integumennya mengandung kelenjar beracun antara lain ikan-ikan yang hidup disekitar karang, ikan lele dan sebangsanya (Siluroidea), dan golongan Elasmobranchii (). Beberapa jenis ikan buntal (Tetraodontidae) juga terkenal beracun, tetapi racunnya bukan berasal dari sistem integumennya, melainkan dari kelenjar empedu.
b.     Kelenjar beracun ikan pari terdapat pada duri Dasyatidae, Chimaeridae, Myliobathidae di ekornya. Duri ini tersusun dari bahan yang disebut vasodentine. Sepanjang kedua sisi duri tersebut terdapat gerigi yang membengkok ke belakang.
c.     Ikan lepu ayam (Petrois volintas dan Petrois russeli), lepu angin (Scorpaena guttata) dan lepu tembaga (Synanceja horrida) mempunyai racun jari-jari keras, sirip punggung, sirip anal dan sirip perut.
d.     Beberapa anggota Siluridae yang beracun misalnya adalah sembilang (Plototus canius), lele (Clarias batrachus), keting (Ketengus thypus), manyaung (Arius thalasinus). Bila kantung kelenjar tertekan oleh jari-jari siripnya akan mengeluarkan cairan yang beracun melalui sebuah alur yang terdapat pada jari-jari keras tersebut dan diteruskan ke dalam luka.
  1. Bagian – bagian besar otot bergaris pada tubuh ikan ada empat, yaitu :
a.       Otot ocolomotor, yang terdapat pada mata dengan jumlah tiga pasang.
b.      Otot hypobranchial, terdapat pada dasar pharynx, rahang, hyoid dan lengkung insang, berfungsi sebagai pengembang.
c.       Otot branchiomeric yang terdapat pada muka, rahang dan lengkung insang, berfungsi sebagai pengkerut.
d.      Otot appendicular yang berfungsi untuk mengerakkan sirip.

  1. Berdasarkan letak dan fungsinya, rangka ikan dibagi menjadi tiga yaitu rangka axial, rangka appendicular, dan rangka visceral.
a.      Rangka axial
Rangka yang sejajar pada sumbu axial atau sumbu horizontal pada tubuh ikan. Rangka axial terdiri dari tengkorak, tulang punggung (vertebrae), dan tulang rusuk (costea). Berikut penjelasannya:
1)      Rangka Tengkorak                     
Secara umum perkembangannya  berasal dari tiga sumber, yaitu:
Dermocranium, yaitu tulang tengkorak yang asalnya dibuat dari sisik yang berfungsi  sebagai dermis. 
o   Chondrocranium, yaitu pembungkus otak yang berasal dari tulang rawan.
o   Splanchnocranium, yaitu tulang tengkorak yang berasal dari rangka penyokong lengkung insang.

2)      Tulang punggung dan tulang rusuk
Secara embriotik tulang punggung berkembang menjadi scelerotome yang terdapat pada sekeliling  notochondria dan batang saraf. Tiap pasang scelerotome berkembang menjadi empat pasang tulang rawan yang dinamakan areulia. Tulang punggung badan dan tulang punggung ekor. Tiap-tiap ruas di daerah badan dilengkapi dengan sepasang tulang rusuk kiri dan kanan untuk melindungi organ dalam rongga badan
b.      Rangka apendikular
Rangka apendikular adalah tulang penyokong sirip dan pelekatnya. Pada ikan terdapat lima macam sirip, yaitu sirip tunggal (sirip punggung, sirip ekor, dan sirip dubur) dan sirip berpasangan (sirip dada dan sirip perut) 
c.       Rangka Visceral
Rangka visceral terdiri dari tulang lengkung insang dan derivatnya. Struktur tulang insang yang menyokong insang dan mengelilingi pharynx terdiri dari tujuh tulang lengkung insang. Dua tulang lengkung insang yang pertama menjadi bagian dari tulang-tulang tengkorak. Sedangkan lima yang lainnya berfungsi sebagai penyokong insang.
Rangka visceral terdiri dari tulang lengkung insang dan derivatnya. Struktur tulang insang yang menyokong insang dan mengelilingi pharynx terdiri dari tujuh tulang lengkung insang. Dua tulang lengkung insang yang pertama menjadi bagian dari tulang-tulang tengkorak. Sedangkan lima yang lainnya berfungsi sebagai penyokong insang.

  1. Selain insang dan paru-paru, beberapa jenis ikan tertentu memiliki alat pernapasan tambahan yang berupa:
a. Labyrinth, lipatan membran seperti bunga mawar yang merupakan derivat dari lengkung insang. Pada ikan betok (Anabas testudineus ), organ labyrinthterletak di bagian atas insang dan terdapat saluran yang menghubungkan labyrinthdan insang
b. Arborescent organ, berbentuk seperti bunga karang. Pada ikan lele (Clarias batrachus ) alat pernapasan tambahan ini terletak di bagian atas depan insang.
c. Diverticula, lipatan kulit pada bagian mulut dan ruang pharynx, misalnya pada ikan gabus (Channa striata)
d.Alat pernapasan tambahan berupa tabung, misalnya pada ikan Heteropneustes microps dan jenis catfish lainnya.
e.Dinding bagian dalam dari operculum yang banyak mengandung pembuluh darah, misalnya pada ikan glodok.
  1. Pendapat saya mengenai identifikasi ikan berdasarkan morfometrik dan meristik itu perlu, morfometrik adalah ukuran yang berhubungan dengan ukuran panjang, lebar, tinggi dari tubuh atau bagian-bagian tubuh ikan. Sedangkan pada meristik adalah penghitungan secara kuantitatif ciri-ciri (bagian tubuh) ikan misalnya jumlah dan ukuran sirip. Dan hal ini saling berhubungan, karena dengan malukan nya dua metode tersebut kita dapat mengetahui ukuran dan jumlah tubuh pada suatu organisme dan menghitung jumlah dari setiap karakter pada ikan.
Morfometrik adalah ukuran yang berhubungan dengan ukuran panjang, lebar, tinggi dari tubuh atau bagian-bagian tubuh ikan . Ukuran ikan adalah jarak antara satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain. Bagian tubuh ikan yang biasanya diukur antara lain Panjang total, panjang cagak, panjang standar, panjang kepala, panjang bagian sirip punggung, panjang batang ekor, tinggi badan, tinggi batang ekor, tinggi kepala, lebar kepala, lebar badan, panjang hidung, panjang bagian kepala dibelakang mata, lebar ruang antar mata diameter mata, panjang rahang atas, panjang rahang bawah, lebar bukaan mulut, tinggi dibawah mata, panjang dasar sirip punggung, panjang dasr sirip anal, tinggi sirip punggung, panjang sirip dada, dan panjang sirip perut. Sedangkan pada ciri meristik adalah ciri  yang berkaitan dengan jumlah bagian tertentu dari tubuh ikan misalnya  pada sirip, sisik dan insang.
Berbeda dengan karakter morfometrik yang menekankan pada pengukuran bagian-bagian tertentu tubuh ikan, karakter meristik berkaitan dengan penghitungan jumlah bagian tertentu dari tubuh ikan. Bagian-bagian tubuh ikan yang biasanya dihitung antara lain jumlah jari-jari keras dan lemah, jumlah sisik, jumlah sirip, jumlah tapis insang, jumlah sisik predorsal, jumlah sisik keliling badan, jumlah sisik batang ekor dan jumlah finlet.
Menurut saya perlu melakukan identifikasi ikan berdasarkan morfometrik dengan meristrik , karena untuk mengetahui ukuran dan jumlah tubuh pada suatu organisme dan menghitung jumlah dari setiap karakter pada ikan tersebut, maka dapat di lakukan dua metode atau cara pengukuran pada tubuh ikan yaitu pada morfometrik dan meristik

Image of page 5


Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "SOAL ICHTYOLOGI DAN JAWABAN "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel