MAKALAH AMPHIBIA ORDO ANURA

KELAS AMPHIBIA ORDO ANURA
(Makalah Taksonomi Vertebrata)


KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat-Nya lah penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada nabi besar Muhammad SAW. besarta keluarga-Nya, para sahabat-Nya dan kita selaku umat-Nya.
Makalah ini disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah Taksonomi Vertebrata .Dan dengan kerendahan hati penulis menyadari akan keterbatasan dan kekurangan yang ada dalam makalah ini, baik dari segi bahasa maupun tulisannya, karena wawasan pengetahuan dan pengalaman penyusun  masih sangat jauh dari kesempurnaan.
Oleh karenanya kritik serta saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan untuk kesempurnan makalah selanjutnya, selain itu penulis mengharapkan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca.



,    Maret 2019
          penulis




BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang

Amfibi adalah kelompok terkecil di antara vertebrata, dengan jumlah hanya 3.000 spesies. Seperti ikan dan reptilia, amfibi adalah hewan berdarah dingin. Ini berarti amfibi tidak dapat mengatur suhu badannya sendiri. Untuk itu, amfibi memerlukan matahari untuk menghangatkan badan. Awalnya amfibi mengawali hidup di perairan dan melakukan pernapasan menggunakan insang. Seiring dengan pertumbuhannya paru-paru dan kakinya berkembang dan amfibi pun dapat berjalan di atas daratan.
            Amfibi dijumpai diseluruh dunia kecuali di kutub. Mereka menempati sejumlah habitat yang berbeda-beda seperti hutan hujan, kolam, dan danau. Mereka juga ada di daerah berumput di lereng pegunungan tinggi, bahkan juga di gurun. Meskipun amfibi dewasa dapat bertahan hidup selama periode kemarau panjang, umumnya mereka membutuhkan tempat-tempat lembab seperti sungai dan kolam. Di wilayah hutan hujan tropis yang lembab, banyak katak dapat bertahan hidup tanpa memiliki sumber air tetap.
Sebagai hewan yang berdarah dingin, amfibi tidak aktif dalam kondisi dingin. Pada kondisi ini mereka melakukan hibernasi, biasanya dalam lumpur di dasar kolam. Musim kawin amfibi sering berlangsung kacau. Amfibi jantan dan betina berkumpul bersama dalam jumlah besar. Setelah membuahi telur, biasanya amfibi tidak lagi mempedulikan telurnya. Hanya sedikit jenis amfibi yang melindungi telur. Umumnya spesies amfibi kecil mengandalkan penyamaran atau melarikan diri saat terancam pemangsa. Ada pula amfibi yang mengandalkan kulit yang mencolok untuk menakuti musuh. Ada jenis amfibi yang mempunyai racun.
Katak beracun dari Amerika Selatan memiliki warna yang mencolok sebagai tanda bahaya pemangsanya. Racun katak sangat kuat ‘racun emas’ yang dimiliki kodok dart dari kolombia misalnya, dapat menewaskan sekitar 1.000 orang sekaligus. Kebanyakan orang kesulitan dalam membedakan anggota dari kelas amphibia yaitu antara katak dan kodok. Maka dari itulah kita perlu mengenal kelas amphibia lebih jauh lagi.

  1. Rumusan Masalah
  1. Apa pengertian dari Amphibi?
  2. Bagaimana ciri-ciri ordo anura?
  3. Apa klasifikasi dari ordo anura?
  4. Bagaimana morfologi dan fisiologi ordo anura?
  5. Bagaimana reproduksi ordo anura?
  6. Bagaimana metamorfosis pada katak?
  7. Bagaimana habitat ordo anura?
  8. Apa perbandingan dari setiap spesiesnya?
  9. Bagaimana peranan katak pada kehidupan sehari-hari?

BAB II
PEMBAHASAN

  1. Pengertian Amphibi
Amphibia (berasal dari kata Amphibious, yang ‘berarti kedua cara hidup’) yang mengacu pada tahap-tahap kehidupan dari banyak spesies katak yang awalnya di air dan kamudian hidup didarat.
Amphibi adalah vertebrate yang secara tipikal dapat hidup baik dalam air tawar (tidak ada yang air laut) dan di darat. Sebagian besar mengalami metamorphosis dari berudu (akuatis dan bernapas dengan ingsang) ke dewasa (amfibius dan bernapas dengan paru-paru), namun beberapa jenis amfibhi tetap mempunyai insang selama hidupnya. Jenis-jenis amphibi yang sekarang ada tidak memiliki sisik luar, kulit biasanya tipis dan basah.
Amphibi sekarang diwakili oleh sekitar 6.150 spesies salamander (ordo Urodela, ‘yang berekor’), katak (ordo Anura, ‘yang tak berekor’) dan sesilia (ordoApoda, ‘yang tak berkaki’).

  1. Ciri- ciri umum Ordo anora
Ordo anura (yang tidak berekor), yang berjumlah sekitar 5. 420 spesies, lebih terspesialisasi untuk bergerak di daratan dari pada urodela. Katak dewasa menggunakan kaki belakangnya yang kuat untuk melompat- lompat dilapangan.
Pada ordo Anura ini dia pandai melompat, pada hewan dewasa idak memiliki ekor. Hewan dewasa bernapas dengan menggunakan paru- paru. Kaki dan skeleton sabuk tumbuh baik. Kepala dan tubuh bersatu, tidak mempunyai leher, dan tidak mempunyai ekor. Ordo anura ini memiliki 4 kaki, yang mana kaki depannya pendek , dan kaki belakangnya besar dan kuat yang digunakan untuk melompat. Antara jari-jari kaki terdapat selaput (kulit) untuk berenang. Memiliki vertebrae berjumlah 10, tidak memiliki tulag rusuk (tulang rusuknya tereduksi). Ordo Anura ini memiliki fertilisasi eksternal. Larva atau berudu mempunyai ekor dan sirip-sirip median. Metamorphosis nyata dan mencolok. Contohnya kaak bangok (Bufo terrestris, Bufo boreas), dan kodok Hijau (Rana pipiens).
  1. Klasifikasi Ordo Anura
Ordo anura, nama anura mempunyai arti tidak memiliki ekor. Seperti namanya, anggota ordo ini mempunyai cirri umum tidak mempunyai ekor kepala bersatu dengan badan, tidak mempunyai leher dan tungkai berkembang baik. Tungkai belakang lebih besar dari pada tungkai depan. Hal ini mendukung pergerakan nya dengan melompat. Pada beberapa family terdapat selaput diantara jari-jarinya. Membrane tympanum terletak dipermukaan kulit dengan ukuran yang cukup besar dan terletak dibelakang mata. Kelopak mata dapat digerakkan. Mata berukuran besar dan berkembang dengan baik. Fertilisasi secara eksternal dan prosesnya dilakukan di perairan yang tenang dan dangkal.
Ordo anura dibagi menjadi 27 famili, yaitu: Ascaphidae, Leiopelmatidae, Bom- binatoridae Discoglossidae, Pipidae, Rhinophrynidae,Megophryidae, Pelodytidae, Pelobatidae,Allophrynidae, Bufonidae, Branchycephalidae, Centrolenidae, Hele- ophrynidae, Hylidae,Leptodactylidae, Myobatrachidae, Pseudidae, Rhinoder- matidae, Sooglossidae, Arthroleptidae, Dendrobatidae, Hemisotidae, Hyperoliidae,Microhylidae, Ranidae, Rachoporidae.
Morfolgi katak berbeda tergantung pada habitatnya. Katak pohon seperti family Rhacoporidae memiliki piringan pada ujung jarinya untuk membantu dalam memanjat. Kata akuatik atau semiakuatik seperti family Ranidae memiliki selaput diantara jari-jarinya dalam membantu berenang. Katak terrestrial tidak memiliki selaput ataupun piringan, tetapi cenderung memiliki warna yang menyerupai serasah atau lingkungan sekelilingnya seperti pada genus Bufonidae dan genus Megophrys.
  • Klasifikasi Kadak Hijau (Rana pipiens)
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Amphibia
Ordo : Anura
Family : Ranidae
Genus : Rana
Spesies : Rana Pipiens

Tubuh terbagi menjadi kepala dan badan (tidak ada leher). Terdapat dua pasang apendiks lokomotor (yang belakang sangat panjang). Kulit lunak dan tidak bersisik. Lubang hidung antori-dorsal,  mata  dorsal, besar, membran timpaniv, dorsal berada di belakang dekat mata. Mulut sangat lebar. Tiap tangan mempunyai 4 jari, jari kelima rudimenter. Tiap kaki mempunyai 5 buah jari dengan selaput antar jari – jari. Katak hijau memiliki berbagai habitat. Meraka ditemukan dikolam permanen, rawa-rawa, sungai, daerah terbuka dan perkotaan.

Klasifikasi Katak Bangkong (Bufo melanostictus)
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Amphibia
Ordo : Anura
Family : Bufonidae
Genus : Bufo 
Spesies : Bufo melanostictus
Kodok berukuran sedang, yang dewasa berperut gendut, berbintil-bintil kasar. Bangkong jantan panjangnya (dari moncong ke anus) 55-80 mm, betina 65-85 mm. Di atas kepala terdapat gigir keras menonjol yang bersambungan, mulai dari atas moncong; melewati atas, depan dan belakang mata; hingga di atas timpanum (gendang telinga). Gigir ini biasanya berwarna kehitaman. Sepasang kelenjar parotoid (kelenjar racun) yang besar panjang terdapat di atas tengkuk.
Bagian punggung bervariasi warnanya antara coklat abu-abu gelap, kekuningan, kemerahan, sampai kehitaman. Ada pula yang dengan warna dasar kuning kecoklatan atau hitam keabu-abuan. Terdapat bintil-bintil kasar di punggung dengan ujung kehitaman.
Sisi bawah tubuh putih keabu-abuan, berbintil-bintil agak kasar. Telapak tangan dan kaki dengan warna hitam atau kehitaman; tanpa selaput renang, atau kaki dengan selaput renang yang sangat pendek. Hewan jantan umumnya dengan dagu kusam kemerahan.
  1. Morfologi da Fisiologi Sistem Organ 
selom terdiri dari 2 kompartemen, seperti pada ikan, yaitu: ruang perikardial dan ruang abnormal. Paru-paru dalam ruang abnormal.
  1. Sistem skeleton
Tengkorak terdiri dari kranium kecil, tulang muka yang lebar, pipih, tulang orbital besar dan rahang sangat lebar.
Kolumna vetrebalis terdiri dari 10 elemen, yang pertama disebut tulang atlas, yang ke-9 tulang sakral, dan ke-10 tulang urostil (yang sangat memanjang). Semua vertebrae, kecuali pertama, kesembilan, dan kesepuluh mempunyai prosessus transversal yang panjang dan disebut rusuk.
Ada sternum (tulang dada) yang dihubungkan dengan sabuk pektoral (sabuk dada). Yang terakhir itu terdiri klavikula, korakoid, skapula, dan supraskapula (kartilago). Sabuk pelvik terdiri dari ilium,iskium dan pubis.
Skeleton kaki depan terdiri dari humerus, radio-ulna, karpal, metakarpal, falang. Skeleton kaki belakang terdiri dari femur, tibio-fibula, tarsal dan falang.
  1. Sistem otot
Secara majemuk, sistem otot katak berbeda dari susunan miotom primitif, terutama dalam apendiks. Otot-otot segmental mencolok pada tubuh. Segmen kaki teratas berotot besar.

  1. Sistem pencernaan 
Mulut dengan banyak gigi-gerigi kecil di sepanjang rahang atas, dan ada gigi vomerin pada langit-langit mulut. Lidah berotot dan bifurkat (cabang dua) pada ujungnya, dan bertaut pada bagian anterior mulut. 
Saluran pencernaan mulai dari esofagus (bedinding lurus dan besar) langsung bersatu dengan lambung. Lambung memanjang da berkelok ke samping kiri, dan berotot. Usus terdiri dari intestinum (Kecil, panjang, berkelok-kelok), rektum yang langsung bersatu dengan kloaka.
Baik hati maupun pankreas mempunyai saluran-saluran menuju ke duodenum. Ada kandung empedu. Baik lambung maupun intestinum pada potongan melintang terdiri dari 4 lapisan, yaitu: peritonium, lapisan otot, submukosa, dan mukosa.
  1. Sistem respirasi 
Pada berudu terdapat insang eksternal dan (kemudian) insang internal. Katak dewasa bernapas dengan paru-paru, yaitu berupa kantungkantung yang pada dindingnya terdapat banyak mang. Paru-paru berhubungan dengan udara luar melalui 2 bronki, luring (kotak suara) yang mengandung tali-tali vokal, lalu faring dan lorong-lorong nasal. Lubang daIi faring ke laring berupa celah longitudinal yang disebut glottis. Lubang-lubang dalam dari lorong-lorong nasal itu disebut nares internal (hidung dalam). Pertukaran gas terjadi juga melalui kulit. 
  1. Sistem sirkulasi 
Jantung mempunyai 2 aurikel dan satu ventrikel. Darah dari sinus venosus masuk ke dalam aurikel kanan. Darah meninggalkan ventrikel melalui trunkus arteriosus yang bercabang dua di sebelah anterior jantung, lalu terbagi pada tiap sisi tubuh menjadi 3 pokok, yaitu: arteri karotis, arteri sistemik, dan arteri pulmo-kutaneus (berurutan dari ante~rior ke posterior). Tiap arteri karotis terbagi menjadi karotis interna dan karotis eksterna yang menuju ke dalam kepala. Arteri pulmo-kutaneus membuat cabang-cabang ke paru-paru dan kulit. Arteri sistemik (2 buah) bersatu menjadi aorta dorsal. Aorta dorsal itu bercabang-cabang menjadi seliako-mesenterik (lambung, hati, intestinum), segmental (otot-otot), renal (mesonefros), genital (gonad), dan iliakal (kaki-kaki). 
Darah dari paru-paru kembali ke aurikel kiri melalui vena pulmonar. Semua darah memasuki aurikel kanan, terus melalui sinus venosus (berupa kantong besar di sebelah sisi dorsal). Sinus venosus menerima vena cava anterior yang membawa darah dari bagian anterior tubuh, dan 1 vena cava posterior yang membawa darah dari mestonefros dan mengalirkannya langsung ke hati (tidak dalam kapiler-kapiler) dan terus k9 jantung. Darah masuk ke dalam jaringan hati baik dari arteri hepatik (cabang seliako-mesenterik) ataupun dari vena porta hepatik yang membawa darah dari lambung dan usus. 
Sistem porta renal ada juga. Sistem itu menghubungkan sistem POrta hati melalui jalan vena pelvik dan vena abdominal ventral.

  1. Sistem ekskresi 

Ginjal tipe mesonefroid dan saluran-saluran kemih yang disebut saluran-salumn Wolff (atau saluran-saluran mesonefros). Saluran-mluran itu langsung membawa sekret ke kloaka, walaupun ada juga kandung kemih di sebelah sisi ventral kloaka itu. 

  1. Sistem saraf 

Otak terbagi menjadi 5 bagian dan serebellum merupakan bagian yang terkecil. Ada 10 saraf kranial. Tiga saraf pertama membenmk pleksus brakeal (serabut-serabut saraf silang-menyilang). Saraf ke-7, ke-8, dan ke-9 membentuk pleksus iskiadikus. Sesuai dengan adanya pelebaran-pelebaran korda saraf, maka di sini terdapat saraf brakial dan saraf lumbar. 


  1. Sistem sensori 

Mata, dengan kelopak mata atas dan kelopak mata bawah, dan ada Iagi kelopak mata ketiga yang transparan, yang disebut mem brana niktitans. Bola mata kurang-lebih sferis (bulat). Permukaan luamya tertutup dengan konjuntiua tipis transparan (yang bergerak berbalik di bawah kelopak mata). Di bawah konjuntiva terdapat kornea yang lebih tebal tetapi juga transparan. Komea itu terns berkesinambungan dengan sklera yaitu penump luar bola mata yang tidak tern bus cahaya. Di bawah sklera terdapat koroia‘ yang bagian depannya bersatu dengan laci berbentuk ’kue donat’, tetapi tidak berkontak dengan komea, dan yang disebut iris. Lubang dalam iris itu adalah pupil. Lensa kristallin terletak tepat di bagian belakang iris, menutup pupil. Sebelah dalam bola mata terdapat jaringan saraf yang disebut retina, terus melanjut sebagai saraf Dptikus (No. II). Ruang di delan lensa dan iris mengandung humor aqueus (cairan seperti air). Ruang di belakang lensa dan iris diisi dengan humor vitreus (cairan seperti kaca). 

Mata digerakkan oleh 6 otot, yaitu otot-otot superior, inferior, rektus internal, rektus eksternal, oblikus inferior, dan oblikus superior. Saraf kranial III, IV, dan VI menginervasi otot-otot mata itu. 

Telinga, dengan organ-organ pendengar dan keseimbangan yang berupa 3 saluran semisirkular, yaitu vertikal anterior, vertikal posterior, dan horisontal. Membran timpani (dalam telinga tengah, tapi tidak ada belinga luar), membawa impuls-impuls ke kolumella, yaitu tulang tipis dalam telinga tengah yang memancarkan impuls-impuls melalui stapes ke koklea, yaitu organ pendengaran. Telinga tengah berhubungan dengan faring melalui tabung Eustachii. 

  1. Kelenjar endokrin 
Kelenjar pituitari (’hipofisis’) terletak di bawah otak, mempunyai 3 lobus, masing-masing menghasilkan hormon. Lobus anterior membuat hormon perangsang pertumbuhan dan perangsang metamorfosis, dan juga hormon perangsang gonad. (Harmon perangsang gonad yang terdapat dalam urin wanita hamil itu berefek sama dengan hormon perangsang gonad yang dibuat oleh katak. Inilah dasar penggunaan katak dalam uji kehamilan pada wanita.) Lobus intermedius membuat hormon untuk mengendalikan perluasan (ekspansi) sel-sel pigmen, dan berakibat menjadi lebih gelapnya wama kulit. Lobus posterior membuat hormon yang berhubungan dengan keseimbangan air dan untuk kontraksi otot-otot polos. 

Kelenjar timid, terdiri dari 2 buah lobus, masing-masing di dekat dasar arteri karotis interna. Sekretnya (hormon) mungkin merangsang aktivitas metabolik pada umumnya. Secara definitif, hormon itu merangsang metamorfosis dari berudu menjadi katak dewasa. 

Pulau-pulau Langerhans dalam pankreas, mungkin‘mengatur keseimbangan karbohidrat antara darah dan hati. 

Kelenjar adrenal mengandung dua tipe jaringan yang khas seperti pada manusia (Bab 20), yaitu jaringan korteks (luar) dan medulla (dalam). Pada katak, kelenjar adrenalnya terletak di sepanjang permukaan ginjal. Medulla menghasilkan epinefrin (adrenalin) yang menyebabkan konmksi otot polos pada beberapa arteri (abdomen dan kulit) sedang arteriol-arteriol dalam otot bergaris berelaksasi dan jantung terangsang. Pada manusia, karena proses tersebut, terjadilah kenaikan tekanan darah. Epinefrin juga menyebabkan relaksasi otot-otot bronkjol dari paruparu, (unmk meng‘urangi serangan asma). Epinefrin juga mempercepat formasi glikogen menjadi glukosa. Dalam darah manusia biasanya terdapat 1 2 ppm, tetapi karena tekanan emosional seperti takut atau marah, jumlah itu dapat naik. Akibatnya darah dari jeroan banyak yang dipindahkan ke otot dan otak dan individu yang bersangkutan siap untuk melawan atau terbang (”fight or flight”). Namun, semua efek hormon tersebut pada katak tidak diketahui, tetapi kelenjar itu penting untuk hidupnya katak. . 
Gonad juga membuat hormon yang berhubungan dengan karakteristik seksual sekunder, yaitu ibu jari yang membengkak pada katak Jantan selama musim perkawinan itu disebabkan oleh sekret (hormon) yang di buat oleh testes. 

  1. Reproduksi Ordo Anura
Fertilisasi ektenal, tetapi terjadi ketika katak jantan menjempit katak betina ketika perkawinan (yaitu ketika telur dilepaskan sperma di semprotkan). Katak betina mempunyai dua ovarium, yang terletak sebelah ventral mesonefros. Telur dewasa keluar masuk kedalam selom, lalu tertatral mesonefros. Telur dewasa keluar lalu masuk kedalam selom, lalu tertarik kedalam oviduk, terus ke kloaka. Disekitar sejumlah telur terbentuk selubung gelatinosa dan pembentukan selubung terjadi ketika telur masih dalam oviduk. Katak jantan mempunyai dua testes yang berhubungan dengan ginjal melalui beberapa fasa eferensia. Spermatozoa mencapai kloaka melalui saluran wolf
Perkembangan selanjutnya terjadi dalam air pembelahan total, inekual (dari 8buah sel, yang 4 buah diatas lebih kecil dari kuartet (4 buah sel) yang dibawah). Gastrulasi berakhir terutama setelah terbentuknya dua lapisan mesoderm. Dalam perkembangan selanjutnya terbentuk stadium larva akuatis, bernafas dengan insang dan disebut berudu, dan dengan metamorfosis menjadi katak dewasa.
  1. Metamorfosis Pada Katak
Metamorfosis pada katak merupakan metamorfosis sempurna artinya Ia melalui 4 fase. Tapi sebenarnya katak melalui 5 tahap fase yakni telur – berudu – berudu berkaki 2 – berudu berkaki 4 – katak muda – katak dewasa. 
1. Telur
Sama halnya metamorfosis pada lalatcapung dan hewan lainnya, proses metamorfosis pada katak juga diawali dengan fase telur. Telur katak merupakan hasil dari pembuahan dari sel telur betina dengan sel telur jantan. Hal yang unik dari telur katak adalah telurnya yang berkelompok dan disatukan oleh semacam jel/lendir.
Setelah betina katak bertelur, biasanya akan membiarkan telur telurnya tumbuh secara alami. Pada umumnya betina katak akan meletakkan telurnya di tempat berair yang terdapat tanaman air seperti ganggang atau tanaman lainnya. Dalam bertelur, katak betina dapat mengeluarkan 20.000 telur dengan masa 3 kali reproduksi pada setiap tahunnya. Tetapi jumlah tersebut tergantung dari faktor lingkungan sekitar tempat tinggalnya.
Pada fase telur ini berlangsung selama 21 hari dan selama itu pula, embrio akan memakan kuning telur sebagai sumber makanannya dan digunakan untuk pertumbuhan berbagai organ hingga siap menetas dan terlahir sebagai kecebong.
2. Kecebong
Pada hari ke 21, telur telur tersebut akan keluar dari cangkang telur dan menjadi kecebong atau biasa kita sebut sebagai berudu. Pada tahap awal menjadi kecebong, mereka akan memakan dari sisa sisa cangkangnya sampai tubuhnya berkembang dan memungkinnya mencari makan sendiri.
Ketika menjadi berudu, alat pernafasan utamanya adalah insang. Berudu ini memiliki ekor berselaput untuk membantunya bergerak didalam air. Perlu kamu ketahui bahwa insang pada berudu sama persis seperti pada ikan, selain itu makananya ketika menjadi berudu adalah ganggang dan mikroorganisme air lainnya.
Berudu bisa kita temukan dalam berbagai macam warna, bisa memiliki warna hijau, warna merah dan hitam. Warna berudu ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan warna berudu bisa menyesuaikan dari warna lingkungan sekitarnya untuk berkamuflase. Selama 5 minggu, berudu akan terus mengalami perubahan bentuk tubuh dan akan terus bertumbuh seperti tumbuhnya kaki (2 kaki hingga 4 kaki). Pada fase ini pula biasanya akan ada seleksi alam yang akan mengurangi jumlah berudu, entah karena predator atau faktor lainnya.
3. Fase Katak Muda
Setelah melalui tahap kecebong atau berudu, fase selanjutnya adalah menjadi katak muda. Pada fase ini bentuk tubuh nya mengalami perubahan yang cukup signifikan seperti mulutnya melebar, insang hilang, ekor memendek dan alat pernafasan utamanya adalah menggunakan paru paru. Seperti yang kita tahu, katak muda bisa ditemukan di area persawahan.
Ketika fase katak muda, biasanya terjadi dalam 3 minggu hingga pada akhirnya katak muda telah memiliki tubuh sempurna menjadi bentuk katak dewasa.
4. Katak Dewasa
Tepat setelah 11 minggu telur diletakkan oleh katak betina, telur katak telah bertumbuh menjadi katak dewasa. Katak dewasa ini memiliki paru paru yang berfungsi sebagai alat pernafasan utamanya di daratan. Kaki kaki nya pun tumbuh kuat yang mampu digunakan untuk melompat kesana kemari. Selain itu dijari kaki nya tumbuh selaput yang dapat membantunya ketika berada di air.
Metamorfosis Katak

  1. Habitat 
Habitat dari kodok atau katak hidup menyebar luas, terutama di daerah tropis yang berhawa panas. Makin dingin tempatnya, seperti di atas gunung atau daerah bermusim empat (temperate), jumlah jenis kodok cenderung semakin sedikit. Salah satunya ialah karena kodok termasuk hewan berdarah dingin, yang membutuhkan panas dari lingkungannya untuk mempertahankan hidupnya dan menjaga metabolisme tubuhnya. Hewan ini ditemui mulai di hutan rimba, padang pasir, tepi-tepi sungai dan rawa, perkebunan dan sawah, hingga ke lingkungan permukiman manusia. Bangkong kolong, misalnya, merupakan salah satu jenis katak yang kerap di temui di pojok-pojok rumah atau di balik pot halaman rumah. Katak pohon menghuni pohon-pohon rendah dan semak belukar, terutama di sekitar saluran air atau kolam. Katak adalah binatang amfibi pemakan serangga yang hidup di air tawar atau di daratan.

  1. Perbandingan dari Spesies Ordo Anura
Pada Rana pipiens Tubuh terbagi menjadi kepala dan badan (tidak ada leher). Terdapat dua pasang apendiks lokomotor (yang belakang sangat panjang). Kulit lunak dan tidak bersisik. Lubang hidung antori-dorsal,  mata  dorsal, besar, membran timpaniv, dorsal berada di belakang dekat mata. Mulut sangat lebar. Dan habitatnya di ditemukan dikolam permanen, rawa-rawa, sungai, daerah terbuka dan perkotaan.
Pada Bufo melanostictus, Kodok berukuran sedang, yang dewasa berperut gendut, berbintil-bintil kasar. Bangkong jantan panjangnya (dari moncong ke anus) 55-80 mm, betina 65-85 mm. Di atas kepala terdapat gigir keras menonjol yang bersambungan, mulai dari atas moncong; melewati atas, depan dan belakang mata; hingga di atas timpanum (gendang telinga). Gigir ini biasanya berwarna kehitaman. Sepasang kelenjar parotoid (kelenjar racun) yang besar panjang terdapat di atas tengkuk. Bagian punggung bervariasi warnanya antara coklat abu-abu gelap, kekuningan, kemerahan, sampai kehitaman. Ada pula yang dengan warna dasar kuning kecoklatan atau hitam keabu-abuan. Terdapat bintil-bintil kasar di punggung dengan ujung kehitaman. Habitatnya di rawa-rawa, sungai dan hutan.

  1. Peranan Bagi Kehidupan
  1. Digunakan untuk kedokteran sebagai penguat denyut jantung
  2. Untuk tes kehamilan.
  3. Keperluan praktikum zoologi bagi siswa dan mahasiswa.
  4. Membantu membinasahkan nyamuk.
  5. Untuk dikonsumsi.
  6. Sebagai natural biological.



BAB III
PENUTUP
  1. Kesimpulan
  1. Amphibia (berasal dari kata Amphibious, yang ‘berarti kedua cara hidup’) yang mengacu pada tahap-tahap kehidupan dari banyak spesies katak yang awalnya di air dan kamudian hidup didarat.
  2. Pada ordo Anura ini dia pandai melompat, pada hewan dewasa idak memiliki ekor. Hewan dewasa bernapas dengan menggunakan paru- paru.
  3. selom terdiri dari 2 kompartemen, seperti pada ikan, yaitu: ruang perikardial dan ruang abnormal. Paru-paru dalam ruang abnormal.
  4. Reproduksi katak yaitu Fertilisasi ektenal, tetapi terjadi ketika katak jantan menjempit katak betina ketika perkawinan (yaitu ketika telur dilepaskan sperma di semprotkan).
  5. Metamorfosis pada katak merupakan metamorfosis sempurna artinya Ia melalui 4 fase. Tapi sebenarnya katak melalui 5 tahap fase yakni telur – berudu – berudu berkaki 2 – berudu berkaki 4 – katak muda – katak dewasa. 
  6. Habitat dari kodok atau katak hidup menyebar luas, terutama di daerah tropis yang berhawa panas.


  1. Saran 
Semoga kedepannya kami dapat membuat kalah yang lebih baik lagi dan makalah ini bisa bermanfaat bagi para pembaca, dan kami mohon kritik yang membangun dari teman-teman sekalian agar kedepannya kami dapat lebih baik lagi.


DAFTAR PUSTAKA
Brotowijoyo, Mukayat Djarubito. 1989. Zoologi Dasar. Jakarta: Erlangga.
Campbell,Neil A.2008. Biologi Edisi Kedelapan Jilid 2. Jakarta : Erlangga.
Jasin, Maskoeri. 1992. Zoologi Vertebrata. Jakarta: Sinar Wijaya.
Reece, Campbell. 2000. Biologi. Jakarta:Erlangga.







Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "MAKALAH AMPHIBIA ORDO ANURA"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel