MAKALAH TAKSONOMI TUMBUHAN RENDAH ANAK DIVISI Lichenes (Lumut Kerak)

Gambar terkait
MAKALAH TAKSONOMI TUMBUHAN RENDAH
(Anak Divisi Lichenes (Lumut kerak))

KATA PENGANTAR

Asslamu’alaikum Wr. Wb.
Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan nikmat iman dan nikmat islam kepada kita, tak lupa shalawat beserta salam kami limpah curahkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Pada kesempatan ini kami selaku penulis mencoba untuk membuat makalah tentang. “anak divisi LICHINES(Lumut kerak)” Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah “TAKSONOMI TUMBUHAN RENDAH”.
Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada segenap pembaca. Apabila dalam makalah ini terdapat banyak kekurangan, kami mohon maaf. Dan kami sangat menantikan saran dn kritik pembaca yang sifatnya membangun. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
                                                                                                                                        
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………...………………………………i
DAFTAR ISI…………………………………………………………………….ii
BAB I PENDAHULUAN………………………….…………………………...iii
  1. Latar Belakang ………………………………………………………… 1
  2. Rumusan Masalah……………………………………………………… 2
BAB II PEMBAHASAN………………..…………..…………………………. 2
  1. Pengertian  lichenes ………………………………………..................... 3
  2. Struktur tubuh lichenes …………….………………………………....... 4
  3. Reproduksi lichenes ………………………………………………........ 6
  4. Habitat Lichenes ……………………………………………………......7
  5. Klasifikasi lichenes dan jenis-jenis lichenes ……………………….......7
  6. Manfaat atau peranan lichenes................................................................12
BAB III PENUTUP
  1. Kesimpulan…………………………………………………………….14
  2. Saran ......................................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………..15 

BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Lichenes sebagai tumbuhan pioneer memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan. Jenis ini menjadi tumbuhan perintis pada daerah-daerah yang keras dan kering sehingga pada akhirnya dapat mendukung pertumbuhan organisme lainnya. Saat ini Lichen telah banyak dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat, beberapa jenis Asolichen telah dimanfaatkan dan dapat pula dikonsumsi, oleh karena itu perlu dijelaskan mengenai Lichenes tersebut khusunya pada pemanfaatan Lichenes bagi kehidupan.
Lichenes merupakan organisme hasil simbiosis mutualisme alga dan jamur tertentu, lumut kerak yang tidak dapat hidup sendiri dialam. Jamur pada lumut kerak berfungsi sebagai pelindung dan penyerap air serta mineral. Ganggang yang hidup di antara miselium jamur berfungsi menyediakan makan melalui fotosintesis.
Lichenes mampu hidup subur pada suhu dan kelembaban yang ekstrim seperti gurun dan kutub. Populasinya tersebar luas di seluruh dunia dan tumbuh di Indonesia lebih dari 1000 species yang diketahui dari 2500 species yang ada. Lumut adalah organisme komposit terdiri dari simbiosis asosiasi dari jamur (mycobiont) dengan fotosintesis mitra (yang photobiont atau phycobiont), biasanya baik ganggang hijau (umumnya Trebouxia sp) atau cyanobacterium (umumnya Nostoc).
Lichenes juga terjadi di beberapa lingkungan yang paling ekstrim di bumi tundra Arktik, padang pasir panas, pantai berbatu dan tumpukan terak beracun. Namun, mereka juga hidup sebagai epifit pada daun dan cabang di hutan hujan tropis dan hutan subtropis, pada batu telanjang, termasuk dinding, batu nisan dan pada permukaan tanah yang terbuka (misalnya Collema ) dinyatakan habitat mesic. Lichenes dapat berumur panjang dan hidup luas, namun, banyak spesies juga rentan terhadap gangguan lingkungan, dan mungkin berguna untuk ilmuwan dalam menilai efek dari polusi udara, penipisan ozon, dan kontaminasi logam.
Lichenes juga telah digunakan dalam pembuatan pewarna dan parfum, serta obat-obatan tradisional. Tubuh (talus) dari lumut yang paling cukup berbeda dengan baik jamur atau alga tumbuh secara terpisah, dan menyolok mungkin menyerupai tanaman sederhanaLichenes merupakan organisme yang sangat kuat untuk bertahan hidup, namun organisme ini sangat sensitif terhadap polutan udara sulfur oksida.

  1. Rumusan Masalah
  1. Apa pengertian  lichenes?
  2. Bagaimana struktur tubuh lichenes?
  3. Bagaimana reproduksi lichenes?
  4. Dimanakah Habitat Lichenes ?
  5. Bagaimana klasifikasi lichenes dan jenis-jenis lichenes?
  6. Apakah manfaat atau peranan lichenes?

  1. Tujuan
  1. Mengetahui Apa itu Lichenes.
  2. Mengetahui struktur tubuh lichenes.
  3. Mengetahui reproduksi lichenes.
  4. Mengetahui Habitat Lichenes.
  5. Mengetahui pengklasifikasian lichenes.
  6. Mengetahui manfaat atau peranan lichenes bagi kehidupan manusia.


BAB II
PEMBAHASAN

  1. Pengertian Lichenes 
 Gambar terkait
Organisme ini sebenarnya kumpulan antara Fungi dan Algae, tetapi sedemikian rupa,hingga dari segi morfologi dan fisiologi merupakan suatu kesatuan.
Lichenes hidup sebagai epifit pada pohon-pohonan, tetapi dapat juga diatas tanah, terutama didaerah tundra disekitar kutub utara. Didaerah ini areal dengan luas ribuan km2 tertutup oleh Lichenes. Baik diatas cadas maupun dalam batu, tidak terikat pada tingginya tempat diatas permukaan air laut. Lichines dapat kita temukan dari tepi pantai sampai diatas gunung-gunung yang tinggi. Tumbuhan ini tergolong dalam tumbuhan perintis yang ikut berperan dalam pembentukan tanah. Beberapa jenis dapat masuk pada bagian pinggir batu-batu, oleh karenanya disebut bersifat endolitik.
Lichines tidak memerlukan syarat-syarat hidup yang tinggi, dan tahan kekurangan air dalam jangka waktu tang lama. Karena panas yang terik Lichines yang hidup pada batu-batu dapat menjadi kering, tetapi tidak mati, dan jika kemudian turun hujan, Lichines dapat hidup kembali. Pertumbuhan talusnya sangat lambat, dalam satu tahun jarang lenih dari 1 cm.tubuh buah baru terbentuk setelah mengadakan pertmbuhan vegetatif bertahun-tahun.
Hidup bersama antara dua organisme yang berlainan jenis umumnya disebut simbiosis. Masing-masing organisme itu sendiri disebut simbion. Dalam pembicaraan sehari-hari simbiosis itu sering diartikan sebabgai hidup bersama dengan keuntungan bagi kedua simbion, yang seharusnya dinamakan mutualisme. Pada Lichenes simbiosis antara Fungi dan Algae diberikan tafsiran yang berbeda-beda. Ada yang menafsirkan sebagai mutualisme, karena dipandang kedua-duanya dapat memperoleh keuntungan dari hidup bersama itu. Ganggang memeberikan hasil-hasil fotosintesis terutama yang berupa karbohidrat kepada cendawan, dan sebaliknya cendawan memberikan air dan garam-garam kepada ganggang. 
Dapat juga hubungan antara ganggang dan jamur itu dianggap sebagai suatu helotisme. Keuntungan yang timbal balik itu hanya sementara, yaitu pada pemula saja, tetapi akhirnya ganggang diperalat oleh cendawan, hubungan mana menyerupai hubungan seorang majikan dengan budaknya (heloot). Dalam hal ini hidup bersama cendawan dan ganggang pada Lichenes dinamakan helotisme.

  1. Struktur Tubuh Lichenes
Gambar terkait
Algae yang ikut menyusun tubuh Lichenes disebut gonidium, dapat bersel tunggal atau berupa koloni. Kebanyakan gonidium adalah ganggang biru (Cyanophyceae) antara lain Chroococcus dan Nostoc, kadang-kadang juga ganggang hijau (Chlorophyceae) misalnya Cystococcus dan Trentepohlia.
Kebanyakan cendawan yang ikut menyusun Lichenes tergolong kedalam Ascomycetes terutama Discomycetales, hanya kadang-kadang pyrenomycetales. Mungkin juga Basidiomycetes mengambil bagian dalam pebentukan Lichenes. Kebanyakan cendawan-cendawan tertentu bersimbiosis dengan ganggang tertentu pula. Untuk memelihara Lichenes pada medium buatan dijumpai banyak kesukaran. Tetapi cendawan dan ganggangnya dipisahkan, masing-masing dapat dipiara dengan mudah pada medium buatan. Pada umumnya Lichenes pada medium buatan tidak memperlihatkan pertumbuhan yang kuat. Jadi datya untuk hidup sendiri telah hilang, sehingga cendawan itu dalam alam jarang sekali ditemukan dalam keadaan hidup bebas. Dalam kultur murni cendawan itu memperlihatkan susunan morfologi menurut jenisnya, tetapi bentuk talus seperti Lichenes baru terjadi, jika bertemu dengan jenis ganggang yang tepat. Lain ganggang akan menghasilkan lain Lichenes. Jadi bentuk Lichenes bergantung pada macam cara hidup bersama antara kedua macam organisme yang menyususn nya.
Pada penampang melintang talus Lichenes tampak hifa cendawan seringkali membalut sel-sel ganggang, bahkan ada yang memasukkan haustorium ke dalam sel-sel ganggang. Ganggang tetap hidup, tetapi tidak dapat membiak dengan sel-sel lembaganya sendiri. Ada pula yang miselium cendawan hanya masuk kedalam selaput lendir sel-sel ganggang. Dalam hal tersebut di atas bentuk ganggang bersifat menentukan bagi bentuk Lichenes nya. Pada umumnya miselium cendawan jauh lebih banyak. Bagian dalam talus terdiri atas anyaman hifa yang renggang dan merupakan lapisan teras (lapisan empulur). Dalam lapisan ini atau dekat dengan permukaan, sel-sel ganggang bergerombol atau merupakan lapisan yang dinamakan lapisan gonidium. Kulit luar nya teridri atas miselium cendawan lagi yang teranyam sebagai plektenkim dengan rapat.
  1. Reproduksi Lichenes
  1. Reproduksi aseksual
Pola pertumbuhan Lichenes sangat lambat dan pada umumnya pertumbuhannya kurang dari 10 mm dalam kurun waktu 1 tahun. Lichenes pertumbuhan nya sangat tergantung pada keseimbangan pertumbuhan antara algae dan fungi. Cara reproduksi vegetatif dapat dilakukan dengan cara:
  1. Fragmentasi, merupakan reproduksi vegetatif yang paling umum, pada proses ini bagian yang terpisah akan menghasilkan thallus baru.
  2. Perkembangan bagian yang telah mati dan penghancuran bagian yang telah tua, pada kondisi ini secara kebetulan bagian yang telah terpisah dapat berkembang menjadi bagian baru yang mengandung simbiont. Sering ditemukan pada Ramalina reticulata.
  3. Isdia, dibentuk oleh lapisan korteks bagian luar yang mengandung bagian kortikal, (bagian eksternal dan internaldari algae). Fungsi utama perluasan ini untuk memperluas fotosintesis dari thallus. Pada beberapa kondisi, isdia berpisah da tumbuh menjadi thallus baru.
  4. Soredia, yaitu sekelompok kecil sel-sel algae yang sedang membelah dan diselubungi benang-benang moselium menjadi suatu badan yang dapat berkembang dari induknya. Jika dirobek dinding thallusnya, seredia terlepas seperti debu yang ditiup angin.. 

Reproduksi aseksual pada Ascolichenes dengan spora, saat berkecambah spora membentuk benang-benang hifa, selanjutnya dapat membentuk lichenes baru apabila kontak dengan sel-sel algae yang cocok.


  1. Reproduksi seksual
Perkembangan seksual pada lichenes hanya terbatas pada pembiakan jamurnya saja. Jadi yang mengalami perkembangan secara seksual adalah kelompok jamur yang membangun tubuh lichenes. Perkembangbiakan secara seksual umumnya terjadi pada Basidiolichen. Perkembangbiakan ini melalui sopra yang dihasilkam oleh hifa-hifa. Fungi yang kemudian bertemu dengan partner algae yang cocok, maka akan terjadi seksual fusion dan pembelahan mitosis.

  1. Habitat Lichenes
Lichenes hidup sebagai epifit pada pohon-pohonan, tetapi dapat juga diatas tanah, terutama di daerah tundra disekitar kutub utara. Di daerah ini arel dengan luas ribuan km2 tertutup olh Lichenes. Baik diatas cadas maupun dalam batu, tidak terikat pada tingginya tempat diatas permukaan air laut. Lichenes dapat kita temukan dari tepi pantai sampai diatas gunung-gunung yang tinggi. Tumbuhan ini tergolong dalam tumbuhan perintis yang ikut berperan dalam pembentukan tanah. Beberapa jenis dapat masuk pada bagian pinggir batu-batu, oleh karenanya disebut bersifat endolitik. Lichines tidak memerlukan syarat-syarat hidup yang tinggi, dan tahan kekurangan air dalam jangka waktu tang lama. Karena panas yang terik Lichines yang hidup pada batu-batu dapat menjadi kering, tetapi tidak mati, dan jika kemudian turun hujan, Lichines dapat hidup kembali. Pertumbuhan talusnya sangat lambat, dalam satu tahun jarang lenih dari 1 cm.tubuh buah baru terbentuk setelah mengadakan pertmbuhan vegetatif bertahun-tahun.
  1. Klasifikasi Lichenes dan jenis jenis lichenes
Lichenes diklasifikasikan menurut cendawan yang menuyusunnya. Berdasarkan itu Lichenes dibedakan dalam dua kelas, yaitu Ascolichenes dan Basidiolichenes.


  1. Kelas ASCOLICHENES                   Gambar terkait
Jika cenadawan yang menyusunnya  tergolong dalam pyrenomeycetales  maka tubuh buah yang dihasilkan berupa peritesium,  misalnya Dermatorcarpon dan Verucaria. jika cendawan penyusunya tergolong dalam Discomycerales, LIchenes membentuk tubuh buah yang berupa apotesium. Berlainan dengan Discomecitales yang hidup bebas, yang apotesiumnya hanya berumur pendek, apotesium pada Lichenes ini berumur panjang, bersifat seperti tulang rawan dan mempunyai askus yang berdinding tebal. Dalam golongan ini termasuk Usnea (rasuk angina) yang berbentuk semak kecil dan banyak terdafat pada pohon-pohonan dalam hutan, lebih-lebih didaerah pegunungan.
Sebagai contoh disebut Usnea bebrbata dan Usnea daspayoga yang dikalangan rakyat Indonesia dianggap mempunyai khasiat obat, merupakan salah satu ramuan dalam pembuatan jamu-jamu tradisional. Usnea menghasilkan suatu antibioka asam usnin, yang berguna untuk melawan tuberculosis.
Selanjutnya Roccella tinctoria, untuk pembuatan lakmus; Cladonia rangiferina, banyak terdapat di daerah tundra disekitar kutub utara dan merupakan makanan utama bagi rusakutub;  Cetraria islandica, banyak terdapat didaerah pegunungan di eropa.
Yang brupa lembaran-lembaran seperti kulit yang hidup pada pohon-pohon dan batu-batu antara lain Parmelia acetabulum dan lobaria pulmonaria.
  1. Kelas BASIDIODICHENES (HYMENOLICHENES)
     Gambar terkait
Kebanyakan mempunyai talus yang berbentuk lembaran- lembaran. Pada tubuh buah terbentuk lapisan himenium yang mengandung basidium, yang sangat menyerupai tubuh buah Hymenomycetales. Contoh pora pavonia.
Selain sebagai bahan pembuatan obat-obatan, ada pula beberapa jenis lumut kerak yang berguna sebagai pembuatan zat warna, yaitu Roccella tinctoria untuk pembuatan lakmus. Lain-lainnya yang dapat dimakan dan ada pula yang beracun.
Karena pada lichenes pembiakan seksual hanya terbatas pada cendawannya saja,maka timbul pertanyaan apakah sudah semestinya, bahwa Lichenes dipisahkan dari fungi dan dijadikan suatu golongan yang tersendiri. Kebanyakan ahli menganggap perlu dipisahkannya Lichenes itu dari Fungi untuk merupakan golongan tersendiri, karena cendawan itu didalam alam tidak dapat tumbuh bebas, melainkan hanya dapat berkembang jika menemukan jenis ganggang yang tepat.
Jadi tanpa Algae cendawan itu pada umumnya tidak dapat lagi hidup dan tidak akan terbentuk Lichenes. Selanjutnya mengingat munculnya sifat-sifat khusus dan karakteristik dari adanya simbiosis antara Fungi dan Algae, ditambah lagi dengan didapatnya hasil-hasil metabolisme yang berupa zat-zat yang sampai sekarang tidak dihasilkan oleh Fungi dan Algae yang hidup terpisah, maka sudah semestinya jika Lichenes itu merupakan golongan yang tersendiri.
  1. JENIS JENIS LICHENES (Lumut kerak)
 Berdasarkan bentuk talusnya, lumut kerak dibedakan menjadi empat macam, yaitu sebagai berikut.
  1. Crustose
                                  Hasil gambar untuk crustose adalah
Lichenes atau lumut kerak jenis ini mempunyai talus yang berukuran kecil, datar, tipis dan selalu melekat ke permukaan batu, kulit pohon ataupun di tanah. Lumut jenis ini susah untuk dicabut tanpa merusak bagian substratnya. Bagian Lichen Crustose yang tumbuh terbenam di dalam batu dan hanya bagian tubuh buahnya yang terdapat di permukaan disebut endolitik, dan sebaliknya bagian yang tumbuh terbenam pada jaringan tumbuhan disebut dengan endoploidik/endoploidal.
  1. Foliose

            Hasil gambar untuk Foliose Adalah
Lichen foliose memiliki struktur seperti daun yang bentuknya tersusun oleh lobus–lobus dan relatif lebih longgar melekat pada bagian substratnya. Bentuk talus foliose ini datar dan sedikit lebar, terdapat banyak lekukan seperti daun yang mengkerut. Bagian permukaan atas dan permukaan bawah foliose tampak berbeda. Lichenes ini sering ditemukan melekat pada batu, ranting dengan rhizines yang berfungsi sebagai alat untuk melakukan absorbsi makanan.
  1. Fruticose
                             C:\Users\admin\Downloads\Usnea-spp-fruticose-lichen.jpg
Fruticose bentuk talusnya berupa semak dengan banyak cabang dengan bentuknya yang seperti pita. Talus fruticose tumbuh tegak atau menggantung pada batu, dedaunan atau cabang pohon. Tidak terdapat perbedaan antara permukaan atas dan bawah dari fruticose ini.

  1. Squamulose
              Hasil gambar untuk Squamulose adalah
Lichen jenis squamulose ini memiliki lobus–lobus seperti sisik yang disebut squamulus dengan ukuran yang lebih kecil dan saling bertindih serta sering memiliki struktur tubuh buah yang disebut dengan podetia.

  1. MANFAAT ATAU  PERANAN LICHENES
Lichenes (lumut kerak) merupakan simbiosis antara jamur dari golongan Ascomycotina atau Basidiomycotina (mikobion) dengan Chlorophyta atau Cyanobacteria bersel satu (fikobion).  Lumut kerak bersifat endolitik karena dapat masuk pada bagian pinggir batu. Jamur pada liken berfungsi mengokohkan tubuhnya dan menghisap air atau zat makanan. Sedangkan ganggang, berfungsi melakukan fotosintesis. Simbiosis antara kedua jenis tumbuhan tersebut bersifat simbiosis mutualisme.
Berikut adalah peran Lichenes di lingkungan :
1. Tumbuhan ini tergolong tumbuhan perintis yang ikut berperan dalam pembentukan tanah.Tidak memerlukan syarat hidup yang tinggi dan tahan kekurangan air dalam jangka waktu yang lama dan pertumbuhan talus sangat lambat.

2. Lichen sebagai tumbuhan pioneer memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan. Jenis ini menjadi tumbuhan perintis pada daerah-daerah yang keras dan kering sehingga pada akhirnya dapat mendukung pertumbuhan organisme lainnya.

3.Lichen adalah spesies indikator terbaik yang menyerap sejumlah besar kimia dari air hujan dan polusi udara. Lichens biasanya bersifat sensitive terhadap beberapa jenis polutan yang berbahaya, misalnya zat radioaktif, flourida, logam berat, bahan kimia, pertanian, dan pestisida. Dengan melihat pertumbuhan lichen seorang saintis dapat menentukan ada tidakknya polusi udara disekitar daerah tersebut.

4. Biasanya lichens tidak dpat hidup baik pada lingkungan yang terkontaminasi oleh polusi udara. Dengan demikian, dapat dikatakan bahawa lichens berfungsi sebagai indicator biologis dalam ekosistem, khususnya sebagai indicator pencemaran udara.

5. Berperan sebagai bahan makanan untuk rusa kutub sehingga berperan dalam rantai makanan pada wilayah tersebut.

BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
1. Lichenes yaitu kumpulan antara Fungi dan Algae, tetapi sedemikian rupa,hingga dari segin morfologi dan fisiologi merupakan suatu kesatuan.
2. Reproduksi Lichenes yaitu dengan cara seksual dan aseksual.
3. Lichenes hidup sebagai epifit pada pohon-pohonan, tetapi dapat juga diatas tanah, terutama di daerah tundra disekitar kutub utara. Di daerah ini arel dengan luas ribuan km2 tertutup olh Lichenes. Baik diatas cadas maupun dalam batu, tidak terikat pada tingginya tempat diatas permukaan air laut. Lichenes dapat kita temukan dari tepi pantai sampai diatas gunung-gunung yang tinggi.
4. Lichenes diklasifikasikan menurut cendawan yang menuyusunnya. Berdasarkan itu Lichenes dibedakan dalam dua kelas, yaitu Ascolichenes dan Basidiolichenes.
5. Jamur pada liken berfungsi mengokohkan tubuhnya dan menghisap air atau zat makanan. Sedangkan ganggang, berfungsi melakukan fotosintesis. Simbiosis antara kedua jenis tumbuhan tersebut bersifat simbiosis mutualisme.

B. SARAN
Demikian lah makalah mengenai “Anak Divisi Lichenes” semoga makalah ini bermanfaat untuk kita semua. Penulis mengharapkan makalah ini dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan kita dan senantiasa mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.


DAFTAR PUSTAKA
Muzayyinah.2005. Keanekaragaman Tumbuhan Tak Berpembuluh. Surakarta: Percetakan UNS Press. 
Tjitrosoepomo, Gembong. 2009. Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.


Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "MAKALAH TAKSONOMI TUMBUHAN RENDAH ANAK DIVISI Lichenes (Lumut Kerak)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel