Analisis Jurnal tentang Pencemaran Lingkungan


ANALISIS JURNAL
A.    Identitas Jurnal
Nama Jurnal    : Jurnal Kesehatan Lingkungan
Volume           : 8
Nomor             : 1
Halaman          : 188 – 127
Tahun terbit     : 2015
Judul jurnal     : Pengelolaan Limbah B3 dan Keluhan Kesehatan Pekerja di PT. Inka (Persero) Kota Madiun
Nama Penulis : Tentrami Hayuning Ichtiakhiri dan Sudarmaji
Studi kasus      : PT. Inka (Persero)
B.     Abstrak
Pembuangan sisa hasil industri yang mengandung senyawa kimia terutama bahan berbahaya dan beracun menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan manusia. PT. INKA (Persero) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur dan jasa perkeretaapian yang menghasilkan limbah B3 dari proses produksi. Limbah B3 yang dihasilkan adalah oli bekas/oli pendingin bekas, kaleng bekas B3 (kaleng cat, thiner, drum), aki bekas, pasir ex. blasting, debu ex. blasting, kerak plasma, majun bekas, sisa fi ber glass. Limbah B3 tersebut mengandung berbagai logam berat seperti Pb, Cu, Hg, dan Fe. Hal ini dapat dihindari dengan melakukan pengelolaan limbah B3 di industri.
C.    Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan pengelolaan limbah B3 dan keluhan kesehatan yang dirasakan pekerja.
D.    Metode Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja pengelola limbah B3. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling dengan jumlah 10 pekerja. Observasi limbah B3 padat dilakukan pada unit produksi yaitu Unit PPL/Welding, Unit Painting, Unit Grit Balsting, Unit Interior. Sedangkan observasi limbah B3 cair dilakukan pada unit Unit Pemesinan dan unit PPL/welding.
E.     Isi
Asal limbah B3 ?
Limbah B3 adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan/atau beracun yang karena sifat dan/atau konsentrasinya dan /atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, dan/atau dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lain.
Sumber limbah B3 dapat dibagi seperti limbah B3 dari sumber tidak spesifik yaitu limbah B3 yang pada umumnya berasal bukan dari proses utamanya, tetapi berasal dari kegiatan pemeliharaan alat, pencucian, pencegahan korosi (inhibitor korosif) pelarut kerak dan pengemasan, limbah B3 dari sumber spesifi k yaitu limbah B3 sisa proses suatu industri atau kegiatan yang secara spesifik dapat ditentukan, sedangkan limbah B3 lain seperti bahan kimia kedaluwarsa, tumpahan, bekas kemasan, dan buangan produk yang tidak memenuhi spesifi kasi tidak memenuhi spesifikasi yang ditentukan atau tidak dapat dimanfaatkan kembali maka suatu produk menjadi limbah B3 yang memerlukan pengelolaan limbah B3 lainnya.
Jenis limbah B3 yang dihasilkan di PT. INKA (Persero) adalah limbah cair B3 yaitu oli bekas dan oli pendingin bekas, sedangkan limbah padat B3 yaitu kaleng bekas B3 (kaleng cat, thiner, drum), aki bekas, pasir ex. blasting, debu ex. blasting, kerak plasma, majun bekas, sisa fiber glass.
Siapa yang terpapar ?
Proses pencemaran industri limbah B3 terutama di industri kereta api dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Proses secara langsung yaitu bahan pencemar tersebut langsung berdampak meracuni sehingga mengganggu kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan atau mengganggu keseimbangan ekologis baik air, udara maupun tanah. Proses tidak langsung, yaitu beberapa zat kimia bereaksi di udara, air maupun tanah, sehingga menyebakan pencemaran. Pencemaran ada yang langsung terasa dampaknya, misalnya berupa gangguan kesehatan langsung (penyakit akut), atau akan dirasakan setelah jangka waktu tertentu (penyakit kronik). Alam memiliki kemampuan sendiri untuk mengatasi pencemaran (self recovery), namun alam memiliki keterbatasan. Setelah batas itu terlampaui, maka pencemaran akan berada di alam secara tetap atau terakumulasi dan kemudian berdampak pada manusia, material, hewan, tumbuhan dan ekosistem.
efek limbah B3 terhadap kesehatan antara lain adalah pernapasan hal tersebut dikarenakan konsentrasi uap yang tinggi akan berbahaya jika dihirup. Konsentrasi yang tinggi dapat mengganggu saluran pernapasan (hidung, tenggorokan dan paru-paru). Menyebabkan mual, muntah, sakit kepala, pusing, kehilangan koordinasi, rasa dan gangguan saraf lainnya. Paparan dengan konsentrasi akut dapat menyebabkan depresi saraf, pingsan, koma dan atau kematian.
Efek limbah B3 juga dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit. Efek pada kulit dikarenakan limbah B3 menyebabkan dermatitis atau meresap kedalam kulit dan menimbulkan dampak seperti pada pernapasan, selain itu efek kesehatan lainnya yaitu pencernaan dikarenakan konsentrasi limbah bahan berbahaya dan beracun atau B3 pada saluran pencernaan berbahaya jika tertelan, menyebabkan mual, muntah dan gangguan saraf lainnya. Jika produk tertelan dapat menyebabkan kanker paru-paru atau kematian.
Kondisi Medis yang diperparah oleh paparan seperti gangguan terhadap jantung, hati, ginjal, saluran pernapasan (hidung, tenggorokan, paru-paru), sistem saraf pusat, mata, kulit jika konsentrasi paparan tinggi. Menurut Dutta, dkk (2006) disebutkan bahwa pengaruh kesehatan dari limbah berbahaya seperti logam berat mengandung timbal dapat menyebabkan gangguan keracunan timbal, neurotoksik, gangguan mental, kerusakan otak, ginjal dan hati.
Limbah B3 yang dihasilkan dari PT.Inka (Persero) tersebut memiliki sifat beracun dan korosif menurut Pemerintah No. 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, Limbah beracun adalah limbah yang mengandung pencemar bersifat beracun bagi manusia atau lingkungan yang dapat mengakibatkan kematian atau sakit apabila masuk kedalam tubuh melalui pernapasan, kulit, atau mulut. Sedangkan limbah korosif adalah limbah yang mempunyai sifat menyebabkan iritasi, menyebabkan pengkaratan dan mempunyai pH sama atau kurang dari 2 untuk B3 bersifat asam dan sama atau lebih besar dari 12,5 untuk yang bersifat basa. Limbah B3 di PT. INKA juga mengandung berbagai logam berat seperti Pb, Cu, Hg, dan Fe.

Bagimana cara menghadapinya ?
Untuk menghindari efek dari limbah B3 yaitu dengan  mencuci tangan menggunakan sabun dan air kemudian di lap kering. asap rokok dapat mempengaruhi kesehatan tubuh. Kemudian hindari rokok, karena asap rokok mengandung nikotin yang merupakan salah satu bahan kimia berminyak yang tidak berwarna dan salah satu racun yang cukup keras dalam asap rokok terdapat karbon monoksida, ammonia, dan butan.
Banyaknya hasil limbah B3 di industri yang cukup besar dapat berdampak negatif bagi lingkungan sehingga untuk menghindari terjadinya dampak akibat limbah B3 diperlukan suatu sistem pengelolaan yang terintegrasi dan berkesinambungan. Dalam Peraturan Pemerintah No. 74 tahun 2001 tentang Pengolahan Bahan Berbahaya dan Beracun, menjelaskan bahwa Pengelolaan limbah B3 adalah rangkaian kegiatan yang dimulai dari reduksi, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan dan penimbunan B3. Pengolahan ini bertujuan untuk mencegah dan atau mengurangi risiko dampak B3 terhadap lingkungan hidup, kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya.
            Untuk menghindari terjadinya dampak akibat limbah B3 diperlukan suatu sistem pengelolaan yang terintegrasi dan berkesinambungan, yaitu :
1.      Pemilahan Limbah B3
Pemilahan limbah B3 menggunakan bak limbah B3 diberi label dengan jelas dan dipisahkan sesuai dengan kategori limbah. Kategori pemilahan limbah B3 di PT. INKA (Persero) dibedakan jenis limbah yaitu limbah padat dan limbah cair. Pemilahan limbah padat menggunakan drum besi, bak kontainer dan bak sampah khusus dari bahan plastik limbah B3 sedangkan limbah cair menggunakan drum besi berkapasitas 200 liter
2.      Penyimpanan Limbah B3
Penyimpanan sementara limbah B3 dengan cara dimasukkan ke ruang TPS limbah B3 yang dilakukan oleh pihak PT. INKA (Persero). Dalam penyimpanan limbah B3 mempunyai prosedur yaitu Unit K3LH bertanggung jawab atas pencatatan limbah B3, pembuatan neraca limbah B3, dan pelaporan neraca limbah B3 ke Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Badan Lingkungan Hidup Propinsi Jawa Timur, dan Kantor Lingkungan Hidup Kota Madiun. Limbah B3 yang masuk dalam TPS limbah B3 wajib direcord dalam logbook dan neraca limbah B3, untuk kemudian setiap 3 bulan neraca limbah B3 dilaporkan ke Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Badan Lingkungan Hidup Propinsi Jawa Timur, dan Kantor Lingkungan Hidup Kota Madiun.
Limbah B3 yang masuk dalam TPS limbah B3 tersimpan maksimal selama 180 hari di TPS Limbah B3, hal ini dilakukan sebab jumlah limbah yang dihasilkan di PT. INKA (Persero) kurang dari 50 kg per hari untuk limbah padat dan 50 liter per hari untuk limbah cair.
3.      Pengumpulan Limbah B3
Lama pengumpulan limbah B3 padat dan cair B3 di PT. INKA (Persero) sudah memenuhi syarat yaitu dikumpulkan dan disimpan 180 hari setelah itu diserahkan kepada pemanfaat atau penimbun limbah B3. Hal tersebut disebabkan karena limbah di PT INKA (Persero) yang dihasilkan kurang dari 50 kilogram per hari.
4.      Pengangkutan Limbah B3
Pengangkutan limbah B3 yang dilakukan PT. INKA (Persero) sudah memenuhi syarat. Pengangkutan limbah B3 terdiri dari dua bagian yaitu pengangkutan intern dan transporter. Pengangkutan intern merupakan bagian pengangkutan yang dilakukan oleh PT. INKA (Persero) di mana limbah B3 dari produksi dipindahkan ke TPS B3. Dalam sistem pengangkutan sudah cukup baik karena terdapat dokumen waste transfer yang tercantumkan identifi kasi jenis limbah dan sumber limbah B3, atau berita acara serah terima limbah B3.
5.      Pemanfaatan, pengolahan, dan penimbun limbah B3
Pemanfaat, pengolah dan penimbun limbah B3 di PT. INKA (Persero) sudah memenuhi persyaratan. Pemanfaatan, pengolahan dan penimbunan di PT. INKA (Persero) dilakukan oleh pihak ketiga (vendor) yaitu PT. Logam Jaya Abadi yang mempunyai izin pengelolaan dan pengangkutan limbah B3, izin dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Hal tersebut sudah sesuai dengan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1999 disebutkan bahwa pemanfaatan limbah B3, pengolah limbah B3 dan penimbun limbah sebagai kegiatan utama wajib memilki izin dari instansi yang berwenang.
F.     Kesimpulan dan Saran
Penilaian hasil pengelolaan limbah B3 di PT.INKA (Persero) belum memenuhi syarat adalah seperti pada pemilahan dan penyimpanan. Penilaian pengelolaan limbah B3 di PT. INKA (Persero) mendapatkan skor 78,7% dari total 100%, hal tersebut menunjukkan bahwa ketidaksesuaian kondisi pada kemasan limbah B3 yang tidak bebas karat, kemasan limbah B3 tidak bocor, kemasan limbah B3 tidak meluber, pemberian alas/palet pada kemasan limbah B3, penumpukan limbah B3 maksimal 3 lapis, dan kondisi kebersihan/ housekeeping. Keluhan kesehatan yang sering dirasakan pekerja pengelola limbah B3 seperti sakit kepala, iritasi kulit yang dipengaruhi oleh usia (41–50 tahun mayoritas mengalami keluhan kesehatan iritasi kulit), masa kerja (> 20 tahun mayoritas mengalami keluhan kesehatan sakit kepala dan iritasi kulit), personal hygine (kategori kurang mayoritas mengalami keluhan kesehatan berupa sakit kepala dan iritasi kulit, dan kebiasaan merokok (tidak memiliki kebiasaan merokok, mayoritas mengalami keluhan kesehatan sakit kepala dan iritasi).
G.    Kelebihan
Kelebihan jurnal ini yaitu menjelaskan secara detail limbah B3, dari asal limbah B3 sampai cara menghadapinya. Dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami.




Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "Analisis Jurnal tentang Pencemaran Lingkungan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel