Usai Dituduh Tutupi, Brasil Kembali Rilis Jumlah Total Kematian Corona

Brazils President Jair Bolsonaro arrives for a flag raising ceremony outside Alvorada palace, the presidential residence in Brasilia, Brazil, Tuesday, May 12, 2020. The morning ceremony flew Brazils flag at half mast to mourn those who have died from the new coronavirus. (AP Photo/Eraldo Peres)

UpdateInfoo.com -   Pemerintah Brasil kembali merilis jumlah total kematian akibat virus Corona di negara itu pada Selasa (9/6/2020). Hal ini dilakukan usai Brasil dituduh menutup-nutupi krisis Corona di negaranya.

Seperti dilansir dari AFP, Rabu (10/6) Pemerintah sayap kanan Presiden Jair Bolsonaro telah berhenti menerbitkan jumlah total kematian akibat virus Corona baru pada hari Jumat (5/6). Jair mengatakan ia mengadopsi metodologi baru dan hanya akan melaporkan jumlah kematian yang dicatat dalam 24 jam terakhir dalam buletin hariannya.

Hal ini memicu tuduhan kecurangan. Hakim Agung Alexandre de Moraes pada hari Senin (8/6) memutuskan bahwa pemerintah harus kembali ke format lama.

Kementerian kesehatan melakukan hal itu pada hari Selasa (9/6), mengindikasikan jumlah kematian telah meningkat 1.272, menjadi total 38.406 orang terbunuh oleh virus ini--korban tertinggi ketiga di dunia, setelah Amerika Serikat dan Inggris.

Kementerian mengatakan jumlah total kasus Corona yang terkonfirmasi telah meningkat menjadi 739.503, kasus tertinggi kedua di dunia, setelah AS.

Para ahli mengatakan pengujian yang dilakukan tak cukup berarti dibandingkan angka sebenarnya di negara 212 juta orang itu.

Untuk diketahui, Bolsonaro, yang terkenal karena membandingkan virus itu dengan "flu ringan," telah menentang tanggapan konsensus terhadap pandemi, dengan mengatakan langkah-langkah tetap di rumah tidak perlu menghancurkan ekonomi.

Dia mengancam hari Jumat (5/6) untuk keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena "bias ideologis" - kritik itu digemakan oleh Menteri luar negerinya, Ernesto Araujo.

"WHO tidak memiliki independensi, transparansi dan koherensi. Kementerian luar negeri mengikuti perannya dengan penuh perhatian," kata Araujo, Selasa (9/6).

"Kita perlu memeriksanya. Apakah ini masalah pengaruh politik, apakah ini masalah aktor non-negara yang mempengaruhi WHO?" lanjutnya.

Ancaman Bolsonaro untuk keluar dari WHO mengikuti jejak Presiden AS Donald Trump, yang ia kagumi, dan yang menarik AS dari WHO bulan lalu.

Trump menuduh WHO bias mendukung China, yang telah berselisih dengan pemerintahannya mengenai asal dan penanganan pandemi. (dtk)

Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "Usai Dituduh Tutupi, Brasil Kembali Rilis Jumlah Total Kematian Corona"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel