Ratusan Warga Surabaya Pengantre Bansos COVID-19 Langgar Physical Distancing

Ratusan warga berdesak-desakan saat antre mengambil dana bantuan sosial tunai (BST) Rp 600 ribu di Kantor Pos Jemur Andayani. Kondisi ini mengkhawatirkan sebab mengabaikan aturan physical distancing di tengah pandemi COVID-19.

UpdateInfoo.com -  Ratusan warga berdesak-desakan saat antre mengambil dana bantuan sosial tunai (BST) Rp 600 ribu di Kantor Pos Jemur Andayani. Kondisi ini mengkhawatirkan sebab mengabaikan aturan physical distancing di tengah pandemi COVID-19.

Pantauan di lokasi, warga sudah mengantre sejak pukul 7.00 WIB. Kedatangan warga ke kantor pos menggunakan berbagai moda transportasi seperti motor, angkot bahkan becak.

Tak hanya itu, warga yang mengambil juga tak jarang sambil mengajak anggota keluarga lainnya. Bahkan banyak warga tampak menggendong anak-anak mereka yang masih balita dan tanpa menggunakan masker.

Ratusan warga berdesak-desakan saat antre mengambil dana bantuan sosial tunai (BST) Rp 600 ribu di Kantor Pos Jemur Andayani. Kondisi ini mengkhawatirkan sebab mengabaikan aturan physical distancing di tengah pandemi COVID-19.
Ratusan warga berdesak-desakan saat antre mengambil dana bantuan sosial tunai (BST) Rp 600 ribu di Kantor Pos Jemur Andayani. Kondisi ini mengkhawatirkan sebab mengabaikan aturan physical distancing di tengah pandemi COVID-19.
Ratusan warga mengambil bantuan sosial tunai (BST) di Kantor Pos Jemur Andayani/ Foto: Amir Baihaqi

Salah satu warga yang mengantre, Aji (40) mengatakan, dirinya mengajak serta anaknya dan datang sejak pukul 7.30 WIB. Ia mengaku sebenarnya khawatir dengan kondisi kerumunan ini.

"Ini saya mengajak anak saya. Karena yang dapat bantuan anak saya. Ya khawatir karena ramai sekali ini," kata Aji kepada detikcom di lokasi, Minggu (7/6/2020).

"Apalagi ini gak ada nomor antrean. Tapi datang dan langsung menyerahkan undangan ke petugas di depan terus nanti dipanggil petugas dan menunjukkan KTP dan KK kepada petugas baru dapat," tambahnya.

Menurut Aji, warga yang mengantre ini seluruhnya berasal dari Kecamatan Wonokromo. Ia menyebut kondisi sama juga terjadi kemarin.

"Ini semua warga dari Wonokromo. Kemarin juga pas giliran kecamatan lain sama kayak gini membeludak," tutur Aji.

Salah satu petugas Kantor Pos, Iswahyudi mengakui memang pada penyaluran BST tidak menerapkan physical distancing. Sebab jika diterapkan maka antrean warga akan semakin panjang dan meluber sampai jalan raya.

"Tidak ada, sebab kalau diberi jarak antrean malah meluber di jalan raya. Makanya kita putuskan seperti ini agar lancar," jelas Iswahyudi.

Untuk mengatasi panjangnya antrean, lanjut Iswahyudi, pihaknya juga telah membuka tiga loket untuk memecah warga yang berkerumun. Loket-loket itu ditempatkan di sebelah barat, tengah dan timur.

"Kami buka tiga loket pengambilan. Tapi memang karena jumlahnya banyak jadi memang tetap ada kerumunan," pungkasnya. (dtk)

Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "Ratusan Warga Surabaya Pengantre Bansos COVID-19 Langgar Physical Distancing"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel