Do's and Don'ts PSBB Total DKI Jakarta

Poster
UpdateInfoo.com -  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan akan kembali melakukan PSBB total seperti awal masa pandemi Corona. Apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama PSBB total?

Anies menuturkan, selama masa PSBB ini warga diminta untuk melakukan seluruh kegiatan dari rumah. Hal ini disebut sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dulu saat awal wabah Corona.

"Kita akan terapkan seperti arahan Bapak Presiden di awal wabah dahulu, yaitu bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan usahakan beribadah juga dari rumah," kata Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta, Rabu (9/9).

Kegiatan yang perlu dilakukan dari rumah yaitu, bekerja kantoran. Selain itu, kegiatan belajar mengajar juga disebut masih tetap dilakukan di rumah.

Tidak hanya itu, Anies juga meminta kegiatan ibadah dilakukan di rumah. Ini karena adanya penyesuaian terkait kegiatan ibadah di tempat ibadah.

Anies menilai, tempat ibadah yang berpotensi dihadiri jemaah dari luar kota akan ditutup. Sementara tempat ibadah yang berada di kampung dan kompleks perumahan akan tetap dibuka, khusus untuk masyarakat setempat.

"Rumah ibadah raya yang jemaahnya datang dari mana-mana bukan dari lokasi setempat, seperti masjid raya, tidak dibolehkan untuk dibuka, harus ditutup, tapi rumah ibadah di kampung kompleks yang digunakan masyarakat dalam kampung dan kompleks itu sendiri boleh dibuka, ada pengecualian," ujar Anies.

Pada saat PSBB total DKI Jakarta ini, warga tidak dapat mengunjungi tempat hiburan. Nantinya semua tempat hiburan di Ibu Kota akan kembali ditutup.

"Seluruh tempat hiburan akan ditutup, kegiatan yang dikelola Pemprov DKI seperti Ragunan, Monas, Ancol, taman kota dan kegiatan belajar tetap di rumah," kata Anies.

Rumah makan, restoran, hingga kafe juga kembali tekena pembatasan. Tempat makan tersebut diperbolehkan buka namun tidak boleh hanya melayani take away.

"Kegiatan usaha makanan, rumah makan, restoran, kafe, diperbolehkan untuk tetap beroperasi, tetapi tidak diperbolehkan untuk menerima pengunjung makan di lokasi," kata Anies.

"Jadi pesanan diambil, pesanan diantar, tapi tidak makan di lokasi. Karena kita menemukan di tempat inilah terjadi," sambungnya.

Selanjutnya, warga DKI diminta untuk tidak bekerja di kantor. Namun, batasan ini dikecualikan untuk 11 bidang esensial yang diperbolehkan beroperasi dengan kapasitas minimal.

"Kan waktu PSSB pertama kan 11 sektor memang dibuka. Sesuai dikatakan Pak Airlangga (Menteri Koordinator Perekonomian) juga begitu kan tetep dibuka (50 persen). Nanti diatur di internal, kalau selama PSBB transisi diatur jam kantornya dibagi, sifnya dibagi, aturan detailnya sedang disusun," ujar Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Kamis (10/9).

Ke-11 sektor yang diizinkan beroperasi selama PSBB itu ialah:

1. Bidang kesehatan;
2. Bahan pangan/makanan/minuman;
3. Energi;
4. Komunikasi dan teknologi informasi;
5. Keuangan
6. Logistik
7. Perhotelan
8. Konstruksi
9. Industri strategis
10. Pelayanan dasar, utilitas publik
11. Industri objek vital serta kebutuhan sehari-hari.

sumber : detik.com 

Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "Do's and Don'ts PSBB Total DKI Jakarta"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel