MAKALAH FISIOLOGI HEWAN ( sistem pernapasan (respirasi) pada hewan)

SISTEM PERNAFASAN (RESPIRASI) PADA HEWAN 
(Untuk memenuhi mata kuliah Fisiologi Hewan)



KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “ SISTEM PERNAFASAN”.                          
Kami menyadari bahwa Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan Makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Aamiin.




Penulis







DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR .................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang ..................................................................................... 1
  2. Rumusan Masalah ................................................................................ 2
  3. Tujuan .................................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
  1. Pengertian Sistem pernapasan  ......................................................... 3
  2. Tujuan Pendidikan Islam ......................................................................3
  3. Prinsip Evaluasi Pendidikan Islam ...................................................... 4
  4. Sistem evaluasi dalam Pendidikan Islam ............................................ 6
  5. Jenis-jenis Evaluasi ............................................................................ 7
  6. Langkah-langkah Evaluasi ................................................................. 7
BAB III PENUTUP
  1. Kesimpulan ........................................................................................11
  2. Saran  .................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA


BAB 1
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
Bernafas adalah hal yang harus terus menerus dilakukan oleh mahkluk hidup baik tumbuhan, manusia, maupun hewan agar dapat melanjutkan hidup. Pernapasan adalah pertukaran gas yang dibutuhkan untuk metabolisme dalam tubuh. Alat pernafasan pada setiap jenis mahkluk hidup pun berbeda tergantung pada habitat yang mahkluk hidup tempati atau menyesuaikan habitat nya. Seperti halnya pada hewan meiliki berbagai macam saluran pernafasan seperti paru-paru yang dimiliki oleh mamalia,reptilia, amphibi, Cacing (Annelida) dan Amphibia memiliki kulit yang berfungsi juga sebagai tempat pertukaran gas. Ikan mengambil oksigen yang berada di lingkungannya (air) dengan menggunakan sistem insang. Sebagian besar Arthropoda, terutama serangga, telah memiliki sistem saluran pernapasan. Meskipun demikian, terdapat kelebihan dan kekurangan pada setiap mekanisme pernapasan yang dimiliki oleh setiap makhluk. Pada bidang biologi terdapat ilmu yang mempelajari tentang hewan, didalamnya hewan berdasarkan ada atau tidak ada tulang belakangnya dibagi menjadi dua yaitu vertebrata da invertebrata. Pada hewan vertebrata dan invertebrata memiliki saluran pernafasan yang berbeda. dengan adanya keanekaragaman yang terjadi pada hewan dan dengan seiring perkembangan ilmu pengetahuan maka sangat pentinglah bagi kita untuk mempelajari dan membahas tentang saluran pernafasan pada hewan yang sering disebut juga dengan sistem respirasi.
  1. Rumusan Masalah
  1. Apa yang dimaksud dengan sistem pernafasan?
  2. Apa saja organ-organ sistem pernafasan dan apa fungsinya?
  3. Apa kelainan pada sistem pernafasan?
  4. Bagaimana cara menanggulani kelainan pada sistem pernafasan?



  1. Tujuan
  1. Untuk mengetahui maksud dari sistem pernafasan
  2. Untuk mengetahui organ sistem pernafasan dan fungsinya
  3. Untuk mengetahui kelainan pada sistem pernafasan
  4. Untuk mengetahui cara menanggulani sistem pernafasan




BAB II
PEMBAHASAN
  1. Pengertian Sistem Pernafasan
Proses pengikatan oksigen dan pengeluaran karbon dioksida oleh darah melalui permukaan organ pernapasan. Proses tersebut disebut pernapasan. Oksigen merupakan zat yang mutlak dibutuhkan oleh tubuh untuk mengoksidasi zat makanan berupa karbohidrat, lemak dan protein sehingga menghasilkan energi. 
Sistem respirasi memiliki fungsi utama untuk memasok oksigen ke dalam tubuh serta membuang karbondioksida dari dalam tubuh. Pada dasarnya, sistem respirasi dibedakan menjadi dua, respirasi eksternal dan respirasi internal. Respirasi eksternal sama dengan bernapas sedangkan respirasi internal atau respirasi seluler ialah proses penggunaan oksigen oleh sel tubuh dan pembuangan zat sisa metabolisme sel yang berupa karbondioksida. Oksigen yang didapat dari lingkungan ini kemudian digunakan dalam proses fosforilasi oksidatif untuk menghasilkan ATP. Fungsi lain dari respirasi dari respirasi adalah untuk menjaga keseimbangan PH dan keseimbangan elektrik dalam cairan tubuh. Difusi gas antara organ respirasi dengan lingkungan dapat terjadi karena adanya perbedaan tekanan gas. 
Faktor-faktor yang memperngaruhi laju respirasi suatu organisme diantaranya usia, berat badan, jenis kelamin, suhu, aktivitas, dan emosi. Semakin tua usia suatu organisme maka semakin sedikit respirasi yang dibutuhkan. Hal ini disebabkan oleh penurunan regenerasi sel. Semakin berat suatu organisme maka semakin banyak respirasi yang dibutuhkan, karena jumlah sel yang dimiliki organisme tersebut menjadi lebih banyak.



  1. Alat Respirasi Pada Hewan 
Alat respirasi pada hewan bervariasi antara hewan yang satu dengan hewan yang lain,ada yang berupa paru-paru, insang, kulit, trakea, bahkan ada beberapa organismeyang belum mempunyai alat khusus sehingga oksigen berdifusi langsung dari lingkungan ke dalam tubuh, contohnya pada hewan bersel satu, porifera, coelenterate, protozoa, dan cacing pada keempat hewan ini oksigen berdifusi dari lingkungan melalui rongga tubuh.
1. Alat Respirasi Pada Hewan Invertebrate
a. Alat respirasi pada serangga 
Corong hawa (trakea) adalah alat pernapasan yang dimiliki oleh serangga dan arthropoda lainnya. Pembuluh trakea bermuara pada lubang kecil yang ada dikerangka luar (eksoskeleton) yang disebut spirakel (stigma). Spirakel berbentuk pembuluh silindris yang berlapis zat kitin, dan terletak berpasangan pada setiap segmen tubuh. Spirakel menpunyai katup yang dikontrol oleh otot sehingga membuka dan menutupnya spirakel terjadi secara teratur. Pada umumnya spirakel terbuka selama serangga terbang, dan tertutup saat serangga beristirahat.Oksigen dari luar masuk lewat spirakel. Kemudian udara dari spirakel menuju pembuluh-pembuluh trakea dan selanjutnya pembuluh trakea bercabang lagi menjadi cabang halus yang disebut trakeolus sehingga dapat mencapai seluruh jaringan dan alat tubuh bagian dalam.Trakeolus tidak berlapis kitin, berisi cairan, dan dibentuk oleh sel yangdisebut trakeoblas. Pertukaran gas terjadi antara trakeolus dengan sel-sel tubuh. Trakeolus ini mempunyai fungsi yang sama. 


Gambar .1 Sistem Respirasi Belalang

b. Alat respirasi pada kalajengking dan laba-laba
Kalajengking dan laba-laba besar (arachnida) yang hidup di darat memiliki alat pernapasan berupa paru-paru buku, sedangkan jika hidup di air bernapasdengan insang buku. Paru-paru buku memiliki gulungan yang berasal dari invaginasi perut. Masing-masing paru-paru buku ini memiliki lembaranlembaran tipis (lamela) yang tersusun berjajar. Paruparu buku ini juga memiliki spirakel tempat masuknya oksigen dari luar. Keluar masuknya udara disebabkan oleh gerakan otot yang terjadi secara teratur. Baik insang buku maupun paru-paru buku keduanya mempunyai fungsi yang sama seperti fungsi paru-paru pada vertebrata.
Gambar.2 sistem Respirasi laba-laba

c. Alat respirasi pada protozoa
Hewan dalam golongan ini melakukan pernapasan melalui seluruh permukaan selnya. Oksigen dan karbon dioksida masuk dan keluar melalui membran sel secara difusi. Oksigen dan karbon dioksida tersebut merupakan gas-gas yang terlarut di dalam air. Contoh: amoeba sp
Gambar .3 sistem respirasi Amoeba sp

d. Alat respirasi pada porifera
Hewan filum ini tubuhnya tersusun atas banyak sel dan memiliki jaringan yang sangat sederhana. Porifera tidak memiliki alat pernapasan khusus. Udara pernapasan dipertukarkan langsung oleh sel-sel di permukaan tubuh atau oleh sel-sel leher yang bersentuhan denan air. Contoh: spongia sp.
Gambar .4 sistem respirasi spongia
e. Alat respirasi pada coelenterata
Hewan phylulm coelenterata tubuhnya tersusun atas banyak sel dan memiliki jaringan. Hewan ini tidak memiliki alat pernapasan yang lengkap. Alat bantu pernapasan berupa lekukan-lekukan lapisan gastrodermal yang berada sedikit di bawah mulut, yang disebut sifonoglifa. Namun sel-sel di permukaan tubuh yang lain juga dapat melakukan pertukaran gas dengan lingkungannya. Contoh: aurelia aurita, hydra sp., dan metrium sp. (ubur-ubur).
 
Gambar.5 sistem respirasi

f.Alat  respirasi pada cacing
Golongan cacing (vermes) terbagi dalam tiga phylulm.pada cacing pipih (platyhelminthes) pernapasan terjadi di seluruh permukaan tubuh melalui difusi. Contoh: planaria sp.pada cacing gilik tidak bersegmen (nemathelminthes) pernapasannya juga melalui difusi lewat permukaan tubuhnya. Contoh: ascaris lumbricoides pada cacing gilik bersegmen (annelida) pernapasannya melalui permukaan kulit yang selalu basah oleh cairan mukus. Contoh: lumbricus sp.

Gambar. 6 sistem respirasi


2. Alat Respirasi Pada Hewan Vertebrate
a. Alat respirasi pada ikan
Insang dimiliki oleh jenis ikan (pisces). Insang berbentuk lembaranlembaran tipis berwarna merah muda dan selalu lembap. Bagian terluar dari insang berhubungan dengan air, sedangkan bagian dalam berhubungan erat dengan kapiler-kapiler darah. Tiap lembaran insang terdiri dari sepasang filamen, dan tiap filamen mengandung banyak lapisan tipis (lamela). Pada filamen terdapat pembuluh darah yang memiliki banyak kapiler sehingga memungkinkan O2 berdifusi masuk dan co2 berdifusi keluar.Insang pada ikan bertulang sejati ditutupi oleh tutup insang yang disebut operkulum (tutup insang), sedangkan insang pada ikan bertulang rawan tidak ditutupi oleh operkulum. 
Beberapa jenis ikan mempunyailabirin yang merupakan perluasan ke atas dari insang dan membentuk lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur. Labirin ini berfungsi menyimpan cadangan 02 sehingga ikan tahan pada kondisi yang kekurangan 02. Contoh ikan yang mempunyai labirin adalah: ikan gabus dan ikan lele. Untuk menyimpan cadangan 02, selain dengan labirin, ikan mempunyai gelembung renang yang terletak di dekat punggung.
Proses pernapasan pada ikan adalah dengan cara membuka dan menutup mulut secara bergantian dengan membuka dan menutup tutup insang. Pada waktu mulut membuka, air masuk ke dalam rongga mulut sedangkan tutup insang menutup. Oksigen yang terlarut dalam air masuk berdifusi ke dalam pembuluh kapiler darah yang terdapat dalam insang. Dan pada waktu menutup, tutup insang membuka dan air dari rongga mulut keluar melalui insang. Bersamaan dengan keluarnya air melalui insang, karbondioksida di keluarkan. 

b. Alat respirasi pada katak
Pada katak, oksigen berdifusi lewat selaput rongga mulut, kulit, dan paruparu. Kecuali pada fase berudu bernapas dengan insang karena hidupnya di air. Selaput rongga mulut dapat berfungsi sebagai alat pernapasan karma tipis dan banyak terdapat kapiler yang bermuara di tempat itu.Pada saat terjadi gerakan rongga mulut dan faring, lubang hidung terbuka dan glotis tertutup sehingga udara berada di rongga mulut dan berdifusi masuk melalui selaput rongga mulut yang tipis. Selain bernapas dengan selaput rongga mulut, katak bernapas pula dengan kulit, ini dimungkinkan karena kulitnya selalu dalam keadaan basah dan mengandung banyak kapiler sehingga gas pernapasan mudah berdifusi. Oksigen yang masuk lewat kulit akan melewati vena kulit (vena kutanea)kemudian dibawa ke jantung untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Sebaliknya karbon dioksida dari jaringan akan di bawa ke jantung, dari jantung dipompa ke kulit dan paru-paru lewat arteri kulit pare-paru(arteri pulmo kutanea). Dengan demikian pertukaran oksigen dan karbon dioksida dapat terjadi di kulit.
Gambar.

c. Alat respirasi pada reptilia
Paru-paru reptilia berada dalam rongga dada dan dilindungi oleh tulang rusuk. Paru-paru reptilia lebih sederhana, hanya dengan beberapa lipatan dinding yang berfungsi memperbesar permukaan pertukaran gas. Pada reptilia pertukaran gas tidak efektif. Pada kadal, kura-kura, dan buaya paru-paru lebih kompleks, dengan beberapa belahanbelahan yang membuat paru-parunya bertekstur seperti spon. Paru-paru pada beberapa jenis kadal misalnya bunglon afrika mempunyai pundi-pundi hawa cadangan yang memungkinkan hewan tersebut melayang di udara.
Gambar.

d. Alat respirasi pada burung
Pada burung, tempat berdifusinya gas pernapasan hanya terjadi di paruparu. Paru-paru burung berjumlah sepasang dan terletak dalam rongga dada yang dilindungi oleh tulang rusuk.Jalur pernapasan pada burung berawal di lubang hidung. Pada tempat ini, udara masuk kemudian diteruskan pada celah tekak yang terdapat pada dasar faring yang menghubungkan trakea. Trakeanya panjang berupa pipa bertulang rawan yang berbentuk cincin, dan bagian akhir trakea bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Dalam bronkus pada pangkal trakea terdapat sirinkyang pada bagian dalamnya terdapat lipatan-lipatan berupa selaput yang dapat bergetar. Bergetarnya selaput itu menimbulkan suara. Bronkus bercabang lagi menjadi mesobronkus yang merupakan bronkus sekunder dan dapat dibedakan menjadi ventrobronkus (di bagian ventral) dan dorsobronkus (di bagian dorsal). Ventrobronkus dihubungkan dengan dorsobronkus, oleh banyak parabronkus (100 atau lebih).
Parabronkus berupa tabung tabung kecil. Di parabronkus bermuara banyak kapiler sehingga memungkinkan udara berdifusi. Selain paru-paru, burung memiliki 8 atau 9 perluasan paru-paru atau pundi-pundi hawa (sakus pneumatikus) yang menyebar sampai ke perut, leher, dan sayap. Pundi-pundi hawa berhubungan dengan paru-paru dan berselaput tipis. Di pundi-pundi hawa tidak terjadi difusi gas pernapasan; pundi-pundi hawa hanya berfungsi sebagai penyimpan cadangan oksigen dan meringankan tubuh. Karena adanya pundi-pundi hawa maka pernapasan pada burung menjadi efisien. Pundi-pundi hawa terdapat di pangkal leher (servikal), ruang dada bagian depan (toraks anterior), antara tulang selangka (korakoid), ruang dada bagian belakang (toraks posterior), dan di rongga perut (kantong udara abdominal).
Gambar.


BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
  1. Kesimpulan 
  1. Proses pengikatan oksigen dan pengeluaran karbon dioksida oleh darah melalui permukaan organ pernapasan. Proses tersebut disebut pernapasan.








DAFTAR PUSTAKA
Isnaeni, Wiwi. 2006. Fisiologi Hewan. Yogyakarta: Kanisius.
Purnamasari, Risa. 2017. Fisiologi Hewan. Surabaya: Program Studi Arsitektur UIN Sunan Ampel.


Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "MAKALAH FISIOLOGI HEWAN ( sistem pernapasan (respirasi) pada hewan)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel