Razia New Normal di Hotel-Kos di Klaten, 6 Pasangan Disanksi Wajib Lapor

Warga yang terjaring razia diberikan pembinaan Satpol-PP Pemkab Klaten

UpdateInfoo.com -  Enam pasangan yang tidak bisa menunjukkan bukti menikah terjaring razia gabungan Satpol-PP Pemkab Klaten, TNI dan Polri. Mereka diberi sanksi pembinaan wajib melapor sebanyak 20 kali.

"Melanggar Perda 12 tahun 2013 tentang kebersihan, ketertiban dan kenyamanan. Kita kenakan wajib lapor selama 20 hari untuk yang pria hari Selasa dan Kamis serta untuk wanitanya Senin dan Rabu," kata Plt Kasatpol PP Pemkab Klaten, Rabiman, Minggu (7/6/2020).

Razia tersebut dilakukan Sabtu (6/6) mulai pukul 20.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB dengan dua tim. Satu tim menyisir wilayah kota ke barat sampai kecamatan Prambanan dan satu tim ke wilayah timur.

Rabiman mengatakan sasaran razia adalah penginapan, hotel dan kos. Di penginapan petugas menjaring lima pasangan yang tidak bisa menunjukkan bukti menikah.

"Di penginapan didapatkan lima pasangan dan di kos ada empat orang. Empat orang itu ada dua satu pasangan dan dua orang lainnya anak kos," terang Rabiman.

Dia menyebut razia ini digelar untuk menjaga ketertiban dalam rangka Operasi Pekat. Selain itu, hal ini juga merupakan antisipasi penyebaran virus Corona atau COVID-19.

"Juga dalam rangka antisipasi COVID, karena di tempat penginapan yang menginap banyak dari luar Klaten," ucap Rabiman.

Operasi ini, kata Rabiman, sudah dilakukan dua kali di masa pandemi COVID 19. Pertama, di pertengahan puasa dan ada belasan orang yang terciduk.

"Pertengahan puasa kita dapati cukup banyak di hotel tapi siang hari. Kali ini yang kedua dalam rangka menuju new normal juga kita lakukan pada malam hari sekaligus sosialisasi protokol kesehatan," imbuh Rabiman.

Dalam kegiatan ini, pihaknya juga turut menyosialisasikan protokol kesehatan karena banyak warga luar Klaten yang menginap. Dia juga mengungkap ada indekos yang salah satu penghuninya terpapar virus Corona.

"Ada penghuni kos itu dari daerah yang positif. Kita juga dalam operasi menerapkan protokol COVID dengan jaga jarak, dan pakai masker karena itu vaksin sementara," ucapnya.

Selain itu, menyambut new normal ini pihaknya juga menutup sejumlah karaoke di Penggung, Kecamatan Ceper karena beroperasi tanpa izin. Padahal, karaoke ini sudah beroperasi sudah cukup lama.

"Tidak ada protokol kesehatan dan juga tidak ada izinnya. Beroperasi setelah COVID ini makanya daripada berisiko penyebaran ditutup," kata Rabiman. (dtk)

Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "Razia New Normal di Hotel-Kos di Klaten, 6 Pasangan Disanksi Wajib Lapor"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel