Saat Interpol Redam Permintaan Bantuan Iran untuk Tangkap Trump

President Donald Trump looks at his phone during a roundtable with governors on the reopening of Americas small businesses, in the State Dining Room of the White House, Thursday, June 18, 2020, in Washington. (AP Photo/Alex Brandon)

UpdateInfoo.com -  Otoritas Iran meminta kepada Interpol untuk membantu menangkap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait pembunuhan jenderal top Iran, Qasem Soleimani, Januari lalu. Namun, Interpol meredam permintaan itu karena sarat akan nuansa politis.

Bantuan penangkapan juga diajukan untuk 35 pejabat AS lainnya yang terlibat dalam operasi militer AS yang menewaskan Soleimani di Irak.

Seperti dilansir AFP, Selasa (30/6/2020), jaksa Teheran, Ali Qasi Mehr, menyatakan bahwa 36 pejabat politik dan militer AS yang 'terlibat dalam pembunuhan' Jenderal Qasem Soleimani 'telah diselidiki dan diperintahkan untuk ditangkap melalui Interpol'.

Terdapat nama Trump dalam daftar 36 pejabat AS yang diperintahkan untuk ditangkap oleh pengadilan Iran.

"Orang-orang ini telah didakwa atas pembunuhan dan aksi terorisme," sebut jaksa Qasi Mehr seperti dikutip kantor berita IRNA.

"Di bagian atas daftar adalah Presiden AS Donald Trump, dan penuntutannya akan berlanjut bahkan setelah masa jabatannya berakhir," tegasnya, merujuk pada pencalonan kembali Trump untuk pilpres AS pada November mendatang.

Disebutkan jaksa Qasi Mehr, seperti dikutip situs berita kehakiman Iran, Mizan Online, bahwa 'peradilan Iran telah merilis surat perintah penangkapan terhadap 36 orang tersebut'.

Jaksa Qasi Mehr juga menyerukan kepada badan kepolisian internasional atau Interpol untuk menerbitkan 'Red Notice', yang sebenarnya bukan perintah penangkapan namun lebih merupakan pemberitahuan bagi orang-orang yang dicari untuk diadili atau dihukum.

Namun, perwakilan khusus AS untuk Iran, Brian Hook menyebut itu hanya propaganda.

"Penilaian kami adalah bahwa Interpol tidak melakukan intervensi dan merilis Red Notice yang didasarkan pada sifat politik," tegas Hook. "Ini propaganda yang sudah biasa," sebutnya seperti dilansir AFP dan CNN, Selasa (30/6).

Dia melanjutkan, bahwa permintaan Iran itu tidak ada kaitannya dengan keamanan nasional. Maka dari itu, menurut Hook, ini merupakan propaganda.

"Ini tidak ada kaitannya dengan keamanan nasional, perdamaian internasional atau memajukan stabilitas, jadi kita melihatnya apa adanya -- ini merupakan sebuah aksi propaganda yang tidak dianggap serius oleh siapa pun dan membuat Iran terlihat bodoh," ucap Hook dalam pernyataannya.

Sementara itu dilansir AFP, Selasa (30/6/2020), Interpol dalam pernyataannya menyebut bahwa intervensi semacam itu akan bertentangan dengan Konstitusi Interpol sendiri. Pihak Interpol yang berkantor di Lyon, Prancis ini tidak secara langsung mengonfirmasi bahwa pihaknya telah dihubungi oleh Iran terkait hal ini.

Interpol menegaskan bahwa pasal 3 Konstitusi mereka melarang setiap intervensi atau aktivitas bersifat politik. Interpol pun meredam permintaan Iran ini.

"Dilarang keras bagi organisasi untuk melakukan intervensi atau aktivitas apapun yang bersifat politik, militer, religius atau rasial," jelas Interpol kepada AFP, merujuk pada bunyi pasal 3 Konstitusi Interpol.

"Interpol tidak akan mempertimbangkan permintaan semacam itu," tegas Interpol dalam pernyataannya. (dtk)

Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "Saat Interpol Redam Permintaan Bantuan Iran untuk Tangkap Trump"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel