MAKALAH MAMALIA SUB KELAS EUTHERIA

BAB I 
PENDAHULUAN 
  1. Latar Belakang
Mamalia termasuk ke dalam kelas Mammalia (bahasa Latin, mamma = dada, puting susu) yang terdiri atas 4.500 spesies. Mamalia mulai berkembang pada era Mesozoik, tetapi sebenarnya telah ada sejak periode Jurasik (hampir bersamaan dengan dinosaurus pertama). Mamalia pertama berukuran sangat kecil hampir seukuran tikus kecil. Pada saat bumi didominasi oleh dinosaur, mamalia merupakan kelompok minoritas.
Mamalia memiliki struktur tulang belakang yang sangat berbeda. Pada bagian pertengahan tulang belakang terdapat lekukan yang dapat memudahkan untuk bergerak lebih efektif di daratan. Karakteristik utama mamalia adalah adanya rambut dan susu yang dihasilkan oleh kelenjar susu (kelenjar mammae). Mamalia termasuk hewan Homeoterm (berdarah panas), seperti halnya burung.
Mamal telah menyebar disetiap relung ekologi di bumi dan ditemukan di laut, sepanjang pantai, di danau, sungai, dibawah tanah, diatas tanah, di pohon dan bahkan di udara. Daerah penyebaran mamal mulai dari kutub dampai daerah tropis, jumlah spesiesnya melebihi vertebrata terestrial lain hingga mencapai 4060. Namun demikian jumlah ini dapat menyusut, apabila spesies tidak didasarkan pada variasi geografis.
Kelas mamalia terdiri dari 2 subkelas, Prothototeria dan Theria. Anggota Prothoteria sudah dianggap punah. Dan sekarang yang masih sering dijumpai adalah golongan subkelas Theria. Sub kelas theria terbagi menjadi 3 kelompok yaitu, monotremata, marsupialia, dan placentalia. Mamalia merupakan tingkatan tertinggi pada kerajaan hewan. Karna mamalia telah menyebar mulai dari kutub sampai daerah tropis, jumlah spesiesnya melebihi semua vertebrata lain, proses yang dilakukan oleh mamalia lebih tinggi daripada jenis animalia lainnya. Mulai dari sistem pencernaan , pernafasan , peredaran darah, urogenital, hingga sistem syarafnya. Oleh karena itu perlulah kita mengetahui tentang karakteristik, struktur tubuh, cara hidup, dan habitat dari class mamalia beserta peranannya dalam kehidupan manusia dan pemberian nama pada mamalia juga sangatlah penting.

  1. Rumusan Masalah
  1. Apa pengertian mamalia ?
  2. Jelaskan ciri-ciri mamalia ?
  3. Jelaskan Klasifikasi pada mamalia ?
  4. Apa sajakah Ordo dari sub kelas eutheria?
  5. Apa saja Sistem Organ Pada Mamalia


BAB II
PEMBAHASAN


  1. Pengertian mamalia


Binatang menyusui atau mamalia adalah kelas hewan vertebrata yang terutama dicirikan oleh adanya kelenjar susu, yang pada betina menghasilkan susu sebagai sumber makanan anaknya; adanya rambut; dan tubuh yang endoterm atau "berdarah panas". Otak mengatur sistem peredaran darah, termasuk jantung yang beruang empat. Mamalia terdiri lebih dari 5.000 genus, yang tersebar dalam 425 keluarga dan hingga 46 ordo, meskipun hal ini tergantung klasifikasi ilmiah yang dipakai.
Secara filogenetik, yang disebut Mamalia adalah semua turunan dari nenek moyang monotremata (seperti echidna) dan mamalia therian (berplasenta dan berkantung atau marsupial).
Sebagian besar mamalia melahirkan keturunannya, tapi ada beberapa mamalia yang tergolong ke dalam monotremata yang bertelur. Kelahiran juga terjadi pada banyak spesies non-mamalia, seperti pada ikan guppy dan hiu martil; karenanya melahirkan bukan dianggap sebagai ciri khusus mamalia.
Monotremata tidak memilki puting susu, namun tetap memiliki kelenjar susu. Artinya, monotremata memenuhi syarat untuk masuk ke dalam kelas Mamalia. Perlu diketahui bahwa taksonomi yang sering digunakan belakangan ini sering menekankan pada kesamaan nenek moyang; diagnosa karakteristik sangat berguna dalam identifikasi asal-usul suatu makhluk. Jika ada salah satu anggota Cetacea ternyata tidak memiliki karakteristik mamalia, maka ia akan tetap dianggap sebagai mamalia karena nenek moyangnya sama dengan mamalia lainnya.

  1. Ciri-Ciri Tubuh Mammalia
Ciri-ciri umum:
  1. Tubuhnya tertutup rambut, yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari pengaruh panas maupun dingin.
  2. Pada betina terdapat kelenjar mammae (glandula mammae) yang tumbuh baik.
  3. Tetrapoda dengan anak yang diberi makan dari kelenjar susu betina.
  4. Diagfragma yang menventilasi paru-paru.
  5. Mempunyai kantung amniotik.
  6. Tubuh yang endoterm atau berdarah panas.
  7. Bernafas melalui paru-paru.
  8. Mempunyai cuping telinga.
  9. Gigi umumnya terbagi menjadi empat tipe yaitu gigi seri, gigi taring, gigi premolar, dan gigi molar.
Ciri-ciri khusus:
  1. Beberapa jenis mamalia mempunyai kelenjar lain misalnya kelenjar bau dan kelenjar pipi.
  2. Memiliki kantung pada mamalia marsupialia.
  3. Memiliki alat gerak yang berupa dua pasang tungkai, sepasang tungkai belakang dan sepasang tangan, atau sepasang tungkai depan yang menyerupai sirip, atau alat gerak yang menyerupai sayap.
  4. Anggota gerak depan dapat bermodifikasi untuk berlari, menggali lubang, berenang, dan terbang.
  5. Pada jari-jarinya terdapat kuku, cakar, atau tracak.
  6. Pada kulit terdapat banyak kelenjar minyak dan kelenjar keringat.


  1. Klasifikasi Hewan Mamalia


Taksonomi mamalia dijelaskan sebagai berikut:
Kingdom                 : Animalia
Sub-Kingdom          : Metazoa
Filum                      : Chordata
Sub-Filum               : Vertebrata
Kelas                      : Mamalia
Berdasarkan ukurannya, mamalia dibagi menjadi dua, yakni mamalia besar dan mamalia kecil. International Biological Program mendefinisikan mamalia besar sebagai jenis-jenis mamalia yang memiliki ukuran berat badan dewasa > 5Kg, sedangkan mamalia kecil dengan ukuran berat badan dewasa < 5Kg. Jenis-jenis mamalia besar, dicontohkan sebagai berikut: rusa, harimau, dan  kerbau air. Mamalia kecil, antara lain tikus, bajing, dan kelelawar.
Dalam pemanfaatan waktu aktivitas, mamalia dibagi menjadi mamalia diurnal dan mamalia nokturnal. Mamalia diurnal merupakan jenis-jenis mamalia yang melakukan aktivitasnya pada pagi dan sore hari, seperti orangutan, rusa, dan beberapa jenis bajing. Mamalia nokturnal merupakan jenis-jenis mamalia yang melakukan aktivitasnya mulai menjelang malam hari hingga menjelang pagi hari, seperti kelelawar, tenggalung malaya, serta musang. Selain itu, terdapat juga jenis-jenis yang beraktivitas sepanjang hari seperti babi hutan.
Berdasarkan habitatnya, mamalia dapat dibedakan menjadi dua, yakni mamalia darat dan mamalia laut. Mamalia darat merupakan mamalia yang sebagian besar aktivitasnya dilakukan di darat, sedangkan mamalia laut melakukan aktivitasnya sebagian besar di laut. Contoh dari mamalia darat, yakni monyet-ekor panjang, macan tutul, tikus, serta kuda. Mamalia laut, antara lain pesut, dugong, dan paus.
Dalam pemanfaatan strata tegakan hutan, mamalia diklasifikasikan menjadi dua, yakni mamalia arboreal dan mamalia terestrial. Mamalia arboreal merupakan jenis-jenis mamalia yang banyak menghabiskan waktu aktivitasnya pada strata yang tinggi, sedangkan mamalia terestrial merupakan jenis-jenis mamalia yang menghabiskan waktu aktivitasnya pada lantai hutan atau strata terbawah. Soerianegara dan Indrawan (2002) membagi strata tegakan dalam ekologi hutan, adalah sebagai berikut: strata A (> 30m), strata B (20-30m), strata C (4-20m), strata D (1-4m) dan strata E (0-1m). Jenis-jenis yang merupakan mamalia arboreal, antara lain monyet, kelelawar, bajing, serta beberapa jenis dari suku Felidae (Payne et al. 2000). Bagi jenis-jenis mamalia terestrial, antara lain kijang, gajah, dan badak.
Pada bagian dibawah ini, akan coba dijelaskan sedikit mengenai ordo-ordo dari kelas mamalia.
Evolusi mamalia   yang paling awal belangsung mulai beberapa jalur yang berbeda. Dari kelompok tersebut hanya tiga yang sampai sekarang masih hidup, yaitu:
1. Monotremata, mamalia yang bertelur (sub kelas Prototheria)
2. Marsupiala, mamalia berkanting (sub kelas Metatheria)
3. Mamalia berplasenta (sub kelas Eutheria)
Masing-masing dibedakan dari cara mereka merawat anak selama perkembangan embrio. Monotremata tetap bertelur seperti moyang terapasidanya. Platipus paruh bebek dan pemakan semut berduri adalah satu-satunya monotremata yang ada di bumi sekarang.
Pada marsupiala, anak bertahan untuk jangka waktu yang pendek di dalam saluran reproduksi induk. Selama waktu yang pendek ini, makanan diperoleh dari kuning telur yang tumbuh di dalam dinding uterus. Tetapi, anak itu dilahirkan pada tahap perkembangan yang sangat awal. Anak itu kemudian merayap kedalam kantung yang terdapat di perut induknya dan melekatkan diri pada puting yang mengeluarkan air susu. Disini perkembangan diselesaikan.
Mamalia berplasenta mempertahankan anaknya didalam uterus induk sampai berkembang baik. Kuning hanya sedikit di dalam telur, tetapi membran ekstra embrionik itu membentuk tali pusar dan plasenta sehingga anak yang sedang bertumbuh itu mendapat makanannya langsung dari induknya.


  1. Ordo Ordo Dari Sub Kelas Eutheria 


1.Ordo Carnovora (pemakan daging)
Dari kesepuluh ordo diatas mungkin kita lebih familiar dengan ordo carnovora. Kelompok ini adalah pemakan daging. sebut saja, Harimau, singa, macan, kucing, Beruang dan segala hewan mamalia yang memakan daging. Ciri-cirinya biasanya memiliki jari minimal 4 dan semuanya berkuku tajam. Sementara terdapat gigi taring yang tajam. Semuanya berfungsi untuk menangkap mangsa dan mencabik daging buruannya.
Kingdom: Animalia
Fillum: Chordata
Subfilum: Vertebrata
Kelas : Mamma
Infrakelas: Eutheria
Ordo: Carnivora
Famili: Felidae
Genus: Panthera 
Species: Panthera tigris


2. Ordo Artiodactyla (berjari genap)

Ordo ini mudah ditemukan di lingkungan kita. Apalagi kalau bukan kambing, kerbau, sapi, dan lain lain. Cirinya adalah memiliki kaki yang panjang, hal ini sebagai adaptasi agar hewan mamalia ini mampu bergerak dengan cepat. Sebagian diantaranya memiliki tanduk.
Pada ordo ini dibagi menjadi dua, yakni hewan mamalia yang bermamah biak Ruminansia) dan memiliki empat bagian kompartemen pada lambung. Dan Hewan mamalia yang tidak bermamah biak (Non Ruminansia) dan tidak memiliki empat bagian kompartemen pada lambung.




Kingdom :  Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Subkelas : eutheria
Ordo : Artiodactyla
Famili :    Bovidae
Subfamili : Caprinae
Genus : Capra
Spesies : Caprinae aegagrus


3. Ordo Lagomorpha

Ordo ini memiliki ciri-ciri gigi rodentia tetapi gigi serinya 4 atau lebih, gigi molare yang dapat tumbuh terus, selain itu ekor pendeknya cukup kuat dan mampu digerakkan. Sebagai contoh adalah kelinci sumatera. Kelinci ini merupakan kelinci liar yang hanya ditemukan di Pulau Sumatera atau di iklim tropis di bukit barisan. Kelinci ini memiliki panjang sekitar 40cm, makanannya adalah pucuk dan biji bijian.
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Subkelas : eutheria
Ordo: Lagomorpha
Famili: Leporidae
Genus: Nesolagus
Spesies: Nesolagus netscheri
 
4. Ordo Proboscidea

Kelompok Mamalia yang keempat adalah Ordo Probosciea, hewan dikelompok ini memiliki ciri-ciri tubuh yang besar, memiliki proboscis dengan lubang hidung berjumlah dua.Teliga yang lebar serta kepala yang besar, leher yang pendek, kaki panjang dan lurus. Memiliki gigi seriatas dua buah yang tumbuh. Untuk beratnya secara umum berkisar antara 300 sampai 350 kg dengan umur mencapai 50 tahun. Sebagai contoh adalah Gajah Sumatera.


Kingdom : animalia
Fillum            : Chordata
Kelas              : Mamalia
Subkelas          : eutheria
ordo                 : Probescideae
famili               : Elephantidae
genus               : Elephas
spesies : Elephas maximus 

5. Ordo Rodentia (mamalia Pengerat)

Binatang mamalia yang masuk ordo ini salah satunya adalah pengerat atau tikus rumah. Ciri-cirinya ukuran tubuhnya kecil, memiliki kaki dengan lima jari, memiliki dua gigi seri dibagian atas yang cukup besar, hal ini memudahkan tikus untuk menggigit dan merusak.


 Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Sub Kelas : EuTheria
Ordo : Rodentia
Famili : Hystricidae
Genus : Hystrix
Species : Hystrix Brachyura

6.Ordo Cetacea

Hewan mamalia yang masuk ordo ini adalah Paus biru, ciri-cirinya yakni tidak memiliki rambut, tidak memiliki daun telinga, tidak ada tungkai belakang, tidak ada kelenjar dikulit, sementara tungkai depan disebut flipper atau seperti dayung, hal ini untuk memudahkan Hewan Mamalia ini bergerak. memiliki jari lebih dari lima, memiliki ukuran gigi yang sama dan tidak berlapis email, bahkan ada juga yang tidak bergigi.
Paus biru melakukan pernafasan dengan menggunakan paru-paru, dengan cara sering memancarkan air dari lubang hidungnya pada saat paus ini kepermukaan.




Kingdom : animalia
Filum : chordate
Kelas : mamalia
Subkelas : eutheria
Ordo : cetacea
Family : balaenoptiidae
Genus : balaenoptera
Spesies : Balaenoptera omurai


7. Ordo Primata

Kelompok Ordo yang familiar lainnya adalah Ordo Primata, Umumnya pada ordo ini melahirkan hanya satu anak. Sebagai contoh, Orang utan, Simpanse, dan gorila. Ciri yang nampak adalah semua matanya menghadap kedepan atau Stereoskopik kedepan. Indonesia merupakan satu-satunya tempat orang utan didunia, yakni di Pulau Kalimantan.



Kingdom          = Animalia
Filum               = Chordata
Kelas                = Mamalia
Subkelas = eutheria
Ordo                = Primata
Famili              = Hominidae
Genus              = Pongo
Species            = Pongo pvgmaeus 




8. Ordo Sirenia

Pada kelompok binatang mamalia ini hampir mirip dengan pada ordo cetacea, yakni tidak ada daun telinga, tidak ada tungkai belakang. Tungkai depan seperti dayung, kulit tebal sedikit rambut, dan hidup di laut atau di air tawar.
Salah satu contoh hewan mamalia ordo sirenia adalah sapi laut.


Kingdom : animalia
Filum : chordate
Kelas : mamalia
Subkelas : eutharia
Ordo : sirenia
Family : dugongidae
Genus : hydrodamalis
Spesies : Hydrodamalis gigas

9. Ordo Perissodactyla (mamalia berjari Ganjil)

Dari namanya berjari ganjil, kelompok mamalia ini memang memiliki ciri-ciri jarinya berjumlah ganjil, Jari tersebut dibungkus oleh kuku dari zat tanduk, namun kelompok ini tidak bertanduk. Ciri lainnya tidak memiliki kantung empedu dan sitem lambungnya sederhana. Sebagai contohnya adalah badak SUmatera yang memiliki dua cula.
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Subkelas : eutheria
Ordo: Perissodactyla
Famili: Rhinocerotidae.
Genus: Dicerorhinus
 Spesies: Dicerorhinus sumatrensis

10. polidota
       Mamalia bersisik dan tidak bergigi misalnya : tringgiling




Kingdom : animalia
Filum : chordate
Kelas : mamalia 
Subkelas : eutheria
Ordo : polidota
Family ; manidae
Genus : manis
Spesies : manis javanica


11. dermoptera 
Mamalia bersayap kulit dengan sayap mirip pada kelelawar misalnya lemur (cyanocephalus volans) galeopithecus.



Kingdom : animalia
Filum : chordate
Kelas : mamalia
Subkelas : eutheria
Ordo : dermoptera
Family : cyanocephalidae
Genus : cyanocephalus
Spesies : cyanocephalus volans

  1. Sistem Organ Pada Mamalia


1. Sistem Saraf 
Sistem saraf pada mamalia, secara general memiliki tingkat perkembangan yang lebih tinggi dari kelas lain. Serebrum berukuran lebih besar jika dibandingkan keseluruhan bagian otak. Serebellum juga berukuran lebih besar dan berlobus lateral 2 buah. Lobus optikus ada 4 buah, setiap bagian lateralnya dibagi oleh alur transversal menjadi lobus anterior dan posterior. Otak (Encephalon) terdiri dari beberapa bagian yang hampir sama dengan vertebrata yang lain, seperti prosencephalon, lobus opticus, cerebellum dan medulla oblongata.


2. Sistem Respirasi 
Alur-alur hidung mengandung tulang-tulang turbinal yang berkelok-kelok yang memperluas permukaan olfaktori. Laring beratap sebuah epiglottis yang mengandung pita-pita suara. Dua paru-paru masing-masing dalam ruang pleura yang terpisah. Fase aktif dalam pernapasan adalah inspirasi yang diikuti oleh depresi (perataan) dari diafragma dan elevasi dari tulang-tulang iga (dengan gerakan melengkung keluar).

3. Sistem Sirkulasi
Jantung berbilik empat pada mammalia mempunyai dua atria dan dua ventrikel yang terpisah secara sempurna. Terdapat sirkulasi ganda (sirkuit sistemik dan pulmoner). Pengiriman oksigen ke seluruh tubuh akan semakin meningkat karena tidak ada pencampuran darah yang kaya akan oksigen dengan yang miskin oksigen, jadi lebih sempurna dari reptile. Sebgai hewan endotermik, mammalia memerlukan lebih banyak oksigen per gram bobot tubuhnya dibandingkan dengan vertebratalain dengan ukuran tubuh yang sama.
4. Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan terdiri dari kelenjar pencernaan dan organ pencernaan. Kelenjar pencernaannya terdiri dari 4 pasang kelenjar ludah: paratiroid, infaorbital, submaksilari, dan sublingual. Terdapat kantung empedu dengan saluran empedu dan saluran getah pancreas yang bermuara dalam duodenum. Sekum (caecum) berdinding tipis, panjangnya kira-kira 50 cm, mempunyai appendiks vermiformis (umbai cacing) yang bentuknya seperti jari. Sedangkan organ pencernaannnya terdiri dari mulut, kerongkongan, ventriculus, duodenum, ileum, rectum, dan anus.
5. Sistem Ekskresi
Ginjal berbentuk seperti biji kacang, ruang median ginjal yang disebut pelvis renalis berhubungan dengan kandung kemih melalui ureter. Dari kandung kemih mengeluarkan uretra yang akan mngeluarkan urin melalui saluran urin. Mammalia dominan sudah memiliki saluran yang terpisah, tidak seperti hewan vertebrata lain yang menggunakan kloaka. Mammalia memiliki saluran pembuangan sisa pencernaan melalui anus, urin melalui uretra, dan saluran reproduksi melalui vagina dan penis.
6. Sistem Reproduksi
Hewan mammalia melakukan fertilisasi internal, perkembangan embrio terjadi di dalam uterus, dengan lama masa kandungan yang bervariasi tergantung pada jenis hewannya, seperti pada kelinci masa kehamilannya sekitar 30 hari. Berdasarkan cara reproduksi dan perkembangan fetusnya, beberapa mammalian memiliki tingkatan-tingkatan dari yang rendah sampai yang tinggi. Pada mammalian rendah, seperti Ordo Monotremata (platypus) dan Ordo Marsupialia (opossum dan kangguru), platypus masih bertelur dan mengerami telurnya. 
Sedangkan pada kangguru yang telurnya sangat kecil itu berkembang dalam uterus selama beberapa hari, larva yang kemudian menetas segera keluar dari uterus dan masuk dalam kantong perut (marsupium) dan menghisap air susu dari putting-putting induknya. Pada mamalia yang lebih tinggi tingkatannya, zygot yang berkembang menjadi embrio dan kemudian tumbuh menjadi fetus tinggal dalam uterus untuk waktu yang lebih lama. Sistem sirkulasi dan nutrisinya dihubungkan melalui plasenta yang mengangkut nutrisi dari tubuh induknya.


F.     Cara Hidup
Pada umumnya mammalia melahirkan anaknya (vivipar) dan kemudian menyusui anaknya sampai anaknya mandiri. Beberapa perkecualian, misalnya : pada hewan paruh bebek (Platypus), bertelur, setelah menetas anaknya baru disusui. Pada hewan berkantung (Marsupialia), contoh : kanguru, anaknya lahir muda (amat prematur) kemudian merayap masuk, kantung induknya, mencari putting susu, kemudian menyusui dalam kantung sampai mandiri.
Semua jenis mamalia, misalnya sapi, kambing dan marmut merupakan hewan vivipar (kecuali Platypus). Mamalia jantan dan betina memiliki alat kelamin luar, sehingga pembuahannya bersifat internal. Sebelum terjadi pembuahan internal, mamalia jantan mengawini mamalia betina dengan cara memasukkan alat kelamin jantan (penis) ke dalam liang alat kelamin betina (vagina). Ovarium menghasilkan ovum yang kemudian bergerak di sepanjang oviduk menuju uterus. Setelah uterus, terdapat serviks (liang rahim) yang berakhir pada vagina.
Testis berisi sperma, berjumlah sepasang dan terletak dalam skrotum. Sperma yang dihasilkan testis disalurkan melalui vas deferens yang bersatu dengan ureter. Pada pangkal ureter juga bermuara saluran prostat dari kelenjar prostat. Kelenjar prostat menghasilkan cairan yang merupakan media tempat hidup sperma.
Sperma yang telah masuk ke dalam serviks akan bergerak menuju uterus dan oviduk untuk mencari ovum. Ovum yang telah dibuahi sperma akan membentuk zigot yang selanjutnya akan menempel pada dinding uterus. Zigot akan berkembang menjadi embrio dan fetus. Selama proses pertumbuhan dan perkembangan zigot menjadi fetus, zigot membutuhkan banyak zat makanan dan oksigen yang diperoleh dari uterus induk dengan perantara plasenta (ari-ari) dan tali pusar


G.     Habitat
Mamalia hidup pada berbagai tipe habitat, mulai dari habitat teresterial sampai habitat akuatik, mamalia teresterial tersebar luas mulai dari kutub sampai ke kawasan tropis (Wilson dkk., 1996). Mamalia teresterial dapat menempati tipe habitat yang beraneka ragam, baik hutan maupun bukan hutan seperti kawasan pertanian, perkebunan, gua dan padang rumput (Alikodra, 1990).  Kebanyakan jenis mamalia di Indonesia hidup di hutan hujan dipterocarpacea, dengan agak lebih sedikit spesies di hutan rawa dan hutan kerangas.
 Banyak spesies mampu bertahan hidup di habitat yang berubah-ubah, dan sering mudah terlihat di hutan yang baru ditebang dan hutan sekunder bahkan perkebunan, dimana vegetasinya lebih jarang (Payne dkk., 2000). Mamalia juga banyak menggunakan lahan pertanian sebagai habitat, sehingga dapat menjadi hama pertanian karena mencari makan di lahan pertanian dan berlindung di hutan-hutan sekitarnya (Alikodra, 1990). Kawasan pinggiran hutan yang berbatasan dengan perkebunan atau lahan pertanian penduduk sering mendukung berbagai spesies binatang dengan kepadatan yang relatif lebih tinggi (Payne dkk., 2000).
Hewan vertebrata dari golongan mamalia yang hidup di dalam air tetap bernapas dengan paru-paru. Hal itu tampak jelas pada cara bernapasnya, misalnya paus. Setiap saat paus muncul ke permukaan air untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya sampai paru-parunya penuh sekali, yaitu sekitar 3.350 liter. Setelah itu, paus akan menyelam kembali ke dalam air. Dengan udara sebanyak itu, paus mampu bertahan selama kira-kira setengah jam di dalam air. Pada saat muncul kembali di permukaan air, hasil oksidasi biologi dihembuskan melalui lubang hidung, seperti pancaran air mancur. Sisa oksidasi ini berupa karbon dioksida yang jenuh dengan uap air yang telah mengalami pengembunan (kondensasi).


H.    Manfaat
Setiap elemen kehidupan tentunya memiliki peranan yang dapat memberikan kontribusi yang positif bagi lingkungannya. Mamalia memiliki peranan yang penting dalam kelestarian . Mamalia sangat berperan dalam kehidupan manusia karena dimanfaatkan untuk memenuhi banyak kebutuhan. Manusia dapat memenuhi kebutuhan dengan memakan daging sapi, kambing, kerbau, unta atau babi. Kulit sapi dan kambing merupakan bahan baku sandang, baik pakaian maupun sepatu. Gajah dapat digunakan untuk mengangkut batang pohon atau balok kayu yang besar. Anjing atau sipanse telah dijadikan bahan penelitian untuk eksplorasi angkasa luar. Selain itu, beberapa jenis mamalia lainnya bermanfaat pula untuk penelitian dibidang kesehatan (kedokteran). Kemampuan indra penciuman anjing juga dimanfaatkan pihak kepolisian untuk menangani masalah criminal misalnya pembunuhan atau perampokan.
Mamalia memiliki peranan yang penting dalam kelestarian ekosistem hutan. Suyanto (2002) menjelaskan peranan mamalia, antara lain sebagai penyubur tanah, penyerbuk bunga, pemencar biji, serta pengendali hama secara biologi. Selain peranannya secara ekologis, mamalia juga memiliki peranan dalam bidang kesehatan, ekonomi, serta estetika.
Makanan – sapi – kambing Minuman – susu sapi – susu kuda Peliharaan – lepus Sp (kelinci) – canis familiaris (anjing) Hiasan – ikan ditaruh di akuarium – Obat.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN


A.KESIMPULAN
Vertebrata anggota kelas mamalia memiliki rambut, suatu karakteristik penentu seperti bulu terbang pada burung. Sebagian besar mamalia memiliki metabolism yang aktif dan merupakan hewan endoterm. System pernapasan dan peredaran darah yang efisien (termasuk jantung beruang empat) mendukung laju metabolism yang tinggi. Suatu lembaran otot yang disebut diafragma membantu mengalirkan udara ke paru-paru. Rambut dan lapisan lemak di bawah kulit membantu tubuh mempertahankan panas metabolic dalam tubuh. Kelenjar mammae yang menghasilkan susu adalah cirri yang membedakan mamalia seperti halnya juga rambut.
Sebagian besar mamalia dilahirkan dan bukan ditetaskan. Fertilisasi terjadi secara internal, dan embrio berkembang dalam uterus dari saluran reproduksi betina. Mamalia umumnya memiliki otak yang lebih besar dibandingkan dengan vertebrata lain dengan ukuran tubuh yang sama, dan banyak spesiesnya mampu belajar.
Mamalia di kelompokan kedalam banyak Ordo diantaranya adalah Monotremata, Marsupialia atau Diprotodontia, Artiodactyla, Carnivora, Cetacea, Chiroptera, Edentata, Insectivora atau Soricomorpha, Lagomorpha, Perissodactyla, Primata, Proboscidea, Rodentia, Sirenia, Herbivora, Omnivora atau  Artiodactyla, Scandentia, Polidota, Dermoptera.


B. SARAN
Semogadengan makalah yang berjudul “Hewan Mamalia” ini, pengetahuankita tentang “Hewan Mamlia” makin mantap dan jelas, meskipun makalah ini jauhdari kata sempurna.
Kamidari penyusunmengucapkan terima kasih banyak apa bila dapatmembantu menyempurnakan makalah ini.
Semogadengan ini ilmu kita lebih barrokah dan bermanfaat bagi kehidupansekarang ini, amin.


DAFTAR PUSTAKA

Ambeng, 2014. Materi Pembelajaran Mata Kuliah Taksonomi Vertebrata. Universitas              Hasanudin, Makassar.
Djarubito, Mukayat. 1989. Zoologi Dasar. Jakarta : Erlangga
Jasin, Maskoeri. 1984. Sistematika Hewan Invertebrata Dan Vertebrata. Surabaya : Sinar Wijaya


Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "MAKALAH MAMALIA SUB KELAS EUTHERIA"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel