Satgas COVID-19 Sarankan DKI Berlakukan Pembatasan Berskala Mikro

Juru bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito (YouTube Setpres)
UpdateInfoo.com -  Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito menilai sudah seharusnya Pemprov DKI melakukan pembatasan yang lebih ketat karena kasus Corona makin naik. Dia menyarankan ada pembatasan sosial berskala mikro.

"Khusus daerah yang sedang menjalankan PSBB termasuk DKI Jakarta untuk daerah yang sudah pengendaliannya sudah lebih mikro daripada kota, maka kami harapkan kecamatan pun bisa juga melakukan pembatasan sosial berskala mikro, sehingga bisa betul-betul tempat yang memiliki penularan tinggi sesuai dengan data yang ada bisa dikendalikan dengan baik," kata Wiku saat konferensi pers secara virtual melalui akun YouTube Satpres, Kamis (10/9/2020).

Dalam sesi tanya jawab, Wiku kembali ditanya tanggapannya apakah PSBB ketat di DKI adalah langkah tepat serta antisipasinya terhadap dampak ekonomi yang timbul. Wiku tak memungkiri bahwa keputusan tersebut akan berdampak pada ekonomi.

"Dalam PSBB pembatasan utamanya adalah pembatasan aktivitas sosial ekonomi, dengan menjalankan ini tentu dampak sosial ekonomi dirasakan oleh masyarakat semuanya. Karena kondisi ini adalah kondisi pandemi di seluruh dunia dan daerah yang menerapkan PSBB tentunya, pembatasan aktivitas sosial ekonomi ini memiliki dampak sosial ekonomi," ujarnya.

"Kita melihat dari kenaikan kasus selama empat Minggu terakhir, utamanya karena zona merah di kota-kota di DKI Jakarta, perlu dilakukan pembatasan yang lebih ketat," lanjut Wiku.

Dia pun kembali menyinggung agar pembatasan dilakukan berskala mikro. Dengan begitu, proses pengendalian bisa dilakukan serinci mungkin.

"Bahkan kalau perlu dilakukannya adalah pembatasan sosial berskala mikro karena informasi dan datanya bisa lebih spesifik untuk daerah-daerah tertentu dengan pencatatan yang lebih baik, sehingga penanganan kasus termasuk testing, tracing, dan treatmennya juga bisa dilakukan target pada daerah-daerah yang zona merah," ujarnya.

Seperti diketahui, Pemprov DKI kembali akan menerapkan PSBB total. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan keputusan itu akan berlaku mulai 14 September mendatang.

"Dalam rapat Gugus Tugas tadi sore disimpulkan bahwa kita akan menarik rem darurat, yang itu artinya kita terpaksa kembali menerapkan PSBB seperti pada masa awal pandemi dulu, bukan lagi PSBB transisi, tapi kita harus melakukan PSBB sebagai mana masa awal dulu," kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Rabu (9/9).

Anies mengatakan, bila penularan virus Corona tak dapat direm, tempat tidur isolasi Corona diprediksi akan penuh pada 17 September nanti. Kapasitas ruang perawatan Corona semakin tipis akibat lonjakan kasus sejak PSBB mulai diperlonggar.

"Kita memasuki masa transisi dan apa yang terjadi? Secara bertahap, terutama di bulan Agustus, kita mulai menyaksikan peningkatan jumlah kasus. Persentase dari tempat tidur yang digunakan naik. Ambang batasnya 4.053," kata Anies.

sumber : detik.com 

Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "Satgas COVID-19 Sarankan DKI Berlakukan Pembatasan Berskala Mikro"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel