makalah sistem kardiovaskuler (Anatomi dan Fisiologi Tubuh Manusia)

SISTEM KARDIOVASKULER


(Makalah Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Anatomi dan Fisiologi Tubuh Manusia)


KATA PENGANTAR
Puji kami syukur kita panjatkan kepada kehadirat Allah Swt., yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayahnya kepada kita semua sehingga dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan tepat waktunya. Tugas ini kami buat untuk melatih kami agar dapat membuat makalah yang baik dan benar. Karena hasil yang memuaskan membutuhkan kerja keras dan bersungguh-sungguh. Kami sadar apabila di dalam maklah ini masih banyak kesalahan penulisan dan tanda baca yang jauh dari harapan dosen pembimbing. Namun sebagai awal pembelajaran dan penambah semangat belajar tidak ada salahnya jika kami mengucapkan rasa syukur dan hamdalah.
     Terima kasih kepada dosen telah mempercayai kami untuk mengerjakan tugas ini. Kesalahan yang ada di dalam makalah ini bukanlah disengaja namun karena kekhilafan, kelupaan dan kurang ketelitian kami dalam mengerjakannya. Kami telah berusaha dan semaksimal mungkin untuk memberikan makalah ini selengkap-lengkapnya. Kami telah berusaha dan semaksimal mungkin untuk memberikan makalah ini selengkap -lengkapnya dan sebaik-baiknya. Saya harap dosen dan teman-teman dapat menerima makalah dari kami ini.
Terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan banyak saran dan komentarnya. Demikian,  saya harap makalah ini berguna untuk dapat menambah ilmu dan referensi  teman-teman sekalian.


Penyusun


DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang Masalah 1
  2. Rumusan Masalah 1
  3. Tujuan 1


BAB II PEMBAHASAN
  1. Pengertian sistem kardiovaskuler 3
  2. Komponen sistem kardiovaskuler 4
  3. Perkembangan system kardiovaskuler 5
  4. Anatomi  sistem kardiovaskuler 6
  5.   Mekanisme pengaturan system kardiovaskuler 9

BAB III PENUTUP
  1. Kesimpulan 14
  2. Saran 14

DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
Kardiovaskuler terdiri dari dua suku kata yaitu cardiac dan vaskuler. Cardiac yang berarti jantung dan vaskuler yang berarti pembuluh darah. Sistem kardiovaskuler bertugas mengedarkan darah ke seluruh tubuh dimana darah mengandung oksigen dan nutrisi yang diperlukan sel/jaringan untuk metabolisme. Sistem kardiovaskuler juga membawa sisa metabolisme untuk dibuang melalui organ-organ eksresi.
Sistem kardiovaskular merupakan suatu sistem transport tertutup yang terdiri atas: Jantung, yang berfungsi sebagai pemompa yang melakukan tekanan terhadap darah agar dapat mengalir ke jaringan. Pembuluh darah, berfungsi sebagai saluran yang digunakan agar darah dapat didistribusikan ke seluruh tubuh. Darah, berfungsi sebagai media transportasi segala material yang akan didistribusikan ke seluruh tubuh.
Hanya dalam beberapa hari setelah konsepsi sampai kematian, jantung terus-menerus berdetak. Jantung berkembang sedemikian dini, dan sangat penting seumur hidup. Hal ini karena sistem sirkulasi adalah sistem transportasi tubuh. Fungsi ini akan berfungsi sebagai sistem vital untuk mengangkut bahan-bahan yang mutlak dibutuhkan oleh sel-sel tubuh.
  1. Rumusan Masalah
    1. Apa yang dimaksud dengan dengan sistem kardiovaskuler?
    2. Bagaimana komponen sistem kardiovaskuler?
    3. Bagaimana perkembangan system kardiovaskuler?
    4. Apa saja anatomi  sistem kardiovaskuler?
    5. Bagaimana mekanisme pengaturan system kardiovaskuler?
  2.  Tujuan
  1. Untuk mengetahui yang dimaksud dengan sistem kardiovaskuler
  2. Untuk mengetahui komponen sistem kardiovaskuler
  3. Untuk mengetahui Perkembangan system kardiovaskuler
  4. Untuk mengetahui tentang anatomi  sistem kardiovaskuler
  5. Untuk mengetahui tentang mekanisme pengaturan system kardiovaskuler


BAB II
PEMBAHASAN


  1. Sistem Kardiovaskuler
Sistem kardiovaskuler merupakan organ sirkulsi darah yang pada prinsipnya terdiri dari jantung, pembuluh darah dan saluran limfe. Sistem ini berfungsi untuk megangkut oksigen, nutrisi dan zat-zat lain untuk didistribusikan ke seluruh tubuh serta membawa bahan-bahan hasil akhir metabolisme untuk dikeluarkan dari tubuh. 
komponen darah dan pembuluh darah yang berfungsi memberikan dan mengalirkan suplai oksigen dan nutrisi keseluruh jaringan tubuh yang di perlukan dalam proses metabolisme tubuh. Sistem kardivaskuler memerlukan banyak mekanisme yang bervariasi agar fungsi regulasinya dapat merespons aktivitas tubuh, salah satunya adalah meningkatkan aktivitas suplai darah agar aktivitas jaringan dapat terpenuhi. Pada keadaan berat, aliran darah tersebut, lebih banyak di arahkan pada organ-organ vital seperti jantung dan otak yang berfungsi memlihara dan mempertahankan sistem sirkulasi itu sendiri.
Gambar 1.1 jantung pusat dan system kardiovaskuler
  1. Komponen Sistem Kardiovaskuler
Sistem kardiovaskuler terdiri atas organ jantung dan pembuluh darah. Fungsi sistem ini dapat dianalogikan dengan sistem pengairan di rumah tangga, dimana organ jantung berperan sebagai pompa dan pembuluh darah berperan sebagai salurannya atau pipanya. Sistem ini bertanggung jawab untuk mentransportasikan darah dan zat yang dikandungnya ke seluruh bagian tubuh manusia. 
 Untuk menjaga agar darah tetap mencapai seluruh bagian tubuh secara terus-menerus maka jantung sebagai pompa harus berdenyut secara terus menerus pula. Denyutan jantung diatur oleh sistem saraf otonom (SSO) yang berada di luar kesadaran atau kendali kita sehingga kita tidak dapat mengatur denyutan jantung seperti kehendak kita.  
Sistem kardiovaskuler merupakan sistem tertutup artinya darah yang ditransportasikan akan berada di dalam jantung dan pembuluh darah, tidak dialirkan ke luar pembuluh darah. Berdasarkan arah aliran darah maka pembuluh darah dapat dikelompokkan menjadi dua. Pertama adalah pembuluh darah yang meninggalkan jantung (arteri) dan pembuluh darah yang menuju jantung (vena). Berdasarkan ukuran penampangnya (diameter) maka pembuluh darah (arteri dan vena) dapat dikelompokkan menjadi pembuluh darah besar, sedang, dan kecil. Contoh pembuluh arteri besar adalah aorta, a. iliaca commonis; pembuluh arteri sedang adalah  a. tibialis, a. radialis; sedangkan contoh vena besar adalah v. cafa superior dan inferior. Diantara pembuluh darah arteri kecil (arteriole) dan vena kecil (venule) akan terdapat saluran kecil yang disebut pembuluh kapiler. Pembuluh kapiler ini menghubungkan bagian pembuluh darah arteri dan vena.
  1. Perkembangan Sistem Kardiovaskuler  
Sistem kardiovaskuler mulai berfungsi pada usia 3 minggu kehamilan. Dalam sistem kardiovaskuler terdapat pembuluh darah terbesar yang di sebut Angioblast. Angioblast ini timbul dari :
    1. Mesoderm : splanknikus & chorionic 
    2. Merengkim : yolk sac dan tali pusat 
    3. Dan dapat juga menimbulkan pembuluh darah dan darah 
Dalam awal perkembangannya yaitu pada minggu ketiga, tabung jantung mulai berkembang di splanknikus yaitu antara bagian pericardial dan IEC dan atap katup uning telur sekunder(kardiogenik area). Tabung jantung pasangkan membujur endotel berlapis saluran. Tabung-tabung membentuk untuk menjadi jantung primordial. Jantung tubular bergabung dalam pembuluh darah di dalam embrio yang menghubungkan tangkai, karian dan yolk sac membentuk sistem kardivaskuler purba. Pada janin, proses peredaran darah melalui plasenta.
  1. Anatomi Sistem Kardiovaskuler


gambar 1.2 anatomi jantung


  1. Jantung 
Ukuran jantung sekitar sedikit besar dari satu kepalan tangan dengan berat berada pada rentang 7 – 15 ons (200 – 425 gram). Dalam setiap harinya jantung mampu memompa darah sampai dengan 100.000 kali dan dapat memompa darah sampai 7.571 liter. Posisi jantung berada di belakang sternum pada rongga mediastinum, diantara costae kedua dan keenam. Pada jantung sebelah kanan menerima darah yang tidak teroksigenasi dari vena cava superior dan vena cava inferior kemudian mengalirkannya ke pulmonal untuk proses oksigenasi. Sedangkan bagian kiri jantung menerima dari teroksigenasi dari paru melalui vena pulmonalis untuk selanjutnya diedarkan ke seluruh tubuh melalui aorta. Jantung terletak di rongga dada (thorax), dan cenderung terletak di sisi kiri. Pada kelainan dekstrokardia jantung justru terletak di sisi sebelah kanan. Jantung dikelilingi oleh pembuluh darah besar dan organ paru, dan timus di bagian depannya.  
Jantung terdiri dari empat ruang jantung yang dipisahkan oleh sekat-sekat jantung. Empat ruang jantung tersebut adalah :
    1. Atrium kanan 
    2. Atrium kiri 
    3. Ventrikel kanan 
    4. Ventrikel kiri
Ruang jantung ini terbentuk karena adanya sekat interventrikuler dan sekat atrioventrikuler. Pada sekat atrioventrikuler terdapat dua buah katup jantung, yaitu katup trikuspidalis dan katup bicuspidalis. Disebut trikuspidalis karena terdiri dari tiga lempengan katup, dan disebut bicuspidalis karena terdiri dari dua buah lempengan katup.  Atrium kanan dan kiri memiliki ukuran yang sama, demikian juga ventrikel kanan dan kiri. Atrium dibatasi oleh otot jantung dan sekat yang tipis, sedangkan bagian ventrikel dibatasi oleh otot jantung dan sekat interventrikuler yang tebal.  
Empat ruang jantung ini dilapisi oleh lapisan endotel, endocardium, myocardium, dan dua lapisan pericardium (bagian dalam = bagian visceral dan bagian luar = bagian parietal). Katup jantung sesungguhnya merupakan perluasan cincin fibrosa atrioventrikuler, yang terdiri dari jaringan ikat fibrosa yang dilapisi endotel pada kedua sisi.  
Darah mengalir di dalam jantung ke satu arah, dari sisi kanan ke sisi kiri. Hal ini dimungkinkan karena adanya katup-katup jantung yang akan mencegah aliran darah balik. Katup-katup ini hanya mengijinkan darah mengalir dari atrium kanan ke ventrikel kanan; dan dari atrium kiri ke ventrikel kiri.  
Darah di dalam jantung mengalir dalam satu arah. Dari atrium kanan darah akan mengalir ke ventrikel kanan, darah ini mengandung oksigen yang rendah, dan banyak mengandung CO2. Kemudian darah dialirkan ke paru melalui arteri pulmonalis, untuk mendapatkan Oksigen (oksigenasi). Dari paru-paru darah kembali ke atrium kiri jantung melalui vena pulmonalis, darah ini kaya akan oksigen karena telah mengalami oksigenasi di paru. Dari atrium kiri dialirkan ke ventrikel kiri, selanjutnya ke seluruh tubuh melalui aorta.
Otot Jantung Terdiri Dari 3 Lapisan yaitu :
Gambar 1.3 lapisan otot jantung


  1. Luar/pericardium  
Berfungsi sebagai pelindung jantung atau merupakan kantong pembungkus jantung yang terletak di mediastinum minus dan di belakang korpus sterni dan rawan iga II- IV yang terdiri dari 2 lapisan fibrosa  dan serosa yaitu lapisan parietal dan viseral. Diantara dua lapisan jantung ini terdapat lender sebagai pelican untuk menjaga agar gesekan pericardium tidak mengganggu jantung. 
  1. Tengah/ miokardium 
Lapisan otot jantung yang menerima darah dari arteri koronaria. Susunan miokardium yaitu:
  1. Otot atria: Sangat tipis dan kurang teratur, disusun oleh dua lapisan. Lapisan dalam mencakup serabut-serabut berbentuk lingkaran dan lapisan luar mencakup kedua atria.
  2. Otot ventrikuler: membentuk bilik jantung dimulai dari cincin antrioventikuler sampai ke apeks jantung.  
  3. Otot atrioventrikuler: Dinding pemisah antara serambi dan bilik( atrium dan ventrikel).
  1. Dalam / Endokardium 
Dinding dalam atrium yang diliputi oleh membrane yang mengilat yang terdiri dari jaringan endotel atau selaput lender endokardium kecuali aurikula dan bagian depan sinus vena kava.
  
  1. Mekanisme Sistem Kardiovaskuler
  1. Mekanisme pengaturan jantung
Walaupun jantung dapat memulai kontraksinya sendiri, aktivitasnya sangat dipengaruhi oleh sistem saraf. Sehingga, aktivitas jantung tetap sesuai dengan kebutuhan tubuh. Impuls pengaturan dilepaskan oleh pusat pengatur di otak dan sumsum tulang belakang yang disalurkan melalui saraf simpatis dan parasimpatis. Saraf simpatis dan parasimpatis memiliki efek yang berlawanan satu sama lain. Nervus vagus adalah serabut saraf parasimpatis yang melayani jantung. Berikut ini merupakan mekanisme pengaturan pada jantung:
  1. Pusat Pengaturan Jantung
Pusat tertinggi terletak di kortek cerebri sehingga faktor fisik dan emosi dapat mempengaruhi aktivitas jantung. Pusat berikutnya di bawah korteks adalah hipotalamus bagian posterior yang mengirim impuls ke pusat eksitasi di medulla oblongata dan hipotalamus bagian medial yang mengirim impuls ke pusat inhibisi di medulla oblongata. Pusat eksitasi meneruskan impulsnya ke saraf simpatis dan pusat inhibisi meneruskan impulsnya ke saraf parasimpatis.
  1. Parasimpatis
Impuls yang disalurkan oleh sistem parasimpatis cenderung untuk mengurangi aktivitas jantung : menurunkan denyut jantung, menurunkan kemampuan konduksi, menurunkan kontraktilitas, dan menurunkan kepekaan otot jantung. Variasi tonus vagus merupakan faktor utama dalam perubahan denyut jantung.
  1. Simpatis
Secara konstan mengeluarkan impuls yang cenderung untuk mengakselerasi aktivitas jantung, diantaranya : meningkatkan frekuensi denyut jantung, meningkatkan konduktivitas, meningkatkan kontraktilitas, dan meningkatkan kepekaan otot jantung. 
  1. Refleks Jantung
Terdapat dua buah refleks yang melibatkan jantung, yaitu refleks eksitasi dan refleks inhibisi jantung. Refleks ini terdiri dari lima komponen yaitu : reseptor, serabut aferen (yang membawa impuls ke pusat refleks), pusat refleks di medulla oblongata, serabut eferen (yang membawa impuls dari pusat refleks ke jantung), dan organ efektor yaitu jantung.
  1. Refleks Eksitasi 
Stimulusnya adalah peningkatan venous return yang menuju atrium kanan. Stimulus akan merangsang reseptor refleks ini, baroreseptor, yang terdapat di dekat muara vena cava. Baroreseptor peka terhadap perubahan tekanan. Baroreseptor mengeluarkan impuls yang disalurkan oleh serabut aferen, nervus vagus, ke pusat refleks otonom di medulla oblongata. Kemudian pusat refleks mengurangi impuls parasimpatis dan meningkatkan impuls simpatis, disalurkan melalui serabut eferen ke jantung. Efeknya terjadi peningkatan frekuensi dan kekuatan kontraksi, dan akhirnya peningkatan curah jantung.
  1. Refleks Inhibisi 
Stimulusnya adalah peningkatan tekanan arterial. Stimulasi lain seperti berasal dari daerah abdomen dan stimulasi nyeri juga dapat menimbulkan refleks ini.  Stimulus akan merangsang reseptor refleks ini, baroreseptor, yang terdapat di arcus aorta dan sinus caroticus. Baroreseptor peka terhadap perubahan tekanan. Baroreseptor mengeluarkan impuls yang disalurkan oleh serabut aferen, nervus glossofaringeal dan nervus vagus menuju ke pusat refleks otonom di medulla oblongata. Akibatnya pusat refleks meningkatkan impuls parasimpatis dan mengurangi impuls simpatis. Impuls ini disalurkan melalui serabut eferen ke jantung dengan akibat terjadi penurunan frekuensi jantung dan pengurangan kekuatan kontraksi sehingga curah jantung menurun dan akhirnya terjadi penurunan tekanan darah.


  1. Mekanisme pengaturan vaskuler
 Otot dalam arteriole dapat mengalami kontraksi untuk mengatur diameternya. Pusat pengaturan pembuluh darah (pusat vasomotor) terletak di medulla oblongata, pusat di atasnya diperkirakan di korteks cerebri, dan hipotalamus. Selanjutnya impuls dari pusat vasomotor ini disalurkan melalui serabut simpatis (T1 – L2) dan parasimpatis (S2 – S4).
Berbeda dengan jantung, dimana faktor yang penting adalah sistem parasimpatis, faktor penting dalam pengaturan pembuluh darah adalah sistem simpatis. Sistem simpatis akan mengakibatkan vasokonstriksi pada arteriole organ-organ dalam dan kulit, vasodilatasi pada arteriole ini terjadi secara pasif akibat tekanan darah. Sedangkan pada arteriole otot rangka simpatis mengakibatkan vasodilatasi. Serabut parasimpatis hanya mengatur arteriole pada kelenjar ludah dan genital. Stimulasi parasimpatis pada kedua organ ini akan mengakibatkan vasodilatasi. Terhadap sistem vena terjadi aktivitas kontrol yang sama. Ada beberapa mekanisme pengaauran vaskuler sebagai berikut:
  1.  Refleks vasokontriksi 
Stimulusnya adalah penurunan tekanan darah yang merangsang baroreseptor di vena besar, arcus aorta dan sinus caroticus; perasaan tidak menyenangkan : nyeri, bising, suhu tinggi; faktor fisik dan emosi; penurunan suhu darah, kadar O2 dan peningkatan CO2 yang akan merangsang chemoreseptor. Stimulus-stimulus ini akan merangsang pusat refleks vasomotor di medulla oblongata. Kemudian pusat refleks ini akan meningkatkan impuls simpatis, disalurkan melalui serabut eferen ke arteriole organ dalam dan kulit. Efeknya adalah vasokonstriksi.  Vasokontriksi pada arteriole organ dalam terutama terjadi setelah adanya stimulus berupa penurunan tekanan darah. Sedangkan, vasokontriksi pada arteriole kulit terutama terjadi pada stimuli berupa dingin atau nyeri. Seluruh vasokontriksi ini, terutama yang terjadi pada organ dalam, akan meningkatkan tekanan darah.
  1. Refleks vasodilatasi 
Stimulusnya adalah peningkatan venous return dan tekanan darah yang merangsang baroreseptor di vena besar, arcus aorta dan sinus caroticus; perasaan yang menyenangkan seperti keramahan; faktor fisik dan emosi; penurunan kadar CO2 dan peningkatan suhu darah yang akan merangsang chemoreseptor.


Mempercepat
Memperlambat
Inspirasi
Kegembiraan 
Marah 
Nyeri 
Hipoksia 
Olah Raga 
Adrenalin 
Hormon tiroid 
Demam Refleks eksitasi jantung
Ekspirasi 
Rasa takut 
Sedih 
Nyeri pada saraf trigeminus 
Peningkatan tekanan intrakranial


Tabel 1. Faktor yang Mempengaruhi Denyut Jantung
Stimulus-stimulus ini akan merangsang pusat refleks vasomotor di medulla oblongata. Kemudian pusat refleks ini akan menurunkan impuls vasokontriktor simpatis, disalurkan melalui serabut eferen ke arteriole koroner, arteriole otot rangka dan arteriole pada organ dalam dan kulit. Efeknya adalah vasodilatasi arteriole koroner diikuti peningkatan metabolisme otot jantung; vasodilatasi arteriole otot rangka, vasodilatasi arteriole organ dalam, vasodilatasi arteriole kulit, dan juga vasodilatasi pada jaringan erektil di daerah genital. Vasodilatasi arteriole kulit terutama terjadi setelah adanya stimulus berupa perasaan nyaman dan adanya pijatan lembut. Sedangkan, vasodilatasi arteriole organ dalam terutama terjadi pada stimuli peningkatan tekanan darah. Seluruh vasodilatasi akan menurunkan tekanan darah. 

BAB III
PENUTUP
  1. Kesimpulan
    1. Sistem kardiovaskuler merupakan organ sirkulsi darah yang terdiri dari jantung, selain itu, Sistem kardiovaskuler terdiri atas organ jantung dan pembuluh darah. Dalam setiap harinya jantung mampu memompa darah sampai dengan 100.000 kali dan dapat memompa darah sampai 7.571 liter. Fungsi sistem ini dapat dianalogikan dengan sistem pengairan di rumah tangga, dimana organ jantung berperan sebagai pompa dan pembuluh darah berperan sebagai salurannya atau pipanya.
    2. Anatomi system kardiovaskuler terdiri dari jantung. Jantung sendiri terdiri dari empat ruang jantung yang dipisahkan oleh sekat-sekat jantung. Empat ruang jantung tersebut adalah :
    1. Atrium kanan 
    2. Atrium kiri 
    3. Ventrikel kanan 
    4. Ventrikel kiri
    1. Mekanisme pengaturan system kardiovaskuler terdiri dari dua mekanisme yaitu Mekanisme pengaturan jantung dan Mekanisme pengaturan vaskuler.


  1. Saran
Dari pemaparan diatas, penulis memberikan saran agar dalam ilmu kesehatan maupun ilmu alam lainnya. penting sekali memahai anatomi system kardiovaskuler secara tepat agar terhindar dari kelalaian baik itu dirumah sakit maupun di alam yang berkaitan dengan perubahan fungsi tubuh akibat kurangnya aktivitas positif untuk memberikan kesehatan terhadap jantung sebagai pusat kehidupan.



DAFTAR PUSTAKA


Ganong,W.F. 1999. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Editor : dr. Widjajakusumah. Edisi 17. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.  
Guyton, A.C. and Hall. 1997. Fisiologi Kedokteran. Edisi 9. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Mc.Naught and Callander. 1975. Illustrated Physiology. Third Edition. New York : Churchill Livingstone. 
Riza Fikriana, 2008. Sistem Kardiovaskuler. Yogyakarta: CV BUDI UTAMA, 
Sherwood, L. 2001. Fisiologi Manusia : dari sel ke system. Edisi 2. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC





Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "makalah sistem kardiovaskuler (Anatomi dan Fisiologi Tubuh Manusia)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel