Prostitusi Online Terungkap di Banjarnegara, 3 di Antaranya Siswi SMA

Penghuni kos yang digerebek terkait prostitusi dites HIV AIDS di kantor Satpol PP Banjarnegara, Senin (3/8/2020).
UpdateInfoo.com -  Praktik prostitusi online di Banjarnegara, Jawa Tengah, terungkap. Dari 16 orang yang diamankan, 3 orang di antaranya masih berstatus pelajar SMA.

Terungkapnya prostitusi online ini bermula dari aduan masyarakat perihal keberadaan indekos yang berada di daerah perkotaan. Indekos ini diduga kerap digunakan perbuatan asusila.

"Operasi yang kami laksanakan berdasarkan laporan masyarakat yang resah dengan salah satu rumah kos di daerah perkotaan. Setelah kami cek, dan penghuni dimintai keterangan, kami mendapati tempat tersebut digunakan untuk prostitusi," kata Kepala Satpol PP Banjarnegara Esti Widodo.

Saat penggerebekan, ada 16 orang yang diamankan Satpol PP. Dari jumlah tersebut, 12 orang di antaranya diduga terlibat prostitusi ini. Dan, 3 orang di antaranya masih di bawah umur, yakni masih berstatus siswi SMA.

"Penghuni kos yang diduga terlibat prostitusi ini memang ada yang di bawah umur, dan masih sekolah tingkat SMA. Jumlahnya ada 3 anak. Ada yang kelas 2 SMA, ada juga yang kelas 3 SMA. Selain itu juga ada yang sebagai 'mami' atau perantaranya," jelasnya.

Ia menyebut, layanan esek-esek ini ditawarkan secara online melalui media sosial. Berdasarkan keterangan awal orang yang terlibat, transaksinya dilakukan melalui perantara.

"Transaksinya melalui perantara, saat ini ada dua orang perantara yang kami amankan. Mereka yang mencarikan tamu melalui media sosial," kata Esti.

Berapa tarif mereka? 

Sementara untuk tarifnya, berdasarkan pemeriksaan awal Esti menyebut mulai dari Rp 400 ribu hingga Rp 1 juta. Namun jumlah tersebut, sebagian diberikan kepada perantara atau maminya.
"Dari keterangan yang disampaikan, ke 'mami'-nya mulai dari Rp 400 ribu sampai Rp 1 juta. Nanti yang diterima oleh mereka tentu di bawah itu," ujarnya.

Saat ini, kasus prostitusi online di Banjarnegara ini masih terus dilakukan pendalaman. Namun dengan adanya 3 siswi SMA ini, Satpol PP akan akan menggandeng Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan Unit PPA.

"Karena masih di bawah umur, harus ada pendampingan juga dari unit PPA. Nantinya yang masih sekolah ini diberi bimbingan konseling agar yang bersangkutan kembali menjalani hidup normal seperti anak seusianya," ujar Esti.

Sementara untuk orang yang diduga sebagai perantara, hingga saat ini masih dilakukan pendalaman. Nantinya jika ada pelanggaran pidana akan diserahkan kepada pihak kepolisian.

"Untuk 'mami'-nya, kami masih meminta keterangan. Kalau ada pelanggaran pidana kami limpahkan ke Polres," katanya.

Sementara itu, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono meminta kepada pihak sekolah dan orangtua harus lebih memperhatikan anak. Sebab jika lepas dari perhatian, akan terpengaruh ke hal negatif, hingga terlibat prostitusi.

"Jadi pihak sekolah harus lebih memperhatikan anak didik. Termasuk juga orangtua harus lebih waspada. Karena kalau tidak diperhatikan ya bisa seperti ini," kata dia.

Selain itu, dengan ditemukannya dugaan prostitusi online ini, pihaknya akan terus memperketat pengawasan rumah kos. Termasuk juga pengawasan di sosial media.

"Kami akan berjalan terus untuk 'kebersihan' Banjarnegara. Satpol PP dikerahkan untuk pengawasan, patroli di rumah kos. Selain itu juga dilakukan pengawasan di media sosial dengan menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika," jelasnya. (dtk)

Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "Prostitusi Online Terungkap di Banjarnegara, 3 di Antaranya Siswi SMA"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel