Fakta Baru Kasus Tewasnya PSK di Kamar Hotel Sleman

Garis polisi dilarang melintas..Grandyos Zafna//ilustrasi/detikcom
UpdateInfoo.com -  Kasus kematian seorang pekerja seks komersial (PSK) usai melayani tamunya di Sleman masih dalam penyidikan polisi. Saat ini, polisi masih menunggu hasil autopsi. Selain itu, polisi telah menetapkan satu orang sebagai tersangka yaitu salah seorang tamu berinisial AP (23) warga Purworejo.

"Sudah dilakukan autopsi pemeriksaan dalam, tapi untuk hasilnya belum keluar. Ini untuk mengetahui penyebab kematiannya," ujar Kanit Reskrim Polsek Depok Barat, Sleman, Iptu Isnaini kepada wartawan, Selasa (15/9/2020).

Berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik sehingga polisi belum bisa menyimpulkan kasus ini merupakan kasus pembunuhan.

"Apakah ada penyebab lain, seperti keracunan atau apa, ini masih menunggu hasil lab (laboratorium). Makanya kami belum berani menentukan ini suatu tindak pidana pembunuhan atau percobaan pembunuhan," terangnya.

Sejauh ini, polisi telah meminta keterangan dari beberapa saksi termasuk keluarga korban. Hasilnya, korban tidak memiliki riwayat sakit.

"Dari keterangan keluarga tidak ada riwayat sakit," ucapnya.

Kendati demikian, polisi menemukan obat yang menurut keterangan suami korban merupakan obat gemuk. Saat ditemukan, obat itu telah dikonsumsi.

"Kemarin ditemukan di dalam tasnya ada obat. Menurut suami korban itu adalah obat gemuk, itu jumlahnya sudah berkurang, itu (jumlahnya) 60 sudah berkurang empat," bebernya.

Isnaini mengungkapkan telah melakukan gelar perkara. Dari gelar perkara tersebut, pihaknya menetapkan AP (23) warga Purworejo, Jawa Tengah sebagai tersangka. AP ini merupakan pria yang berada di dalam kamar bersama korban.

Pertimbangannya, yaitu AP diduga melakukan pencurian ponsel milik korban. Tersangka juga diduga lalai sehingga menyebabkan korban meninggal.

Isnaini menjabarkan, dugaan tindak pidana pencurian ini, karena setelah dilakukan penggeledahan, tersangka AP diketahui membawa dua ponsel milik korban. Dari pengakuan tersangka, dua ponsel tersebut diambilnya karena terus berdering.

Selain itu, tersangka juga dianggap lalai karena tidak menolong korban saat dalam kondisi kejang-kejang. Tersangka justru menutup wajah korban dengan kaos agar suaranya tidak terdengar dari luar.

"Kami tetapkan AP sebagai tersangka terkait dengan dugaan tindak pidana pencurian atas dua handphone milik korban. Termasuk karena kelalaianya sehingga menyebabkan orang lain meninggal," paparnya.

"Mestinya menolong tapi malah menutup (muka korban) dengan kaus milik korban, agar suaranya tidak terdengar keluar kamar," tambahnya.

Lebih lanjut, korban diketahui telah melayani enam orang pria dalam satu hari. "Pas hari itu enam (orang), yang tersangka ini dua kali main tapi beda jam," bebernya.

Saat kejadian, suami korban juga berada di hotel yang sama namun berada di kamar berbeda. Suami korban bahkan diketahui turut mengamankan tersangka.

Isnaini menuturkan sebenarnya suami tidak rela istrinya bekerja sebagai PSK. Bahkan, suami sudah mengingatkan agar istrinya tidak melakukan pekerjaan itu.

"Sebenarnya suami ini tidak mengizinkan istri akan berbuat seperti itu. Tapi kalau diingatkan (istrinya) minta cerai. Untuk si suami apakah bisa dijerat dengan pasal perdagangan manusia masih belum kita dalami. Kami fokus pada kasus meninggalnya dulu," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pekerja seks komersial (PSK) meninggal di kamar sebuah hotel di Kapanewon Depok, Sleman. PSK ini meninggal dunia usai melayani tamunya pada Minggu (13/9).

Korban diketahui berinisial DP (41) warga Solo, Jawa Tengah. Polisi pun mengamankan laki-laki berinisial AP (23) warga Purworejo yang saat itu di dalam kamar bersama korban.

sumber : detik.com 

Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "Fakta Baru Kasus Tewasnya PSK di Kamar Hotel Sleman"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel