Inilah Jejak Gatot Nurmantyo: Masuk Pusaran Pilpres 2019, Kini Bicara Oligarki

Updateinfoo.com - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo jadi salah satu deklarator dalam deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Di deklarasi itu, Gatot bicara oligarki kekuasaan.
 
Pernyataan politik Gatot bukan hanya kali ini saja. Jejak politiknya sudah bermula usai dirinya pensiun dari keanggotaan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sejak itu, Gatot disebut-sebut bakal meramaikan panggung politik nasional sejak tahun 2017 lalu.
 
Namun, kala itu Gatot selalu menjawab bahwa dirinya masih merupakan seorang prajurit, sehingga tak layak untuk bermimpi jadi Presiden atau Wakil Presiden RI.
 
"Saya ingatkan bahwa saya sekarang adalah Panglima TNI. Saya sekarang Panglima TNI tidak etis saya punya keinginan untuk menjadi Wapres maupun Presiden," ujar Gatot usai menghadiri acara Program Penguatan Pendidikan Pancasila di Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/8/2017).
 
Memang sejak 3 tahun lalu itu, Gatot sudah masuk radar untuk proyeksi Pilpres 2019. Belum kentara apakah sebagai capres atau cawapres. Yang jelas, ketika itu sudah ada 4 parpol yang melirik Gatot, di antaranya NasDem, PPP, PAN, dan Gerindra.
 
Setelah pensiun, Gatot pun masih ditanyai soal rencananya ketika sudah tak lagi jadi Panglima TNI. Lagi-lagi, dia tidak gamblang menjawab. Dia hanya menekankan kalau seorang prajurit akan selalu siap jika negara memanggil untuk mengabdi.
 
"Walaupun pensiun, manakala negara memanggil untuk mengabdi, sekecil apa pun, saya siap mengabdi," katanya.
 
Pilpres 2019 pun kian dekat. Gatot pada saat itu mempersilakan bila ada partai politik yang ingin meminangnya menuju kontestasi politik 2019.
 
Kala itu, Gatot secara gamblang menyatakan belum ada partai politik yang mengajaknya bergabung. Kecuali ada satu 'partai'
 
"Ada yang mengajukan, 'Partai Mabes TNI' saja," ujar Gatot bercanda. 
 
Diisukan Gabung PAN
 
Gatot juga sempat santer diisukan bergabung ke Partai Amanat Nasional (PAN). Kabar ini sebelumnya diungkapkan anggota Dewan Pembina Gerindra Djoko Santoso.
 
Waketum PAN Viva Yoga Mauladi sempat membenarkan. Namun Viva tak menjelaskan kapan Gatot resmi bergabung ke PAN. Namun dia menyebut Gatot sudah menyampaikan kesiapannya kepada sang ketum, Zulkifli Hasan, untuk memenangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
 
Bahkan, Viva memastikan Gatot dimasukkan ke struktur timses Prabowo-Sandi. Posisi strategis disiapkan untuk Gatot.
 
Belakangan, isu itu dibantah Gatot. Gatot menyatakan klaim itu kabar burung belaka.
 
"Hoax. Saya tidak ke mana-mana mengamati saja dulu ya" ujarnya singkat saat dikonfirmasi, Kamis (13/9/2018). 
 
Dipersilakan Maju 2024
 
Di masa Pilpres 2019, Gatot mengisyaratkan maju dalam kontestasi 5 tahunan itu. Namun, pria kelahiran Tegal, 13 Maret 1960 itu diminta untuk masuk ke parpol dulu.
 
Pada saat itu, Gerindra menyatakan menutup pintu untuk jenderal bintang empat itu. Juru bicara Partai Gerindra, Habiburokhman menyebut Gatot harus masuk ke partai terlebih dahulu, baru kemudian nyapres di pemilu setelah 2019.
 
Menurut dia, hal tersebut merupakan efek dari ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold. Itu adalah syarat bagi capres harus mengantongi dukungan parpol atau gabungan parpol yang memiliki minimal 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara nasional hasil Pemilu 2014.
 
"Jadi, Pak Gatot, idealnya, dia sosok negarawan yang sangat berkualitas. Tapi tahapannya, jika dia mau jadi capres, dia tahapannya didukung salah satu parpol, bantu besarkan, dapat 20 persen. Jadi tahun 2024 Pak Gatot bisa nyalon presiden. Kan berpolitik itu harus berproses, tidak ujug-ujug," ujar Habiburokhman di Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Sabtu (17/3/2018).
 
Gatot Nurmantyo Pro-Prabowo
 
Beberapa bulan jelang pencoblosan Pilpres 2019, Gatot yang semula menyatakan berada di 'tengah' secara gamblang memutuskan bergabung di jajaran Prabowo-Sandiaga. Dukungan Gatot ditunjukkan dengan kehadirannya di pidato kebangsaan Prabowo pada April 2019.
 
Nama eks Panglima TNI di era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) itu masuk dalam tokoh-tokoh yang disebut-sebut sebagai calon menteri Prabowo. Pada kesempatan itu, Gatot bicara mulai masalah kebangsaan hingga kondisi internasional dan nasional yang perlu disoroti.
 
Dia juga menceritakan kekecewaannya karena anggaran TNI saat APBN-P 2017 cukup kecil ketika ia masih menjadi Panglima TNI. Gatot juga terkesan menyampaikan protes karena sejumlah anak buahnya dicopot dari jabatan strategis begitu ia tak lagi menjadi Panglima TNI.
 
"Yang paling penting bagi tentara adalah semangat juang dan moralitasnya, ini pun dipaprasin. Begitu saya turun, maka semua yang terbaik dicabut. Saya tidak salah menyebutkan orang-orang yang bermasalah menempati jabatan-jabatan strategis," beber Gatot. 
 
Bicara Oligarki
 
Pilpres 2019 selesai, nama Gatot pun timbul tenggelam. Dan, baru kali ini Gatot menyoroti masalah kebangsaan lagi. Gatot menjadi salah satu deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).
 
Gatot berbicara kondisi Indonesia akibat proxy war yang diperburuk karena berkembangnya oligarki kekuasaan.
 
"Salah satu bahaya dari proxy war yang saya katakan diperburuk dengan tumbuh kembangnya oligarki kekuasaan di negeri, kekuasaan dimainkan, dikelola oleh kelompok orang dan tidak beruntung lagi, mereka melakukan dengan topeng konstitusi apakah benar ini terjadi pada negeri kita? Biar rakyat yang menjawab," kata Gatot dalam sambutannya di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2020).
 
Gatot menekankan bahwa dia hadir dalam acara deklarasi KAMI atas nama pribadi. Dia menyatakan siap bertanggung jawab apabila ada implikasi hukum dari acara tersebut.
 
Gatot juga menjelaskan alasan pembentukan KAMI. Dia menyebut KAMI ingin semua pihak jujur atas apa yang terjadi di Tanah Air.
 
"Kami ingin menjadikan momentum kemerdekaan RI untuk lebih maju, dan untuk jujur melihat diri apa yang belum benar dari negeri ini," tuturnya.
 
Sumber: detik.com

Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "Inilah Jejak Gatot Nurmantyo: Masuk Pusaran Pilpres 2019, Kini Bicara Oligarki "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel