Gowes Rombongan Pesepeda di Tol Jagorawi Berbuntut Ancaman Pidana

Pesepeda masuk tol
UpdateInfoo.com -  Polisi telah mengidentifikasi rombongan pesepeda yang masuk ke Jalan Tol Jagorawi. Beberapa pesepeda telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

Dari pemeriksaan salah satu tim rombongan tersebut, diketahui bahwa pesepeda itu bukan merupakan sebuah komunitas sepeda. Mereka mengakses jalan tol setelah kembali pulang dari sebuah kedai kopi yang sedang 'hits' di Caringin, Kabupaten Bogor.

"Jadi gini, soal tindak lanjutnya kami lagi mendalami, tapi memang sudah ada titik terang. Tadi kami sudah mendatangi salah satu timnya, tapi dia tidak ikut ke tol. Dia ikut di jalan arterinya, jalan perkampungan," kata Kepala Induk PJR Tol Jagorawi Korlantas Polri Kompol Fitrisia Kamila Tasran ketika dihubungi wartawan, Senin (14/9/2020).

Rombongan pesepeda tersebut baru pulang mengunjungi sebuah kedai kopi di kawasan Bogor yang sedang 'hits'.

"Ini sedang kami lidik lanjut. Ini bukan komunitas hanya teman ke teman. Jadi dia bukan komunitas, hanya kenalan aja. Jadi dia bukan komunitas sepeda, tapi yang ini ngajak ini, terus yang ini ngajak ini kayak gitu loh," jelasnya.

"Jadi mereka mau ke (menyebut kedai kopi, red). Dari rest area lewat jalan kampung sebelah rest area itu menuju ke situ (kedai kopi, red). Jadi tidak melewati tol seharusnya. Tapi ada beberapa orang ini yang motong jalan lewat tol. Makanya kita lagi datangi rumah bapak yang ngadain sepeda ini dengan menghadirkan teman-temannya yang kemarin lewat tol," sambungnya.

Kamila mengatakan, para pesepeda itu terancam dijerat dengan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan karena memasuki jalan tol.

"Jadi untuk UU Lalu Lintas kita belum ada khusus mengatur sepeda di jalan tol. Tapi kalau sepeda di jalan umum ada. Jadi kita kenakan di Pasal 63 ayat 6 UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan. Nanti yang manggil itu lewat Polres ya, Reskrim, jadi masuknya pidana," kata Kamila ketika dihubungi wartawan, Senin (14/9/2020).

Selain itu, para pesepeda tersebut bisa dijerat dengan Pasal 64 ayat 4 UU No 38 Tahun 2004 tentang Jalan. Menurut Kamila, para pelanggar bisa dikenai kurungan penjara selama 14 hari.

Dia beralasan, hukuman tersebut masih tergolong ringan. Hal tersebut didasari tidak adanya kecelakaan yang diakibatkan dari rombongan pesepeda tersebut.

"Ada 14 hari (kurungan penjara) jatuhnya ringan ya karena untungnya tidak ada laka. Soalnya kalau ada laka lain lagi pasalnya. Karena tidak menyebabkan laka dan di video itu tidak terlihat ada orang yang berhenti karena dia menyeberang, jadi Pasal 274, Pasal 122 (UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan), kita nggak bisa terapkan. Pasal melanggar rambu-rambu kita nggak bisa karena itu untuk kendaraan bermotor," terangnya.

Pasal 63 ayat (6) UU Jalan berisi:

Setiap orang selain pengguna jalan tol dan petugas jalan tol yang dengan sengaja memasuki jalan tol sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 14hari atau denda paling banyak Rp 3 juta.

Pasal 64 ayat (4) UU Jalan berbunyi:

Setiap orang selain pengguna jalan tol dan petugas jalan tol yang karena kelalaiannya memasuki jalan tol, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 7 hari atau denda paling banyak Rp1,5 juta.

Seperti diketahui, video rombongan pesepeda masuk dan melawan arus di Jalan Tol Jagorawi viral di media sosial. Berdasarkan CCTV di salah satu minimarket rest area, rombongan pesepeda ini menyeberang ruas Tol Jagorawi dan melawan arus di Km 46. Para pesepeda selanjutnya beristirahat di rest area Tol Jagorawi Km 45.

sumber : detik.com 

Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "Gowes Rombongan Pesepeda di Tol Jagorawi Berbuntut Ancaman Pidana"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel