Nama Jalan Dekat Gedung Putih Diubah Jadi Black Lives Matter

Police clear the area around Lafayette Park and the White House as demonstrators gather to protest the death of George Floyd, Monday, June 1, 2020, in Washington. Floyd died after being restrained by Minneapolis police officers. (AP Photo/Alex Brandon)

UpdateInfoo.com -  Wali kota Washington D.C., Muriel Bowser, memutuskan mengubah nama sebuah jalan yang menuju Gedung Putih menjadi Black Lives Matter Plaza, sebagai bentuk penghormatan atas gelombang unjuk rasa di Amerika Serikat.

Papan nama jalan tersebut disematkan di tiang penunjuk jalan di antara Jalan H dan 16, dekat Taman Lafayette.

Seperti dilansir CNN, Sabtu (6/6) di aspal ruas jalan itu juga nampak tulisan Black Lives Matter dalam ukuran besar dengan cat berwarna kuning.

Menurut Bowser, alasan dia dan Dewan Kota Washington D.C., melakukan hal tersebut adalah untuk menunjukkan kepada para penduduk bahwa mereka bisa berunjuk rasa dengan aman dan damai.

"Kalian boleh berunjuk rasa atau menyampaikan kekecewaan terhadap pemerintah serta mendesak perubahan," kata Bowser.

Bowser juga meminta langsung kepada Presiden Donald Trump untuk menarik seluruh aparat keamanan dari Washington D.C., karena aksi unjuk rasa berlangsung damai dan terkendali.

Black Lives Matter adalah slogan yang kini kerap disuarakan dalam aksi unjuk rasa untuk mengkritik sikap diskriminasi rasial di AS.

Akan tetapi, Trump menolak permintaan Bowser. Sementara itu, Menteri Pertahanan Mark Esper memerintahkan kepada seluruh tentara reguler yang dikirim untuk membantu pengamanan gelombang demonstran di AS supaya kembali ke barak kesatuan masing-masing.

Aksi unjuk rasa solidaritas atas kematian pria kulit hitam, George Floyd, akibat kekerasan polisi di Minneapolis menyebar di sejumlah kota dan negara bagian AS.

Di Washington D.C., aksi demo pada Minggu pekan lalu dan Senin sempat memicu bentrokan antara massa dengan aparat.

Bahkan pada pekan lalu, Trump beserta keluarganya sempat diungsikan ke ruang perlindungan bawah tanah (bunker) setelah massa mengepung Gedung Putih dan terlibat bentrokan.

Floyd meninggal setelah mengalami tindak kekerasan oleh anggota kepolisian Minneapolis, dengan dalih melawan ketika ditangkap pada 25 Mei lalu.

Lelaki berusia 46 tahun itu ditangkap karena dilaporkan membeli sebungkus rokok menggunakan uang pecahan US$20 palsu, di gerai Cup Foods di Minneapolis.

Dari hasil autopsi, Floyd meninggal karena henti jantung. Dia juga dilaporkan terinfeksi virus corona (Covid-19).

Petugas kepolisian Minneapolis, Derek Chauvin, yang menekan leher Floyd dengan lutut saat penangkapan hingga tersangka kehabisan napas dijerat dengan sangkaan pembunuhan tingkat dua, setelah sebelumnya disangka pembunuhan tingkat tiga.

Chauvin yang sempat ditahan di penjara Ramsey County dipindahkan ke Lapas Hennepin County, kemudian kini dibui di Lapas Negara Bagian Minnesota.

Demonstrators gather to protest the death of George Floyd, Sunday, May 31, 2020, near the White House in Washington. Floyd died after being restrained by Minneapolis police officers (AP Photo/Alex Brandon)
Aksi demo solidaritas kematian George Floyd di depan Gedung Putih, Washington D.C., (AP/Alex Brandon)

Tiga polisi lain yang terlibat penangkapan Floyd adalah Thomas Lane, J. Alexander Kueng dan Tou Thao, kini juga dibebastugaskan dan ditahan dengan sangkaan berbeda-beda.  (cni)

Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "Nama Jalan Dekat Gedung Putih Diubah Jadi Black Lives Matter"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel