MAKALAH SISTEM REPRODUKSI MANUSIA

BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang 
Setiap makhluk hidup tentunya menginginkan untuk meneruskan keturunannya, demikian juga dengan manusia. Reproduksi atau berkembang biak merupakan kemampuan suatu organisme untuk menghasilkan keturunan atau organisme baru agar kelestariannya tetap terjaga. Proses reproduksi oleh sistem reproduksi memiliki dua jenis, yaitu laki-laki dan perempuan. Keduanya memiliki system reproduksi yang berlainan dan saling membutuhkan. Manusia bereproduksi secara kawin atau seksual. 
Reproduksi berarti kembali menghasilkan, setiap makhluk hidup pasti dapat bereproduksi dan berkembang. Tujuannya adalah untuk mempertahankan jenisnya dan melestarikan agar tidak punah. Pada manusia menghasilkan keturunan yang yang baru diawali dengan fertilisasi. Untuk dapat mengetahui reproduksi manusia, maka harus mengetahui terlebih dahulu organ-organ kelamin yang terlibat serta proses berlangsung didalamnya. 
Sistem reproduksi manusia mulai berfungsi ketika seseorang sudah mencapai kedewasaan (pubertas) atau masa akil balik. Pada seorang pria testinya telahmenghasilkan sel kelamin jantan(sperma) dan hormone testesteron. Hormone testesteron berfungismempengaruhi timbulnya tanda-tanda kelamin sekunder pria, diantaranya suaraberubah menjdi lebih besar , tumbuhnya rambut ditempat tertentu misalnya jambang dan kumis, jenggot , dada tumbuh menjadi bidang , jakun membesar. Sedangkan pada wanita.
Ovaruim telah menghasilkan sel telur ovum dan hormone wanitayanitu estrogen. Hormone estrogen berfungsi smempengaruhi timbulnya tanda-tanda kelamin sekunder yaitu kulit semakin menjadi halus, suara menjadi lebih tuinggi, tumbuhnya payu darah dan pinggulnya membesar. 
Sistem reproduksi adalah sistem yang berfungsi untuk berkembang biak. Terdiri atas testis, ovarium, dan bagian alat kelamin lainnya. Reprodukis juga merupakan bagian dari proses tubuh yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan suatu generasi. Dan sistem reproduki juga mempunyai berberapa-berperapa kelainan-kelaian yang terjadi pada pria maupun wanita.
Oleh sebab itu , sangatlah penting kita untuk mengetahui apa dan bagaimana itu sex dalam sistem reproduksi kita.
  1. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut maka rumusan masalah yaitu:
  1. Apa yang dimaksud sistem reproduksi?
  2. Apa saja struktur sistem reperoduksi manusia?
  3.  Bagaimna Proses gametogeneisi dan hormon yang mempengaruhinya?
  4. Bagaimana proses mentruasi, ovulasi dan kehamilan?
  5. Apa saja kelainan-kelianan pada sistem reproduksi?

  1. Tujuan  
Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka tujuan makalah ini yaitu:
  1. Mengetahui sistem reproduksi
  2. Mengetahui struktur sistem reproduksi
  3. Mengetahui proses gametogenesis dan hormon yang mempengaruhinya
  4. Mengetahui proses mentruasi, ovulasi dan kehamilan
  5. Mengetahui kelainan-kelaianan pada sistem reproduksi


BAB II
PEMBAHASAN
  1. PENGERTIAN REPRODUKSI 
Istilah reproduksi berasal dari kata re yang berarti kembali, dan kata produksi yang berarti  membuat atau menghasilkan. Sehingga istilah reproduksi mempunyai arti suatu proses kehidupan manusia dalam menghasilkan keturunan demi kelestarian hidupnya. Sedangkan yang dimaksud dengan organ reproduksi adalah semua alat atau organ tubuh yang berfungsi untuk reproduksi manusia.
Sistem reproduksi pada manusia akan mulai berfungsi ketika seseorang mencapai kedewasaan (pubertas) atau masa akil balik. Pada seorang pria testisnya telah mampu menghasilkan sel kelamin jantan (sperma) dan hormon testosteron. Hormon testosteron berfungsi mempengaruhi timbulnya tanda-tanda kelamin sekunder pada pria, di antaranya suara berubah menjadi lebih besar, tumbuhnya rambut di tempat tertentu misalnya jambang, kumis, jenggot, dan dada tumbuh menjadi bidang, serta tumbuhnya jakun. Sedangkan seorang wanitaovariumnya telah mampu menghasilkan sel telur (ovum) dan hormon wanita yaitu estrogen. Hormon estrogen berfungsi mempengaruhi timbulnya tandatanda kelamin sekunder pada wanita, yaitu kulit menjadi semakin halus, suara menjadi lebih tinggi, tumbuhnya payudara dan pinggul membesar.
  1. Struktur Sistem Reproduksi pada Manusia
Sistem reproduksi adalah sistem yang berfungsi untuk berkembang biak. Terdiri dari testis, ovarium dan bagian alat kelamin lainnya. Sistem repdroduksi manusi dibagi menjadi dua yaitu, sistem reproduksi pria dan sistem reproduksi wanita.
  1. Organ Reproduksi Pria
Organ reproduksi pria, terdiri dari organ interna dan organ eksternal.

  1. Organ reproduksi eksterna pria terdiri dari :
        
 
Gambar 2.1 Organ Reproduksi ekterna Pria
  1. Penis 
Penis merupakan organ yang berfungsi sebagai alat kopulasi yaitu hubungan antara alat kelamin jantan dan betina untuk memindahkan semen ke dalam organ reproduksi betina.
  1. Skrotum 
Skrotum adalah kantung longgar yang tersusun dari kulit, fisia, dan otot polos yang membungkus dan menopang testis, yang berfungsi sebagai tempat untuk memproduksi sperma. Skrotum berjumlah sepasang, yaitu skrotum kanan dan skrotum kiri. Di antara skrotum kanan dan skrotum kiri dibatasi oleh sekat yang berupa jaringan ikat dan otot polos (otot dartos). Otot dartos berfungsi untuk menggerakan skrotum sehingga dapat mengerut dan mengendur. Di dalam skrotum juga tedapat serat-serat otot yang berasal dari penerusan otot lurik dinding perut yang disebut otot kremaster. Otot ini bertindak sebagai pengatur suhu lingkungan testis agar kondisinya stabil. Proses pembentukan sperma (spermatogenesis) membutuhkan suhu yang stabil, yaitu beberapa derajat lebih rendah daripada suhu tubuh.
  1. Organ Organ reproduksi interna pria terdiri dari :
            
Gambar 2.2 Reproduksi Interna Pria
  1. Testis
Testis merupakan kelenjar kelamin yang berjumlah sepasang, berbentuk oval dan terletak di kantung pelir (skrotum). Testis akan menghasilkan sel-sel sperma serta hormone testosterone. Dalam testis banyak terdapat saluran halus yang disebut tubulus seminiferus. Testis memiliki panjang 4-5 cm, lebar 2,5 cm, dan tebal 3 cm.
  1. Epididimis
Epididimis merupakan saluran panjang yang berkelok-kelok didalam skrotum yang keluar dari testis. Epididmis berjumlah sepasang disebalah kanan dan kiri. Epididimis berfungsi sebagai tempat pematangan sperma, dengan cara menyimpan sperma dan mempertahankanya selama 6 minggu. Selama 6 minggu ini sperma akan menjadi motil, matur, sempurna dan mampu melakukan fertilisasi.
  1. Vas Deferent
Vas deferens merupakan saluran panjang dan lurus yang mengarah ke atas yang merupakan lanjutan dari epididymis dan berujung di kelenjar prostat. Vas deferens berfungsi sebagai saluran tempat jalanya sperma dari epididymis menuju kantug semen atau vasikula seminalis. 
  1. Duktus Ejakulatoris 
Duktus ejakulatoris merupakan saluran pendek yang merupakan pertemuan (ampula) dibagian ujung duktus deferens dan duktus vesikula seminalis, setiap duktus menembus kelenjar prostat untuk bergabung dengan uretra yang berasal dari  vesika urinia. Saluran ini berfungsi untuk mengeluarkan sperma agar masuk kedalam uretra.
  1. Uretra
Urethra merupakan saluran panjang terusan dari saluran ejakulasi dan saluran terakhir yang terdapat di penis. Uretra terdiri dari tiga bagian yaitu, uretra prostatic, uretra membranosa dan uretra penis. Fungsinya sebagai saluran kelamin yang berasal dari kantung semen dan saluran untuk membuang urin dari kantung kemih.
  1. Kelenjar Aksesoris
Terdapat tia perangkat kelenjar aksesoris yaitu, vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar bulbouretra atau kelenjar cowper,
  1. Vesikula Seminalis
Vesikula seminalis atau kantung semen (kantung mani) adalah kantung-kantung kecil yang berbentuk tidak teratur, yang terletak di belakang kantung kemih. Dinding vesikula seminalis menghasilkan zat makanan yang merupakan sumber makanan bagi sperma.

  1. Kelenjar prostat 
Kelenjar prostat melingkari bagian atas uretra dan terletak di bagian bawah kantung kemih. Keenjar prostat menyekresi produk-produkny langsung ke dalam saluran uretra melalui beberapa saluran kecil. Cairan ini encer dan mirip susu, serta mengandung enzim-enzim antikoagulan dan sitrat (salah satu nutrient sperma).
  1. Kelenjar Cowper
Kelenjar cowper atau bulbouretra merupakan sepasang kelnjar kecil yang terdapat disepanjang uretra, dibawah prostat. Kelenjar Cowper menghasilkan getah yang bersifat alkali (basa).

  1. Organ Reproduksi Wanita
Organ reproduksi wanita dibagi menjadi dua yaitu, organ reproduksi interna dan organ reproduksi interna.
  1. Organ Reproduksi Eksterna
                                     
Gambar 2.3 Organ reproduksi eksterna wanita

  1.  Vulva 
Vulva merupakan suatu celah yang terdapat di bagian luar dan terbagi menjadi 2 bagian yaitu:
  • Labium mayor merupakan sepasang bibir besar yang terletak di bagian luas dan membatasi vulva. Organ ini terdiri atas kulit, lemak, jaringan otot polos, pembuluh darh serta serabut saraf. 
  •  Labium minor merupakan sepasang bibir kecil yang terletak di bagian dalam dan membatasi vulva. Labia miora mengandung jaringan erektil.
  1. Klitoris 
Klitoris merupakan sebuah struktur terkecil yang sangat sensitive dan merupakan jaringan erektil, yang terletak didalam lipatan prepusium dan frenulum.
  1. Vestibulum 
Vestibulum merupakan rongga dibawah selaput lendir vulva diantara dua labia minora. Didalam vestibulum terdapat liang vagina,uretra, kelenjar skene kanan dan kiri serta kelenjar vestibuli mayor.
  1. Mons Pubis
Yaitu daerah yang menggantung diatas simfisi pubis. Organ ini terdiri atas jaringan dan lemak serta akan ditumbuhi rambut jika seorang wanita sudah beranjak dewasa.

  1. Hymen 
Yaitu selaput yang menutupi introitus vagina. Terdapat lubang ditengahnya agar kotoran menstruasi dapat keluar. Letaknya didalam mulut vagina sehingga memisahkan antara traktus reproduksi eksterna dan interna.
  1. Organ Reproduksi Interna
Organ Reproduksi interna wanita diantaranya yaitu sebagai berilkut :
            
Gambar 2.4 Organ Reproduksi Interna Wanita
  1. Vagina
  Vagina merupakan saluran penghubung  vulva dengan rahim yang terletak diatas saluran kemih dan lubang anus. Pada bagian ujung atasnya, terdpat mulut rahim (serviks). Vagina merupakan tabung berotot yang dilapisi oleh membrane epithelium serta dialiri pembuluh darah dan serabut saraf. Vagina memiliki fungsi penting diantaranya yaitu sebagai saluran keluar darah haid dan sekret rahim, saluran untuk bersenggama dan jalan lahir bayi saat bersalin. 
  1. Uterus 
Uterus (kantung peranakan) atau rahim merupakan rongga pertemuan oviduk kanan dan kiri yang berbentuk seperti buah pir dan bagian bawahnya mengecil yang disebut serviks (leher rahim). Uterus manusia berfungsi sebagai tempat perkembangan zigot apabila terjadi fertilisasi. Uterus terdiri dari dinding berupa lapisan jaringan yang tersusun dari beberapa lapis otot polos dan lapisan endometrium. Lapisan endometrium (dinding rahim) tersusun dari sel-sel epitel dan membatasi uterus. Lapisan endometrium menghasilkan banyak lendir dan pembuluh darah. Lapisan endometrium akan menebal pada saat ovulasi (pelepasan ovum dari ovarium) dan akan meluruh pada saat menstruasi. Panjang uterus kurang lebih 7,5 cm, lebar 5 cm, dan ebal 2,5 cm dengan berat 50 g.
  1. Ovarium 
Ovarium (indung telur) berjumlah sepasang, berbentuk oval dengan panjang 3 - 4 cm. Ovarium berada di dalam rongga badan, di daerah pinggang. Umumnya setiap ovarium menghasilkan ovum setiap 28 hari. Ovum yang dihasilkan ovarium akan bergerak ke saluran reproduksi. Fungsi ovarium yakni menghasilkan ovum (sel telur) serta hormon estrogen dan progesteron.                     
  1. Oviduk
Oviduk (tuba falopii) atau saluran telur berjumlah sepasang (di kanan dan kiri ovarium) dengan panjang sekitar 10 cm. Bagian pangkal oviduk berbentuk corong yang disebut infundibulum. Pada infundibulum terdapat jumbai-jumbai (fimbrae). Fimbrae berfungsi menangkap ovum yang dilepaskan oleh ovarium. Ovum yang ditangkap oleh infundibulum akan masuk ke oviduk. Oviduk berfungsi untuk menyalurkan ovum dari ovarium menuju uterus.
  1. Tuba Falopi
Tuba falopi merupakan saluran ovum yang berjalan lateral kiri dan kanan. Panjangnya kira-kira 12 cm dengan diameter 3-8 mm. tuba falopi terdiri atas :
  • Pars interstitialis, yaitu bagian yang terdapat diujung uterus,
  • Pars ithmus, yaitu bagian medial tuba falopi yang sempit.
  • Pars ampularis, bagian berbentuk suatu leher agak melebar dan merupakan tempat fertilisasi atau konsepsi ovum oleh sperma.
  • Infundibulum, yaitu bagian tuba falopi yang terbuka kearah rongga peritoneum dan mempunyai rumbai yang disebut fimbriae untuk menangkap ovum yang matang saat terjadi ovulasi di ovarium untuk kemudian disalurkan ke tuba falopi.
  1. Cervix 
merupakan bagian dasar dari uterus yang bentuknya menyempit sehingga disebut juga sebagai leher rahim. Menghubungkan uterus dengan saluran vagina dan sebagai jalan keluarnya janin dari uterus menuju saluran vagina.

  1. PROSES GAMETOGENEISI DAN HORMON YANG MEMPENGARUHINYA
Gametogenesis dalah proses terbentuknya gamet atau sel kelamin. Gametogenesis dibagi menjadi dua yaitu, gametogenesis pada pria yang disebut dengan spermatogensis (proses pembentukan sel kelamin jantan) dan gametogenesis pada wanita disebut Oogenesis (proses pembentukan sel kelamin wanita atau ovum).
  1. Spermatogenesis dan hormon yang mempengaruhinya
Sperma manusia berbentuk seperti kecebong dengan tiga bagian yaitu, bagian ekor, kepala, leher dan bagian tengah. Spermatogenesis terjadi didalam testis, tepatnya didalam duktus seminiverus. Pada mulanya, didalam tubulus seminiferus emrio laki-laki hanya terdapat 2 macam sel, yaitu sel induk dan sel punca besar yang akan berproliferasi secara miosis membentuk spermatogonia,, dan sel kecil yang belum berspesialisasi.  Pada saat terjadi spermatogenesis, sebagian sel akan tetap berupa sel punca sedangkan yang lain berdiferensiasi selama pembelahan meiosis.  
Pada masa pubertas, spermatogenesis belanjut, diamana spermatogonia berproliferasi menghasilkan semakin banyak spermatogonia, yang masing-masing mengandung 23 pasang kromosom atau diploid  (2n = 46 kromosom). Beberapa spermatogonia berdiferensiasi menjadi spermatosit primer yang diploid. Sel-sel spermatosit primen tersebut kemudian membelah secara meiosis menjadi dua spermatosit sekunder dengan jumlah kromosom menjadi setengahnya yaitu 23 kromosom atau haploid. Selanjutnya spermatosit sekuder akan membelah lagi secara meiosis menjadi empat spermatid. Ke empat spermatid ini memasuki ujung sel-sel sertoli untuk mematangkan diri menjadi spermatozoa yang merupakan tahap akhir dari proses pembentukan sperma. Tahap- tahap ini bermula dari bagian dalam dinding luar duktus seminiferus menuju kearah lumen, mengandung sel spermatogonia, spermatosit prrimer, spermatosit sekunder, spermatid menjadi spermatozoa.
Proses pematangan spermatid menjadi spermatozoa disebut spermatogenesis, yang terjadi didalam epididimis dan terbagi menjadi 4 fase, yaitu fase golgi, fase tutup (cap), fase akrosom, dan fase pematangan.
                                 
                Gambar 2.5 spermatogenesis
Hormon yang berpengaruh pada Spermatogenesis
Proses spermatogenesis distimulasi oleh sejumlah hormon, yaitu estoteron, LH (Luteinizing Hormone), FSH (Follicle Stimulating Hormone), estrogen dan hormon pertumbuhan.
  • Testoteron
Testoteron disekresi oleh sel-sel Leydig yang terdapat di antara tubulus seminiferus. Hormon ini penting bagi tahap pembelahan sel-sel germinal untuk membentuk sperma, terutama pembelahan meiosis untuk membentuk spermatosit sekunder.
  • LH (Luteinizing Hormone)
LH disekresi oleh kelenjar hipofisis anterior. LH berfungsi menstimulasi sel-sel Leydig untuk mensekresi testoteron


  • FSH (Follicle Stimulating Hormone)
FSH juga disekresi oleh sel-sel kelenjar hipofisis anterior dan berfungsi menstimulasi sel-sel sertoli. Tanpa stimulasi ini, pengubahan spermatid menjadi sperma (spermiasi) tidak akan terjadi.
  • Hormon Pertumbuhan
Hormon pertumbuhan diperlukan untuk mengatur fungsi metabolisme testis. Hormon pertumbuhan secara khusus meningkatkan pembelahan awal pada spermatogenesis.

  1. Oogenesis dan Hormon yang berpengaruh pada wanita
Oogenesis merupakan proses pembentukan ovum di dalam ovarium. Ovum pada waktu diovulasi dari ovarium adalah ovum yang belum matang. Ovum ini berada dalam stadium oosit sekunder (haploid/n kromosom) hasil pembelahan meiosis I. oosit sekunder baru dapat melanjutkan meiosis II jika diinduksi oleh penetrasi spermatozoa pada waktu fertilisasi. Oogenesis dimulai didalam embrio wanita, yang menghasilkan oogonium dari sel punca (stem cel) proimordial. Oogonium membelah secara mitosis untuk membentuk oosit primer yang telah ada sejak masa bayi, tetapi tertahan perkembanganya sampai masa pubertas tiba. Oosit primer ini terkandung didalam folikel kecil. Oosit primer mengandung 3 pasang kromosom atau diploid ( 2n = 46 kromosom).
Saat pubertas, FSH akan merangsang folikel untuk melanjutkan perkembanganya dan oosit primer melakukan pembelahan meiosis I menghasilkan satu sel oosit sekunder yang besar dan satu sel polosit primer ( badan polar pertama) yang lebih kecil. Perbedaan ini disebabkan sel oosit sekunder me gandung hamper semua sitoplasma dan kuning telur, sedangkan sel polosit hanya mengandung nucleus saja. Oosit sekunder mempunyai kromosom setengah kromosom oosit primer yaitu 23 kromosom atau haploid (n). oosit sekunder akan dilepaskan saat ovulasi. Jika ada sperma yang berhasil menembusnya, oosit sekunder akan menjalani meiosis II menghasilakan satu sel ootid yang besar dan satu sel polosit sekunder ( badan polar sekunder ). Ootid yang besar tersebut mengandung hamper semua kuning telur dan sitoplasma. Pada saat yang sama polosit primer akan membelah diri menjadi dua (bisa juga tidak membelah). Kemudian ootid berdeferensiasi menjadi ovum yang mempunyai 23 kromosom (haploid). Kemudian ketiga polosit kecil akan hancur, sehingga setiap oosit primer hanya menghasilkan satu ovum yang fungsioal. Oogenesis terjadi didalam ovarium hanya berlangsung hingga seorang wamita berusia 40 -50 tahun. Setelah wanita tidak mengalami menstruasi lagi, (menopouse), ovum tidak di produksi lagi.
                          
Gambar 2.6 Oogenesis
Hormon yang berpenaruh pada wanita
  • Hormon estrogen
      Estrogen memengaruhi organ endokrin dengan  menurunkan sekresi FSH, dimana pada beberapa keadaan akan menghambat sekresi LH dan pada keadaan lain meningkatkan LH. Pengaruh terhadap organ seksual antara lain pada pembesaran ukuran tuba falopii, uterus, vagina, pengendapan lemak pada mons veneris, pubis, dan labia, serta mengawali pertumbuhan mammae. Pengaruh lainnya adalah kelenjar mammae berkembang dan menghasilkan susu, tubuh berkembang dengan cepat, tumbuh rambut pada pubis dan aksilla, serta kulit menjadi lembut.
  • Hormon progesterone
      Dihasilkan oleh korpus luteum dan plasenta, bertanggung jawab atas perubahan endometrium dan perubahan siklik dalam serviks serta vagina.Progesteron berpengaruh sebagai anti estrogenic pada sel-sel miometrium.Efek progesterone terhadap tuba falopii adalah meningkatkan sekresi dan mukosa. Pada kelenjar mammae akan meningkatkan perkembangan lobulus dan alveolus kelenjar mammae, kelenjar elektrolit serta peningkatan sekresi air dan natrium.
  • Foliclle stimulating hormone (FSH)
      FSH dibentuk oleh lobus anterior kelenjar hipofisi. Pembentukan FSH ini akan berkurang pada pembentukan/pemberian estrogen dalm jumlah yang cukup seperti pada kehamilan.
  • Lutein hormone (LH)
   LH bekerjasama dengan FSH untuk menyebabkan terjadinya sekresi estrogen dari folikel de Graaf.LH juga menyebabkan penimbunan substansi dari progesterone dalam sel granulosa.
  1. PROSES MENSTRUASI, OVULASI, FERTILISASI DAN KEHAMILAN
    1. Menstruasi
Menstruasi (haid) adalah pendarahan secara periodik dan siklik dari uterus yang disertai pelepasan endometrium. Menstruasi terjadi jika ovum tidak dibuahi oleh sperma. Siklus menstruasi sekitar 28 hari. Pelepasan ovum yang berupa oosit sekunder dari ovarium disebut ovulasi, yang berkaitan dengan adanya kerjasama antara hipotalamus dan ovarium. Hasil kerjasama tersebut akan memacu pengeluaran hormon-hormon yang mempengaruhi mekanisme siklus menstruasi. Siklus menstruasi dibagi atas empat fase :
  • Fase menstruasi
Yaitu, luruh dan dikeluarkannya dinding rahim dari tubuh.Hal ini disebabkan berkurangnya kadar hormon seks. Hali ini secara bertahap terjadi pada hari ke-1 sampai 7.
  • Fase pra-ovulasi
Yaitu masa pementukan dan pematangan ovum dalam ovarium yang dipicu olehpeningkatan kadar esterogen dalam tubuh. Hal ini terjadi secara bertahap pada hari ke 7 sampai 13. 
  • Fase ovulasi
Masa subur atau Ovulasi adalah suatu masa dalam siklus menstruasi wanita dimana sel telur yang matang siap untuk dibuahi. menurut beberapa literatur, masa subur adalah 14 hari sebelum haid selanjutnya. Apabila wanita tersebut melakukan hubungan seksual pada masa subur atau ovulasi maka kemungkinan terjadi kehamilan.
  • Fase pascaovulasi
Yaitu, masa keluruhan ovum bila tidak dibuahi. Pada tahap ini, terjadi kenaikan produksi progesterone sehingga endometrium menjadi lebih tebal dan siap menerima embrio untuk berkembang. Jika tidak terjadi fertilisasi, maka hormone seks dalam tubuh akan berulang dan fase menstruasi kembali.
    1.  Ovulasi
  Ovulasi adalah proses pelepasan sel telur. Proses ovulasi dipengaruhi oleh hormon, yaitu LH dan FSH. Kedua hormon ini dihasilkan oleh kelenjar hipofisis di dalam otak. Pada saat inilah seorang wanita dikatakan mengalami masa subur. Masa subur bagi seorang wanita tidak berlangsung setiap hari. Satu siklus menstruasi (haid) akan dimulai pada hari pertama setelah hari terakhir masa haid sebelumnya dan berakhir pada hari pertama masa haid berikutnya. Mulai pada hari pertama siklus ini sel telur bersama folikelnya akan mengalami pematangan.   
Lalu pada sekitar 13 - 15 hari sebelum hari pertama haid akan terjadi ovulasi. Setelah sel telur masak, selanjutnya akan dikeluarkan dari ovarium. Dalam proses ini, sel telur berada di dalam folikel. Folikel dan dinding ovari robek, akhirnya sel telur yang sudah matang akan keluar dan masuk ke dalam oviduk (tuba falopi) melalui infundibulum, yaitu bagian yang berbentuk seperti jari-jari. Telur yang telah dewasa ini akan masuk ke dalam saluran telur (tuba falopi) yang akan menghanyutkannya ke dalam rahim dengan cairan khusus. Sel telur dewasa ini baru akan dapat dibuahi dalam tempo 24 jam setelah dilepaskan oleh indung telur (ovarium) yaitu pada saat dalam perjalanan menuju rahim. Setelah sel telur dilepaskan, maka sel folikel menjadi kosong. Sel ini kemudian akan berubah menjadi korpus luteum. Pembentukan korpus luteum ini didikung oleh LH. Terbentuknya korpus luteum akan memicu terbentuknya hormon estrogen dan progesteron. Selama masa subur yang berlangsung mulai 20 sampai 35 tahun hanya 420 buah yang dapat mengikuti proses pematangan dan terjadi ovulasi. 
    1. Fertilisasi 
Fertilisasi adalah penyatuan ovum ( oosit sekunder ) dan spermatozoa yang biasanya terjadi di ampula tuba.  Fertilisasi mempunyai 2 fungsi utama yaitu :
  • Fungsi reproduksi, ysng memungkinkan terjadi pemindahan unsure-unsur genetic dari orang tua kepada keturunan. 
  • Fungsi perkembangan, ketika fertilisasi memicu oosit sekunder untuk melanjutkan dan menyelesaikan proses pembelahan meiosis dan membentuk pronukleus wanita.
Fertilisasi terjadi melalui 4 tahap yaitu sebagai berikut :
  1. Penetrasi korona radiata, yang dilakukan oleh sperma dengan bantuan enzim hialuronidase yang melarutkan senyawa hialuroid pada korola radiate.
  2. Penetrasi zona pelusida, dilakukan oleh sperma dengan antuan enzim akrosin untuk menghancurkan glikoprotein. Penetrasi ini memicu sel-sel granulosit dibagian korteks oosit sekunder untuk mengeluarkan senyawa tertentu yang menyebabkan sel-sel dizona pelusida berkaitan satu sama lain membentuk suatu materi yang keras dan tidak dapat ditembus oleh sperma lain. Proses ini mencegah ovum dibuahi lebih dari stu sel sperma.
  3. Setelah menembus zona pelusida, spermatozoa akan masuk ke ruang perivitelin, kemudian akan menempel dan berfusi antara membrane spermatozoa dengan membrane plasma oosit. Peleburan ini memungkinkan nucleus spermatozoa masuk ke sitoplasma, kemudian berkondensasi dan membesar sehingga menjadi pronukleus pria (n). Akibat masuknya nucleus spermatozoa ini mengaktivasi oosit sekunder mnyelesaikan pembelahan meisosis keduanya menjadi ootid dan polosit sekunder, sedangkan nucleus menjadi pronukleus wanita.   
  4. Kedua pronukleus bergerak ketengah, lalu terjadi fusi pronukleus wanita dan pronukleus pria. Peleburan ini mengembalikan jumlah kromosom dari haploid menjadi diploid, dan sel baru hasil peleburan disebut zigot.

    1. Proses Kehamilan
 Kehamilan terjadi akibat adanya pembuahan sel telur di dalam indung telur wanita oleh sperma. Dalam proses alamiah, ini terjadi karena sperma masuk ke indung telur melalui saluran rahim pada saat melakukan berhubungan badan.
Normalnya, wanita hanya memproduksi satu sel telur setiap bulannya. Dilain tubuh pria bisa memproduksi sperma terus menerus dalam jumla besar. Rata-rata setiap semprotan air mani mengandung 100-200 juta sperma. Namun dari jumlah tersebut hanya satu yang berhasil menembus indung telur dan membuahi sel telur. Ini merupakan salah bentuk seleksi alam untuk memilih bibit yang terbaik. Apabila pembuahan ini berhasil, dari satu sel telur yang telah dibuahi dan berukuran 0.2 mm akan terus berkembang biak dan berpindah ke dalam rahim.
Setelah menempel pada dinding uterus, janin memperoleh makanan dari ibu melalui plasenta. Sebelum terbentuknya plasenta, janin memperoleh dari korpus luleteum. 
Janin dibungkus oleh selaput yang berfungsi untuk melindungi embrio dari kekeringan dan guncangan serta membantu proses pernapasan dan ekresi. Selaput pembungkus terdiri atas sakus vitelinus, amnion, korion dan alantois. Saku Vitelinus (kantong kuningtelur) merupakan tempat pemunculan sel sel darah dan pembuluh darah pertama. Amnion merupakan selaput dalam yang menghasilkan getah kebutuban untuk melindungi embrio dari guncangan. Korion merupakan selaput paling luar embrio. Alantois terdapat dalam tali pusat yang berfungsi menghubungkan sirkulasi darah embrio dengan plasenta. Setelah lebih dari 40 minggu dari pemulaan siklus menstuasi terakhir dalam kandungan, bayi sudah sempurna dan siap lahir.
Hormon-hormon yang berperan dalam kehamilan:
  • Progesteron dan estrogen, merupakan hormon yang berperanan dalam masa kehamilan 3-4 bulan pertama masa kehamilan. Setelah itu fungsinya diambil alih oleh plasenta. Hormon estrogen makin banyak dihasilkan seiring dengan bertambahnya usia kandungan karena fungsinya yang merangsang kontraksi uterus. Sedangkanhormon progesterone semakin sedikit karena fungsinya yang menghambat kontraksi uterus.
  • Prolaktin merupakan hormon yang disekresikan oleh plasenta dan berfungsi untuk memacu glandula mamae untuk memproduksi air susu. Serta untuk mengatur metabolisme tubuh ibu agar janin (fetus) tetap mendapatkan nutrisi.
  • HCG (hormone chorionic gonadotrophin) merupakan hormone untuk mendeteksi adanya kehamilan. Bekerja padahari ke-8 hingga mingguke-8 pada masa kehamilan. Hormon ini ditemukan pada urine waniapada uji kehamilan.
  • Hormon oksitosin merupakan hormone yang berperan dalamkontraksi uterus menjelang persalianan.
  1. KELAINAN-KELAINAN PADA SISTEM REPRODUKSI
 Seperti sistem lain dalam tubuh, sistem reproduksi juga bisa dijumpai kelainan dan penyakit. Kelainan dan penyakit pada sistem reproduksi manusia dapat terjadi pada pria dan wanita. Berberapa kelianan tersebut antara lain:
    1. Genore 
Genore adalah penykit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neiseeria gonerrhoeae, yang mengifeksi lapisan dalam saluran kandung kemih , lher rahim, rektum , tenggorokan, dan bagian putih mata.
    1. Sifilis 
Sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabakan oleh bakteri Treponema pilldum , yang masuk kedalam tubuh manusia melalui selaput lendir atau melalui kulit. Dalam berberapa jam, nalteri akan sampai akan sampai kelanjar gatah benih terdekat sehingga dapat menyebar keseluruh tubuh kealiran darah. Sifilis juga dapat mengifeksi janin dalam kandungan hingga menyebabkan cacat bawaan. 
    1. Prostatis 
Protastis merupakan penyakit peradangan kelenjar prostat. Gangguan pronstat dapat menyebabkan kematian bagi penderitannya. Radang postat dapat menimpah pada 30-45 tahun. Gejalanya rasa sakit padaperut dan slangkangan., penyebabnya dapat berupa kuman, makanan, atau unsure psikologi. 
    1. Impotensi 
Biasanya merupakan akibat kelianan pembelu darah, kelainan persarafan, kelainan pada penis , dan masalah piskis yang mempegaruhi gairah pada seksual, atau akibat obat-obatan. Penyebabnya biasanya ditemukan pada pria usia lanjut sedangkan masalah piskis biasanya terjadi pada pria usia muda. Semakin bertambah umur maka semakin sering terjadi impotensi. 
    1. Kanker rahim
Kanker rahim adalah tumorganas padalapisan rahim (endometrim). Kanker rahim biasanya terjadi setelah masa monopose dan sering terjadi ppada wanita usia 40-50 tahun, kanker rahim dapat menyebar ke berbagai bagian tubuh seprti indung telur, saluran telur dan sistem getah bening. 
    1. Kanker payudara
Kanker payudara adalah tumor ganas yang tumbuh didalam jaringan peyudara. Kanker payudara dapat melalui tumbuh didalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak dan jaringan ikat pada payudara. Penyebab dari kanker payudara tidak diketahui, tetapi  ada berbarapa faktor resiko yang menyebabkan seorang wanita menjadi lebih muda terkena kanker payudara.
    1. Endometriosis 
Endometriosis adalah suatu penykkit dimana bercak-bercak jaringan endometrium tumbuh diluar rahim, padahal dalam keadaan normal, endometrium hanya hanya ditemukan didalam rahim. Endometrium yang salah tempat biasanya melekat pada indung telur dan penyokong rahim. Penyebab endomerium belium diketahui. Endometiosis  memberikan respone terhadap hormone yang menyebabkan, tetapi mereka tidak mampu memisahkan dirinya dari jaringan dan terlepas selama mentruasi. kadang terjadi pendarahan ringan , tetapi akan segera membaik dan kembali dirangsang pada silkulasi mentruasin berikutnya.
    1. AIDS
Aids merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh virus HIV. Virus hIv terdapat didalam cairan tubuh sesorang yang sudah terinfeksi seperti didalam darah, air mani , atau cairan vagina. Sebelum HIV terjadi AIDS penderitanya akan terlihat sehat dalam waktu 5-10tahun. Walapun tampak sehat mereka akan dapat menular ke orang lain.  Biasanya HIV dapat retular melalui jabatan tangan, sentuhan, ciuman, pelukan, dan hubungan seksual. Gejala-gelaja AIDS adalah kehilangan berat badan drastic, diare berkelanjutan, pembengkakan pada leher dan ketiak , serta batuk terus menurus.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan rumusan masalah diatas maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
  1. Sistem reproduksi adalah sistem yang berfungsi untuk berkembang biak. Terdiri dari testis, ovarium dan bagian alat kelamin lainnya. Sistem repdroduksi manusi dibagi menjadi dua yaitu, sistem reproduksi pria dan sistem reproduksi wanita.
  2. Gametogenesis dalah proses terbentuknya gamet atau sel kelamin. Gametogenesis dibagi menjadi dua yaitu, gametogenesis pada pria yang disebut dengan spermatogensis (proses pembentukan sel kelamin jantan) dan gametogenesis pada wanita disebut Oogenesis (proses pembentukan sel kelamin wanita atau ovum).
  3. Menstruasi (haid) adalah pendarahan secara periodik dan siklik dari uterus yang disertai pelepasan endometrium. Menstruasi terjadi jika ovum tidak dibuahi oleh sperma. Siklus menstruasi sekitar 28 hari. Pelepasan ovum yang berupa oosit sekunder dari ovarium disebut ovulasi, yang berkaitan dengan adanya kerjasama antara hipotalamus dan ovarium. Hasil kerjasama tersebut akan memacu pengeluaran hormon-hormon yang mempengaruhi mekanisme siklus menstruasi. Siklus menstruasi dibagi atas empat fase
  4. Kelainan dan penyakit pada sistem reproduksi manusia dapat terjadi pada pria dan wanita. Berberapa kelianan tersebut antara lain: gonera, sifilis, prostatis, impotensi, kanker rahim, kanker payudara, endometriosis dan AIDS.



DAFTAR PUSTAKA
Campbell,A.Neil. Dkk. BIOLOGI JILID DUA EDISI KEDELAPAN. Jakarta : Erlangga. 2010
Ferial,W.Eddyman. BIOLOGI REPRODUKSI. Jakarta : Erlangga. 2013
Nani. Desiyani. FISIOLOGI MANUSIA SIKLUS REPRODUKSI WANITA. Jakarta : Penebar Plus. 2018
Rajab. Wahyu. EPIDEMIOLOGI KESEHATAN REPRODUKSI. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2009.









Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "MAKALAH SISTEM REPRODUKSI MANUSIA"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel