MAKALAH TAKSONOMI TUMBUHAN TINGGI (MONOKOTILEDON)

Hasil gambar untuk klasifikasi N. gramineae
MONOKOTILEDONE
(Makalah Taksonomi Tumbuhan Tinggi)

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr.wb
Dengan menyebut nama Allah SWT yang maha pengasih lagi maha penyayang. Kami panjatkan puja dan puji syukur kehadiratnya. Yang telah melimpahkan rahmat hidayat dan inayah nya kepada kami,sehinnga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah biologi tentang tumbuhan dikotil dan monokotil ini dengan baik dan benar.
Adapun makalah ilmiah tentang tumbuhan monokotil ini telah kami usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak,sehinggan dapat memperlancar pembuatan makalah ini.untuk itu kami tidak lupa menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini.
Namun tidak lepas dari semua itu. Kami menyadar sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari segi penyusun bahasanya ataupun segi lainnya. Oleh karena itudengan lapang dada dan tangan terbuka kami membuka selebar lebarnya bagi pembaca yang ingin memberi saran dan kritikkepada kami sehingga kami dapat memperbaiki makalah biologi ini.
Akhirnya penyusun berharap semoga dari makalah ilmiah biologi tentang tumbuha monokotil ini dapat diambil pelajarnya sehingga dapat bermanfaat.
Wassalamualaikum wr wb



, 14 Maret 2019
Penulis 
DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR…………………………...………………………………i
DAFTAR ISI…………………………………………………………………….ii
BAB I PENDAHULUAN………………………….……………………………iii
  1. Latar Belakang …………………………………………….…………….1
  2. Rumusan Masalah………………………………….…………………….1
  3. Tujuan……………………………………………………………………2
BAB II PEMBAHASAN………………..…………..…………………………..
  1. Pengertian dan Ciri Monokotil…………………………………….…..…3
  2. Pengelompokan Monokotil……………………………………….……...4
  3. Habitat Monokotil………………………………………………………52
  4. Peranan dan Manfaat……………………………………………………52
BAB III PENUTUP
  1. Kesimpulan………………………………………………………….…..53
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………..54

BAB I
PENDAHULUAN

    1. Latar Belakang 

Tumbuhan yang ada di dunia sangatlah beraneka ragam. Keaneka ragaman tersebut meliputi ukuran, bentuk, warna, struktur, fungsi, dan lain-lain. Karena keaneka ragaman tumbuhan tersebut, ilmu taksonomi tumbuhan ada untuk mempermudah dan sistematis dalam mempelajari identifikasi, tata nama, dan klasifikasi tumbuhan.
     Dalam taksonomi tumbuhan terdapat klasifikasi tumbuhan, pada setiap kategori apabila dibahas satu persatu tentu akan menghabiskan waktu yang sangat lama. Karena aspek pembahasa dapat mencakup berbagai macam aspek mengingat bukti klasifikasi ssendiri terdapat beraneka ragam, seperti bukti anatomi, morfologi, fisiologi, ekologi, dan lain-lain.
Pada klasifikasi tumbuhan salah satu kategori divisio terdapat takson spermatophyta yang memiliki subdivision Angiospermae. Angiospermae sendiri terbagi menjadi dua yaitu, monokoti dan dikotil. Pada makalah ini penulis akan membahas spermatophyte lebih spesifiknya mengenai monokotil (tumbuhan berkeping tunggal/satu).
1.2 Rumusan Masalah 
A. Apa pengertian dan ciri-ciri dari tumbuhan monokotil?
B. Bagaimana reproduksi tumbuhan monokotil?
C. Bagaimana saja pengelompokan tumbuhan monokotil?
D. Dimana saja habitat tumbuhan monokotil?
E. Apa peranan dan manfaat dari tumbuhan monokotil?

1.3 Tujuan

A. Mengetahui pengertian dan ciri dari tumbuhan monokotil
B. Mengetahui proses reproduksi tumbuhan monokotil
C. Mengetahui pengelompokan tumbuhan monokotil
D. Mengetahui habitat dari tumbuhan monokotil
E. Mengetahui peranan dan manfaat tumbuhan monokotil

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian dan Ciri-ciri Monokotil

          Tumbuhan monokotil adalah tumbuhan yang berbiji tunggal atau berbiji keping satu. Secara sederhana, monokotil diartikan sebagai tumbuhan yang bagian bijinya tunggal atau mono atau tak berkeping. Adapun karakter yang paling kuat dari tanaman berkeping tunggal ini antara lain daun lembaga, akar yang berbentuk serabut, daun yang berselang seling, bagian tulang daunnya sejajar dan cenderung berbentuk layaknya pita serta masih banyak lagi lainnya.
A. Ciri-ciri tumbuhan monokotil
       Ciri umum tumbuhan monokotil adalah bijinya mempunyai satu daun lembaga yang berfungsi untuk menyerap zat makanan dari endosperma pada saat biji berkecambah. Ciri khususnya adalah bunganya memiliki bagian-bagian yang jumlahnya berkelipatan 3. Daunnya tunggal dan mempunyai tulang daun sejajar atau melengkung. Tumbuhan monokotil mempunyai sistem akar serabut. Sebagian besar berbatang basah, tetapi beberapa anggota yang lain merupakan tumbuhan berkayu. Batang tidak bercabang, mempunyai buku-buku dan ruas-ruas yang jelas. Batang dan akar tumbuhan monokotil tidak berkambium, sehingga tidak mengalami pertumbuhan sekunder.
Ciri khusus tumbuhan monokotil adalah mempunyai biji tunggal (berkeping satu), memiliki berkas vaskuler atau pembuluh angkut (xilem dan floem), ujung akar dilindungi oleh koleoriza dan ujung batang dilindungi oleh koleoptil. Kebanyakan memiliki daun tunggal, urat daunnya sejajar dan terdapat pelepah daun. Memiliki bunga yang terdiri dari kelopak bunga, mahkota bunga, dan benang sari yang berjumlah tiga atau berkelipatan tiga.
Ciri lain yaitu nilai thresholding pada daun monokotil yaitu  dengan nilai T=167.
B. Reproduksi tumbuhan monokotil
  • Reproduksi generatifnya terjadi dengan persilangan jantan dan betina dengan adanya organ reproduksi berupa bunga yang menghasilkan embrio (biji).
  • Reproduksi vegetatifnya kebanyakan dengan tunas.
  • Pembuahan pada tumbuhan angiospermae merupakan pembelahan ganda.
Generatif merupakan cara perkembangbiakan tumbuhan yang bisa dilakukan oleh tumbuhan itu sendiri dan dengan cara yang alami. Tumbuhan yang melakukan perkembangbiakan secara generatif biasanya akan melakukan perkawinan pada bagian-bagian bunga. Perkembangbiakan secara generatif harus melalui dua macam proses yaitu penyerbukan dan pembuahan. Pada umumnya tumbuhan bisa melakukan proses tersebut.
Berikut ini proses perkembangbiakan tumbuhan secara generatif :
  • Tahap pertama dalah tahap penyerbukan. Yang dimaksud dengan penyerbukan adalah saat serbuk sari terjatuh dari kepala putik.
  • Setelah penyerbukan terjadi, yang tejadi selanjutnya adalah serbuk sari yang terjatuh tersebut bisa menumbuhkan buluh serbuk sari. Buluh serbuk sari itu akan berjalan menuju ke bakal biji.
  • Setelah buluh serbuk sari masuk ke bakal biji, sel kelamin jantan atau yang biasa disebut dengan spermatozoid akan masuk ke bakal biji. Sel kelamin jantan tersebut bisa masuk bakal biji dikarenakan buluh serbuk sari tersebut.
  • Di dalam bakal biji tersebutlah akan terjadi pembuahan setelah penyerbukan. Pembuahan akan dilakukan dengan cara meleburnya sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina.
  • Pembuahan yang dilakukan tumbuhan tersebut menghasilkan zigot.
  • Zigot inilah yang nantinya menjadi tumbuhan baru hasil dari pembuahan induknya. Awalnya zigot akan menjadi lembaga, setelah menjadi lembaga zigot akan berubah menjadi bakal biji. Dari bakal biji, berubah menjadi bakal buah. Setelah menjadi bakal buah akan berubah menjadi daging buah.
Perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif bisa dilakukan dengan bantuan manusia maupun dengan cara alami. Banyak manusia yang memiliki tumbuhan di halaman rumahnya memilih mengembangbiakkan tumbuhan yang dimilikinya dengan cara ini. Sayangnya tingkat keberhasilan dari perkembangbiakan dengan cara ini tergantung dengan cara manusia itu sendiri. Jika dia benar dalam melakukan langkah-langkah perkembangbiakan tersebut, tingkat keberhasilannya pengelompokan tumbuhan tergolong tinggi. Selain itu yang mendukung tingkat keberhasilan dari perkembangbiakan tersebut adalah jenis dari tumbuhan yang dikembangbiakkan. Setiap tumbuhan memiliki cara perkembangbiakan yang berbeda-beda. Berikut ini adalah hal-hal yang berhubungan dengan perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif :
  • Perkembangbiakan dengan cara tidak kawin atau vegetatif bisa dilakukan oleh tumbuhan tanpa melibatkan sel kelamin jantan dan juga sel telur. Peleburan sel kelamin jantan dan juga sel telur tidak diperlukan ketika mengembangbiakkan tumbuhan dengan cara ini.
  • Perkembangbiakkan tumbuhan secara vegetatif akan memiliki sifat sama dengan induk tumbuhan tersebut.
  • Perkembangbiakan tumbuhan dengan cara vegetatif bisa melibatkan bantuan tangan manusia atau alami dimana bisa dilakukan oleh tumbuhan itu sendiri.
  • Jenis perkembangbiakan tumbuhan dengan cara vegetatif lebih banyak diketahui oleh masyarakat dibandingkan dengan cara generatif.



2.2 Pengelompokan Monokotil 

A. Bangsa: Helobiae (Alismatales)

Terna yang kebanyakan berupa tumbuhan air atau rawa dengan daun-daun tunggal yang mempunyai sisik-sisik dalam ketiaknya. Bunga berkelamin tunggal atau banci, aktinomorf, tanpa tenda bunga atau mempunyai tenda bunga tunggal atau ganda. Benang sari 1- banyak. Bakal buah banyak atau hanya 1. Terpisah-pisah atau berlekatan. mempunyai 1- banyak bakal biji. Duduknya menumpang sampai tenggelam dengan tangkai dan kepala putik
yang bebas. Biji dengan lembaga yang besar, tanpa atau hanya sedikit endosperm.

1.Suku Aponogetonaceae. 
Tumbuhan air yang berakar di dasar. mempunyai rimpang yang berbentuk umbi, daun tunggal, bertangkai dengan helaian berbentuk lanset-bulat telur yang mengapung atau terendam air. Bunga banci, tersusun dalam bulir yang bercabang atau berbentuk silinder, diselubungi sarung yang lekas gugur, muncul di atas air.Tenda bunga menyerupai mahkota, teridiri atas 3 atau 1 daun tenda bunga. Benang sari 6, tersusun dalam 2 lingkaran atau lebih dari 6, tersusun dalam 3-4 lingkaran. Bakal buah menumpang berjumlah 3-6, masing-masing berisi 2-banyak bakal biji. Buah pecah bila telah masak dengan celah yang menghadap ke arah sumbu Biji tanpa endosperm, lembaga lurus.Suku ini monotipik hanya terdiri atas 1 marga Aponogeton dengan seluruhnya hanya sekitar 20-an jenis. Habiat di tempat lembab yang sejuk beriklim tropis. Reproduksi generatifnya terjadi dengan persilangan jantan dan betina dengan adanya organ reproduksi berupa bunga yang menghasilkan embrio (biji).
Contoh:
Regnum: Plantae
Divisi : Angiospermae
Kelas : Monokotil
Ordo: Alismatales
Famili: Aponogetonaceae
Genus : Aponogeton
Spesies : Aponogeton distachyos
Berkas:Aponogeton distachyos.jpg

2. Suku: Potamogetonaceae. 
Tumbuhan air yang berakar dan mempunyai rimpang pada dasar. Daun bangun garis, bangun lanset, bulat telur, bertangkai, kadang-kadang dengan upih daun yang besar, dengan helaian daun yang mengapung atau terendam air. Sebagian berupa tumbuhan darat dengan daun-daun yang bulat, panjang seperti tangkai atau daun-daun yang sempit, dalam ketiak terdapat sisik-sisik. Bunga berkelamin tunggal atau banci, aktinomorf atau zigomorf, tersusun sebagai bulir atau terpisah-pisah, muncul di atas air. Hiasan bunga tunggal, tidak pernah menyerupai mahkota, biasanya kecil seperti selaput dan terdiri atas 8-1 segmen biasanya hanya 4, atau tenda bunga tidak terdapat. Benang  sari8-1, bebas,tertanam pada kuku kuku  segmen hiasan bunga. Bakal buah 6-1, masing-masing berisi 1 bakal biji. Buahnya buah kurung atau buah batu yang berisi 1 biji, tanpa endosperm, lembaga dengan batang hipokotil yang besar.
Warga suku ini hidup dalam air tawar, air payau, maupun air laut, meliputi sekitar 125 jenis, yang terbagi dalam 8 marga, tersebar di seluruh dunia.
Contoh:
Regnum: Plantae
Divisi : Angiospermae
Kelas : Monokotil
Order: Alismatales
Family: Potamogetonaceae
Genus: Potamogeton
Species: Potamogeton perfoliatus
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/3f/PotamogetonPerfoliatus.jpg/800px-PotamogetonPerfoliatus.jpg

3.Suku: Najadaceae. 
Tumbuhan air, submers (tenggelam di dalam air) dalam air tawar, payau atau air laut. Daun seperti benang atau bangun garis dengan tepi yang bergigi jarang-jarang. Bunga kelamin tunggal, terpisah-pisah terangkai dalam bunga majemuk Slang bersifat simos dengan tenda bunga tunggal atau telanjang. Seringkali terdapat dalam suatu seludang bunga. Bunga jantan mempunyai 1 benang sari, sering berpasangan, bunga betina dengan 1 bakal buah yang biji. Buah biasanya di selubungi seludang, tidak membuka. Biji dengan kulit yang tipis, Iembaga lurus dengan akar lembaga dan hipokotil yang besar tanpa endosperm. Suku ini merupakan suku yang monotipik, hanya terdiri atas 1 marga yaitu Najas, dengan kurang lebih 40 jenis.
Contoh:
Regnum: Plantae
Divisi: Angiospermae
Kelas: Monocotyledonae
Ordo: Alismatales
Family: Najadaceae
Genus: Najas
Spesies: Najas marina
Hasil gambar untuk klasifikasi N. gramineae
4.Suku: Scheuchzeriacea. 
Terna air perenial dengan rimpang pada dasar, batang tegak, daun-daun bangun lanset mempunyai upih yang membalut batang dan lidah-lidah pada batas antara upih dan helaian daun. Bunga banci, aktinomorf tersusun dalam bulir pada ujung batang. Tenda bunga tersusun atas 6 tenda bunga yang tipis seperti selaput tersusun dalam 2 lingkaran, tidak gugur. Benang sari 6-8, bebas, kepala sari bangun garis, menghadap ke dalam, membuka dengan celah membujur. Ginesium terdiri atas 3-6 bakal buah yang menumpang berlekatan masing-masing berisi 2 bakal biji. Buahnya buah kurung, biji tanpa endosperm, lembaga dengan daun lembaga yang membulat dan pucuk lembaga yang kecil. Suku ini membawahi 3 marga dengan sekitar 15 jenis yang mempunyai distribusi yang luas didaerah-daerah iklim sedang dan dingin.
Contoh:
Regnum : Plantae
Divisi: Angiospermae
Kelas: Monocotyledonae
Order: Malpighiales
Family: Scheuchzeriacea
Genus: Scheuchzeria
Species: Scheuchzeria palustris
Hasil gambar untuk klasifikasi Scheuchzeria palustris

5.Suku: Alismataheae (Alismaceae). 
Terna air, annual atau perenial, tumbuh tegak, jarang mengapung, mempunyai saluran-saluran getah yang terjadi secara skizogen. Daun dengan tangkai panjang membentuk upih yang terbuka pada pangkalnya, helaian daun bunga bulat telur membulat, lanset-garis atau bangun anak panah, bertulang melengkung, tersebar pada batang atau merupakan suatu rozet. Bunga banci, aktinomorf, tersusun dalam rangkaian yang bercabang-cabang. Hiasan bunga jelas terdiri atas 3 daun kelopak dan 3 daun mahkota. Benang sari 6 atau lebih, bila banyak yang di bagian pinggir bersifat mandul. Ginésium terdiri atas 6-banyak bakal buah, menumpang, pada pangkal sering berlekatan, masing-masing berisi 1-banyak bakal biji. Buahnya buah keras dengan 1 biji atau buah kurung yang berisi banyak biji. Biji tanpa endosperm, lembaga berbentuk tapal kuda.
Suku ini terdiri atas 15 marga yang seluruhnya meliputi sekitar 80 jenis, hidup di air tawar (rawa-rawa), di daerah-daerah iklim sedang dan iklim panas di seluruh dunia. 

Contoh:
Regnum : Plantae
Divisi : Angiospermae
Class : Monocotyledonae
Order: Alismatales
Family: Alismataceae
Genus: Alisma
Species: A. plantago-aquatica
Hasil gambar untuk klasifikasi.plantago-aquatica.
6. Suku: Butomaceae. 
Terna air perenial dengan rimpang di dasar, biasanya dengan cairan seperti getah. Daun pada batang atau membentuk rozet akar, bangun pedang atau pipih lebar, bangun jantung, jorong atau bundar, bertulang melengkung. Bunga banci, aktinomorf, terpisah-pisah atau tersusun sebagai bunga payung. hiasan bunga jelas dapat dibedakan dalam kelopak dengan 3 daun kelopak dan mahkota yang terdiri atas 3 daun mahkota, yang tidak banyak berbeda mengenai ukurannya. Benang sari 8-9, jarang 5 atau banyak, bila banyak yang di pinggir mandul. Ginesium terdiri atas 6 bakal buah yang menumpang, bebas atau berlekatan pada pangkalnya, kadang-kadang membentuk suatu bongkol, tiap bakal buah berisi banyak bakal biji yang memenuhi seluruh permukaan dindin dalam bakal buah. Buahnya buah kurung, biji banyak tanpa endosperm, lembaga lurus atau bengkok bangun tapal kuda.
Suku ini tidak mempunyai warga yang banyak, semuanya hanya sekitar l0-an jenis yang terbagi dalam 6 marga. tersebar di daerah-daerah iklim sedang dan iklim panas di air tawar.
Contoh: 
Regnum : Plantae
Divisi : Angiospermae
Class : Monocotyledonae
Order: Alismatales
Family: Butomaceae
Genus: Butomus
Species: B. Umbellatus
Butomus umbellatus - harilik luigelill Keilas.jpg

7. Suku: Hydrocharitaceae. 
Terna air, mengapung atau submers, jarang sekali berakar pada dasar. Daun tunggal tersusun dalam rozet akar, tersebar atau berkarang, dengan bentuk yang beraneka ragam, yang berhelaian lebar biasanya bertulang melengkung. Bunga berkelamin tunggal, berumah 2 atau banci, aktinomorf, terpisah-pisah atau dalam rangkaian yang bersifat
simos, terletak dalam daun pelindung yang berbagi dua, atau di antara 2 daun pelindung yang duduk berhadapan, yang terpisah-pisah biasanya bunga betina, sedang bunga jantan yang bersifat majemuk. Hiasan bunga dapat dibedakan dalam kelopak yang terdiri atas 3 daun kelopak dan mahkota yang terdiri atas 3 daun mahkota, kadang-kadang tanpa mahkota atau tanpa hiasan sama sekali, jarang dengan bagian-bagian bunga yang jumlahnya kurang dari 3 dalam tiap lingkaran. Benang sari 3, atau merupakan kelipatan angka 3, yang di pinggir dan di tengah sering mandul, jarang hanya terdapat 1 benang sari. Bakal buah tenggelam, beruang 1 dengan 2-15 tembuni dan banyak bakal biji, masing-masing mempunyai 2 integumen. Bunga betina sering mempunyai benang sari-benang sari rudimenter di samping putik. Tangkai putik 1, kepala putik 2-30. Buahnya pecah dengan cara yang tidak beraturan. Biji banyak tanpa endosperm, lembaga lurus, akar lembaga tebal, pucuk lembaga kecil. 
Contoh: 
Regnum : Plantae
Divisi : Angiospermae
Class : Monocotyledonae
Order: Alismatales
Family: Hydrocharitaceae
Genus: Hydrocharis
Species: H. morsus-ranae
HydrocharisMorsus-ranae2.jpg

B. Bangsa: Triruidales
Tridales hanya terdiri atas 1 suku, yaitu Triudaceae, yang mempunyai ciri-ciri seperti berikut:
Saprofit dengan batang tunggal sederhana dan daun-daun berbentuk sisikyang tidak berwarna hijau, tetapi tampak kekuning-kuningan atau kemerah-merahan. Bunga sangat kecil, bertangkai panjang, tersusun dalam rangkaian menyerupai tandan, daun pelindung melengkung keluar, berkelamin tunggal atau banci, berumah 1 atau berumah 2, jarang poligam. Tenda bunga menyerupai mahkota, terdiri atas 3-8 segmen. Bunga 6 dengan 2-6 benang sari, seringkali 3 fertil yang 3 mandul, tertanam pada pangkal tenda bunga, kepala sari membuka dengan celah melintang. Bunga jantan dengan 2 benang sari yang mandul dan sejumlah bakal buah yang bebas, masing-masing berisi 1 bakal biji dengan 1 integumen, dan 1 tangkai putik. Buahnya terdiri atas kelompokan buah-buah kecil yang membuka dengan suatu celah yang membujur. Biji-biji lurus, mempunyai endosperm, lembaga tidak jelas.
Bangsa ini terbagi dalam 3 marga yang seluruhnya meliputi 40 jenis, terutama tersebar didaerah tropika.
Contoh:
Regnum : Plantae
Divisi : Angiospermae
Class : Monocotyledonae
Order: Pandanales
Family: Triuridaceae
Genus: Sciaphila
Spesies : Sciaphila secundiflora
Sciaphila secundiflora Thwaites ex Benth. 錫蘭霉草 (15098081173).jpg

C. Bangsa: Farinosae (Bromeliales)
Terna, jarang mempunyai batang yang kokoh kuat, kadang-kadang mirip rumput. Bunga banci, karena adanya reduksi kadang-kadang berkelamin tunggal, aktinomorf atau zigomorf, berbilangan 3, jarang berbilangan 2, mempunyai 2 lingkaran hiasan bunga yang sama, kadang-kadang hiasan bunga dapat dibedakan dalam kelopak dan mahkota. Benang sari dalam 2 lingkaran, jumlahnya sering berkurang, kadang-kadang hanya terdapat 1 benang sari. Bakal buah dengan bakal biji yang atrop atau anatrop, buah dengan biji yang mempunyai endosperm bertepung.
1.Suku Flagellariaceae
Kebanyakan berupa tumbuhan memanjat dengan daun-daun yang panjang dan bertulang sejajar dan berupa upih yang membalut batang. Bunga kecil, banci atau berkelamin tunggal, berumah 2, aktinmorf, tersusun dalam malai pada ujung batang. Hiasan bunga berupa tenda bunga yang petaloid, tersusun dalam 2 lingkaran dengn 3 daun tenda bunga dalam tiap lingkaran, tidak gugur. Benang sari 6, berlekatan dengan pangkal tenda bunga, bebas satu dari yang lain. Bakal buah menumpang, beruang 3 dengan 1 bakal biji dalam tiap ruang, 1 tangkai putik yang berlekuk 3. Buah tidak membuka,  berupa buah buni atau buah batu berisi 3 biji. Biji dengan endosperm, lembaga kecil.
Suku ini hanya membawahi sekitar 8 jenis yang terbagai dalam 3 marga, terdapat di daerah tropika. Contoh:Flagellari indica.

Regnum: Palntae
Devisi: Angiosperms
Ordo: Poales
Family: Flagellariaceae
Genus: Flagellaria
Spesies: Flagellaria indica

https://4.bp.blogspot.com/-YNQiM2LkAVQ/VwMtBiXdBvI/AAAAAAAAAqw/B2nl1CDqv9Mw3Ypr-80D65eqrFPl-kfUw/s1600/flagell.png
2.Suku Restionaceae
Terna parenial dengan rimpang yang dibalut oleh upih-upih yang serupa sisik-sisik dengan batang pendukung bunga yang tumbuh tegak, berbentuk segi empat atau pipih, pada tiap-tiap bukunya terdapat upih yang tidak atau lekas gugur dan terusun dalam 2 baris. Bunga dalam ketiak daun-daun pelindung, terangkai sebagai bulir atau malai, kebanyakan berkelamin tunggal, berumah 2, jarang banci. Rangkaian bunga jantan berbeda ari rangkaian bunga betina. Masing-masing bunga bersifat aktinmorf, tenda bunga terdiri atas 2-6 daun tenda bunga, pada bunga betina sering tidak terdapat. Bunga jantan dengan 3-2 benang sari yang berhadpan dengan daun-daun tenda yang dilingkaran dalam. Bakal buah menumpang, beruang 1-3 dengan 1-3 tangkai putik, tiap ruang berisi 1 bakal biji. Buahnya buah kendaga atau buah keras. Biji dengan endosperm, lembaga kecil.
Sekitar 300an jenis tumbuhan tergolong daam suku ini, terbagi dalam ±20 marga, terutama menghuni belahan bumi selatan, paling banyak di afrika dan australia. Contoh: 
Kingdom: Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Superdivisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Subkelas : Commelinidae
Ordo : Zingiberales
Famili : Musaceae
Genus : Revenala
Spesie : Revenala madagascariensis SonnManfaat Pisang Kipas (Ravenala Madagascariensis Sonn)


3.Suku Mayacaceae
Terna rawa-rawa yang kecil-kecil, daun-daun bangun pita pendek, duduknya tersebar. Bunga terpisah-pisah atau tersusun dalam bunga payung, banci, aktinomorf. Hiasan bunga terdiri atas 3 daun kelopak dan 3 daun mahkota. Benang sari 3, berseling dengan daun-daun mahkotanya. Bakal buah menumpang, beruang 1 dengan 3 tembuni pada dindingnya, masing-masing tembuni hanya dengan sedikit bakal biji. Tangkai putik 1. Buah berupa buah kendaga yang membuka dengan 3 katup. Biji dengan endosperm, lembaga kecil.  Suku ini hanya terdiri atas 1 marga Mayaca dengan 10 jenis, terutama tersebar di Amerika, iklim tropika dan subtropika. Contoh: .mayaca fluviatilis
photo

4.Suku Xyridaceae
Kebanyakan terdiri atas terna parenial, daun merupakan rozet akar, panjang mirip daun rumput, batang pendukung bunga yang panjang, dengan pada ujungnya sejumlah bunga yang tersusun sebagai buir rapat, dan terdapat dalam ketiak daun-daun pelindung. Bunga banci, kelopak terdiri atas 2 daun kelopak, zigomorf atau terdiri atas 1 daun kelopak yang besar dan yang kecil. Mahkota terdiri atas 3 daun mahkota yang berlekatan, aktinomorf. Benang sari 6 tersusun dalam 2 lingkaran,, yang 3 berhadapan dengan daun-daun mahkota fertil, yang 3 lainnya mandul atau hilang. Bakal buah penumpang beruang 1, dengan 3 tembuni pada dinding atau atau 1 tembuni pada dasar, bakal biji banyak, tankai putik 1 atau berbelah 3. Buahnya buah kendaga yang membuka dengan membelah ruang. Biji dengan endosperm seperti tepung, lembaga kecil.
Suku Xyridaceae mencakup sekitar 200 an jenis tumbuhan yang hanya terbagi atas 2 marga saja, terutama tersebar di daerah-daerah iklim panas, biasanya di rawa-rawa dengan air payau atau asin. Contoh-contoh: Xyris indica

Regnum : Plantae
Divisi : Angiospermae
Class : Monocotyledonae
Order: Poales
Family: Xyridaceae
Genus: Xyris
Spesies : xyris indica
Hasil gambar untuk klasifikasi Xyris indica

5.Suku Eriocaulaceae
Terna parenial, jarang anual, dengan daun-daun seperti daun rumput, sempit memanjang, sering tersusun sebagai rozet akar. Bunga kecil, berkelamin tnggal, aktinomorf atau zigomorf, tersusun dalam bongkol yang terdapat pada ujung tangkai yang panjang. Tenda bunga seperti selaput, berbilangan 2-3 yang tersusun dalam 1 atau 2 lingkaran, kadang-kadang tidak terdapat. Benang sari 2-6, bebas, berhadapan dengan daun-daun tenda bunga. Kepala sari ecil, beruang 1-2, membuka dengan celah membujur. Bakal buah menumpang, beruang 2-3 tiap ruangan dengan 1 bakal biji. Tangkai putik 1, kebanyakan berbelah 3. Buahnya buah kendaga yang membuka dengan membelah ruang. Biji dengan endosperm seperti tepung, lembaga kecil.
Suku ini membawahi 12 marga, seluruhnya meliputi lebih dari 1000 jenis, sebagian besar tersebar di daerah tropika, beberapa di daerah iklim sedang, kebanyakan menghuni tanah-tanah berpasir yang basah. Contoh-contoh: 

Regnum : Plantae
Divisi : Angiospermae
Class : Monocotyledonae
Order: Poales
Family: Eriocaulaceae
Genus: Eriocaulon
Spesies : Eriocaulon nudicuspe
C:\Users\USER\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.MSO\F3953E45.tmp

6.Suku Bromeliaceae
Sebagian besar berupa epifit,jarang teresterial dan berupa tumbuhan besar dengan batang yang agak panjang, daun tebal memanjang dengan rambut-rambut berbentuk sisik, tepi dengan rigi-rigi yang berupa duri-duri, upih lebar, biasanya berjejal membentuk rozet akar. Bunga banci, kebanyakan aktinmorf jarang zigomorf, tersusun dlam bulir atau malai pada suatu sumbu pendukung bungayang padanya lazim terdapat daun-daun peralihan yang berwarna. Kelopak terdiri atas 3 daun kelopak, tidak gugur, daun mahkota 3, bebas. Benang sari tersususn dalam 2 lingkaran, masing-masing lingkaran terdiri atas 3 benang sari. Bakal buah menumpang sampai sama sekali tenggelam, beruang 3 dengn banyak bakal biji dalam tiap ruang. Tangkai putik langsing, panjeng dengan 3 kepala putik. Buahnya berdaging, tidak membuka, jarang berupa buah kendaga yang pecah dengan membelah sekat. Biji sering bersayap, mempunyai endosperm bertepung dan lembaga yang kecil.
Lebih dari 1000 jenis tumbuhan tergolong dalam suku ini, terbagi dalam sekitar 50 an marga, sebagian besar di amerika tropika. Contoh:
Regnum : Plantae
Divisi : Angiospermae
Class : Monocotyledonae
Order: Poales
Family: Bromeliaceae juss
Genus: Bromelioideae
Spesies : Bromelia pinguin
C:\Users\USER\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.MSO\C85140BB.tmp

7.Suku Commelinaceae
Terna parenial, dengan batang yang jelas yang besar, yang kadang-kadang tertembus oleh perbungaannya. Bunga biasanya banci, aktinomorf, tersusun dalam sinsinus atau sinus-sinus ganda. Hiasan bunga terdiri atas kelopak dengan 3 daun kelopak yang bebas dan seringkali berwarna, mahkota terdiri atas 3 daun mahkota yang bebas kebanyakan berwarna biru atau putih. Benang sari 6, sering kurang dari 6 karena adanya keguguran, kadang-kadang sampai hanya tinggal 2. Tangkai sari berambut, yang seringkali berwarna cerah. Bakal buah selalu jelam menumpang, beruang 2-3, tiap ruang dengan 1 bakal biji atau lebih. Tangkai putik di ujung, tungal, kepala putik berbentuk bongkol atau berbagi 3. Buah kebanyakan berupa buah kendaga, membuka dengan membelah ruang, jarang berdaging dan tidak membuka. Biji dengan kulitnya yang berigi sepertijala, mempunyai lembaga yang kecil di bagian pnggi, endosperm seperti tepung.
Suku ini meliputi 600 an jenis tumbuhan yang terbagi dalam ± 40 marga tersebar di daerah tropika dan subtropika. Contoh: 
Regnum : Plantae
Divisi : Angiospermae
Class : Monocotyledonae
Order: Commelinales
Family: Commelinaceae
Genus: Rhoe
Spesies : Rhoe discolor
http://3.bp.blogspot.com/-2WWx5oMeSNU/UKt-IxNLfUI/AAAAAAAAA6Y/cCmDEs6SgOY/s200/rhoe-discolor.jpg
8.Suku Pontederiaceae
Terna air atau rawa, parenial, batang simpodial, berakar pada dasar atau mengapung.  Daun dengan helaian yang seringkali lebar, bertulang melengkung, pada pangkal tangkai mempunyai upih, tersusun berseling atau membentuk suatu rozet. Bunga banci, zigomorf, tersusun dalam rangkaian berupa bulir, tenda atau malai yang terdapat dalam ketiak suatu daun pelindung yang menyerupai upih daun. Hiasan bunga menyerupai mehkota terdiri atas 6 daun tenda bunga yang tersusun dalam 2 lingkaran, berlekatan pada bagian bawahnya membentuk suatu buluh yang panjang. Benang sari 3, 6 atau hanya 1, melekat pada buluh tenda bunga, kadang-kadang tidak sama panjang atau ada 1 yang paling panjang. Bakal buah menumpang, beruang 3, tiap ruang berisi banyak bakal biji, atau beruang 1 dengan 1 bakal biji. Tangkai putik 1. Buahnya buah kendaga yang membuka dengan 3 katup, atau buah keras yang tidak membuka. Buji berusuk membujur, mempunyai endosperm, lembaga bangun silinder, lurus.
Suku ini meliputi sekitar 25 an jenis, terbagi dalam 6-7 marga, tersebar di daerah tropika dan subtropika. Contoh: 
Regnum : Plantae
Divisi : Angiospermae
Class : Monocotyledonae
Order: Commelinales
Family: Pontederiaceae
Genus: Eichornia
Spesies : Eichornia crassipes
C:\Users\USER\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.MSO\2576BD8E.tmp


D. Bangsa Liliaflorae (liliales)

Kebanyakan berupa terna perenial, mempunyal, rimpang. umbi sisik, atau umbl lapis, kadang-kadang juga berupa semak atau perdu, bahkan berupa pohon, ada pula yang merupakan tumbuhan memanjat. Daun tersebar pada batang atau merupakan rozet akar. Bunga banci, atau karena adanya reduksi salah satu alat kelamin menjadi berkelamin tunggal, aktinomorf atau zigomorf, biasanya tersusun dalam rangkaian yang bersifat rasemos. Hiasan bunga berupa tenda bunga berbilangan 3 yang tersusun dalam 2 lingkaran menyerupai mahkota. kadang-kadang seperti kelopak, tetapi jarang dapat dibedakan dalam kelopak dan mahkota. Benang sari biasanya 6, dalam 2 lingkaran, lingkaran yang dalam seringkali tidak ada. Bakal buah menumpang atau tenggelam. Kebanyakan beruang 3 dengan bakal biji jang anatrop. Buahnya buah kęndaga atau buah buni. Biji dengan endosperm berdaging atau seperti tanduk. Warga bangsa Liliales mempunyai daerah distribusi yang sangat luas, meliputi semua daerah beriklim sedang dan berikim tropika, sebagian kecil di daerah daerah iklim panas.

1.Suku: Liliaceae
Terna dengan rimpang atau umbi lapis, kadang-kadang semak atau perdu berupa tumbuhan memanjat.Daun tunggal, tersebar pada batang atau terkumpul sebagai rozet akar, ada kalanya tereduksi dan cabang-cabang berubah menjadi kladodium. Bunga kecil sampai sangat besar dan amat menarik kebanyakan banci, aktinomorf atau sedikit zigomor. Hiasan bunga berupa tenda bunga yang menyerupai mahkota dengan atau tanpa pelekatan berupa buluh, terdiri atas 6 daun tenda bunga, jarang hanya 4 atau lebih dari 6, kebanyakan jelas tersusun dalam 2 lingkaran. Benang sari 6, jarang sampai 12 atau hanya 3, berhadapan dengan daun-daun tenda bunga. Tangkai sari bebas atau berlekatan dengan berbagai cara. Kepala sari beruang 2, membuka dengan celan membujur, jarang dengan suatu liang pada ujungnya. Bakal buah menumpang atau setengah tenggelam, kebanyakan beruang 3, dengan tembuni di sudut-sudut ruang. Buahnya buah kendaga atau buah buni. Biji dergan banyak sekali endosperm. lembaga lurus atau bengkok.
Aloe vera atau yang lebih dikenal sebagai lidah buaya merupakan tanaman asli dari afrika selatan, madagaskar dan arabia. Tanaman ini termasuk ke dalam golongan Liliaceae.
Suku ini ditaksir meliputi sampai 4.000 jenis tumbuhan. Terbagi dalam 240 marga yang dikelompokkan lagi dalam suku. Daerah distribusinya meliputi seluruh dunia
Contoh-contoh:
Regnum : Plantae
Divisi : Angiospermae
Class : Monocotyledonae
Order: Commelinales
Family: Liliaceae
Genus: Lilium
Spesies : Lilium longiflorum
Bunga Oktober


2.Suku: Amarylidacece
Terna dengan umbi lapis atau umbi sisik, jarang dengan rimpang, atau batang di atas tanah yang nyata. Daun pipih panjang, kadang-kadang dengan jaringan air tepi serta ujung terduri, tersusun sebagai rozet akar ataupun rozet batang. kadang-kadang bertunggangan dalam dua baris. Bunga banci, amat menarik baik karena warna, bentuk, maupun ukurannya, tersusun sebagai payung atau tandan kadang-kadang terpisah pada ujung tangkai yang tidak berdaun dan di bawah hiasan bunga mempunyai daun-daun pembalut yang tipis seperti selaput, hiasan berupa tenda bunga menyerupai mahkota yang tersusun 2 lingkaran, aktinomorf arau zigomorf. Benang sari 6 pangkal tangkai sari sering berlekatan membentuk mahkota tambahan. Bakal buah tenggelam, jarang setengah tengelam atau menumpang, kebanyakan beruang 3 dengan tembuni di dalam atau menumpang, kebanyakan beruang 3 dengan tembuni di sudut-sudutnya, tiap ruang berisi banyak bakal biji. Tangkai putik 1 dengan 3 kepala putik atau 1 kepala putik berlekuk 3. Buah kendaga atau buah buni. Biji dengan endasperm yang berdaging. Lembaga pipih, kadang-kedang bersayap. Bila dilihat sepintas, lebih-lebih bunga yang aktinomorf, dalam banyak hal sangat mirip dengan bunga Liliaceae, kecuali bahwa pada Amaryilidaceae bakal buahnya tenggelam. ¡tulah sebabnya banyak jenis tumbuhan yang tergolong dalam suku ini yang oleh orang diberi nama pila lilia (misalnya lilia api = bunga amaril).
Regnum : Plantae
Divisi : Angiospermae
Class : Monocotyledonae
Order: Aspergales
Family: Amaryllidaceae
Genus: Amaryllis
Spesies : Amaryllis sp
C:\Users\USER\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.MSO\A853A25D.tmp


3.Suku: Velloziaceae 
Terna, perenial atau tumbuhan berkayu dengan batang yang tebal, bercabang-cabang menggarpu, batang tertutup oleh sisa -sisa daun yang talah gugur. Daun sempit memanjang. berujung runcing tersusun sebagal rozet bałang, Bunga
terpisah pisah pada tangkai yang panjang, berwarna putih, kuning atau biru yang kadang kadang amat menarik, banci, aktinomorf. Hiasan bunga terdiri atas 6 daun-daun tenda bunga yang berlekatan, tersúsun dalam 2 lingkaran. Benang sari 6 atau banyak dan tersusun dalam 6 berkas, masing-masing terdiri atas 2 sampai 6 benang sari. Kepala sari bangun garis, membuka dengan celah membujur. Bakal buah tenggelam, beruang 3 dengan banyak bakal biji. Tangkai putik 1 dengan kepala pútik bangun bongkol atau bergabung 3. Buahnya buah kendaga yang kering atau keras, ujung sering rata atau cekung, penuh dengan bekas-bekas hiasan bunga. Bergigi 6, kadang-kadang berduri, membuka dengan membelah ruang. Biji banyak, pipih, mempunyai, endosperm dan Lembaga yang kecil.
Suku ini hanya membawahi 2 marga saja, seluruhnya meliputi 170 jenis, sebagian besar di Amerika. Selatan, sebagian kecil di Afrika tropika dan Madagaskar
Contoh contoh: Vellozia: V: arabica. Barbacenia: B. bicolor.
Regnum : Plantae
Divisi : Angiospermae
Class : Monocotyledonae
Order: Aspergales
Family: Burmanniaceae
Genus: Burmannia
Spesies : Burmannia bicolor
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8b/Burmannia_bicolor_near_Iwokrama_field_station_Guyana_DSCN0407.jpg/250px-Burmannia_bicolor_near_Iwokrama_field_station_Guyana_DSCN0407.jpg


4. Suku Iridaceae 
Terna perenial dengan akar akar yang tumbuh dari rimpang, umbi sisik, atau umbi lapis. Daun-daun pipih memanjang, tersusun sebagai rozet akar atau bertunggangan pada batang dalam dua baris, berupih pada pangkalnya. Bunga banci, aktinomorf atau zigomorf, kebanyakan tersusun dalam rangkaian yang bersifat rasemos, seringkali tampak sangat indah dan menarik. Hiasan bunga terdiri atas tenda bunga yang menyerupaí mahkota, berbilangan 3, tersusun dalam 2 lingkaran dengan daun-dauri tenda bunga yang sama atau berbeda baik dalam bentuk, struktur maupun ukuranya, tidak lekas gugur. Benang sari 3, berhadapan dengan daun-daun tenda bunga yang di lingkaran luar, kepala sari beruang 2. Benang sari 3. Contoh : 
Regnum : Plantae
Divisi : Angiospermae
Class : Monocotyledonae
Order: Aspergales
Family: Iridaceae
Genus: Iris
Spesies : Iris germanica
C:\Users\USER\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.MSO\33DBE4D8.tmp

5. Suku Taccaceae
Terna perennial dengan rimpang yang merayap atau bebentuk umbi. Daun besar, tunggal atau bergigi, tersusun sebagai rozet akar. Bunga banci, aktinomorf, terangkai dalam bunga majemuk berbentuk paying yang terdapat pada ujung tangkai bunga yang tidak berdaun. Hiasan bunga serupa mahkota, terdiri atas 6 daun tenda bunga yang tersusun dalam 2 lingkaran, berlekatan antara yang satu dengan yang lain. Benang sari 6, tertanam pada tenda bunganya, tangkai sari melebar, pendek; kepala sari beruang 2, membuka dengan celah membujur. Bakal buah tenggelam, beruang 1 dengan tembuni pada dinding yang mendukung banyak bakal biji. Tangkai putik 3, pendek, deegnan 3 kepala putik yang seringkali melebar berbentuk seperti mahkota. Buahnya buah bunia tau buah kendaga yang membuka dengan 3 katup. Biji banyak, dengan endosperm dan Lembaga yang kecil.
Suku Taccaceae hanya terdiri atas 2 marga dengan sekitar 30 jenis, tersebar di daerah tropika dan asia timur, terutama cina. Contoh-contoh : T. cristata, T. pinnatifia
Regnum : Plantae
Divisi : Angiospermae
Class : Monocotyledonae
Order: Dioscoreales
Family: Dioscoreaceae
Genus: Tacca
Spesies : Tacca integrifolia
Tacca integrifolia2163256277.jpg


6. Suku Dioscoreaceae
Terna memanjat atau membelit dengan rimpang atau umbi didalam tanah yang kaya akan zat tepung dan organ-organ serupa pada bagian-bagian di atas tanah, tetapi lebih kecil daripada yang terdapat didalam tanah. Daun tunggal bangun jantung atau anak panah, bertulang menjari sampai melengkung, duduk tersebar, jarang berhadapan. Bunga berkelamin tunggal , kecil, aktinomorf,tersusun dalam rangkaiain berupa bulir, tandan atau malai. Hiasan bung serupa kelopak, terdiri atas 6 segmen yang berlekatan dengan taju-tajunya tersusun dalam 2 lingkaran. Pada bunga jantan benang sri melekat pada tenda bunga, jumlahnya 6, semua sempurna atau 3 diantaranya mandul, atau terdapat 3 benang sari yang sempurna atau 3 diantaranya mandul, atau terdapat 3 benang sari yang sempurna. Tangkai sari bebas atau berlekatan pendek pada pangkal, kepala sari beruang 2, putik yang rudimenter ada atau tidak ada. Bunga betina dengan bakal buah yang tenggelam, beruang 3, dengan 2 bakal biji dalam tiap ruang, tangkai putik 3, bebas atau berlekatan, kadang-kadang terdapat sisa-sisa benang sari. Buahnya buah kendaga yang membuka dengan 3 katup atau buah buni. Biji sering bersayap, mempunyai endosperm dan Lembaga yang kecil.
Suku Dioscoreaceae meliputi sekitar 650 jenis tumbuhan yang tebagi dalam 10 marga. Terutama tersebar di daerah tropika. Contoh-contoh : D.batatas, D. alata
Regnum : Plantae
Divisi : Angiospermae
Class : Monocotyledonae
Order: Dioscoreales
Family: Dioscoreaceae
Genus: Dioscorea
Spesies : Dioscorea hipsidsa
http://www.mpbd.info/images/dioscorea-hispida.jpg


7. Suku Juncaceae
Terna annual atau perinial, mirip rumput atau mending. Jarang berupa semak, kebanyakan mempunyai rimpang. Jarang mempunyai batang dia atas tanah. Daun sempit Panjang, bangun silinder atau pipih seperti daun rumput. Mempunyai upih pada pangkalnya, duduknya kebanyakan sebagi rozet akar. Bunga banci, aktinomorf,  terangkai dalam berbagai susunan. Hiasan bunga terdiri atas 6 daun tenda bung seperti selaput yang tersusun dlam 2 lingkaran, benang sari 3 atau 6,bebas, berhadapan dengna daun-daun tenda bunga. Kepala sari beruang 2, membuka dengan celah membujur, serbuk sari membenruk tetrade. Bakal buah menumpang, beruang 1 sampai 3, tiap ruang berisi 1 sampi banyak bakal biji tangkai putik 1, kepala putik 3, berbentuk benang. Buahnya buah kendaga kering, membuka dengan membelah ruang. Biji kadang-kadang berekor, mempunyai endosperm, Lembaga kecil, lurus.
Suku Juncacae meliputi lebih dari 300 jenis, terbagi dalam 8 marga, daerah distribusinya meliputi daerah-daerah iklim sedang, contohnya : J.effus, J.triglumis.
Regnum : Plantae
Divisi : Angiospermae
Class : Monocotyledonae
Order: Juncales
Family: Juncaceae
Genus: Juncus
Spesies : Juncus effuses
C:\Users\USER\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.MSO\53BE53A4.tmp


8. Suku Burmanniaceae
Terna annual atau parenlal, sebagian besar hidup sebagai saprofit, dengan atau tanpa daun, kadang-kadang mempunyai rimpang. Batang dengan daun-daun kecil seperti sisik yang tersebar, jenis yang bukan saprofit mempunyai daun-daun yang tersusun sebgai rozet akar. Bunga banci, aktinomorf atau agak zigomorf, terpisah-pisah atau terangkai sebgai sinsinus. Hiasan bunga berwarna biru atau putih terdiri atas bagian berlekatan membentuk buluh yang Panjang dengan di bagian atas 6 taju-taju yang tersusun dalam 2 lingkaran, yang dilingkaran dalam sering amat kecil,kadang -kadang sama sekali tidak terdapat. Benang sari 3 sampai 6, kebanyakan duduk pada buluh tenda bunga. Kepala sari menghadap kedalam, penghubung ruang sari lebar, membuka dengan celah horizontal disamping atau dengan celah membujur disebelah dalam. Tangkai putik pada ujungnya sering bercabang pendek menjadi 3, masing-masing dengan 1 kepala putik yang berlekatan. Bakal buah tenggelam, beruang 1 dengan 3 tembuni pada dindingnya atau beruang 3 dengan tembuni yang aksilar. Bakal biji banyak, masing-masing mempunyai 2 integumen. Buahnya buah kendaga yang pada ujungnya bermahkotakan hiasan bunga yang telah mengering, sering kali bersayap 3, biasanya membuka dengan celah membujur dia antara tembuni. Biji kecil, banyak, mempunyai endosperm, Lembaga belum jelas terdiferensiasi.
Warga suku hanya menempati daerah tropika saja, seluruhnya berjumlah sekitar 100 jenis, terbagi dalam 17 marga. Contoh-contohnya : B.bicolor, B. longifolia
Regnum : Plantae
Divisi : Angiospermae
Class : Monocotyledonae
Order: Aspergales
Family: Burmanniaceae
Genus: Burmannia
Spesies : Burmannia bicolor
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8b/Burmannia_bicolor_near_Iwokrama_field_station_Guyana_DSCN0407.jpg/250px-Burmannia_bicolor_near_Iwokrama_field_station_Guyana_DSCN0407.jpg


E. Bangsa Cyperales
Cyperales hanya terdiri atas 1 suku, yaitu cyperaceae, yang wargananya dapat dikenal berdasarkan ciri-ciri berikut ; pada umumnya berupa terna perennial yang menyukai habitat yang lembab, berpaya-paya atau berair, jarang berupa terna annual, seringkali berumpun. Dalam tanah terdapat rimpang yang merayap atau badan-badan seperti umbi dengan geragih yang merupakan alat perkembangbiakan vegetative. Batang segi tiga, tidak beronga, dibawah rangkain bunga biasanya tidak bercabang. Daun bangun pita, bertulang sejajar dengan upih yang tertutup, tanpa atau jurang mempunyai lidah-lidah, jarang tereduksi, biasanya tersusun sebagai rozet akar. Bunga kecil, tidak menarik, banci atau berkelamin tunggal dan berumah 1, jarang berumah 2, tersusun dalam bulir-bulir dengan bunga-bunga yang terdapat dalam ketiak suatu daun pelindung; daun-daun pelindung biasanya teratur dalam 2 deretan atau mengikuti suatu garis spiral. Bulir-bulir kecil tersusun dalam rangkain yang biasanya berbentung payung atau payung berganda, ada pula yang berbentuk malai, jarang beruap bulir berganda. Bunga majemuk biasanya mempunyai 1 atau bebrapa daun pembalut yang mirip dengan daun-daun biasa pada pangakallnya. Hiasan bunga tereduksi menjadi sisik-sisik, sekat atau rambut-rambut, jarang mempunyai mahkota, sering tidak terdapat. Benang sari 3 atau kurang dari 3, jarang lebih sampai banyak, tangkai sari bebas, kepala sari beruang 2 membuka dengan celah membujur. Bakal buah menumpang, beruang 1 dengan 1 bakal biji yang anateip pada dasarnya. Tangkai putik bercabang 2 sampai 3 atau bergigi 2 sampai 3. Buahnya keras yang berisi 1 biji, yang semula-mula mempunyai tangkai putik berlekuk 2 mempunyai 2 sisi, yang semula mempunyai tangkai putik berlekuk 3 mempunyai 3 sisi. Biji dengan Lembaga yang kecil, dan endosperm bertepung banyak.
Cyperaceae merupakan suatu suku dengan warga yang besar jumlahnya, semuanya melebihi 3.000 jenis, terbagi dalam lebih dari 80 marga. Distribusinya meliputi seluruh dunia, melimpah – limpah  didaerah  sekitar kutub  dan daerah iklim sedang, baik di belahan bumi utara maupun selatan. Contohnya C. rotondus, C. esculentus. 
Regnum : Plantae
Divisi : Angiospermae
Class : Monocotyledonae
Order: Poales
Family: Cyperaceae
Genus: Cyperus
Spesies : Cyperus rotundus
Hasil gambar untuk klasifikasi cyperaceae



F. Bangsa Poales  
Bangsa ini merupakan yang paling terbesar ( bila dilihat dari jumlah jenis tumbuhan yang mejadi marganya ) yang meliputi lrbih dati 4000 jenis dan lebih dari 400 marga.Bangsa apoales hanya terdiri dari terdiri atas satu suku yaitu poaceae atau Graminaea yang warganya berupa perennial kadang –kadang berupa semak atau pohon yang tinggi,
Bentuk batangnya bermacam-macam ada yang tegak lurus dan dan ada yang tubuh serong di atasnya, dan ada juga yang merayap dan  berbaring dan ada yang juga rimbang didalam tanah, dan bentuk batang kebanyakan silinder panjang,jelas berbuku-buku, dan juga beruas –ruas berongga.  Daun kebanyakan bangun pita, panjang, bertulang sejajar dan tersusun sebagai rozet akar atau berseling dalam dua baris pada batang, umumnyya terdiri atas helaiaan, upih, dan lidah-lidah, dan pada helaian upih tidak ada tangkai dan 
bunganya umumnya banci, kadang-kadang berkelamin jantan, kecil dan tidak menarik,tiap bunga terdapat dalam ketiak sebagai  daun pelindungdan hanya memiliki dua kelopak dan dua mahkota dan memiliki 1-6 benang sari, dan memilki  kepala sari beruang dua biasanya membuka dan membelah membujur disebut bunga semu (floret), yang terpisah-pisah atau bersama dengan floret lain, tersusun dalam dua baris pada suatu tangkai, membentuk suatu bulir yang pada pangkalnya mempunyanpi dua daun pelindung tanpa bunga dalam ketiaknya yang disebut gluma. Dalam setiap floret bakal buahnya menumpang, beruang satu dengan bakal biji anatrop yang seringkali menempel pada sisi dauan buah yang menghadap sumbu tangkai putik biasanya ada dua dan kepala putik putik seperti bulu.
Selain rumput, bamboo juga termasuk dalam suku poaceae yang memiliki ciri batang berkayu, buluh beruas, berbuku ditengahnya, kulit hijau atau ungu.
Tumbuhan suku poaceae dikenal sebagai tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan pada masyarakat Indonesia, misalnya padi, jagung, gandum, dan sagu. Selain itu tumbuhan poaceae juga digunakan sebagai media penghijauan alam yang berfungsi untuk mengurangi polutan.
Buahnya biasanya menyerupai seperti padi itu buah dengan satu biji yang bijinya berdekatan dengan kulit buah, 
Contoh yaitu
Andropogon nardus (sereh)
Klasifikasi
Regnum : plantea
Divisi    :magnoliophyta
Kelas     :liliopsida
Ordo     :poales
Family  :poaceae 
Genus  :andropogon
Spesies : Andropogon nsrdud 
C:\Users\USER\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.MSO\3F652930.tmp
  • Bentuk batangnya tidak berkayu, beruas-ruas pendek, putih, dengan bentuk daun yang memanjang dan berwarna hijau
  • Akar serabut, putih kekuningan 
  • Bunganya majemuk, bentuk malai karangan bunga berselubung terletak dalam satu tangkai, bulir kecil, benang sari terlepa, kepala putik muncul dari sisi putik.
  • Tempatnya biasanya sere  menyukai lahan yang berada didekat air dengan tanah yang gembur, 
  • Perkembangbiakan dengan vegetatif. Cara menanam tanaman  sere ini cukup mudah, pisahkan sere bagian rumputnya dengan mengikutkan akarnya dan tanamlah.
  • Manfaatnya daun dan akarnya bisa berkhasiat sebagai penghangat badan, badan terasa pegal, obat batuk, nyeri atau ngilu, sakit kepala, 

G. Bangsa Zigniberales (Scitamineae)
Kebanyakan tumbuahan ini pohon besar dan mempunyai rimbang atau batang dalam tanah, daun lebar, jelas dapat dibedakan dalam tiga bagian : helaian, tangkai, dan upih. Helaian daun simetris, bertulang menyirip, dan bunga yang berwarna menarik, banci, zigomorf, atau asimetris.kelopak dan mahlotanya bilangan tiga, kelompok sering menyerupai mahkota. Benang sari 6 tersusun dalam dua lingkaran, tari bebas , sering dapat reduksi sehingga kadang-kadang tingagal 1 benang sari yang fertil, yang lainya mandul. Buahnya berdaging, biasanya tidak terbuka. Dan biji sedikit endosperm,tetapi dengan perisperm yang besar.
Kelompok jahe-jahean merupakan tumbuhan herba dari family zingiberaceae. Jenis tumbuhan ini sudah dibudidayakan dan dikembangkan dalam industry farmasi sejak lama. Beberapa jenis dari family ini memiliki keindahan arsitektur dan ornament.
Bangsa ziniberales meliputi 4 suku yaitu Zingiberaceae, Musaceae, Cannaceae, marantaceae.

1.Suku zingiberceae
Dengan terna perenial dengan rimpang yang kadang-kadang berbentuk seperti umbi yang biasanya mengandung minyak menguap sehingga berbau aromatik. Batangnya diatas tanah, daunnya tunggal tersusun dua baris, memiliki 3 bagian berupa helai, tangkai , upih. Helaiannya biasanya lebar dengan ibu tulang tebal dan tulang- tulang cabang yang sejajar dan rapat satu dengan yang lainya dengan arah sorong ke atas. Tangkai daun pendek, dan ipih terbuka. Bunga terpisah –pisah tersusun dalam bunga majemuk tunggal atau berganda, kebanyakan banci, zigomorf.  Hiasan bunga dapat dibedakan dalam kelopak dengan tiga daun kelopak dan mahkota yang terdiri atas 3 daun mahkota yang berlekatan pada bagian bawahnya membentuk suatu buluh. Bakal buah tenggelam.  Tangkai  putik di ujung. Buahnya berdaging. Biji bulat mempunyai salut biji.
Contoh  Alpina galangal ( laos)
Klasifikasi
Regnum  : plantea
Divisi     :magnoliophyta
Kelas     :liliopsida
Family   :zingibaraceae
Genus    :alpina
Spesies  : alpine galangal
Hasil gambar untuk alpine galangal

Laos adalah terna tegak yang tingginya 2m atau lebih. Batangnya yang muda keluar sebagai tunas dari pangkal tua. Seluruh batangnya ditutupi pelepah daun. Batangnya semu. Daunnya tunggal, bertangkai pendek . bentuk daun lanset memanjang, ukurannya runcing. Kelopak bunga berbentuk lonceng, berwarna putih kehijauan. Mahkotamya masih kuncup pada bagian ujungnya warnanya putih dan bawahnya warna hijau. Hidup ditanah yang gembur. Perkembangbiakan dengan cara vegetatif tanaman. Cara menanam tanaman  laos ini cukup mudah, pisahkan laos bagian rumputnya dengan mengikutkan akarnya dan tanamlah
Manfaatnya sebagai obat-obatan dan bumbu sayur

2. Suku Musaceaea
Bentuk batangnya semu yang terdiri ats upih dan daun yang balut membalut, dengan daun yang lebar. Bunganya banci. Ibu tulang tebal beralur diatasnya jelas berbeda dari tulang tulang cabangnya yang menyirip. Hiasan bunga jelas dibedaan dalam kelopakdan mahkotamya. Kelopak berbentuk tabung,memanjang, berbagi 2 dengan tepi bergigi yang berbeda –beda. Tangkai sari berbentuk benang. Kepala sari bangun garis, beruang 2. Bakal buah tenggelam. 
Contohnya muca paradisiaca (pisang )
Klasifikasi
Regnum   : plantea
Divisi       :magnoliophyta
Kelas        :liliopsida
Ordo        :musales
Family     :musaceae
Genus      :musa
Speaies    : musa paradisiaca
C:\Users\USER\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.MSO\7F7E9BA7.tmp

Pisang memiliki daun memanjang. Yang menghasilkan buah yang tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun menjari yag disebut sisir. Batangnya ditutupi oleh pelepah  daunnya. Hidup ditempat yang lembab atau tanah yang gembur.  Perkembangbiakan tanaman pisang ini dengan aseksual berupa tunas. Cara menanamnya cukup mudah, pisahkan tunas batang pisang dengan mengikutkan akarnya dan tanamlah
Manfaatnya: baik bagi pencernaan, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan stamina.

3.Suku cannaceae
Tanaman ini besar-besar parenial,dalam tanah mempunyai rimpang yang tepal seperti umbi. Daun pada batang diatas tana h, besar, lebar bertulang menyirip dengan ibu tulang yang nyata, tangkai daun pada pangkal melebar menjadi upih dan lidah-lidah tidak terdapat. Dan memiliki  bunga banci. Zigomorf atau lebih sering asimetrik, besar dengan warna cerah  bentuk menarik, tersusun dalam rangkaian berbentuk tanda malai. Dengan hiasan bunga terdiri atas kelopak dan mahkota, maun masing-masing berbilangan 3 daun –daun kelopak bebas tersusun sepeti jenting dan daun- daun mahkota berdekatan pada pangkalnya. Benang sari 1-5 kecuali 1 semuanya steril dan berubah menjadi bagian bunga yang paling menarik, berwarna cerah,lebar. Seperti daun mahkota. Bakal buah tenggelam. Beruang 3  tiap riangan berisi banyak bakal  biji yang tersusun dalam 2 baris. tangkai putik tebal menyerupai daun yang dengan kepala putik yang miring. Dengan buah kelopak tidak gugur di bagian atasnya. Biji banyak, bulat, endembagosperma keras, lembaga kecil.
Contoh Canna edulis (ganyong) 
Klasifikasi
Regnum   : Plantea
Divisi       :Magnoliophyta
Kelas        :Liliopsida
Ordo        :Zingiberales 
Family     :Cannaceae
Genus      :Canna
Speaies    : Canna  edulis
C:\Users\USER\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.MSO\B8262B4D.tmp

Ganyong adalah salah satu tanaman tropis yang dapat hidup di Indonesia baik tumbuh liar maupun dibudidayakan. Khususnya di lahan kering. Umumnya ukurannya 10-15 cm dan diameter 5-9 cm. bagian tengahnya tebal dan dikelilingi oleh berkas bersisik dengan akar serabut tebal . bersifat kimia ganyong mengandung serat dan enzim phenolase yang tinggi. Sehingga ganyong umbi berserat yang mudah mengalami kekeringan. Dan rimpang bercabang horizontal dan buku-buku yang berdaging menyerupai umbi tertutup dengan sisik daun. Daunnya berbentuk elips memanjang dan lebar dan bagiaan pangkal agak meruncing dan juga terdapat tulang daun yang tebal. Bunganya berwarna jingga dengan bagian pangkalnya kekunungan, bunga terdiri atas 3 helai kelopak. Bunga sangat mirip dengan bunga tasbih. Dan mahkota berbentuk pita dan berwarna merah pucat sampai kuning bibir bunga berbentuk lonjong atau bulat telur sempit, berbintik kunung dan merah. Biasanya memperbanyak dengan cara bijinya  yang sudah kering itu jatuh ke tanah dan membentuk tumbuhan yang baru. Hidup ditempat yang lembab dan tanah yang gambur, berkembangbiak dengan cara vegetatif  berupa tunas yang akan tumbuh menjadi individu baru.
Manfaat sebagai sumber pangan potensial dengan  kandungan karbohidrat tinggi.


4.Suku  Marantaceae
 Suku ini terna parenial, dalam tanah membentuk rimpang yang merayap, diatas tanah terdapat batang  yang nyata dan tidak. Daun dalam 2 baris, terdiri atas 3 bagian yang jelas, berupa helaian,tangkai, dan upih yang terbuka biasanya sebagai rozet akar. Helaian terbuka telur memanjang atau jorong, bertulang menyirip, seringkali dengan 1 sisi lurus dan sisi lain melekung. Tangakai daun bangun selinder, menebal  pada batas dengan helaian, sering kali bersayap. Bunganya banci. Hiasan bunganya dapat dibedakan dalam kelopak yang bebas dan 3 daun mahkota  yang tidak sama besar dan berledekatan. Bakal buahnya tenggelam. Bakal biji tegak pada dasar ruang. Tangkai putik bengkok, sering melebar pada daunnya.
Contoh: M.arundinacea ( garut)
Klasifikasi
Regnum   : Plantea
Divisi       :Magnoliophyta
Kelas        :Liliopsida
Ordo        :Zingiberales
Family     :Marantaceae
Genus      :Maranta
Spesies    :  M.arundinacea
C:\Users\USER\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.MSO\ACB3A7E3.tmp

Garut adalah sejenis tumbuhan yang menghasilkan umbi yang dapat dimakan . daun memiliki daun yang bulat memanjang atau oval. Panjang daunnya dapat mencapai 30 cm dan memiliki ujung yang runcing. Pelepah daun menyatu dengan batang, daun berwarna hijau mengikilat dan memiliki jumlah helaian daun 5-9 helai. Bunga garut berukuran kecil dan dijumpai pada ujung batang. Memiliki ukuran 2 cm dengan kelopak berwarna hijau dan mahkota bunga yang berwarna putih. Perkembangannya dengan bibit garut diperoleh dari  dari umbi yang tua lalu ditanaman di tempat yang teduh atau lembab supaya kecambahnya tidak mati, biasanya penanamannya dilakukan pada awal musim hujan ditanah yang sudah digemburkan terlebih dahulu.
Manfaatnya untuk bahan makanan pokok dan obat –obatan. Dan juga sebagai pakan ternak


 H. Bangsa Gynandrae (Orchidales)
Bangsa ini kebanyakan Tanaman ini hidup sebagai episit, kadang-kadang sebagai sapropit atau dauestrial, dengan kadang-kadang terdapat badan- badan yang merupakan adaptasi terhadap kekurangan air. Dengan bentuk daun yang beranekaragaman,biasanya tersusun 2 helai daun.  Bunga banci, zigomorf. Hiasan bunga terdiri atas 2 lingkaran daun tenda bunga yang bebas, dalam lingkaran memiliki 3 daun tenda bunga, 1daun tenda bunga dari linkaran dalam yang terletak dalam bidang median biasanya berbeda bentuk dan ukurannya dari ke-5 daun tenda lainnya. Benang sari 1 atau 2, jarang sekali 3, berdekatan dengan tangkai putik. Buah tenggelam. Kebanyakan beruang 1 dengan banyak bakal biji. Buahnya tendana bila masak tidak pecah dengan mengeluarkan biji-biji seperti serbuk dan lembaga belum sempurna.

1.Suku  Apostasiaceae 
Suku ini  bersipat terrestrial dengan rimpangan pendek dan batang yang tidak bercabang-cabang. Daun memanjang bertangkai, bertulang melekung. Bunga kecil, banci atau zigomorf, tersusun dalam bulir atau tandan yang mempunyai daun-daun pelindung. Hiasan bunga terdiri atas 6 daun- daun tenda bunga yang mempunyai mahkota, semua bebas, hamper sama satu yang lainnya. Tangkai sari berdekatan pada  pangkalnya dan berdekatan pula dengan tangkai putik. Kepala sari bebas, beruang 2, buah tenggelam, beruang 3 dangan tembuni di sudut- sudut  tangkai putik langsing, buahnya buah kedang , kadang berparuh pendek , biji kecil, banyak, bangun jorong.
Contoh apostasia willichi
klasifikasi
Regnum   : plantea
Divisi       :magnoliophyta
Kelas        :Monocotyledoneae
Ordo        :Asparagales
Family     :Orchidaceae
Genus      :Apostasia
Speaies    :  Apostasia willichi
C:\Users\USER\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.MSO\B1B0CEE9.tmp
Apostasia  willichi adalah  tumbuhan masih dalam spesies anggerek memili kesamman dengan sub divisi anggerek yang memiliki benang sari tunggal. Pada anggerek memiliki dua kepala sari abaksial subur dan satu benag sari steril. Jenis anggerek ini tingginya 95 cm dan tanpa umbi didalam tanah. Daun berbentuk garis panjang 21-35 cm dan lebar 1-1,7 cm. daun yang bergelombang tekstur agak halus. Bunganya terminal, bercabang-cabang. Bunga berukuran kecil dan berwarna kuning pucat. Kelopak dan mahkota berukuran hamper sama 0,5 x 0,1cm. tumbuhan ini dapat di jumpai di hutan yang lembab,basah dan berhumus tebal.
Manfaat tumbuhan ini biasanya digunakan sebagai bunga hiasan, obat-obatan ,obat menghentikan pendarahan Rahim dan pengharum ruangan. 


2.Suku Orchidaceae
Suku ini beranekaragaman. Hidup sebagian  episit dan ada juga sebagai sapropit dan juga terestrial. Mempunyai rimpang, akar yang seperti umbi. Tetapi bukan umbi lapis atau umbi sisi. Batang berdaun ada juga tidak, pangkalnya seringkali menebal membentuk umbi semu yang mempunyai akar-akar yang menandung klorofil dan berfungsi sebagai alat untuk asimilasi. Daun tidak berbagi  biasanya berseling tersusun 2 baris. dan pangkal buahnya  menjadi upih yang hamper selalu tertutup dab memlukan batang. Bunga mempunyai bentuk dan warna yang indah. Benang sari 1 atau 2 terdiri dari benang sari yang lateral pada lingkaran dalam atau yang median daring lingkaran luar sedangkan benang sari yang lainnya bersifat mandul. Kepala sari menghadap ke dalam beruang 2 membuka dengan celah membujur. Serbuk sari ialah butir terpisah-pisah atau sering bergumpal-gumpal membentuk kelompok serbuk sari yang bbertepung. Bakal buahnya tenggelam beruang 1dengan 3 tembuni pada dindingnya, atau jarang terdapat bakal buah beruang 3. Kepala putik  ada 3 semuanya berfungsi (fertil) atau 2 yang disamping fertil yang lainnya mandul. 

Contoh  Orchis mascula  ( anggerek ungu)
Klasifikasi 
Regnum   : Pantea
Divisi       :Magnoliophyta
Kelas        :Liliopsida
Ordo        : Asparagales
Family     :Orchidaceae
Genus      : Orchis
Speaies    : Orchis mascula 
C:\Users\USER\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.MSO\A25B9DF.tmp

Anggerek ungu  tumbuhan ini biasanya hidup diatas pohon habitat aslinya di pulau larat Maluku. Hidup diketinggian 400 m dpl. Dengan suhu 21-13 0C  jika kelembapan semakin tinggi , bunga yang sedang mekar akan lebih cepat membusuk. Bentuk batangnya panjanng berbentuk lanset dengan ujung yang tidak simetris, berdaging tipis, teksturnya kaku dan berwarna hijau muda hingga hijau tua yang mengkilat. Bunga yang berwarna ungu bunga tersusun pada tangkai bunga yang berbentuk tandan yang keluar dari buku-buku batangnya. Daun kelopaknya berbentukkan  lanset dan berwarna ungu. Sedang mahkotanya lebih pendek dari kelopak bunganya, bakal daun mahkotanya berwarna unguberujung runcing.
Manfaatnya  biasanya sebagai hiasan rumah, dan juga sebagai  obat herbal, pewangi alami, sebagai obat sakit maag, oabat kecantikan, 

I. Bangsa: Arecales (Spadiciflorae)
Bangsa ini mencakup tumbuhan dengan berbagai perawakan (habitus), kebanyakan berupa tema yang besar, kadang-kadang pohon-pohon atau liana, ada pula yang berupa tumbuhan kecil-kecil. Daun kebanyakan besar, berbagai atau majemuk dengan sususan tulang-tulang menjari atau menyirip. Bunga kecil, banci atau berkelamin tunggal, tersusun rapat membentuk bunga majemuk seperti bulir atau tongkol, yang ada pangkalnya terdapat suatu seludang yang membungkus atau melindungi bunga majemuk tadi. Hiasan bunga tidak ada, atau bila ada, tidak menarik, berbilangan 3, kadang-kadang berbilangan lain (dengan angka dasar bukan 3). Benang sari berbeda-beda jumlahnya. Bakal buah menumpang, beruang 1 atau lebih, jumlah bakal biji dalam tiap ruang tidak tertentu. Buah berupa buah buni atau buah batu bukan buah kendaga. Biji dengan endospermae besar lembaga kecil.
1.Suku Arecaceae (Palmae). 
Semak. pohon atau liana. batang amat pendek hampir tidak ada atau tinggi besar. ada yang Iangsing panjang dan bersifat lentur' biasanya tidak bercabang. seringkali penuh dengan sisa-sisa tangkai daun yang lebar berbentuk upih yang tidak gugur. Akar pertama yang berasal dari lembaga segera hilang dan diganti dengan akar-akar yang sama besar yang keluar dari pangkal batang. Daun tunggal. bercangap. berbagi atau majemuk dengan susunan tulang-tuiang menjari atau menyirip, biasanya besar. Panjangnya dapat mencapai beberapa meter. tersusun sebagai rozet batang atau rozet akar, pada jenis-jenis yang memanjat, tersebar. Dalam kuncup,daun terlipat, bila telah berkembang biasanya berujung tajam, tepi atau ibu tulang berduri. Tangkai daun ke pangkal melebar menjadi upih yang membalut batang atau setidak-tidaknya menyerupai upih dan kadang-kadang lama tidak mau lepas dari batang. Bunga kecil banci atau karena adanya reduksi salah satu alat kelaminnya menjadi berkelamin tunggal berumah l atau berumah 2. kadang-kadang poligam tersusun dalam bunga majemuk yang bersifat seperti malai, biasanya dengan ibu tangkai bunga yang menebal, yang keseluruhannya membentuk yang disebut bunga tongkol. Karangan bunga itu jarang terdapat pada ujung batang, biasanya di ketiak-ketiak daun atau pada batang di bawah rozet daun, kebanyakan diselubungi oleh daun pelindung yang disebut seludang bunga. Seludang bunga banyak atau sedikit, seperti belulang atau seperti mémbran. Hiasan bunga ganda, berupa 3 daun kelopak yang terpisah-pisah atau berlekatan dengan susunan seperti genting atau kutub kutub 3 daun mahkota yang bebas atau berlekatan, dalam bunga jantan biasanya tersusun seperti katup-katup dalam bunga betina tersusun seperti genting. Benang sari biasanya 6, tersusun dalam 2 lingkaran, jarang lebih dari 6 (3 kebanyakan) atau hanya 3, bebas satu dari yang lain atau berlekatan. Kepala sari beruang 2, membuka dengan celah membujur, serbuk sari dengan permukaan yang licin jarang beruri. Bakal buah menumpang, dalam bunga jantan tidak ada atau bereduksi, beruang 1-3, jarang beruang 4-7, tiap ruang berisi 1 bakal biji, kadang dalam bakal buah yang beruang 3 hanya terdapat 1 bakal biji yang sempurna perkembangannya. Buahnya buah buni atau buah batu, beruang 1-2, atau dengan daun-daun buah yang jelas batas-batasnya. Biji dengan endosperm dan daun lembaga yang kecil.
Suku ini membawahi sekitar 200 marga yang keseluruhannya meliputi 4000 an jenis, yang sebagian besar tersebar di daerah tropika.Contoh: Areca catechu
Klasifikasi:
Regnum : Plantae
Divisi: Spermatophyta
Kelas: Monocotyle
Ordo: Arecales
Famili: Araceae
Genus:  Areca
Spesies: Areca cathecu L.

2.Suku: Araceae. 
Tema dengan getah yang cair atau seperti susu, pait, dalam tanah mempunyai rimpang yang memanjang atau seperti umbi, kadang-kadang memanjat, jarang dengan batang berkayu. Daun biasanya tidak banyak, kadang-kadang baru terbentuk setelah keluar bunga, tunggal atau berbagi sampai majemuk, kebanyakan tersusun sebagai rozet akar atau tersebar pada batang atau bersilang dalam dua baris. Helaian bangun jantung atau perisai, sering tombak atau anak panah, dengan tangkai yang pada pangkal berubah menjadi upih daun yang seringkali tipis seperti selaput. Bunga kecil, dalam jumlah yang besar tersusun sebagai bulir atau tongkol yang mempunyai seludang, sering berbau tidak sedap, banci atau berkelamin tunggal. Bunga yang banci semua sama, yang berkelamin tunggal tunggal pada tongkol teratur sedemikian rupa sehingga bunga jantan terdapat dibagian atas tongkol, dan bunga betina dibagian bawahnya. Bunga yang banci mempunyai hiasan bunga yang terdiri atas 4-6 segmen atau berlekatan membentuk badan seperti piala, bunga yang berkelamin tunggal tanpa hiasan bunga. Benang sari 2 - 4 – 8, berhadapan dengan segmen-segmen hiasan bunga, kepala sari membuka dengan celah atau liang, bebas atau bersatu menjadi satu massa. Pada bunga betina sering terdapat benang sari-benang sari yang mandul. Bakal buah menumpang atau tenggelam dalam tongkol, beruang 1 – banyak biji, yang mempunyai endosperm dengan lembaga di tengahnya, atau tanpa endosperm dengan lembaga yang bengkok. 
Suku ini membawahi lebih dari 100 marga yang seluruhnya meliputi lebih dari 1.500 jenis, lebih dari 90 % merupakan penghuni daerah tropika. Contoh: Acorus calamus L.
Klasifikasi:
Regnum: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Subkelas: Arecidae
Ordo: Arales
Famili: Acoraceae
Genus: Acorus
Spesies: Acorus calamus  L. 


3.Suku: Cyclanthaceae. 
Terna perenial dengan habitus mirip palma, batang pendek atau tidak ada, kadang-kadang memanjat dan menjadi setengah epifit, mempunyai getah seperti susu atau cair. Berbagai sifat mengingatkan kepada palma, dalam hal-hal lain seperti Araceae. Daun berebentuk kipas seperti pada palma kipas, bertepi rata, berlekuk atau berbagi 2, masing-masing bagian dapat berlekuk atau berbagi lagi, tangkai daun pada pangkal berubah menjadi upih, duduk daun tersebar atau berseling dalam 2 baris. Bunga berkelamin tunggal, berumah satu, tersusun sebagai tongkol yang mempunyai 2 – 6 seludang yang mudah runtuh. Bunga jantan dan betina terdapat pada 1 tongkol. Bunga jantan tanpa hiasan bunga atau mempunyai tenda yang berlekatan, bergigi 6 dengan 6 sampai banyak benang sari. Bunga betina telanjang, atau mempunyai tenda bunga yang terdiri atas 4 daun tenda bunga berbentuk sisik dan 4 benang sari mandul berbentuk benang. Bakal buah tenggelam dalam tongkol atau sumbu bunga menjemuknya, beruang 1 dengan 2 sampai 4 tembuni pada dindingnya, bakal biji pada tiap lembuni banyak. Buahnya buah buni yang berisi banyak biji. Biji dengan kulit biji yang berdaging, mempunyai endosperm dan lembaga yang kecil, lurus atau bengkok.
Suku ini hanya meliputi sekitar 40an jenis yang terbagi dalam kurang lebih 6 marga, terbatas pada daerah tropika di Amerika dan Hindia Barat. Contoh: Cyclanthus bipartitus

Klasifikasi:
Regnum           : Plantae
Divisio             : Spermatophyta
Sub division    : Angiospermae
Classis             : Monocotyledoneae
Ordo                : Arecales
Familia            : Cyclanthaceae
Genus              : Cyclanthus
Species            : Cyclanthus bipartitus


4.Suku: Lemnaceae 
Terna air perenial, kecil, mengapung atau tenggelam, tanpa batas yang nyata antara batang dan daun-daunnya, dengan akar-akar seperti benang-benang atau tanpa akar, yang kesemuanya tadi merupakan tanda adanya adaptasi yang sangat jauh terhadap kehidupan yang menggunakan air sebagai habitatnya, serta adanya reduksi alat-alat vegetatif yang tidak ditemukan pada tumbuhan lain. Tubuh tumbuhan tereduksi menjadi badan berbentuk jorong, memanjang atau bulat pipih, tanpa diferensiasi morfologi, sehingga menyerupai talus, di sebelah atas kelihatan hijau, sebelah bawah seringkali berwarna lembayung, berkembangbiak vegetatif dengan perantaraan kuncup-kuncup yang pada pangkal bergandengan dengan induknya, dan kemudian dapat terpisah-pisah menjadi individu-individu baru, yang hidup di daerah-daerah iklim sedang dapat menghasilkan kuncup-kuncup yang tenggelam sampai kedasar untuk mempertahankan diri selama musim dingin. Bunga berkelamin tunggal, berumah satu, tidak mempunyai hiasan bunga, bunga jantan hanya terdiri atas 1 benang sari, yang jantan terdiri atas 1 putik dengan bakal buah beruang 1 yang berisi 1- 6 bakal biji pada dasar ruang. Buah berupa gelembung kecil, biji dengan kulit berdaging, sedikit endosperm dan lembaga yang lurus.
Warga suku ini merupakan penghuni lingkungan berair tawar di hampir seluruh dunia, seluruhnya meliputi sekitar 25 jenis yang terbagi dalam3- 4 marga. Contoh: Lemna pulsatilla

J. Bangsa Pandanales
Terna, perdu atau pohon dengan daun-daun pipih, bangun garis atau pita. Bunga selalu berkelamin tnggal, telunjang atau mempunyai tenda bunga, biasanya tersusun dalam karangan bunga berupa tongkol majemuk atau bongkol. Bunga jantan dengan 1 – banyak benang sari, bunga betina dengan bakal buah beruang 1- banyak, tiap ruang berisi 1- banyak bakal biji. Dalam kandung lembaga umumnya terdapat lebih dari 3 sel antipoda. Buah menyerupai buah keras, biji mempunyai endosperm.
1.Suku Pandanaceae
 semak, perdu atau pohon dengan batang yang besar dan tumbuh tegak, bercabang-cabang, atau berupa liana dengan batang-batang memanjat. Pada pangkal batang terdapat akar tunjang, kadang-kadang akar keluar dari bagian batang yang lebih tinggi, bahkan dari cabang-cabangnya. Daun sempit, panjang, bangun pita dengan tepi berduri kecil-kecil tajam, duri-duri kadang-kadang juga pada sisi punggung. Ibu tulangnya tersusun dalam garis spiral (spirostich) yang biasanya ada 3. Bunga berkelamin tunggal, telanjang, tersusun sebagai bunga tongkol yang bersifat majemuk, terdapat pada ujng batang atau dalam ketiak daun-daun pelindung yang besar, seringkali berwarna. Bunga jantan dengan atau tanpa putik yang rudimeter, mempunyai banyak benang sari yang terdapat pada sumbu bunga pendek atau panjang, tangkai sari bebas atau berlekatan, kepala sari tegak terdiri atas 2 ruang sari yang masing-masing dapat terbagi lagi dalam ruang-ruang yang lebih kecil. Bunga betina tanpa benang sari mandul atau bila ada kecil dengan posisi yang hipogin. Bakal buah menumpang, beruang , bebas atau berlekatan dengan bakal buah di dekatnya membentuk kelompok-kelompok bakal buah dengan kepala putik yang menjadi satu atau tetapterpisah-pisah, duduk langsung pada baal buah atau pada tangkai putik yang pendek. Buahnya buah batu atau menyerupai buah buni, terkumpul menjadi buah ganda. Biji kecil, mempunyai endosperm berdaging dan lembaga yang kecil.
Suku pandan-pandanan (pandanaceae) tersebar mulai dari afrika bagian barat daya, madagaskar, india, Indochina, dan Kawasan floristic Malesia, Australia hingga pasifik.
Suku ini mempunyai warga yang jumlahnya seluruhnya ditaksir antara 200-300 jenis, terbagi dalam 3 marga, terutama tersebar di daerah tropika, ditepi-tepi pantai dan sungai-sungai, tetapi tidak terdapat di Amerika. Contoh: Pandanus amaryllifolius
Klasifikasi:
Regnum  : Plantae 
Divisi : Magnoliophyta ( Tumbuhan berbunga )
Kelas : Liliopsida ( berkeping satu / monokotil )
Sub kelas : Arecidae
Ordo : Pandales
Famili : Pandanaceae
Genus : Pandanus
Spesies : Pandanus amaryllifolius
2.Suku Sparganiaceae 
Terna air perenial. mempunyai rimpang dan batang di atas tanah yang sederhana atau bercabang-cabang. Daun bangun pita, panjang, kaku atau terkulai, di air tegak atau mengapung, pangkal berupih, biasanya tersusun dalam 2 baris pada pangkal batang. Bunga berkelamin tunggal. terkumpul dalam bongkol-bongkol yang bulat dan terpisah-pisah. bunga jantan di bagian atas dan bunga betina pada setiap bunga majemuk, tiap bunga mempunyai hiasan bunga yang terdiri atas 3-6 segmen, berupa sisik-sisik tipis seperti membran yang manjang. Bunga jantan dengan 3 benang sari atau lebih tangkai sari bebas atau untuk sebagai berlekalan, kepala sari memanjang, serbuk sari bulat. Bunga betina dengan bakal buah yang duduk. Tidak bertangkai daun menyempit pda bagian bawahnya. Beruang 1 atau 2, tiap ruang berisi 1 bakal biji. Buahnya buah keras atau buah batu yang berdesak-desakan dalam suaiu kelompokan. tanpa tangkai buah, tidak membuka bila Ielah masak Biji dengan kulit biji yang tipis. mempunyai endosperm betepung dengan lembaga di tengahnya. Suku ini hanya terdiri dari 1 marga. semuanya meliputi antara 20-30 jenis yang bersifat kosmopolit. Contoh: Sparganium simplex

3.Suku Typhaceae
Terna air, perenial di rawa-rawa atau telaga mempunyai rimpang yang merayap dan batang-batang sedahana, tinggi dengan bagian bawah terendam air. Daun sempit, bangun garis atau pita memanjang, agak tebal seperti sepon. biasanya tersusun dalam 2 baris atau merupakan rozet akar. Bunga berkelamin tunggal dalam jumlah besar, tersusun rapat dalam tongkol yang berbentuk silinder dengan bunga jantan di bagian atas dan bunga betina di bagian bawah tongkol tadi, kedua bagian tersebut terpisahkan oleh bagian tongkol yang terdiri atas sisik-sisik tipis sepeti selaput. Bunga jantan dengan 2-5 benang sari, tangkai sari bebas atau berilekatan dengan berbagai cara, kepala putik bangun garis. Bunga jantan dengan bakal buah beruang 1 yang ke atas menyempit menjadi tangkal putik dengan kepala putik yang sempit seperti pita. Panskal bertangkai.Buahnya, buah kering akhimya membuka dengan membelah membujur. Biji dengan kulit biji yang bergaris-garis membujur endosperm bertepung. Iembaga sempit. hampir sepanjang bijinya. 
Suku ini hanya terdiri atas 1 marga dengan kurang lebih 15 jenis yang tersebar di daerah-daerah beriklim panas dan beriklim sedang. Contoh: Typha angustifolia
Klasifikasi: 
Regnum          :  Plantae
Divisi               :  Magnoliophyta  (Angiospermae)
Kelas               :  Liliopsida (Monocotyledonae)
Sub-kelas         :  Commelinidae
Ordo                :  Typhales
Famili              :  Typhaceae
Genus              :  Typha
Spesies            :  Thypa Angustifolia


2.3 Habitat Monokotil

Tumbuhan ini dapat ditemukan diseluruh bumi Monkotil ditemukan di seluruh bumi, dalam lingkungan yang berbeda. Ada contoh monokotil dalam air, di padang rumput, naik di atas pegunungan, dan hutan tropis. Tempat yang paling umum untuk menemukan monokotil berada di lokasi tropis.

2.4 Peranan dan Manfaat

Banyak sekali manfaat dari tumbuhan monokotil itu sendiri antara lain yaitu dari bangsa poales sendiri seperti padi, jagung itu digunakan sebagai bahan makanan sumber karbohidrat. Kemudian nanas, pisang dikonsumsi sebagai buah-buahan. Aneka ragam anggrek dan palem dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Dan jahe, lengkuas dan kunyit digunakan sebagai obat-obatan dan bumbu masak.

BAB III
KESIMPULAN


  1. Tumbuhan monokotil adalah tumbuhan yang berbiji tunggal atau berbiji keping satu. Secara sederhana, monokotil diartikan sebagai tumbuhan yang bagian bijinya tunggal atau mono atau tak berkeping. Dengan ciri biji tunggal dan daun tunggal.
  2. Reproduksi monokotil secara vegetative dan generative.
  3. Pengelompokan monokotil sendiri mempunyai 10 bangsa antara lain; helobiae,triuridales,farinosae,liliflorae,cyperales,poales,zingiberales,gynandrae,arecales,pandanales..
  4. Habitat dari monokotil sendiri ada diseluruh bumi, dalam lingkungan yang berbeda, tempat paling umum yaitu lokasi tropis.
  5. Manfaat monokotil sendiri antara lain yaitu sebagai bahan makanan, obat,maupun tanaman hias
DAFTAR PUSTAKA

Desy Yanuarita wulandari, ddk. 2017. Identifikasi Tumbuhan Suku Poaceae Sebagai Suplemen Matakuliah Keanekaragaman Tumbuhan. Jurnal Pendidikan. 2(1)
Harumi Ananda dan Ade Zuhrotun. 2007. Review Aktivitas Tanaman Lidah Buaya ( Aloe Vera Linn) Sebagai Penyembuh Luka. 15(2)
Julianus Kinho. 2011. Karakteristik Morfologi Zingiberaceae di Cagar Alam Gunung Ambang Sulawesi Utara. Jurnal BPK Manado. 1(1)
Laorency F. Christy, dkk. 2016. Identifikasi Tulang daun Monokotil dan Dikotil dengan Metode Manual Thresholding. Jurnal Biologi. 1(1)
Megawati Bohari dan Baiq farhatul Wahidah. 2015. Identifikasi Jenis-jenis Poaceae di Desa Samata Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Jurnal Biologi. 2(1)
Nio Song Ai dan Audry Agatha Lenak. 2014. Penggulungan Daun Pada Tanaman Monokotil Saat Kekurangan Air. Jurnal Biologi. 1(1)
Siti Susiarti dan Mulyati Rahayu. 2010. Kajian Etnobotani Pandan Samak (Pandanus tectorius Sol.) Dikabupaten Tasikmalaya Jawa Barat. Jurnal ilmu-ilmu Hayati. 10(1)
Tjitrosoepomo, Gembong. 2013. Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Eduardus Doni (2013, 11 Mei). Manfaat Tumbuhan Monokotil. Dikutip 13 Maret 2019.http://eduardusdoni.blogspot.com/2013/05/manfaat-tumbuhan-monokotil.html
Syamsul (2015, 2 Maret). Contoh dan Pengertian Tumbuhan Monokotil. Dikutip 13 Maret 2019. https://www.maribelajarbk.web.id/2015/03/contoh-dan-pengertian-tumbuhan-monokotil.html
Puri Maulana (2012, 17 Desember). Tumbuhan Berbiji Tertutup. Dikutip 13 Maret 2019. http://www.nafiun.com/2012/12/tumbuhan-berbiji-tertutup-angiospermae-klasifikasi-pengertian.html
Sridianti (2018, 14 Desember). Cara Reproduksi Angiospermae, Dikutip 14 Maret 2019. https://www.sridianti.com/cara-reproduksi-angiospermae.html






Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "MAKALAH TAKSONOMI TUMBUHAN TINGGI (MONOKOTILEDON)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel