LAPORAN PRAKTIKUM FILUM ECHINODERMATA


BAB I
PENDAHULUAN

    1. Latar Belakang
Echinodermata (dari bahasa Yunani untuk kulit berduri) adalah sebuah filum hewan laut yang mencakup bintang lautteripang, dan beberapa kerabatnya. Kelompok hewan ini ditemukan di hampir semua kedalaman laut. Filum ini muncul di periode  Kambrium awal dan terdiri dari 7.000 spesies yang masih hidup dan 13.000 spesies yang sudah punah. Echinodermata adalah filum hewan terbesar yang tidak memiliki anggota yang hidup di air tawar atau darat. Hewan-hewan ini juga mudah dikenali dari bentuk tubuhnya: kebanyakan memiliki simetri radial, khususnya simetri radial pentameral (terbagi lima). Walaupun terlihat primitif, Echinodermata adalah filum yang berkerabat relatif dekat dengan Chordata (yang di dalamnya tercakup vertebrata), dan simetri radialnya berevolusi secara sekunder. Larva bintang laut misalnya, masih menunjukkan keserupaan yang cukup besar dengan larva Hemichordata.
Laut  merupakan ekosistem yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Hampir wakil dari setiap phylum hewan dapat ditemukan di laut. Organisme yang hidup di laut dipengaruhi oleh sifat air laut untuk sekelilingnya,  baik berupa tumbuhan ataupun hewan sehingga banyak bentuk umum yang dijumpai merupakan hasil adaptasi terhadap medium cair dan perggerakannya
Laut juga merupakan tempat mata penjaharian untuk golongan masyarakat tertentu yang hidup di sekitar laut, termasuk daerah pasang surut yang berkarang, berlumpur atau berpasir. Hampir semua wakil dari phylum hewan dapat ditemukan di laut. Phylum echidonemata ditempatkan pada akhir deretan Phylum dalam invertebrata lainnya. Hal ini merupakan salah satu alasan banyak Phylum echidonemata lebih dekat dengan Vertebrata daripada Invertebrata.
Bagian internal dan eksternal hewan itu menjalar dari tengah atau pusat, seringkali berbentuk lima jari-jari. Kulit tipis menutupi eksoskeleton yang terbuat dari lempengan keras. Sebagian besar hewan echinodermata bertubuh kasar karena adanya tonjolan kerangka dan duri yang memiliki berbagai fungsi. Yang khas dari echinodermata adalah system pembuluh air (water vascular system), suatu jaringan saluran hidrolik yang bercabang menjadi penjuluran yang disebut kaki tabung (tube feet) yang berfungsi sebagai lokomosi, makan, dan pertukaran gas. Reproduksi seksual anggota filum echinodermata umumnya melibatkan individu jantan dan betina yang terpisah dan membebaskan gametnya ke dalam air laut.
Echinodermata adalah triploblastik selomata tubuhnya mempunyai simetri radial yang di bagi menjadi lima bagian. Rangka berupa keeping-keping kapur terdapat di dalam kulit dan pada umumnya mempunyai duri. Saluran pencernaanya sudah sempurna meskipun anus pada sebagian Echinodermata tidak berfungsi. Semua Echinodermata hidup di laut. Gerakannya lambat dengan kaki pembuluh (kaki ambulaklar). Gerakannya terjadi dengan mengubah tekanan air yang diatur oleh system pembuluh air yang berkembang dari selom. Jenis kelamin terpisah (berumah dua), pembuahan terjadi di air laut. Larvanya mempunyai bentuk simetri bilateral dan dapat berenang bebas disebut bipinnaria. Struktur larva Echinodermata mempunyai persamaan dengan struktur larva Chordata rendah. Dalam perkembangan embrio tahap awal kedua filum di atas mempunyai persamaan. Jadi, di lihat secara embriologis Echinodermata banyak mempunyai persamaan dengan Chordata. Karena itu, Echinodermata ditinjau secara evolusi kekerabatannya lebih dekat ke Chordata daripada ke Annelida, Molusca atau Arthropoda. Hewan ini biasanya hidup di pantai dan di dalam laut sampai kedalaman sekitar 366 m. Sebagian hidup bebas, hanya gerakannya lamban. Anda jangan khawatir hewan ini tidak ada yang parasit. Ada sekitar 5.300 jenis Echinodermata yang sudah dikenal manusia. Jumlahnya amat banyak, karena musuh hewan ini hanya sedikit.
Diantara 700 atau lebih anggota filum echinodermata, semuanya adalah hewan laut, dibagi menjadi enam kelas : Asteroidea (bintang laut), Ophiuroidea (bintang mengular), Echinoidea (bulu babi dan sand dollar), Crinoidea (lili laut dan bintang bulu), Holothuroidea (timun laut). Kelas-kelas itulah, serta ordo-ordo tiap kelaslah yang akan menjadi pokok pembahasan kita sekaligus kita dapat mengetahui peranan echinodermata dalam kehidupan sehari-hari, serta dampak kerugian yang ditimbulkannya.
Echidonemata menempati berbagai macam habitat Zona Trumbu Karang, daerah pertumbuhan Algae, Tumbuhan laut jenis lainnya, Koloni Karang Hidup, Koloni Karang Mati serta daerah betting karang. Echidonemata merupakan komponen Distik yang penting dalam siklus rantai makanan. Makanan dan Phylum Echidonemata jenis tripang adalah detritus sehingga hewan ini banyak ditemukan di daerah yang banyak mengandung detritus.  Hal inilah yang melatarbelakangi sehingga dilakukanya praktikum ini.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al- Maidah : 96
أُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ الْبَحْرِ وَطَعَامُهُ مَتَاعًا لَكُمْ وَلِلسَّيَّارَةِ ۖ وَحُرِّمَ عَلَيْكُمْ صَيْدُ الْبَرِّ مَا دُمْتُمْ حُرُمًا ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ
Artinya : Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. Dan bertakwalah kepada Allah Yang kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan.
Menurut tafsir Al-Misbah Allah swt. menjelaskan bahwa dihalalkan bagi kamu berburu binatang buruan laut juga sungai dan danau atau tambak, dan makanannya yang berasal dari laut seperti ikan, udang, atau apa pun yang hidup di sana dan tidak dapat hidup di darat walau telah mati dan mengapung, adalah makanan lezat bagi kamu, baik bagi yang bertempat tinggal tetap di satu tempat tertentu, dan juga bagi orang-orang yang dalam perjalanan.

Berdasarkan ayat dan tafsir di atas dapat diketahui bahwa Allah telah menciptakan beraneka macam hewan laut, yang diantaranya adalah dari filum Echinodermata, yang dihalalkan untuk dimakan dagingnya. Banyak dari hewan Echinodermata seperti teripang (Stichopus variegatus) dan telur bulu babi (Diadema setosum) dapat dikonsumsi dan mengandung protein hewani yang baik untuk metabolisme tubuh.

Berdasarkan uraian diatas dapat dilihat bahwa secara umum spesies dari Echinodermata umumnya hidup di perairan dan beberapa dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan, maka dari itu dilakukanlah praktikum ini untuk mengamati struktur morfologi dan anatomi organisme yang tergolong echinodermata. 

    1. Tujuan
Adapun tujuan dalam praktikum ini yaitu :
  1. Menjelaskan ciri umum dan bagian tubuh hewan anggota filum echinodermata secara lengkap.
  2. Melakukan identifikasi terhadap anggota-anggota Echinodermata berdasar ciri morfologi dan struktur tubuhnya.




BAB II
DASAR TEORI
Echinodermata memiliki ciri yang khas yakni bersifat simetri radial dengan penguat tubuh dari zat-zat kapur dengan tonjolan duri-duri. Kelompok organisme ini semuanya hidup di laut. Pergerakan dari echinodermata termasuk lambat, gerakannya diatur oleh tekanan hidrostatis atau system vaskuler air. System saraf terdiri dari cincin oral dan tali-tali saraf radial. Sistem ekskresi pada Echinodermata tidak ada sehingga fungsi ekskresi dilakukan melalui penonjolan kulit (brank/papula). Bentuk tubuh, struktur anatomi dalam fisiologi echinodermata sangat khas. Bentuk tubuh simetri radial 5 penjuru, meskipun echinodermata termasuk divisi Bilateria. Sebenarnya pada waktu larva mempunyai bentuk tubuh simetri bilateral dan hidup sebagai plankton, tetapi pada akhir stadium larva mengalami metamorfosa menjadi simetri radial. (Kastawi,2003 : hal. 231)
Echinodermata tidak mempunyai kepala, tubuh tersusun dalam sumbu oral-aboral. Tubuh tertutup epidermis tipis yang menyelubungi rangka mesodermal. Rangka di dalam dan terdiri atas ossicle atau pelat-pelat kapur yang dapat digerakkan atau tidak dapat digerakkan. Bentuk dan letak osscile tiap jenis adalah khas. Rongga tubuh luas dan dilapisi peritoneum bercilia dalam perkembangannya sebagian rongga tubuh menjadi system pembuluh air, suatu organ yang tidak terdapat pada avetebrata lain. (Maskoeri . 1992 : hal. 172)
Sistem pembuluh air berfungsi untuk menggerakkan kaki tabung dengan cara mengatur masuk keluarnya air air laut melalui madreporit. Kontraksi ampula mengatur volumeair dalam kaki tabung, berarti mengatur gerak kaki tabung. Tergantung jenisnya, kaki tabung juga berfungsi untuk merayap, berpegang pada substrat, memegang mangsa atau membantu pertukaran gas O2 dan CO2. Alat pernapasan utama echinodermata adalah insang kulit yang merupakan perluasan rongga tubuh keluar melalui lubang-lubang kecil di antara ossicle kapur. Rongga tubuh berisi cairan semacam getah bening, mengandung amebocyt yang berkepentingan dalam peredaran darah, pernapasan dan ekskresi. ( Rusyana. 2011: hal.98 )
Sistem saraf menyebar, subepidermal, artinya berhubungan erat dengan epidermis. Cincin saraf melingkar berbentuk seglima terletak tepat di bawah epidermis peristome, sekitar mulut. Dari sini menyebar serat-serat saraf ke esophagus dan bagian dalam peristone. Tiap sudut segilima dari cincin saraf berhubungan dengan saraf radial pada daerah embulakurum tiap tangan. Semua jenis echinodermata merupakan satu-satunya filum dalam kingdom animalia yang anggotanya tidak ada yang hidup sebagai parasit.
Ciri-ciri Echinodermata adalah sebagai berikut:
  1. Kulitnya berduri dan mempunyai rangkaian yang tersusun dari zat kapur;
  2. Bentuk tubuhnya simetris radial (dapat dibagi menjadi bagian yang sama bentuk dan besarnya);
  3. Tidak mempunyai kepala yang jelas;
  4. Mempunyai gigi catut;
  5. Bergerak menggunakan kaki amburakral yang berbentuk tabung kecil dan diujungnya terdapat alat penghisap untuk melekatkan diri pada suatu tempat;
  6.  Berkembangbiak secara kawin umumnya berkelamin terpisah;
  7. Pemakan bangkai;
  8. Hidup di laut
System-sistem organ pada Echinodermata adalah sebagai berikut.
  1. Sistem Pencernaan
System pencernaannya lengkap tetapi sederhana. Akan tetapi, ada beberapa spesies yang tidak memiliki anus.

  1. Sistem Sirkulasi
System sirkulasi radial mengalami reduksi, selom biasanya luas berisi sel-sel amebosit. Pada saat larva, rongga tubuh berfungsi sebagai system vaskularair dengan kaki ambulakral. System ini dipakai untuk berjalan, respirasi, ekskresi, dan menangkap mangsa.
  1. Sistem Respirasi
System respirasi sangat berbeda-beda pada setiap kelompok Echinodermata. Ada yang menggunakan kaki tabung, insang kecil, atau pohon respirasi.
  1. Sistem Reproduksi
Reproduksinya ada yang secara seksual dan ada pula yang aseksual. Secara aseksual yakni dengan regenerasi atau dengan pembelahan sel. Reproduksi secara seksual dengan fertilisasi telur dan sperma di dalam air (fertilisasi eksternal). Alat kelaminnya terpisah (diesis). Pada fertilisasi eksternal dihasilkan larva yang mikroskopis, bersilia, dan bersifat bebas (medusa). Larva telah mempunyai sistem pencernaan yang lengkap.

  1. System Saraf
System saraf berupa cincin disekitar mulut dan berupa system saraf radial (kastawi,2003 : hal. 235 )
 Echinodermata memiliki ciri yang khas yakni bersifat simetri radial dengan penguat tubuh dari zat-zat kapur dengan tonjolan duri-duri. Kelompok organisme ini semuanya hidup di laut. Pergerakan dari echinodermata termasuk lambat, gerakannya diatur oleh tekanan hidrostatis atau system vaskuler air. System saraf terdiri dari cincin oral dan tali-tali saraf radial. Sistem ekskresi pada Echinodermata tidak ada sehingga fungsi ekskresi dilakukan melalui penonjolan kulit (brank/papula). Bentuk tubuh, struktur anatomi dalam fisiologi echinodermata sangat khas. Bentuk tubuh simetri radial 5 penjuru, meskipun echinodermata termasuk divisi Bilateria. Sebenarnya pada waktu larva mempunyai bentuk tubuh simetri bilateral dan hidup sebagai plankton, tetapi pada akhir stadium larva mengalami metamorfosa menjadi simetri radial. Echinodermata tidak mempunyai kepala; tubuh tersusun dalam sumbu oral-aboral. Tubuh tertutup epidermis tipis yang menyelubungi rangka mesodermal. Rangka di dalam dan terdiri atas ossicle atau pelat-pelat kapur yang dapat digerakkan atau tidak dapat digerakkan. Bentuk dan letak osscile tiap jenis adalah khas. Rongga tubuh luas dan dilapisi peritoneum bercilia dalam perkembangannya sebagian rongga tubuh menjadi system pembuluh air, suatu organ yang tidak terdapat pada avetebrata lain (Maskoeri , 1992: 117).
            Echinodermata terbagi atas 5 kelas, yaitu kelas Asteroidea (bintang laut), tubuhnya berbentuk bintang dengan 5 lengan, permukaaan tubuh pada bagian dorsal atau aboral terdapat duri-duri. Pada sekitar duri terdapat modifikasi duri berupa penjepit, yang berfungsi melindungi insang dermal, mencegah serpihan-serpihan dan organisme kecil agar tidak tertimbun di permukaan tubuh, juga untuk menangkap mangsa. Berikutnya kelas Ophiroidea (bintang ular) memiliki bentuk tubuh bola cakram kecil dengan 5 lengan bulat panjang. Pada lengan terdapat saluran coelom kecil, batang saraf, pembuluh darah dan cabang-cabang system vascular. Pada lengan juga terdapat kaki ambulakral yang sering disebut tentakel dengan alat hisap. Kelas Echinoidea, landak laut yang berbentuk bulat , tidak berlengan, tapi memiliki duri. Vicera tersimpan dalam cangkok yang berbentuk bola. Anus terdapat pada permukaan aboral, mulut terletak pada bagian oral yang dikelilingi oleh 5 buah gigi yang kuat dan tajam.  Kelas berikutnya Holothuroida, mentimun laut memiliki tubuh bulat memanjang mengandung ossicula yang mikroskopis. Bagian anterior terdapat mulut dan 10-30 tentakel yang dapat dijulurkan dan tertarik kembali. Kaki ambulakral terletak pada daerah ventral yang memiliki alat hisap yang berfungsi untuk bergerak.  (Brotowidjoyo, Mukayat.1989: 71).
            Sistem pembuluh air berfungsi untuk menggerakkan kaki tabung dengan cara mengatur masuk keluarnya air air laut melalui madreporit. Kontraksi ampula mengatur volumeair dalam kaki tabung, berarti mengatur gerak kaki tabung. Tergantung jenisnya, kaki tabung juga berfungsi untuk merayap, berpegang pada substrat, memegang mangsa atau membantu pertukaran gas O2 dan CO2. Alat pernapasan utama echinodermata adalah insang kulit yang merupakan perluasan rongga tubuh keluar melalui lubang-lubang kecil di antara ossicle kapur. Rongga tubuh berisi cairan getah bening, mengandung amebocyt yang berkepentingan dalam peredaran darah, pernapasan dan ekskresi(Rusyana, 2011:hal. 100).
Klasifikasi terbagi menjadi 5 yaitu kelas Asteroidea, Ophiuroidea, Echinoidea, Crinoidea, Holoturoidea.
1.    Kela Asteroidea
Anggota kelas ini memiliki 5 lengan, kaki tabung pada celah ambulakrum yang pipih, terrdapat tentakel madreporit aboral, hidup bebas dan sebagai predator. Sistem saraf memiliki bagian-bagian yaitu cincin saraf, saraf radial, saraf subepidermal yang merupakan suatu jaringan luas dari sel saraf dan serabut-serabut saraf tertanam didalam epidermis diatas permukaan tubuh. Sistem ambulakral terdiri atas terdiri atas canalis circumoralis, canalis radial, ampulla dan podia.  Organ respirasi pada kelas ini adalah ingsang atau papula dan kaki tabung. Pertukaran O2 dan CO2 terjadi diantara air laut dan cairan tubuh dari ingsang-ingsangnya. Caecum intestin dan kaki tabung dapat pula berfungsi sebagai tempat pengeluaran sisa-sisa metabolisme. Contohnya bintang laut (Asterias forbesi) (Kastawi , 2003 : hal.237).
Gambar  Asterias forbesi
    Sumber: www.marinespecies.org

2.    Kelas Ophiuroidea
Anggota kelas ini mempunyai tangan yang kecil, dan terdapat lima lengan. Cakram dan tanang tertutup kepingan, dan biasanya ada juga kepingan yang memiliki sisik. Dari Kelas Ophiuroidea, mimiliki cakram tengah yang jelas terlihat, dan lengannya panjang dan sangat mudah bergerak. Kaki tabungnya tidak memiliki penyedot, dan mereka bergerak dengan mencambukkan lengannya. Anggota kelas ini, berjalan didasar laut dengan menggunakan lengan fleksibel mereka untuk bergerak. Anggota kelas ini umumnya 60 cm pada spesimen terbesar. Dan ada sekitar 1500 apesies bintang ular yang hidup sekarang, dan mereka kebanyakan ditemukan pada kedalaman memiliki lima lengan berbentuk seperti cambuk yang panjangnya bisa mencapai lebih dari 500 meter.

Gambar Ophioderma brevispinum

3.    Kelas Echinoidea
Dari kelas Echinoidea (bulu babi), tidak memiliki lengan, tetapi mereka memiliki lima baris kaki tabung yang berfungsi dalam pergerakan lambat. Bulu babu juga memiliki otot untuk memutar durinya yang panjang, yang membantu dalam pergerakan. Mulut bulu babi dilingkari oleh struktur kompleks mirip rahang yang telah beradaptasi untuk memakan ganggang  laut dan makanan lain. bulu babi secara kasar berbentuk agak bulat.

Gambar Arbacia punctulata

4.      Kelas Holoturoidea
Hewan kelas ini memiliki jenis kulit yang durinya halus, sehingga sekilas tidak tampak seperti jenis Echinodermata. Tubuhnya seperti mentimun dan disebut mentimun laut atau teripang. Hewan ini sering ditemukan ditepi pantai. Gerakkannya tidak kaku, fleksibel, lembut dan tidak mempunyai lengan. Rangkanya direduksi beberapa butir-butir kapur didalam kulit. Mulut terletak pada ujung anterior dan anus pada ujung posterior. Disekeliling mulut terdapat tentakel yang bercabang sebanyak 10-30 buah. Tentakel ini dapat disamakan dengan kaki tabung bagian oral pada Echinodermata lainnya. Tiga baris kaki tabung ventral digunakan untuk bergerak dan dua baris dibagian dorsal berguna untuk melakukan pernafasan. Contoh ketimun laut.
Gambar Curcumaria punctulata
Sumber: www.sealifebase.org

5.      Kelas Crinoidea
Dari kelas Crinoidea (Lili laut), biasanya menempel ke substratum melalui batang. Crinoidea adalah suatu kelas purba yang tidak banyak berubah selama proses evolusinya, Lili laut yang memfosil dengan umur sekitar 500 juta tahun hampir tidak dapat dibedakan dari anggota modern kelas tersebut. Ciri Crinoidea tubuh mengembang semua bagian atau seluruh hidup oleh tangkai aboral, mulut dan anus terletak dipermukaan oral, tentakel dilengkapi pinula, kaki tabung tanpa batil isap, tanpa madreporit dan pediselaria. Celah ambulakrum bersilia pada permukaan oral. (Maskoeri, 1992: hal. 178)
Gambar Metacrinus rotundus
Sumber: https://ysuryanibio.wordpress.com/2010/12/27/94/

         Perananan Echinodermata bagi kehidupan sehari-hari yaitu Sebagai pembersih lautan, karena Echinodermata membantu membersihkan lautan. Dapat digunakan  menjadi bahan makanan (Seperti mentimun laut atau telur bulu babi), jadi barang hiasan.Echinodermata juga bisa merugikan, karena memakan tiram/kerang mutiara dan binatang karang sehingga banyak yang mati. ( Rani Triana, 2015: hal. 456)
           Echinodermata merupakan hewan tak bertulang belakang. Hewan ini sering disebut dengan hewan berkulit duri. Anggota filum echinodermata terdiri atas 5 kelas yaitu Asteroidea, Ophiuroidea, Echinoidea, Holonthuroidea dan Cnidaria. Echinodermata seluruh anggotanya hidup dilaut. Habitat echinodermata berupa laut dangkal dengan substrat karang, pasir, dan padang lamun. Kelompok hewan echinodermata merupakan salah satu komponen penting dalam keragaman fauna di daerah terumbu karang. Kelompok hewan ini dikenal sebagai hewan pembersih pantai. Disebut demikian karena echinodermata secara ekologis berperan sebagai detritus perairan. Contoh fauna echinodermata yang berperan sebagai detritus yaitu bintang laut, bintang ular dan bulu babi. (Melvia Yundha Cantika Simatupang, 2017. Hal. 98)
          Echinodermata merupakan hewan yang sering dijumpai pada perairan intertidal terutama pada ekosistem terumbu. Filum ini terdiri dari 6.000 spesies, semuanya hidup di laut. Ciri-ciri yang menonjol adalah kulit yang berduri dan simetri radial, suatu yang paling menarik adalah sistem pembuluh airnya. Air laut dimasukkan ke dalam sistem saluran dan digunakan untuk menjulurkan kaki tabung yang berjumlah banyak. Struktur kaki tabung ini mempunyai penghisap di ujungnya dan membantu hewan melekat di permukaan yang keras. Filum ini dibagi dalam lima kelas. Kelas Crinoideaea lebih menyerupai tumbuhan, dan banyak diantaranya bersifat sesil. Kelas Asteroidea (bintang laut) mampu bergerak kemana-mana dengan bantuan kaki tabungnya tetapi sangat perlahan. Tubuh bintang laut terdiri atas cawan sentral yang berisi mulut dan dikelilingi oleh lima lengan. Kelas Ophiuroidea berbeda dengan bintang laut karena mempunyai lengan yang kurus dan panjang yang jelas berbeda dengan cawan sentral dan dapat bergerak sangat cepat. Kelas Echinoidea mempunyai kerangka berongga yang kaku mirip kotak. Pada kerangka ini terdapat duri-duri, beberapa bulu babi memiliki duri sangat panjang. Kelas Holothuroidea mempunyai kulit keras (bukan berduri), tidak berlengan dan hampir tidak berangka . Secara ekologi fauna Echinodermata berperan sangat penting dalam ekosistem terumbu karang, terutama dalam rantai makanan (food chain), karena biota tersebut umumnya sebagai pemakan detritus dan predator. ( Ana Setyastuti,2009: hal. 18 )
Bulu babi atau landak laut (dalam Bahasa Inggris disebut sea urchin atau dalam Bahasa Jepang disebut uni) adalah hewan avertebrata laut. Para ahli mengelompokkan bulu babi dalam Klas Echinoidea, Filum Echinodermata (echinos = landak; derma = kulit). Organisme ini sangat banyak, menurut Aziz (1999) in Dahuri (2003) dikenal sekitar 800 spesies di dunia. Sedangkan di Perairan Indonesia terdapat sekitar 84 jenis bulu babi (Aziz, 1993). Tubuh bulu babi memiliki bentuk setengah bulat dan terlindung oleh suatu struktur berupa cangkang dan duri yang bervariasi. Di dalam cangkang terdapat beberapa organ termasuk organ reproduksi berupa gonad yang dapat dikonsumsi. Secara umum variasi tersebut dianggap sebagai respon tiap individu terhadap fluktuasi lingkungan lokal, ketersediaan makanan, dan faktor lingkungan perairan lainnya. Bulu babi memiliki beragam manfaat. Sebagian memiliki manfaat sebagai bahan pangan, ekologi, ekonomi dan sifat racun. Sebagian lain telah dimanfaatkan sebagai organisme model, hewan hias dan digunakan dalam bidang kesehatan terutama untuk pengobatan penyakit pada manusia. Bahkan beberapa ahli biologi, biokimia, biologi molekul, lingkungan telah memanfaatkan bulu babi untuk berbagai kepentingan. Bulu babi memiliki gonad yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan. Gonad tersebut terdapat dalam cangkang bulu babi jantan dan betina dengan ukuran panjang dapat mencapai 2 inci dan lebar satu inci. Di dalam gonad tersebut terdapat sel-sel makanan. Bulu babi yang dapat dikonsumsi diantaranya adalah Tripneustes gratilla, Strongylocentrotus franciscanus, S. droebrachiensis, S. purpuratus, Echinus esculatus, Mespilia globulus, Heliochidaris crassipina, H. tuberculata, H. erythogamma, Paracentrotus lividus, Diadema setosum, Echinometra mathaei, Echinothrix sp, Salmacis sp. ( Ni Luh Eka Wulandewi, 2015: hal. 272 )



BAB III
METODE KERJA
Dari percobaan yang telah dilakukan yaitu filum Echinodermata di Laboraturium Pendidikan Biologi Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Pada hari selasa, 24 April 2018. Adapun alat, bahan, dan cara kerja yang akan digunakan dan dilakukan antara lain yaitu :
3.1 Alat
Adapun alat yang digunakan pada percobaab kali ini adalah kamera, papan tulis, sepidol, dan tabung herbarium.
3.2 Bahan
Adapun bahan yang digunakan pada percobaan kali ini adalah bintang laut, bintang mengular, lili laut, bulu babi, teripang, alkohol, dan aquades.
3.3 Cara Kerja
Adapun cara kerja pada percobaan  kali ini adalah sebagai berikut, yaitu siapkan spesimen nya terlebih dahulu,kemudian tentukam volume dari bahan yang akan digunakan dengan rumus V1 x NI = V2 x N2, 50 x 25% = V2 x 5%, 250 = 5N2, =250- 5 =245, maka alkohol yang digunakan adalah sebanyak 50% dan ditambahkan dengan aquades hingga 100 M1. kemudian masukan bintang laut, bintang mengular, teripang, lili laut dan bulu babi pada wadah yang berbeda, kemudian masukan larutan alkohol yang telah ditambah aquades. Lalu di identifikasi dan diberi keterangan pada tabel pengamatan. 





BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Adapun hasil pengamatan dari praktikum yang telah dilakukan yaitu :
Nama Spesies
Ada/tidak duri –duri
Simetri tubuh
Alat gerak


Bintang laut






Simetri radial


Kaki tabung


Bintang mengular






Simetri bilateral

Lengan yang menyerupai cambuk


Teripang






Simetri radial


Tentael (kaki tabung)


Lili laut



Tidak ada duri


Bersimetri lima (pentradial)


Sistem ambulakaral


Bulu babi





Simetri radial


Kaki tabung

Foto 
Klasifikasi
Keterangan 






Kingdom : Animalia 
Filum       : Echinodermata
Kelas      : Asteroidea
Ordo       : Forcipulatida
Famili     : Asteridae
Genus     : Asterisa
Spesies    : Asterias forbesi


  1. Kaki tabung
  2. Madrepori
  3. Anus
  4. Tentakel





Kingdom : Animalia
Filum       : Echinodermata
Kelas      : Ophiuroidea
Ordo       : Valvalida
Famili     : Ophiuridea
Genus     : Ophioderma
Spesies : Ophuiderma brevispinum

  1. Cakram
  2. Lengan
  3. Madreporit
  4. Celah bursal
  5. Mulut


Kingdom : Animalia
Filum       : Echinodermata
Kelas      : Holothuroidea
Ordo       : Dendrochirotida
Famili     : Curcumariidae
Genus    : Curcumaria
Spesies : Curcumaria frondosa

  1. Mulut
  2. Tentakel
  3. Madreporit 
  4. Anus 



Kingdom : Animalia
Filum       : Echinodermata
Kelas      : Crinoidea
Ordo       : Isocrinida
Famili     : Isselicrinidae
Genus     : Metacrinus
Spesies : Metacrinus rotundus

  1. Cirri
  2. Kaliks
  3. Lengan
  4. Pinulla



Kingdom : Animalia
Filum       : Echinodermata
Kelas      : Echinoidea
Ordo       : Arbacioidea
Famili     : Arbaciidea
Genus    : Arbacia
Spesies : Arbacia punctulata

  1. Duri
  2. Anus
  3. Mulut 


4.2 pembahasan
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan di Laboraturium Pendidikan Biologi Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung pada tanggal 24 April 2018 tentang Filum Echinodermata yang menggunakan lima jenis spesimen yaitu bintang laut ( Asterias forbesi ),bintang mengular(Ophioderma brevispinum) ,teripang ( Curcumaria frondosa ),lili laut( Metacrinus rotundus), bulu babi ( Arbacia punctulata ).
Pada pengamatan bintang laut (Asterias forbesi), Tubuh bintang laut umumnya berbentuk simetris radial (cakram) dengan 4-5 lengan. Pada beberapa jenis tertentu, jumlah lengan dapat mencapai 40 buah. Mulut bintang laut terletak di tengah cakram pada sisi bawah tubuh. Di bawah lengan bintang laut terdapat alur yang dalam mulai dari mulut hingga ujung lengan yang disebut celah ambulakral. Di dalam celah ambulakral bintang laut terdapat kaki tabung dengan ujung yang lengket berfungsi sebagai alat untuk beregerak. Bintik mata yang peka terhadap cahaya terdapat di ujung lengan. Di sisi atas (daerah aboral) bintang laut terdapat anus dan lubang tempat masuknya air yang disebut madreporit. Kulit atas bintang laut umumnya kasap, keras dan ada yang berduri  untuk mempertahankan diri. Makanan bintang laut terdiri dari ikan , tiram, kerang, teritip, keong, cacing, polip karang, crustacean dan lain-lain. Habitat bintang laut hidup di pantai hingga dasar laut dengan kedalaman sekitar 6.000m. Bintang laut memiliki kelamin terpisah. Alat perkembangbiakan bintang laut berbentuk dendritic, dua di dasar setiap lengan. Pembuahan bintang laut bersifat eksternal dengan melepas sperma dan sel telur ke air malalui pori-pori pada sisi aboral pada permukaan, di antara dua lengan yang berdekatan. Kemampuan regenerasi lengan bintang laut yang putus atau hilang sangat tinggi. Lengan bintang laut yang tumbuh menjadi individu baru disebut komet.
Pada pengamatan bintang mengular (Ophioderma brevispinum), Tubuhnya seperti bola cakral kecil dengan 5 buah lengan bulat panjang. Tiap-tiap lengan terdiri atas ruas-ruas yang sama. Pada masing-masing ruas terdapat 2 garis tempat melekatnya osikula. Di bagian lateral terdapat duri, sedangkan pada bagian dorsal dan ventral duri tidak ada. Pada bagian dalam dari ruas-ruas lengan sebagian besar terisi osikula. Kaki tabung tanpa pengisap, dan tidak berfungsi sebagai alat gerak akan tetapi bertindak sebagai alat sensoris dan membantu sistem respirasi. Mulut terletak di pusat tubuh dan dikelilingi oleh lima kelompok lempeng kapur yang berfungsi sebagai rahang.  Habitatnya di laut dangkal-dalam, bersembunyi di bawah batu-batu karang atau rumput laut, mengubukan diri dalam lumpur atau pasir, aktif pada malam hari. Sistem reproduksinya Jenis kelamin terpisah, fertilisasi eksternal. Hasil pembuahan akan menghasilkan larva mikroskopis yang disebut pluteus (memiliki lengan bersilia), kemudian akan mengalami metamorfosis menjadi suatu bentuk seperti bintang laut dan akhirnya menjadi bintang ular laut.
Pada pengamatan teripang ( Curcumaria frondosa ), Tubuh teripang umumnya berbentuk bulat panjang atau silindris sekitar 10-30 cm, dengan mulut pada salah satu ujungnya dan dubur pada ujung lain. Karena bentuk umumnya seperti ketimun atau bonte maka dalam bahasa inggris hean ini disebut sebagai sea cucumber atau ketimun laut. Mulut teripang dikelilingi oleh tentakel tentakel atau lengan peraba yang kadang bercabang cabang. Tubuhnya berotot (dapat tipis atau tebal, lembek atau licin) sedangkan kulitnya dapat halus atau berbintil. Warna dari teripang bermacam macam, ada yang hitam pekat, cokelat, abu abu dan ada juga yang mempunyai bercak bercak atau garis garis pada punggung dan sisinya. Teripang laut biasanya dijumpai tergeletak pada satu sisi tertentu saja, yakni pada bagian tubuh yang biasanya berwarna lebih pucat. Ada juga jenis yang sering membenamkan diri dalam pasir. Teripang bergerak dengan sangat lambang hingga seakan akan teripang selalu dalam keadaan diam pada waktu dilihat di alam bebas.Untuk melindungi diri dari musuhnya, teripang laut mengeluarkan lendir yang beracun dari tubuhnya. Adapula jenis yang dapat menyemprotkan getah seperti benang yang sangat lengket dari tubuhnya apabila diganggu, misalnya teripang getah. Hewan lain yang mengganggunya akan meronta ronta untuk melepaskan diri dari getah yang sangat lengket itu. Tetapi makin sering ia bergerak makin terbelit lah ia oleh getah itu. Habitat teripang adalah perairan pantai, mulai dari daerah pasang-surut yang dangkal sampai perairan yang lebih dalam. Beberapa kelompok teripang laut hidup di daerah berbatu yang dapat digunakannya sebagai tempat bersembunyu, sedangkan yang lainnya hidup pada daerah yang banyak ditumbuhi rumput laut, lamun atau daerah berpasir. Ada juga teripang laut yang membuat lubang dalam lumpur dan pasir. Teripang termasuk hewan dioecious (gonokoristik). Artinya hewan yang berkelamin jantan terpisah dengan yang berkelamin betina. Untuk membedakan jenis kelamin pada teripang secara morfologis sangat sulit dan harus dilakukan pembedahan gonad untuk diambil organ kelaminnya. Perbedaannya akan tampak jelas bila dilihat di bawah mikroskop dengan menyayat bagian organ kelamin. Organ kelamin betina berwarna kekuning-kuningan dan berubah menjadi kecoklatan bila sudah matang kelamin. Sedangkan organ kelamin jantan berwarna bening keputihan. Perkawinannya berlangsung secara eksternal. Sel telur dan sperma masing-masing dihasilkan oleh individu jantan dan betina dengan cara disemprotkan.
Pada pengamatan lili laut ( Metacrinus rotundus ), Lili laut mempunyai susunan tubuh bersimetri lima (pentraradial simetri) atau lebih karena memiliki lengan yang bercabang. Dalam tubunya terdapat sistem pencernaan, sistem respirasi dan sistem saraf. Anus dan mulut lili laut terletak pada permukaan oral, sementara untuk kaki tabungnya tidak mempunyai saluran penghisap, dan alur ambulakralnya terbuka. Tubuhnya dilindungi oleh lempeng kapur yang berbentuk perisai (osscles). Beberapa dari lili laut termasuk hewan nokturnal. Mereka akan melipatkan diri dan membentuk sebuah bola lalu bersembunyi di celah-celah karang pada siang hari. Biasanya mereka akan menyatu dengan tempat persembunyiannya pada senja hari dan bertengger pada tempat yang mereka sukai, seperti di karang, spons yang besar, kipas laut (sea fan), dimanapun tempat yang dapat menjangkarkan dirinya dengan baik. Kemudian pada malam hari, mereka meluruskan tangannya yang berbulu dan keluar dari persembunyiannya untuk mencari makan. Lili laut umumnya melekat pada dasar perairan, disamping itu lili laut juga memiliki kulit yang tersusun dari zat kitin. Apabila dalam kondisi makanan habis ataupun keselamatannya terancam maka lili laut akan berpindah ke tempat lain yang lebih sesuai dan aman. Sistem reproduksi nya secara seksual, kelaminan terpisah, Gonad terdapat pada ujung pinulla. Ketika bertelur lili laut menahan telur tetap pada pinulla sampai menetas. Larva dari lili laut disebut vitelaria yang melekat pada substrat lalu bermetamorfosis menjadi larva bertangkai kecil. 
Pada pengamatan bulu babi ( Arbacia punctulata ), bulu babi (Echinoidea) tidak mempunyai lengan. Tubuh bulu babi umumnya berbentuk agak bulat  laut.mulut treletak dibawah seperti bola dengan cangkang yang keras berkapur dan dipenuhi duri-duri. Duri-duri terletak berderet dalam garis-garis membujur dan dapat digerakkan. Duri dan kaki tabungnya digunakan untuk bergerak merayap didasar  laut. Mulut terletak di bawah menghadap ke dasar laut sedangkan anusnya menghadap ke dasar laut sedangkan anusnya menghadap ke atas di puncak bulatan cangkang. Mulut dan gigi merapat jadi satu, dilekatkan oleh suatu bagian dari kapur, membentuk struktur yang dikenal sebagai rentera asistoteles. Seluruh tubuh berwanta hitam dengan duri-duri yang panjang, hidup di daerah karang  dan pasang surut, memakan alga dan partikel organic. Membentuk koloni untuk mempertahankan diri dan memudahkan proses fertelisasi. Bulu babi hidup pada ekosistem terumbu karang dan ekosistem lamun. Di ekosistem terumbu karang bulu babi tersebar di zona pertumbuhan algae dan zona lamun. Bulu babi dapat ditemukan mulai dari daerah intertidal sampai kedalaman 10 m , bahkan ditemukan juga bulu babi hingga kedalaman 5000 m . Bulu babi juga lebih menyukai perairan yang jernih dan airnya relatif tenang . Pada umumnya bulu babi berkelamin terpisah, dimana jantan dan betina merupakan individu-individu tersendiri (gonochorik/dioecious). Spesies gonochorik secara khusus memiliki rasio seks sendiri dan jarang bersifat hemafrodit. Munculnya hemafrodoitisme pada Tripneustes gratilla adalah 1 dari 550 individu. Pembelahan bulu babi terjadi secara eksternal, dimana sel telur dan sel sperma di lepas ke dalam air laut di sekitarnya. Gonad jantan dan betina pada bulu babi juga sulit dibedakan tanpa menggunakan mikroskop. Secara kasar hanya warna yang digunakan untuk membedakan gonad. Misalnya pada bulu babi Paracentrotus livindus, gonad jantan berwarna kuning sedangkan betina berwarna orange. 
Bintang laut dapat menumbuhkan kembali lengan mereka yang hilang. Hal ini juga berguna ketika mereka terancam oleh predator, sehingga mereka dapat memutuskan lengannya kemudian pergi. Tumbuhnya lengan baru pada bintang laut, biasanya membutuhkan waktu sekitar satu tahun.
Hewan kelas Crinoidea mempunyai bentuk seperti bunga lili yang bisa hidup di dalam laut dengan ke dalaman 3,648 m. Tubuh berbentuk seperti cangkir yang disebut calyx yang tersusun dan lempengan kapur. Dari calyx itu tersembul lima lengan yang lentur dengan tentakel yang pendek dimana masing-masing memiliki pinulla yang banyak sekali sehingga seperti bulu burung yang terurai beberapa jenis Lili laut memiliki stalk atau tangkai yang berfungsi untuk melekat pada dasar laut atau substrat. Mulut terletak pada daerah oral, sedangkan anus pada daerah aboral. Pada bagian oral terdapat lekukan ambulakral yang berisi tentakel seperti kaki bulu, fertilisasi berlangsung secara internal, bahkan zigot berkembang di dalam tubuh. Pinulla pada lili laut berfungsi sebagai tempat menahan telur sampai menetas.
Echinodermata bisa berkerabatan dengan chordata Karena struktur larva echinodermata mempunyai persamaan dengan struktur larva chordata rendah. Dalam perkembangan embrio tahap awal, kedua filum ini mempunyai persamaan. Jadi jika dilihat secara embriologis, Echinodermata banyak mempunyai persamaan dengan chordata. Oleh karena itu, Echinodermata ditinjau secara evolusi kekerabatan nya lebih dekat dengan chordata daripada dengan invertebrata yang lain.
Spesies purba dari bintang laut dan bintang mengular adalah Crepisodoma doyleii. Spesies purba pada bulu babi adalah Blastoidea, Edrioasteriodea, Cystoidea, dan beberapa hewan kambrium awal seperti Helicoplacus, Carpoidea, Homalozoa, dan Eocrinoidea seperti Gogia. Spesies purba pada lili laut adalah Echinozoa. Spesies purba dari teripang adalah fosil hewan aneh tersebut merupakan Echinodermata (filum hewan laut yang mencakup bintang laut serta teripang)  primitif.
Sistem pencernaan pada hewan bintang mengular ini dimulai dengan dari mulut. Mulut bintang ular laut terletak pada cakram bagian bawah tubuh dan dilengkapi dengan rahang. Dibagian belakang mulut ada kerongkongan kecil dan rongga kosong yang ukurannya memenuhi setengah cakram. Berbeda dengan kerabat dekatnya, bintang laut, sistem pencernaan hewan ini hanya ada didalam cakram. Tanpa adanya anus, maka sisa makanan akan keluar kembali lewat mulut. Bintang ular laut dikenal sebagai karnivora, herbivora, sekaligus pengurai. Hewan ini juga memiliki sifat kanibalisme. Berbagai jenis jenis plankton, CSrustacea, cacing dapat dimakan oleh hewan ini.



BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari praktikum yang telah dilakukan yaitu :
  1. Ciri khas hewan anggota filum echinodermata diantaranya yaitu Echinodermata pada umumnya merupakan hewan sesil, tetapi ada juga Echinodermata yang bergerak dengan lambat. Hewan Echinodermata memiliki simetri tubuh radial. Echinodermata merupakan hewan triploblastik selomata. Pada permukaan tubuh Echinodermata terdapat duri (Echino yang berarti landak dan derma artinya kulit). Selain kulitnya yang berduri, hewan ini juga mempunyai ciri dengan jumlah organ tubuh kelipatan lima. Hewan Echinodermata berkulit tipis menutupi eksoskeleton keras yang terbuat dari zat kapur. Habitat Echinodermata di laut. Dalam ekosistem laut, hewan-hewan anggota filum Echinodermata berkedudukan sebagai konsumen dalam berbagai tingkatan, yang berperan menjaga keseimbangan rantai makanan. Sistem pencernaannya lengkap berupa mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan anus.
  2. Pada kelas Asteroridea yaitu bintang laut memiliki tubuh simetri radial dengan lima lengan, mulutnya terdapat ditengah cakram pada sisi bawah tubuh, terdapat kaki tabung untuk bergerak. Pada kelas ophiuroidea yaitu bintang mengular berbentuk bintang dengan lima lengan yang berduri halus, lengan nya berfungsi untuk berjalan dan menangkap musuh, mulut nya terdapat pada bagian oral, tidak mempunyai anus sehingga mulut nya yang berfungsi untuk mengeluarkan kotoran. Pada kelas Holothuroidea yaitu teripang memiliki tubuh bulat panjang dengan mulut pada ujungnya. Pada kelas crinoidea yaitu lili laut memiliki susunan tubuh bersimetri lima berbentuk cakram, tubuhnya dilindungi oleh lempeng kapur berbentuk perisai.pada kelas Echinoidea yaitu bulu babi memiliki tubuh yang bulat dan dipenuhi duri, duri dan kaki tabungnya berfungsi untuk bergerak, mulut nya terdapat dibawah dan anusmya berada diatas puncak bulatan cangkang
5.2   Saran
Adapun saran saya yaitu agar praktikum lebih aktif dan teliti dalam mengamati morfologi dan anatomi filum Echinodermata supaya mendapatkan hasil pengamatan yang maksimal.













Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "LAPORAN PRAKTIKUM FILUM ECHINODERMATA"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel