makalah anatomi fisiologi manusia sistem integumen

Ifani L Rahma: Sistem Ekskresi Manusia : Kulit
MAKALAH ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA
SISTEM INTEGUMEN
( Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia )




KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini dibuat guna memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia dengan judul SISTEM INTEGUMEN.

Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah dan masih jauh dari kesempurnaan. Mohon kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun sangat di harapkan guna memperbaiki makalah ini. Semoga makalah ini berguna dan bermanfaat bagi pembaca.


, 21 April 2020



Penyusun





DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL 
KATAPENGANTAR………………..………………………………….…..................ii
DAFTAR ISI  ……………………….…………………………….……………...........iii

BAB I PENDAHULUAN
    1. Latar Belakang …………………………………………................................1
    2. Rumusan Masalah ………………………………………..………...................2
    3. Tujuan……......………………………………………………….....................2

BAB II PEMBAHASAN
  1. Pengertian Sistem Integumen…………………………………….…..………..3
  2. Anatomi Sistem Integumen Pada Manusia…………………………....……….3
  3. Fisiologi Sistem Integumen Pada Manusia………………………………...….14
  4. Gangguan Pada Sistem Integumen Manusia………………………................16

BAB III PENUTUP 
  1. Kesimpulan  …………………………………………………….………......19
  2. Saran………………………………………………………….…………......19

DAFTAR PUSTAKA 



BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

        Seluruh tubuh manusia bagian terluar terbungkus oleh suatu sistem yang disebut sebagai sistem integumen. Sistem integumen adalah sistem organ yang paling luas.Sistem ini terdiri atas kulit dan aksesorisnya, termasuk kuku, rambut,  kelenjar (keringat dan sebaseous), dan reseptor saraf khusus (untuk stimuli perubahan internal atau lingkungan eksternal).

 Sistem integumen terdiri dari organ terbesar dalam tubuh, kulit. Ini sistem organ yang luar biasa melindungi struktur internal tubuh dari kerusakan, mencegah dehidrasi, menghasilkan vitamin dan hormon. Hal ini juga membantu untuk mempertahankan homeostasis dalam tubuh dengan membantu dalam pengaturan suhu tubuh dan keseimbangan air. Sistem integumen adalah garis pertama pertahanan tubuh terhadap bakteri, virus dan mikroba lainnya. Hal ini juga membantu untuk memberikan perlindungan dari radiasi ultraviolet yang berbahaya. Kulit adalah organ sensorik dalam hal ini memiliki reseptor untuk mendeteksi panas dan dingin, sentuhan, tekanan dan nyeri. Komponen kulit termasuk rambut, kuku, kelenjar keringat, kelenjar minyak, pembuluh darah, pembuluh getah bening, saraf dan otot. Mengenai anatomi sistem yang menutupi, kulit terdiri dari lapisan jaringan epitel (epidermis) yang didukung oleh lapisan jaringan ikat (dermis) dan lapisan yang mendasari (hypodermis atau subcutis).

Selain kulit, ada pula rambut dan kuku yang termasuk kedalam sistem integumen. Rambut adalah organ seperti benang yang tumbuh di kulit terluar. Rambut muncul dari epidermis (kulit luar), walaupun berasal dari folikel rambut yang berada jauh di bawah dermis. Serta pada kuku tumbuh dari sel mirip gel lembut yang mati, mengeras, dan kemudian terbentuk saat mulai tumbuh dari ujung jari. Kulit ari pada pangkal kuku berfungsi melindungi dari kotoran. Fungsi utama kuku adalah melindungi ujung jari yang lembut dan penuh urat saraf, serta mempertinggi daya sentuh. Secara kimia, kuku sama dengan rambut yang antara lain terbentuk dari keratin protein yang kaya akan sulfur.

  1. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari penyusunan makalah ini antara lain:
1). Apa pengertian dari Sistem Integumen ?
2). Bagaimana Anatomi dari Sistem Integumen pada Manusia?
3). Bagaimana Fisiologi dari Sistem Integumen pada Manusia?
4). Apa sajakah gangguan-gangguan Sistem Integumen pada Manusia ?

  1. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penyusunan makalah ini antara lain:
1).  Mampu menjelaskan pengertian dari Sistem Integumen.
2).  Mampu menjelaskan anatomi dari Sistem Integumen pada Manusia.
3).  Mampu menjelaskan Fisiologi dari Sistem Integumen pada Manusia.
4).  Mampu menyebutkan gangguan-gangguan Sistem Integumen pada Manusia.



BAB II
PEMBAHASAN

  1. Pengertian Sistem Integumen
Sistem integumen adalah sistem organ yang membedakan, memisahkan, melindungi, dan menginformasikan hewan terhadap lingkungan sekitarnya. Sistem ini seringkali merupakan bagian sistem organ yang tersebar yang mencakup kulit, rambut, bulu, sisik, kuku, kelenjar keringat dan produknya (keringat atau lendir). Kata ini berasal dari bahasa latin “integumentum”, yang berarti “ penutup”.
Sistem integumen pada manusia terdiri dari kulit, kuku, rambut, kelenjar keringat, kelenjar minyak dan kelenjar susu. Sistem integumen mampu memperbaiki sendiri apabila terjadi kerusakan yang tidak terlalu parah dan mekanisme pertahanan tubuh pertama (pembatas antara lingkungan luar tubuh dengan dalam tubuh).
  1. Anatomi Sistem Integumen’

    1. Kulit 
Kulit adalah lapisan atau jaringan yang menutup seluruh tubuh dan melindungi tubuh dari bahaya yang datang dari luar. Lapisan kulit pada dasarnya sama disemua bagian tubuh, kecuali di telapak tangan, telapak kaki, dan bibir. Namun tebal kulit bervariasi dari 0,5mm sampai 4mm.. Kulit wajah berbeda karena di lapisan bawahnya terdapat lebih banyak pembuluh darah. Seseorang yang kekurangan darah dapat terlihat dari warna kulit wajahnya yang lebih pucat. Telapak tangan dan telapak kaki mempunyai kulit yang lebih tebal daripada bagian tubuh lainnya. Ketebalan ini disebabkan oleh lebih tebalnya lapisan cronium di tempat tersebut. Hal itu penting karena kulit dibagian ini lebih sering mengalami gesekan. Kulit jari lebih peka terhadap rabaan dibandingkan kulit lengan, karena pada kulit jari ditemukan lebih banyak ujung saraf peraba.
Lapisan cronium diperlukan untuk melindungi kulit dari berbagai rangsangan. Warna kulit ditentukan oleh pigmen yang dihasilkan lapisan kulit dan bersifat turunan (genetic). Produksi pigmen bertambah jika yang bersangkutan sering terkena sinar matahari karena pigmen berfungsi untuk melindungi kulit. Warna kulit juga dipengaruhi oleh makanan. Jika kelebihan vitamin A (carotene) maka dapat memberi warna kuning pada kulit. Terkadang ditemukan kulit badan yang berwarna kemerahan. Hal ini disebabkan oleh adanya kerapatan yang berlebihan dari pembuluh darah dan kapiler di tempat tersebut.
Ifani L Rahma: Sistem Ekskresi Manusia : Kulit
Lapisan kulit dan bagian-bagian pelengkapnya. Kulit terbagi menjadi 3 bagian :
  1. Epidermis 
Epidermis merupakan bagian kulit paling luar. Ketebalan epidermis berbeda-beda pada berbagai bagian tubuh, yang paling tebal berukuran 1 milimeter misalnya pada telapak tangan dan telapak kaki, dan yang paling tipis berukuran 0,1 milimeter terdapat pada kelopak mata, pipi, dahi, dan perut. Sel-sel epidermis disebut keratinosit. Epidermis melekat erat pada dermis karena secara fungsional epidermis memperoleh zat-zat makanan dan cairan antar sel dari plasma yang merembes melalui dinding-dinding kapiler dermis ke dalam epidermis. Pada epidermis dibedakan atas lima lapisan kulit, yaitu :
        1.  Lapisan tanduk (stratum corneum)
Merupakan lapisan epidermis yang paling atas, dan menutupi semua lapisan epidermis lebih ke dalam. Lapisan tanduk terdiri atas beberapa lapisan sel pipih, tidak memiliki inti, tidak mengalami proses metabolisme, tidak berwarna dan sangat sedikit mengandung air. Pada telapak tangan dan telapak kaki jumlah baris keratinosit jauh lebih banyak, karena di bagian ini lapisan tanduk jauh lebih tebal. Lapisan tanduk ini sebagian besar terdiri atas keratin yaitu sejenis protein yang tidak larut dalam air dan sangat resisten terhadap bahan-bahan kimia. Lapisan ini dikenal dengan lapisan horny, terdiri dari milyaran sel pipih yang mudah terlepas dan digantikan oleh sel-sel baru setiap 4 minggu, karena usia setiap sel biasanya hanya 28 hari. Pada saat terlepas, kondisi kulit akan terasa sedikit kasar sampai muncul lapisan baru.
Proses pembaruan lapisan tanduk, terus berlangsung sepanjang hidup, menjadikan kulit ari memiliki self repairing capacity atau kemampuan memperbaiki diri. Bertambahnya usia dapat menyebabkan proses keratinisasi berjalan lebih lambat. Ketika usia mencapai sekitar 60 tahunan, proses keratinisasi, membutuhkan waktu sekitar 45-50 hari, akibatnya lapisan tanduk yang sudah menjadi lebih kasar, lebih keringh, lebih tebal, timbul bercak-bercak putih karena melanosit lambat bekerja dan penyebaran melanin tidak lagi merata serta tidak lagi cepat digantikan oleh Lapisan tanduk baru. Daya elastisitas kulit pada lapisan ini sangat kecil, dan lapisan ini sangat efektif untuk mencegah terjadinya penguapan air dari lapis-lapis kulit lebih dalam sehingga mampu memelihara tonus dan turgor kulit, tetapi lapisan tanduk memiliki daya serap air yang cukup besar.

        1. Lapisan bening (stratum lucidum)

Disebut juga lapisan barrier, terletak tepat di bawah lapisan tanduk, dan dianggap sebagai penyambung lapisan tanduk dengan lapisan berbutir. Lapisan bening terdiri dari protoplasma sel-sel jernih yang kecil-kecil, tipis dan bersifat translusen sehingga dapat dilewati sinar (tembus cahaya). Lapisan ini sangat tampak jelas pada telapak tangan dan telapak kaki. Proses keratinisasi bermula dari lapisan bening.

        1. Lapisan berbutir (stratum granulosum)

Tersusun oleh sel-sel keratinosit berbentuk kumparan yang mengandung butir-butir di dalam protoplasmanya, berbutir kasar dan berinti mengkerut. Lapisan ini tampakpaling jelas pada kulit telapak tangan dan telapak kaki.
        1. Lapisan bertaju (stratum spinosum)

Disebut juga lapisan malphigi, terdiri atas sel-sel yang saling berhubungan dengan perantaraan jembatan-jembatan protoplasma berbentuk kubus. Jika sel-sel lapisan saling berlepasan, maka seakan-akan selnya bertaju. Setiap sel berisi filament-filamen kecil yang terdiri atas serabut protein. Sel-sel pada lapisan taju normal, tersusun menjadi beberapa baris. Bentuk sel berkisar antara bulat ke bersudut banyak (polygonal), dan makin kearah permukaan kulit makin besar ukurannya. 
Diantara sel-sel taju terdapat celah antar sel halus yang berguna untuk peredaran cairan jaringan ekstraseluler dan pengantaran butir-butir melanin. Sel-sel dibagian lapis taju yang lebih dalam, banyak yang berada dalam salah satu tahap mitosis, kesatuan-kesatuan lapisan besar ukurannya. Diantara sel-sel taju terdapat celah antar sel halus yang berguna untuk peredaran cairan jaringan ekstraseluler dan pengantaran butir-butir melanin. Sel-sel dibagian lapis taju yang lebih dalam, banyak yang berada dalam salah satu tahap mitosis. Kestuan-kesatuan lapisan taju mempunyai susunan kimiawi yang khas; inti-inti sel dalam bagian basal lapis taju mengandung kolesterol dan asam amino.

        1.  Lapisan benih (stratum germinativum atau stratum basale)

Merupakan lapisan terbawah epidermis, dibentuk oleh satu baris sel torak (silinder) dengan kedudukan tegak lurus terhadap permukaan dermis. Alas sel-sel torak ini bergerigi dan bersatu dengan lamina basalis di bawahnya. Lamina basalis yaitu struktur halus yang membatasi epidermis dengan dermis. Pengaruh lamina basalis cukup besar, terhadap pengaturan metabolisme demo-epidermal dan fungsi-fungsi vital kulit. Didalam lapisan ini sel-sel epidermis bertambah banyak melalui mitosis dan sel-sel tadi bergeser ke lapisan-lapisan lebih atas, akhirnya menjadi sel tanduk. Di dalam lapisan benih terdapat pula sel-sel bening pembuat pigmen melanin kulit.
Tipe-tipe Sel Epidermis
  1. Keratinocytes
Substansi terbanyak dari sel-sel epidermis, karena keratinocytes selalu mengelupas pada permukaan epidermis, maka harus selalu digunakan. Pergantian dilakukan oleh aktivitas mitosis dari lapisan basal (di malam hari). Selama perjalanannya ke luar (menuju permukaan). Keratinocytes berdeferensiasi menjadi keratin filament dan sitoplasma. Proses dari basal sampai korneum selama 20-30 hari. Karena proses cytomorhose dari keratinocytes yang bergerak dari basal ke korneum, lima lapisan dapat diidentifikasi. Yaitu basal, spimosum, granulosum,losidum dan korneum.

  1.  Melanocytes
Didapat dari ujung saraf, memproduksi pigmen melanin yang memberikan warna coklat pada kulit. Bentuknya silindris, bulat dan panjang. Mengandung tirosinase yang dihasilkan oleh REG, kemudian tirosinase tersebut diolah oleh apparatus golgi menjadi oval granules (melanosomes). Ketika asam amino tirosin berpindah ke dalam melanosomes, melanosomes berubah  menjadi melanin. Enzim tirosinase yang diaktifkan oleh sinar ultra violet. Kemudian melanin meninggalkan badan melanocytes dan menuju ke sitoplasma dari sel-sel dalam lapisan stratum spinosum. Dan pada akhirnya pigmen melanin didegradasi oleh keratinocytes
    1. Merkel cells
Banyak terdapat pada daerah kulit yang sedikit rambut (fingertips, oral mucosa, daerah dasar folikel rambut). Menyebar di lapisan stratum basal yang banyak mengandung keratinocytes.
    1. Langerhans Cells
Disebut juga dendritic cells karena sering bekerja di daerah lapisan stratum spinosum. Merupakan sel yang mengandung antibody. Banyaknya 2%-4% dari keeluruhan sel epidermis. Selain itu, juga banyak terdapat dibagian dermis pada lubang mulut, esophagus, dan vagina. Fungsi dari Langerhans cells adalah untuk responisasi terhadap imun karena mempunyai antibodi.

    1. Dermis (korium)
Kulit jangat atau dermis menjadi tempat ujung saraf perasa, tempat keberadaan kandung rambut, kelenjar keringat, kelenjar-kelenjar palit (sebacea) atau kelenjar minyak, pembuluh-pembuluh darah dan getah bening, dan otot penegak rambut. 
Sel-sel umbi rambut yang berada di dasar kandung rambut, terus-menerus membelah dalam membentukbatang rambut. Kelenjar palit yang menempel di saluran kandung rambut, menghasilkan minyak yang mencapai permukaan kulit melalui muara kandung rambut. Kulit jangat sering disebut kulit sebenarnya dan 95 % kulit jangat membentuk ketebalan kulit. Ketebalan rata-rata kulit jangat diperkirakan antara 1-2 mm dan yang paling tipis terdapat di kelopak mata serta yang  paling tebal terdapat di telapak tangan dan telapak kaki. Susunan dari kulit jangat dibentuk oleh serat-serat, matriks interfibrilar yang menyerupai selai dan sel-sel.
Keberadaan ujung-ujung saraf perasa dalam kulit jangat, memungkinkan membedakan berbagai rangsangan dari luar. Masing-masing saraf perasa memiliki fungsi tertentu, seperti saraf dengan fungsi mendeteksi rasa sakit, sentuhan, tekanan, panas, dan dingin. Saraf perasa juga memungkinkan segera bereaksi terhadap hal-hal yang dapat merugikan diri kita. Jika kita mendadak menjadi sangat takut atau sangat tegang, otot penegak rambut yang menempel di kandung rambut, akan mengerut dan menjadikan bulu roma atau bulu kuduk berdiri. Kelenjar palit yang menempel di kandung rambut memproduksi minyak untuk melumasi permukaan kulit dan batang rambut. Kelenjar keringat menghasilkan cairan keringat yang dikeluarkan ke permukaan kulit melalui pori-pori kulit.
Pada dasrnya dermis terdiri atas sekumpulan serat-serat elastis yang dapat membuat kulit berkerut akan kembali ke bentuk semula dan serat protein ini yang disebut kolagen. Serat-serat kolagen ini disebut juga jaringan penunjang, karena fungsinya dalam membentuk jaringan-jaringan kulit yang menjaga kekeringan dan kelenturan kulit.
Dermis yang memiliki 2 lapis jaringan ikat, yaitu lapisan papilar dan retikular. Lapisan papilar berupa papilla-papila yang masuk ke epidermis. Lapisan ini terdiri dari serabut kolagen halus, elastis, dan sedikit retikuler. Papil ini sering terdapat akhiran saraf (korpuskulum Meissner) disebut papila saraf  dan pembuluh darah kapiler/kapiler disebut papila faskular. Lapisan reticular adalah lapisan yang lebih dalam,tersusun jaringan ikat padat tidak teratur. Lebih tebal dari lapisan papilar. Terdiri dari serabut kolagen kasar, sedikit retikuler, dan banyak serabut elastis yang arahnya sejajar permukaan dan membentuk lipatan/garis kulit, yang disebut sebagai garis fanger yang dikenal sebagai sidik jari. Pada lapisan dermis bisa ditemukan selchromatophor, yaitu sel berpigmen yang mendapatkan pigmen dari melanosit (tidakmembuat pigmen sendiri). Di dermis juga dapat ditemukan otot polos arektor pili yang berhubungan dengan folikel rambut. Irigo (asal) otot ini dari lapisan papilar edermis dan insertio (pelekatan) pada jaringan ikat folikel rambut. Fungsi dermis yaitu: Memberikan kekuatan struktural dan feksibilitas kulit, pembuluh darah dermis membantu proses pertukaran gas, nutrisi, dan produk buangan di epidermis
Berkurangnya protein akan menyebabkan kulit menjadi kurang elastis  dan mudah mengendur hingga timbul kerutan. Faktor lain yang menyebabkan kulit berkerut yaitu faktor usia atau kekurangan gizi. Didalam lapisan kulit jangat terdapat dua macam kelenjar yaitu :
Bagian bagian Kulit Manusia dan Fungsinya - DosenBiologi.com
  1. Kelenjar keringat (Sudorifera)
Kelenjar keringat terdiri dari fundus (bagian yang melingkar) dan duet yaitu saluran semacam pipa yang bermuara pada permukaan kulit membentuk pori-pori keringat. Semua bagian tubuh dilengkapi dengan kelenjar keringat dan lebih banyak terdapat dipermukaan telapak tangan, telapak kaki, kening dan di bawah ketiak. Kelenjar keringat mengatur suhu badan dan membantu membuang sisa-sisa pencernaan dari tubuh. Kegiatannya terutama dirangsang oleh panas, latihan jasmani, emosi dan obat-obat tertentu. Ada dua jenis kelenjar keringat yaitu :
  • Kelenjar keringat ekrin
Kelenjar keringat ini mensekresi cairan jernih , yaitu keringat yang mengandung 95-97 persen air dan mengandung beberapa mineral, seperti garam, sodium klorida, granula minyak, glusida dan sampingan dari metabolisme seluler. Kelenjar keringat ini terdapat di seluruh kulit, mulai dari telapak tangan dan telapak kaki sampai ke kulit kepala. Jumlahnya di seluruh badan sekitar 2 juta dan menghasilkan 14 liter keringat dalam waktu 24 jam pada orang dewasa. Bentuk kelenjar keringat ekrin langsing, bergulung-gulung dan salurannya bermuara lansung pada permukaan kulit yang tidak ada rambutnya.
  • Kelenjar keringat apokrin
Hanya terdapat di daerah ketiak, puting susu, pusar, daerah kelamin dan daerah sekitar dubur (onogenital) menghasilkan cairan yang agak kental, berwarna keputih-putihan serta berbau khas pada setiap orang. Sel kelenjar ini mudah rusak dan sifatnya alkali sehingga dapat menimbulkan bau. Kelenjar keringat apokrin jumlahnya tidak terlalu banyak dan hanya sedikit cairan yang disekresikan dari kelenjar ini. Kelenjar apokrin mulai aktif setelah usia akil baligh dan aktivitas kelenjar ini dipengaruhi oleh hormon.
  1. Kelenjar palit (Sabacea)

Kelenjar palit terletak pada bagian atas kulit jangat berdekatan dengan kandung rambut terdiri dari gelembung-gelembung kecil yang bermuara ke dalam kandung rambut (folikel). Folikel rambut mengeluarkan lemak yang meminyaki kulit dan menjaga kelunakan rambut. Kelenjar palit membentuk sebum atau urap kulit. Terkecuali pada telapak tangan dan telapak kaki, kelenjar palit terdapat di semua bagian tubuh terutama pada bagian muka.
Pada umumnya, satu batang rambut hanya mempunyai satu kelenjar palit atau kelenjar sabasea yang bermuara pada saluran folikel rambut. Pada kulit kepala, kelenjar palit atau kelenjar sabasea menghasilkan minyak untuk melumasi rambut dan kulit kepala. Pada kebotakan orang dewasa, ditemukan bahwa kelenjar palit atau kelenjar sabasea membesar sedangkan folikel rambut mengecil. Pada kulit badan termasuk pada bagian wajah, jika produksi minyak dari kelenjar palit berlebihan, maka kulit akan lebih berminyak sehingga memudahkan timbulnya jerawat.

    1. Hipodermis/Subcutis
Lapisan ini terutama mengandung jaringan lemak, pembuluh darah dan limfe, saraf-saraf yang berjalan sejajar dengan permukaan kulit. Cabang-cabang dari pembuluh-pembuluh dan saraf-saraf menuju lapisan kulit jangat. Jaringan ikat bawah kulit berfungsi sebagai bantalan atau penyangga benturan bagi organ-organ tubuh bagian dalam, membentuk kontur tubuh dan sebagai cadangan makanan.
Ketebalan dan kedalaman jaringan lemak bervariasi sepanjang kontur tubuh, paling Tebal di daerah pantat dan paling tipis terdapat di kelopak mata. Jika usia menjadi tua, kinerja liposit dalam jaringan ikat bawah kulit juga menurun. Bagian tubuh yang sebelumnya berisi banyak lemak, lemaknya berkurang sehingga kulit akan mengendur serta makin kehilangan kontur.
2. Kuku 
Kuku adalah suatu bentuk kulit khusus yang dibentuk oleh bagian kulit, yaitu akar kukudi jari tangan dan kak. Kuku, utamanya terdiri dari lapisan corneum (lapisan tanduk) dan berfungsi untuk melindungi jari yang kulitnya sensitif. Kuku seperti ini hanya didapatkan pada ordo primate dan manusia. Kuku jari tangan tumbuh sekitar 5 cm setahun dan kuku jari kaki lebih lambat. Kuku perlu diperhatikan karena ia tumbuh terus. Jika dirawat atau dipotong secara tidak benar, pertumbuhannya dapat menyebabkan luka. Kuku sering kurang diperhatikan dalam perawatan kulit, sehingga mudah terinfeksi jamur. Oleh karena itu, kuku perlu mendapat perhatian terutama oleh penderita diabetes atau kencing manis. 
  1. Rambut
Rambut adalah bagian dari kulit. Rambut dibedakan dengan bulu badan karena bentuk, ukuran, dan lokasinya yang khas. Rambut dipengaruhi oleh jenis kelamin dan hormone seks yang menyertainya. Ada rambut kepala, rambut ketiak, rambut pubis (kemaluan). Rambut yang ada pada pria dan wanita pada dasarnya sama, tetapi kebotakan lebih banyak terjadi pada pria yang disebabkan oleh hormon testosteron. Itu sebabnya kebotakan pada pria dinamakan male pattern baldness. Pada wanita kebotakan biasanya ditandai dengan rambut yang tumbuhnya jarang-jarang. Walaupun pria lebih sering mengalami kebotakan, bukan berarti mereka kelebihan hormone seks. Kebotakan pada wanita disebabkan oleh perubahan keseimbangan hormonal sesudah menopause.
C. Fisiologi Sistem Integumen
  1. Fungsi Kulit
Kulit memiliki banyak fungsi diantaranya adalah :
  • Menutupi dan melindungi organ-organ dibawahnya
  • Melindungi tubuh dari masuknya mikroorganisme dan benda asing
  • Pengaturan suhu
  • Ekskresi : melalui perspirasi atau berkeringat, membuang sejumlah kecil urea.
  • Sintesis : konversi 7-dehydrocholesterol menjadi vit D3 (Cholecalciferol) dengan bantuan sinar UV.
  • Tempat penimbun lemak.

  1. Proses Berkeringat
Panas merangsang hipotalamus anaterior (area preoptik), impuls dipindahkan melalui jaras otonom ke medula spinalis dan kemudian melalui saraf simpatis merangsang kelenjar keringat untuk memproduksi keringat.

  1. Warna Pada Kulit dan Fungsi Melanin
Kulit mendapatkan warna dari 3 faktor :
  • Adanya melanin (pigmen gelap yang diproduksi melanosit) : melanin berfungsi untuk melindungi kulit dari sinar ultraviolet yang berlebih
  • Pigmen berwarna kuning (karoten) : dalam sel lemak dermis dan hypodermis
  • Warna darah : dalam pembuluh dermal dibawah lapisan epidermis

  1. Pembentukan Melanin (Melanogenesis)
Melanin dihasilkan oleh melanosit, yang tersebar di stratum Malpighi (stratum basale dan spinosum). Jumlah melanosit ini tertentu per satuan luas kulit, tidak ada pengaruh ras dan jenis kelamin. Yang berbeda adalah aktivitas dan jumlah granul melaninnya, sehingga daerah-daerah tertentu bisa tidak sama warnanya. Di dalam sitoplasma melanosit terdapat melanosom, yaitu granul-granul yang membentuk melanin. Branula ini berada di prosesus sitoplasma, yang nantinya akan dicurahkan ke sel keratinosit dan terjadi pigmentasi kulit setelah difagosit oleh keratinosit. Branula melanosom berhubungan dengan lisosom yang mengandung tirosinase yangakan merubah tirosin menjadi -,4 dihidro fenil alanin (DOPA) kemudian menjadi DOPA Cuinon dan akhirnya, terbentuk melanin. Tirosinase ini dibentuk oleh ribosom, lalu ditranspor ke lumen granular retikulum endoplasmik kemudian disimpan dalam fesikel kompleks Bolgi. Ada 4 stadium perkembangan terbentuknya melanin.
  • Stadium I: vesikel dikelilingi oleh membrane yang menunjukkan permulaan aktivitas tirosinase.  
  • Stadium II: vesikel yang berisi tirosinase menjadi aktif dan dimulai sintase melanin.
  • Stadium III: terdapat timbunan melanin dalam vesikel.
  • Stadium IV: sintesa melanin berhenti, vesikel berisi melanin, tetapi aktivitas tirosinase tidak ada. Transfer melanin dari melanosit ke keratinosit juga melalui empat tahap yaitu melanosom diproduksi oleh apparatus golgi melanosit, melanosom pindah ke prosesus sel melanosit, sel epitel memfagosit ujung-ujung ptosesus sel melanosit, melanosom yang diproduksi oleh melanosit, sekarang sudah berada di dalam sel epitel.  

  1. Proses dan Tahapan Penyembuhan Luka
  • Fase inflamasi : terjadi sejak terjadi luka sampai kira-kira hari kelima. Fase ini menyebabkan pendarahan, dan menghentikannya dengan cara vasokonstriksi, retraksi atau pengerutan pembuluh darah yang putus dan reaksi hemostatis terjadi karena trombosit dan jala fibrin keluar sehingga menyebabkan pembekuan. Reaksi inflamasi yaitu sel mast menghasilkan serotonin dan histamine yang menyebabkan eksudasi cairan dan peradangan itu menyebabkan membengkak, terjadi kemerahan, rasa nyeri dan panas.
  • Fase poliperasi : berasal dari sel mensenkrim yang belum deferensiasi menghasilkan mukopolisakarida, asam amino glisindan prolin yang merupakan bahan dasar kolagen, serat yang akan mempertautkan tepi luka. Proses ini baru berhenti setelah epitel saling menyentuh dan menutup seluruh permukaan luka.
  • Fase peyudahan : odim dan sel radang di serap sel mudamenjadi matang, kapiler baru menutup dan diserap kembali, kolagen yang berlebih diserap sisanya mengerut sesuai dengan regangan yang ada, selama proses ini dihasilkan jaringan parut yang pucat, tipis dan lemas serta mudah di gerakkan dari dasar.
D. Gangguan Pada Sistem Integumen
Terdapat beberapa gangguan atau penyakit yang ada pada sistem integument yaitu :
        1. Gatal 
Gatal adalah sejenis sensasi, yang sebenarnya merupakan sejenis rasa nyeri yang sangat ringan. Gatal dapat ditimbulkan oleh berbagai macam sebab dan tidak selalu menunjukkan kelainan kulit. 

        1. Dandruff
Dandruff atau ketombe adalah sejenis eksim yang mengenai kulit kepala dan ditandai dengan terbentuknya sisik halus yang mudah lepas dari kulit. 

        1. Urica atau kaligata
Urica atau kaligata merupakan sejenis kelainan pada kulit yang ditandai rasa gatal hampir di seluruh tubuh yang disertai munculnya penonjolan pada kulit tubuh. Hal ini sebagai akibat sifat alergi terhadap sesuatu yang dimakan, atau sesuatu benda yang mengenai tubuh. 

        1. Jerawat atau acne vulgaris
Jerawat adalah penyakit yang terjadi akibat terganggunya aliran sebum oleh benda asing sehingga terbentuk pimple yang diikuti infeksi ringan. Benda asing itu sendiri dinamakan juga comedo. Dengan demekian, pangkal penyakit ini adalah adanya sebum yang banyak di produksi. Kelainan ini biasanya muncul pada saat pubertas atau pada sat kelenjar tersebut mulai aktif. Jerawat tumbuh di bagian wajah da nada juga pada dada dan pungggung. Karena pada dasarnya acne dapat menyebabkan semacam luka di kulit, penyembuhan dan penanganan yang kurang baik dapat menyebabakan terbentuknya jaringan parut di bekas jerawat.

        1. RUBEOLA (campak)
Suatu penyakit infeksi virus yang ditandai dengan ruam makulopapulaaar eritematosa, mulai dari wajah, badan lalu ekstremitas. Bercak koplik pada mulut 1-3 hari sebelum ruam. Pencegahnnya dengan vaksin campak. Vaksin campak merupakan bagian dari imunisasi rutin pada anak-anak. Vaksin biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi dengan gondongan dan campak Jerman (vaksin MMR/mumps, measles, rubella), disuntikkan pada otot paha atau lengan atas.
        1. Panu atau pytiriasis versicolor
Panu adalah penyakit kulit akibat infeksi jamur. Pengobatannya biasanya membutuhkan waktu lama dengan obat khusus jamur. 

        1.  Bisul atau boil
Bisul adalah infeksi pada kulit. Bisul biasanya terjadi pada bagian tubuh yang banyak rambut karena infeksinya masuk melalui lubang pangkal rambut. Bisul harus dibedakan dengan abses yang juga infeksi kulit. Abses bisa terus membesar tanpa pecah sampai ukuran yang relative besar. 

        1. Vitiligo
Vitiligo adalah kelainan kulit yang ditandai dengan hilangnya pigmen melanin sehingga bagian kulit itu menjadi putih. Kelainan ini ada yang bersifat bawaan dan sebagai akibat penyakit auto-imunne. Vitilago ini harus dibedakan dengan perubahan kulit yang menjadi lebih putih sebagai akibat infeksi jamur.
          
BAB III
PENUTUP
  1. KESIMPULAN
Dari makalah yang telah dibuat, kseimpulan yang dapat diambil tentang Sistem Integumen yaitu :
          1. Sistem integumen adalah sistem organ yang membedakan, memisahkan, melindungi, dan menginformasikan hewan terhadap lingkungan sekitarnya.
          2. Sistem Integumen pada manusia adalah terdiri dari kulit, kuku, rambut, kelenjar keringat, kelenjar minyak dan kelenjar susu.Anatomi Sistem Integumen pada Manusia kulit tersusun atas tiga lapisan, yaitu : Epidermis, Dermis, Skin Appendages atau /Struktur asesoris kulit dan Warna Kulit.
          3. Fisiologi sistem integumen meliputi warna kulit, proses berkeringat, proses melanosit, porses penyembuhan luka. 
          4. Gangguan Pada Sistem  Integumen Manusia diantaranya yaitu Gatal, Panu, Bisul, Jerawat, Kanker Kulit, penyakit pupus, Rubeola atau Penyakit Campak, Urticaria (Gatal Alergi).

  1. SARAN
     Semoga makalah ini dapat berguna bagi kita semua. Mohon maaf atas segala kesalahan. Kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan karena kami sebagai manusia sadar akan banyaknya kesalahan dari materi dan makalah yang kami angkat sebagai bahan makalah kami. Sekian dan terima kasih.


DAFTAR PUSTAKA

Andriyani, Rika dkk. Biologi Reproduksi dan Perkembangan. Yogyakarta : CV Budi Utomo. 2015
Karlinah, Nelly dkk. Embriologi Manusia. Yogyakarta : CV Budi Utomo. 2015
Wibowo, Daniel S. Anatomi Tubuh Manusia. Jakarta : Grasindo. 2005


















Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "makalah anatomi fisiologi manusia sistem integumen "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel