Kasus Nikah Sesama Wanita di Sulsel, Polisi: Mempelai Wanita Kecewa-Malu

Pernikahan wanita dengan wanita di Soppeng, Sulsel.

UpdateInfoo.com -   MTR, perempuan yang berperan sebagai mempelai pria di kasus pernikahan wanita dengan wanita di Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), resmi ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan mempelai perempuan, M, sudah dipulangkan dan kini kecewa serta malu atas situasi pernikahan rumit yang menimpanya.

"Ya tentunya dia kan kecewa, merasa malu," ujar Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Amri kepada detikcom, Rabu (1/7/2020).

Amri mengatakan mempelai perempuan itu sempat syok saat kasus ini diusut polisi. M pun sempat meminta izin agar diamankan saja di Polres Soppeng. Dia sementara waktu tidak ingin kembali ke rumahnya lantaran takut ke orang tuanya.

"Kan sempat kita amankan kedua-duanya, dia yang minta diamankan di sini, karena dia juga takut dimarahi sama orang tuanya," ujar Amri.

M mengaku ke polisi takut ke orang tua karena khawatir disalahkan atas situasi tersebut. Namun semenjak mempelai pria ditetapkan sebagai tersangka, M telah diminta kembali ke orang tuanya.

"Ya pasti si mempelai wanita yang asli ini dia takut dimarahi, pasti itu. Takut disebut 'kamu ini dari awal tidak hati-hati' segala macamlah kan," katanya.

"Tapi ini setelah kita periksa kita pulangkan ke orang tuanya, supaya dia physical healing juga kan, biar dia bisa menenangkan diri," sambung Amri.

Sementara itu, MTR, yang resmi ditetapkan sebagai tersangka pemalsuan dokumen di kasus pernikahan wanita dengan wanita, telah ditahan di Polres Soppeng sejak Selasa (30/6).

Perbuatannya memalsukan dokumen membuatnya dijerat polisi dengan Pasal 93 UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan hingga terancam 6 tahun penjara.

"Kemarin sudah gelarkan terus saya tetapkan tersangka si perempuan yang mengaku laki-laki itu," katanya.

Pemalsuan dokumen itu bermula saat MTR hendak menikahi gadis pujaannya. Namun saat itu ia hanya memiliki dokumen kartu keluarga yang menyebut tersangka berjenis kelamin perempuan. Untuk memudahkan pernikahannya, tersangka lantas melakukan kebohongan, menuding data jenis kelamin dalam KK-nya salah.

Alhasil, lanjut Amri, tersangka melaporkan kembali peristiwa kependudukan alias ingin kembali membuat akta kelahiran. Tersangka melakukan hal tersebut agar dapat merubah jenis kelamin perempuan di dalam KK-nya menjadi laki-laki dan selanjutnya dapat membuat kartu tanda penduduk (KTP).

"Ceritanya ini dia mau melaporkan peristiwa kependudukan yang disebut dengan kelahiran (akta kelahiran), ini dia akui tidak ada akta kelahirannya, tapi itu jadi aneh karena sudah ada KK-nya," ucap Amri.

"Akhirnya dia bilang itu kartu keluarganya salah jenis kelaminnya. Jadi dia lapor ulang peristiwa kelahirannya karena dia ini mau merubah KK-nya. Kalau dia rubah KK-nya, bisa terbit juga KTP-nya dengan jenis kelamin laki-laki seperti yang dia mau," terang Amri. (dtk)

Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "Kasus Nikah Sesama Wanita di Sulsel, Polisi: Mempelai Wanita Kecewa-Malu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel