Ngaku Dosen Bikin Riset Swinger, Cuma Kedok untuk Fantasi Seksual

Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands on her head in a gesture of despair. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is as if the woman is trying to escape from behind the glass. Horizontal image with copy space.

UpdateInfoo.com  - Bambang Arianto di Yogya membuat sebuah video pengakuan telah melakukan pelecehan seksual dengan kedok melakukan penelitian terkait perilaku swinger. Tak cuma itu, di video tersebut dia juga mengaku telah telah melakukan pelecehan fisik terhadap korban.

Video pengakuan Bambang Arianto menjadi viral dan menjadi perbincangan hangat di Yogyakarta. Dalam video tersebut, Bambang Arianto menyatakan telah melakukan pelecehan seksual dengan kedok penelitian terkait swinger.

"Saya Bambang Arianto ingin menjelaskan bahwa pernyataan saya mengenai rencana penelitian tentang swinger kepada banyak perempuan adalah bohong, karena sesungguhnya saya lebih ingin berfantasi swinger secara virtual semata," demikian salah satu potongan pengakuannya dalam video yang tersebar luas hari ini, Senin (3/8).

Tak cuma itu, Bambang juga mengakui bahwa dirinya tak cuma berhenti pada fantasi secara virtual tentang swinger. Dia juga mengakui pernah melakukan pelecehan secara fisik terhadap korbannya, tanpa dijelaskan secara gamblang seperti apa pelecehan fisik yang telah dia lakukan dan kepada berapa korban dia melakukan itu.

"Saya juga pernah melakukan pelecehan secara fisik," ujarnya dalam rekaman tersebut.

Bambang selanjutnya juga meminta maaf kepada para korban. Selain itu dia juga meminta maaf kepada NU dan UGM, karena telah mencatut nama organisasi dan kampus tersebut dalam mencari korban.

"Secara khusus saya meminta maaf kepada seluruh korban baik dari kampus UGM Bulaksumur maupun yang lain yang pernah menjadi korban pelecehan saya baik secara fisik, tulisan maupun verbal sehingga menimbulkan trauma," kata dia.

"Saya juga minta maaf kepada NU dan UGM karena selama ini menyalahgunakan nama NU dan UGM dalam mencari target," lanjut Bambang.

Salah seorang korban perempuan membeberkan jika mengenal Bambang sebagai salah satu dosen di kampus Islam yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Suatu hari pak dosen yang kerja di kampus Islam yang juga influencer di Twitter, tampak kalem dan alim ini japri aku. Awalnya nanya soal pengalaman pengalamanku di ICW, kuliahku di luar negeri, tanya soal metodologi riset dan seputar dunia akademis," katanya saat dihubungi wartawan, Senin (3/7/2020).

Awalnya, dia tidak menaruh curiga terhadap Bambang. Namun, lama-kelamaan muncul keanehan-keanehan sehingga dia mulai curiga.

"Dia kemarin jadi dosen, tidak jadi dosennya kan barusan. Jadi selama komunikasi saya positive thinking. Dia dosen, alumni UGM sama dengan saya. Saya ya nggak mikir gimana-gimana, dia nanya teknis penelitian ya saya jawab," ucapnya.

"Saya tegas bilang aku nggak minat karena aku nggak suka temanmu. Tapi kalau ngomongin metodologi penelitian ya saya jawab," tegasnya.

Dari penelusuran detikcom, nama Bambang Arianto muncul sebagai Peneliti Akuntansi Forensik LPPM Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta. Bahkan sebutan itu muncul di beberapa media.

"Yang saya perlu klarifikasi, dia memang mencatut sebagaimana pernyataan di video. Dia telah mencatut NU dan UGM," kata Rektor UNU Yogyakarta, Purwo Santoso ketika dihubungi, Senin (3/8/2020).

Purwo pun menjelaskan keterkaitan antara UNU dengan Bambang. Menurut Purwo, Bambang adalah sebatas pengajar tamu dan bukan dosen ataupun karyawan.

Dikatakan Purwo, dia pernah meminta bantuan Bambang yang memiliki kemampuan menulis cukup baik. Bambang diminta membantu untuk program sertifikasi para pengajar di UNU Yogyakarta.

"Dia mahasiswa saya dulu di UGM dan dinilai punya kemampuan yang baik dalam bidang penulisan. Saya mengenalnya sebagai orang dengan prestasi bagus, oleh karena itu itu yang membuat saya berinisiatif memperkenalkan dia ke teman-teman UNU. Yang saya tidak paham, ternyata di balik kemampuan itu ada perilaku seksual yang tidak lazim," urainya.

Namun, klaim sebagai Peneliti Akuntansi Forensik LPPM UNU Yogyakarta, menurut Purwo hanyalah manipulasi Bambang belaka. Di kampusnya tak ada program pendidikan demikian.
"Kita nggak punya jurusan itu. Adanya itu akuntansi dasar. Dia punya klaim tentang itu karena pernah mengajar sesi-sesi tentang itu (forensik akuntansi). Jadi, kita libatkan hanya mendukung kegiatan-kegiatan itu dan itu ikatannya per semester," tutur Purwo.

"Di NU itu kan kiai banyak yang nggak punya gelar sarjana. Orang-orang seperti itu kita masukan ke sesi-sesi dan pada momen seperti itulah dia punya klaim menjadi dosen forensik. Kita nggak punya Prodi Forensik, riset forensik, tapi memang dia punya klaim itu dan dia pernah dilibatkan di dalam sesi-sesi tentang itu," sambung dia.

Ditanya soal tindak lanjut karena pencatutan nama kampus ini, Purwo mengatakan, sejauh ini pihaknya belum memutuskan terkait langkah hukumnya.

"Saya syukuri dia memberikan permintaan maaf. Tapi soal pencatutan dan masalah hukumnya kami masih belum punya keputusan," pungkasnya. (dtk)

Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "Ngaku Dosen Bikin Riset Swinger, Cuma Kedok untuk Fantasi Seksual"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel