BUKU PRAKTIKUM IKHTIOLOGI (SISTEM PERNAPASAN PADA IKAN)


BUKU PRAKTIKUM IKHTIOLOGI






BAB I. SISTEM PERNAPASAN IKAN

I.     Tinjauan Pustaka
Respirasi dapat diartikan sebagai proses peningkatan oksigen dan pengeluaran karbondioksida oleh darah melalui permukaan alat pernafasan organisme dengan lingkungannya atau merupakan proses yang dilakukan oleh organisme untuk menghasilkan energi dari hasil metabolisme (Triastuti et.al, 2009). Ada dua macam respirasi yaitu, respirasi eksternal (luar) dan respirasi internal (dalam). Respirasi luar meliputi proses pengambilan O2 dan pengeluaran CO2 dan uap air antara organisme dengan lingkungannya. Respirasi internal disebut juga pernapasan seluler karena pernapasan ini terjadi di dalam sel, yaitu di dalam sitoplasma dan mitokondria. Berdasarkan kebutuhan akan oksigen, respirasi internal dibagi menjadi respirasi aerob dan anaerob. Menurut Imam Abror (2010), respirasi dapat digolongkan menjadi 2 jenis berdasarkan persediaan O2 di udara, yaitu respirasi aerob dan anaerob. Respirasi aerob merupakan proses respirasi yang membutuhkan O2, sebaliknya respirasi anaerob merupakan respirasi yang berlangsung tanpa membutuhkan O2. Perbedaan antara keduanya akan terlihat pada proses tahapan reaksi dalam respirasi. Proses transpor gas-gas secara keseluruhan berlangsung secara difusi.
Terdapat 2 mekanisme Respirasi yaitu:
1. mekanisme inspirasi: yaitu pembesaran rongga torax yang di ikuti mengembangnya paru-paru sehingga tekanan dalam paru-paru lebih rendah dari tekanan udara luar, akibatnya udara akan mengalir masuk ke dalam paru-paru.
2. mekanisme ekspirasi: yaitu pengecilan dari rongga thorax dan paru-paru yang diikuti oleh pengeluaran udara dari paru-paru.

1.1    Organ Utama Respirasi Pada Ikan
Pernapasan merupakan proses pengambilan oksigen dan pelepasan karbon dioksida oleh suatu organisme hidup. Untuk dapat bernapas maka diperlukan organ pernapasan. Pada ikan, proses pernapasan umumnya dilakukan dengan menggunakan insang (branchia). Insang berbentuk lembaran-lembaran tipis berwarna merah muda dan selalu lembap. Bagian terluar dari insang berhubungan dengan air, sedang bagian dalam berhubungan erat dengan kapiler-kapiler darah. Tiap lembaran insang terdiri dari sepasang filamen dan tiap filamen mengandung banyak lapisan tipis (lamela). Pada filamen terdapat pembuluh darah yang memiliki banyak kapiler, sehingga memungkinkan O2 berdifusi masuk dan CO2 berdifusi keluar. Insang ikan juga mengalami perkembangan sebagaimana organ-organ lainnya. Pada stadium larva, insang belum sempurna dan belum dapat berfungsi. Untuk dapat bernafas, larva ikan biasanya menggunakan kantung telur (yolk sac) atau pada beberapa ikan tertentu menggunakan insang luar.
Insang ikan terdiri dari beberapa bagian, yaitu:
·         Filamen insang (hemibranchia = gill filament), berwarna merah, terdiri dari jaringan lunak, berbentuk seperti sisir, melekat pada lengkung insang. Banyak mengandung kapiler-kapiler darah sebagai cabang dari arteri branchialis dan merupakan tempat terjadinya pengikatan oksigen terlarut dari dalam air.
·         Tulang lengkung insang (arcus branchialis = gill arch), merupakan tempat melekatnya filamen dan tapis insang, berwarna putih, dan memiliki saluran darah (arteri afferent dan arteri efferent) yang memungkinkan darah dapat keluar dan masuk ke dalam insang.
·         Tapis insang (gill rakers), berupa sepasang deretan batang tulang rawan yang pendek dan sedikit bergerigi, melekat pada bagian depan dari lengkung insang, berfungsi untuk menyaring air pernapasan. Pada ikan-ikan herbivora pemakan plankton, tapis insangnya rapat dan ukurannya panjang. Hal ini sesuai dengan fungsinya sebagai alat penyaring makanan. Sedangkan pada ikan-ikan karnivora, tapis insang tersebut jarang-jarang dan berukuran pendek.

Ikan-ikan bertulang sejati memiliki insang yang ditutup oleh penutup insang (apparatus opercularis). Tutup insang ini terdapat di sebelah kanan dan kiri bagian belakang dari kepala, berbentuk seperti setengah membundar. Tutup insang terdiri atas:
1. Operculum, yang tersusun atas empat potong tulang, yaitu:
a)      os operculare, merupakan tulang yang paling besar dan letaknya paling dorsal.
b)      os preoperculare, merupakan tulang kecil yang melengkung seperti sabit dan terletak paling cranial.
c)      os interoperculare, merupakan tulang kecil yang terletak di antara os operculare dan os preoperculare.
d)     os suboperculare, merupakan bagian tulang yang terletak paling caudal.

2. Membrana branchiostega, merupakan selaput tipis yang melekat pada operculum dan berakhir bebas di tepi belakang dari operculum. Berfungsi sebagai klep untuk menahan agar supaya air tidak masuk ke dalam rongga insang dari arah belakang.
3. Radii branchiostega, merupakan tulang-tulang kecil yang terletak pada bagian ventral pharynx, dan berfungsi untuk menyokong membrana branchiostega. Ikan-ikan bertulang rawan (Chondrichthyes) tidak memiliki tulang-tulang penutup insang. Insang ikan tersebut berada di dalam rongga dan berhubungan keluar melalui celah-celah insang yang berjumlah sekitar 5 – 7 buah.

1.2    Organ Respirasi Tambahan

Ada beberapa jenis ikan tertentu yang selain bernapas dengan insang juga menggunakan paru-paru sebagai organ pernapasannya. Ikan-ikan yang mempunyai organ paru-paru adalah ikan paru-paru Australia (Neoceratodus forsteri (Krefft, 1870)), ikan paru-paru Afrika Timur (Protopterus annectens annectens (Owen, 1839)), dan ikan paru-paru Amerika Selatan (Lepidosiren paradoxa Fitzinger, 1837).
Selain insang dan paru-paru, beberapa jenis ikan tertentu memiliki alat pernapasan tambahan yang berupa:
a)      Labyrinth, lipatan membran seperti bunga mawar yang merupakan derivat dari lengkung insang. Pada ikan betok (Anabas testudineus (Bloch, 1792)), organ labyrinth terletak di bagian atas insang dan terdapat saluran yang menghubungkan labyrinth dan insang.
b)      Arborescent organ, berbentuk seperti bunga karang. Pada ikan lele (Clarias batrachus (Linnaeus, 1758)) alat pernapasan tambahan ini terletak di bagian atas depan insang.
c)      Diverticula, lipatan kulit pada bagian mulut dan ruang pharynx, misalnya pada ikan gabus (Channa striata (Bloch, 1793)).
d)     Alat pernapasan tambahan berupa tabung, misalnya pada ikan Heteropneustes microps (G√ľnther, 1864) dan jenis catfish lainnya.
e)      Dinding bagian dalam dari operculum yang banyak mengandung pembuluh darah, misalnya pada ikan blodok (Periophthalmus kalalo Lesson, 1831).

Gambar anatomi sistem pernapasan ikan
 



II.      Tujuan
       Praktikum sistem pernapasan pada ikan bertujuan untuk
-       mengetahui alat-alat atau organ-organ pernapasan pada beberapa jenis ikan termasuk alat-alat bantu pernapasan lainnya
-       menganalisis perbedaan alat-alat atau organ-organ pernapasan yang digunakan oleh beberapa jenis ikan
-       mengetahui pengaruh lingkungan hidup ikan terhadap alat-alat pernapasan yang digunakan

III.   Cara Kerja
1.    Mempersiapkan baki preparat, scelpel, pinset, dan gunting bedah.
2.    Menaruh preparat (ikan) yang akan diamati diatas baki preparat.
3.    Mengamati insang pada masing-masing ikan.
4.    Membedah ikan secara hati-hati dari tengah permukaan ventral tubuh kemudian menyerong ke kanan sampai semua organ dalam terlihat.
5.    Mengamati anatomi insang dan alat pernapasan tambahannya.
6.    Memberi keterangan bagian-bagian anatomi insang dan alat pernapasan tambahan.


































Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

1 Response to "BUKU PRAKTIKUM IKHTIOLOGI (SISTEM PERNAPASAN PADA IKAN)"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel