Minta Izin Buka, Pengelola Mal di Bandung Surati Pemprov Jabar

Poster

UpdateInfoo.com -  Sebanyak 23 pusat perbelanjaan atau mal di Kota Bandung mengirim surat ke Pemprov Jabar untuk meminta izin tempatnya dibuka atau beroperasi kembali. Sebab dampak Corona atau COVID-19 ini membuat aktivitas mal tutup, sehingga mengakibatkan puluhan ribu karyawan yang kena PHK.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Arifin Soedjayana mengatakan pihaknya telah menerima surat dari 23 pengelola mal di Bandung. Mereka meminta agar diberi izin dibuka dan akan memenuhi syarat protokol kesehatan.

"Mal sudah bersedia memenuhi syarat AKB (adaptasi kebiasaan baru). Mereka berharap buka karena sudah banyak pekerja yang di PHK," kata Arifin dalam keterangan resmi yang diterima detikcom, Senin (1/6/2020).

Arifin mengatakan berdasarkan data yang diterima, jumlah karyawan yang kena PHK mencapai belasan ribu. Total ada 15.664 orang terkena PHK imbas dari ditutupnya mal di Bandung.

Karena itu, kata Arifin, pihak pengelola meminta izin agar mal bisa dibuka kembali dengan mengedepankan protokol kesehatan. Namun, pihak Pemprov Jabar menyerahkan kebijakan pembukaan mal ke kepala daerah.

"Kemarin Kota Bandung mau buka, tapi karena PSBB diperpanjang, jadi urung," ujar Arifin

Bila nantinya mal kembali dibuka, Arifin menjelaskan, tidak seluruh mal bisa buka secara bersamaan. Menurutnya kemungkinan hanya lima sampai enam mal yang akan dibuka sebagai percontohan.

"Lima atau enam mal ini dari sisi penerapan protokol kesehatan sudah sangat siap dan paling memungkinkan," kata Arifin.

Sementara itu dalam Peraturan Wali Kota Bandung (Perwal) Nomor 32 Tahun 2020, aktivitas mal belum bisa dibuka. Pemkot hanya baru mengizinkan pertokoan skala kecil dengan menerapkan protokol kesehatan.

Aturan soal mal itu tertulis dalam Pasal 11 ayat 9 yang berbunyi :

Terhadap kegiatan perdagangan yaitu toko dan pertokoan (tidak termasuk pusat pembelanjaan/mal), pengelola/pemilik memiliki kewajiban :

a. Pembatasan interaksi dalam aktivitas usaha

b. Membatasi jumlah pengunjung paling banyak 30% (tiga puluh persen) dari kapasitas ruangan.

c. Memastikan tempat kerja selalu dalam keadaan bersih dan higienis.

d. Seluruh karyawan di area perkantoran wajib menggunakan masker dan mengharuskan cuci tangan dengan sabun dan/atau pembersih tangan (hand sanitizer) termasuk menyediakan fasilitas cuci tangan yang memadai dan mudah diakses pada tempat kerja.

e. Melakukan kerja sama operasional perlindungan kesehatan dan pencegahan COVID-19 dengan fasilitas layanan kesehatan terdekat untuk tindakan darurat.

f. Menyediakan vitamin dan nutrisi tambahan guna meningkatkan imunitas pekerja.

g. Melakukan disinfeksi secara berkala pada lantai, dinding dan perangkat bangunan tempat kerja.

h. Melakukan deteksi dan pemantauan suhu tubuh pegawai/karyawan yang memasuki tempat kerja serta memastikan pegawai/karyawan yang bekerja di tempat kerja tidak sedang mengalami suhu tubuh di atas normal atau sakit.

i. Menjaga jarak antar sesama pegawaj/karyawan (physical distancing) maupun pengunjung/konsumen paling sedikit rentang 2 (dua) meter.

j. Dalam hal ditemukan adanya pegawai/karyawan di tempat kerja yang menjadi pasien dalam pengawasan maka :

1. Aktivitas pekerjaan di tempat kerja harus dihentikan sementara paling sedikit 14 hari kerja

2. Petugas medis dibantu satuan pengaman melakukan evakuasi dan penyemprotan disinfektan pada seluruh tempat, fasilitas dan peralatan kerja

3. Penghentian sementara dilakukan hingga proses evakuasi dan penyemprotan disinfektan serta pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dan isolasi tenaga kerja yang terpapar COVID-19 telah selesai. (dtk)

Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "Minta Izin Buka, Pengelola Mal di Bandung Surati Pemprov Jabar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel