Virus Corona Mengganas di India, Putin Punya Terowongan Disinfektan

Migrant workers and their families gather for transport to the railway station for their onward journey to their home states, at Dharavi slum in Mumbai, India, Tuesday, May 26, 2020. Indias lockdown was imposed on March 25 and has been extended several times. On May 4, India eased lockdown rules and allowed migrant workers to travel back to their homes, a decision that has resulted in millions of people being on the move for the last two weeks. (AP Photo/Rajanish Kakade)

UpdateInfoo.com -  Jumlah korban jiwa akibat virus Corona di India terus bertambah. Rumah sakit di sejumlah kota mulai kewalahan menghadapi membludaknya pasien COVID-19.

Pandemi Corona ini telah banyak melanda kota-kota besar padat penduduk di India. Bahkan otoritas kota Chennai kembali memerintahkan lockdown (penguncian) mulai hari Jumat (19/6) mendatang karena adanya lonjakan kasus.

Di tempat-tempat lain, penguncian secara bertahap mulai dilonggarkan karena kerugian yang ditimbulkannya pada perekonomian.

Menurut angka resmi, India kini telah mencatat 354.065 kasus infeksi Corona. India kini menjadi negara dengan jumlah kasus Corona terbanyak keempat di dunia.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Rabu (17/6/2020):

- Imbas Kasus Baru Corona di Beijing, 1.255 Penerbangan Dibatalkan

Bandara-bandara di Beijing, China membatalkan lebih dari 1.200 penerbangan seiring otoritas setempat berjuang untuk mengendalikan penularan baru virus Corona yang muncul dari sebuah pasar grosir makanan di ibu kota China itu.

Media pemerintah China, People's Daily melaporkan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (17/6/2020), setidaknya 1.255 penerbangan dibatalkan pada Rabu (17/6) ini. Nyaris 70 persen dari penerbangan itu bertujuan ke dan dari bandara-bandara di Beijing.

Selain itu, sekolah-sekolah di Beijing hari ini juga ditutup kembali terkait kemunculan cluster baru Corona di sebuah pasar. Ibu kota China itu melaporkan 31 kasus baru infeksi Corona hari Rabu ini, sehingga kini jumlah kasus baru mencapai lebih dari 100 kasus.


- Virus Corona Mengganas di India, Jerman Ingatkan Warganya

Jumlah korban jiwa akibat virus Corona di India terus bertambah. Bahkan pada hari ini, otoritas India mencatat lebih dari 2 ribu orang meninggal karena virus Corona di negeri itu.

Dengan tambahan kematian itu, maka sejauh ini total jumlah kematian karena Corona di India mencapai 11.903 kematian.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (17/6/2020), pada Rabu (17/6) ini, kota Mumbai merevisi angka kematian pasien COVID-19 dengan menambahkan 862 kematian sehingga kini totalnya menjadi 3.165 kematian. Revisi ini disebut dikarenakan "perbedaan" penghitungan. Tidak disebutkan lebih detail mengenai perbedaan penghitungan tersebut.

Sedangkan di New Delhi, lebih dari 400 kematian dilaporkan, sehingga kini total jumlah kematian di ibu kota India itu mencapai lebih dari 1.800 kematian.

- PBB Tuai Kritik Usai Coret Arab Saudi dari Daftar Hitam dalam Konflik Yaman

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencoret pasukan koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi di Yaman dari daftar hitam tindakan yang membahayakan anak. Sikap PBB ini pun menuai kritik dari kelompok-kelompok HAM.

Seperti dilansir dari BBC, Selasa (16/6/2020) PBB menemukan 222 anak tewas atau terluka tahun lalu oleh pasukan koalisi pimpinan Saudi, yang mendukung pemerintah Yaman dalam perangnya dengan gerakan pemberontak Houthi.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengatakan hal itu mewakili "penurunan yang signifikan dan berkelanjutan" dalam jatuhnya korban.

- Agar Terlindung dari Corona, Putin Bikin 'Terowongan Disinfektan'

Para tamu yang hendak bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di kediamannya, harus terlebih dahulu melewati alat walk-trough (seperti terowongan) yang menyemprotkan disinfektan. Cara ini merupakan bagian untuk melindungi Putin dari Corona.

Seperti dilansir dari AFP, Rabu (17/6/2020) Putin telah mengasingkan diri di kediaman Novo-Ogaryovo, di luar Moskow, yang di-lockdown meskipun ia sempat tampil ke hadapan publik tanpa masker di acara outdoor pada liburan Hari Rusia 12 Juni lalu.

Sebagai bagian dari tindakan pencegahan untuk melindungi presiden, pengunjung harus berjalan melalui sebuah perangkat dan disemprot dari atas dan samping. Kegiatan ini tampak dari sebuah video yang diunggah pada Selasa (16/6) malam di Twitter oleh wartawan Kremlin dari kantor berita negara RIA.

Pihak berwenang di wilayah Penza timur Moskow, tempat di mana perangkat itu dibuat, menyombongkan diri bahwa itu "memastikan keselamatan kepala pemerintahan dan semua orang yang mengunjunginya."


- Rekor! Brasil Laporkan Nyaris 35 Ribu Kasus Baru Corona dalam Sehari

Brasil mencatat rekor jumlah kasus baru infeksi virus Corona harian yang tertinggi. Dalam waktu 24 jam terakhir, nyaris 35 ribu kasus baru tercatat di negara itu. Ini merupakan angka harian tertinggi sejak pandemi virus Corona dimulai.

Kementerian Kesehatan Brasil menyatakan pada Selasa (16/6) waktu setempat, negara itu mencatat 34.918 kasus baru infeksi Corona dan 1.282 kematian dalam waktu 24 jam terakhir.

Dengan tambahan kasus tersebut, seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (17/6/2020), sejauh ini Brasil telah mencatat lebih dari 923 ribu kasus infeksi Corona dengan total jumlah kematian mencapai 45.241 kematian. (dtk)

Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "Virus Corona Mengganas di India, Putin Punya Terowongan Disinfektan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel