Kemenhub akan Anggarkan Dana untuk Fasilitas Bersepeda Tahun Depan

Updateinfoo.com - Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi berharap agar semua daerah di Indonesia bisa memiliki lajur sepeda, khususnya di kota-kota besar. Pernyataan ini ia sampaikan pada diskusi virtual bertema Pesepeda: Mengatur dan Diatur, Selasa malam, 7 Juli 2020.

Diskusi virtual yang diadakan oleh Bike To Work (B2W) Indonesia ini juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Anggota Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Anastasia Yulianti, Ketua B2W Indonesia, Poetoet Soedarjanto dan dimoderatori oleh Pakar Transportasi Ir. Djoko Setijowarno.

Dirjen Hubdat, Budi Setiyadi merasa bahwa tren bersepeda di masa pandemi Covid-19 ini perlu diapresiasi. Oleh karena itu, Kemenhub pun langsung membuat Rancangan Peraturan Menteri (RPM) Tentang Pedoman Teknis Keselamatan Pesepeda di Jalan.

Budi mengakui memang tidak semua kota memiliki lajur sepeda. Bahkan bisa dibilang baru di Jakarta saja. Rencananya, di tahun 2021, Kemenhub akan membangun lajur sepeda di kota-kota besar seperti di Bandung, Yogyakarta, Semarang, dan daerah lainnya.

"Karena ini suatu kebutuhan, maka kami akan menganggarkan pada tahun 2021 untuk membuat lajur sepeda di kota-kota besar," kata Budi.

Rencana disediakanya lajur sepeda sejalan dengan diadakannya rambu lalu lintas khusus sepeda. Para pesepeda juga harus tertib lalu lintas.

Dalam rancangan peraturan tersebut, Budi menyebutkan, para pesepeda boleh bersepeda di trotoar bila tidak ada lajur sepeda, namun tetap mengutamakan dan memperhatikan para pejalan kaki.

"Jika tidak terdapat lajur khusus sepeda, maka bisa bersepeda di trotoar dengan memperhatikan keselamatan pejalan kaki. Pejalan kaki tetap diutamakan, namun ini masih rancangan. Bisa disetujui, bisa tidak. Nanti akan ada revisi lagi," ujarnya.

Jalur Sepeda

Penetapan lajur khusus sepeda juga akan mengajak para para pemimpin daerah masing-masing. Jadi kepala daerahnya bisa menentukan jalan mana yang akan dibuatkan lajur khusus sepeda.

Budi berharap masyarakat bisa menjadikan sepeda sebagai transportasi utama untuk beraktivitas. Harapannya, semua halte dan stasiun akan disediakan tempat penitipan sepeda. Sehingga masyarakat yang tadinya harus menggunakan kendaraan online sebelum ke stasiun atau ke halte, bisa menggunakan sepeda yang bisa dititipkan di tempat penitipan tersebut. Bagi masyarakat yang membawa sepeda lipat, maka bisa dibawa ke dalam transportasi umum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Jadi nanti dari rumah mereka naik sepeda lalu dititipkan seperti di Stasiun MRT contohnya, itu sudah ada. Kalau sepedanya kecil atau bisa dilipat bisa dibawa," ujarnya.

Bukan hanya halte dan stasiun saja yang harus punya tempat penitipan sepeda, semua fasilitas umum menyediakan tempat parkir khusus sepeda. Budi meminta kepada seluruh perkantoran, sekolah, mall, rumah, sakit, taman dan semua fasilitas umum lainnya agar memprioritaskan pesepeda.

"Semuanya harus punya tempat parkir untuk sepeda, tapi lokasinya harus yang paling mudah diakses. Kalau di mall, jangan sampai di paling bawah atau paling atas. Pokoknya parkir sepeda harus diprioritaskan," ujarnya.

Budi beranggapan bahwa para pesepeda harus diberikan kemudahan dan keistimewaan dibanding pengguna kendaraan lainnya. Bila pesepeda dipersulit, maka menurutnya, ada kemungkinan pesepeda akan menyesal dan tidak naik sepeda lagi keesokan harinya. Padahal Kemenhub sedang berupaya agar budaya bertransportasi masyarakat Indonesia beralih menjadi pengguna sepeda.

"Saya setuju dengan Pak Joko, pesepeda harus diprioritaskan dibanding pengendara lainnya, seperti pengguna motor listrik, itu mereka sudah diberikan relaksasi oleh pemerintah. Telah tercantum pada Perpres No. 55 Tahun 2020 kemarin," kata Budi menerangkan.

Budi mengatakan bila Kemenhub telah membuat peraturan menteri untuk personal mobile device, yaitu kendaraan yang menggunakan listrik. Contohnya skuter listrik. Ia berharap peraturan menteri untuk pesepeda bisa segera disahkan pula.

"Saya sudah buat peraturan menteri untuk penggunaan mobilitas yang pakai listrik. Sudah disahkan, sudah selesai, tinggal untuk pesepeda," tutupnya. 

Sumber: merdeka.com

Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "Kemenhub akan Anggarkan Dana untuk Fasilitas Bersepeda Tahun Depan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel