Fahri Hamzah: Apa Salah Rakyat hingga Kebijakan Kalian Bikin Nestapa

Updateinfoo.com - Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah mengkritik para pemangku kebijakan yang tidak tegas dalam bersikap untuk menanggulangi pandemi Covid-19. Padahal kata Fahri, jumlah kasus corona saat ini semakin bertambah.

"Janganlah kalian nampak tenang dan baik-baik saja sebab ternyata data pun kalian sengketa. Lalu rakyat menjadi korban karena korban berjatuhan bertambah banyak. Apa salah rakyat hingga kalian pejabat tidak bicara dan akhirnya kebijakan kalian bikin nestapa? Ayolah!," cuit Fahri dalam aku Twitter-nya, dikutip merdekacom, Sabtu (12/9).

Dia mengatakan, saat ini rakyat menunggu kebijakan yang tepat. Menurutnya, tidak mengapa keputusan berat akan dilakukan sehingga keadaan kembali seperti biasa.

"Rakyat menunggu kalian semua, duduk bersila memastikan semua data yang akurat. Lalu mengambil keputusan yang berat. Tak mengapa, rakyat akan sabar dan terima; kebebasan dilarang, ekonomi terjun curam, tambah miskin dan kena PHK. Tak mengapa, asalkan sekali dan tuntas!" ujarnya.

Diketahui menurut data worldmeters.info, Indonesia berada di peringkat ke-23 pada kasus Covid-19 seluruh negara. Sementara itu per Jumat (11/9) kemarin Indonesia mengalami penambah kasus dengan total 210.940 orang.

Penambahan kasus mencapai 3.737 orang dari total sebelumnya 203.342 orang. Data dihimpun dalam 24 jam terakhir hingga siang ini pukul 12.00 WIB.

Sedangkan jumlah pasien meninggal dunia bertambah 88 orang. Sehingga total pasien meninggal akibat Covid-19 sebanyak 8.544. Sementara untuk pasien sembuh juga bertambah 2.707 orang. Sehingga total pasien sembuh menjadi 150.217 orang.

Sumber: Merdeka.com

Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "Fahri Hamzah: Apa Salah Rakyat hingga Kebijakan Kalian Bikin Nestapa"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel