Kisah Tragis TKW Bandung Barat yang Diperkosa-Dipenjara di Dubai

Poster

UpdateInfoo.com -   R (38), Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengalami kisah tragis saat bekerja di luar negeri. Bukannya mendapatkan kesejahteraan saat bekerja di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), ia malah menjadi korban perkosaan hingga hamil.

Warga Gununghalu ini sempat menjalani masa penahanan. Bahkan, ia melahirkan anak perempuannya di penjara.

Pemkab Bandung Barat membenarkan kejadian memilukan yang menimpa Pekerja Migran Indonesia (PMI) tersebut. "Betul kejadiannya demikian," ucap Kepala Seksi Penempatan dan Perluasan Kerja Luar Negeri Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) KBB Sutrisno, Kamis (4/6/2020).

"Kami dapat informasi ada PMI asal KBB yang jadi korban pemerkosaan di Dubai sampai akhirnya melahirkan seorang anak," kata dia menambahkan.

Menurut Sutrisno, R berangkat ke Dubai secara ilegal dua tahun lalu untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga. Baru bekerja dua bulan, R tidak betah. Ia kabur dari rumah majikannya dan tinggal di penampungan agen yang memberangkatkannya.

Kemudian ia kembali bekerja dan setiap hari diantar jemput oleh sopir, inisial AL, warga Pakistan, ke rumah majikannya yang baru. Suatu hari sopir tersebut memberinya minuman hingga R tidak sadarkan diri.

Saat itulah R diperkosa oleh AL hingga hamil. Upaya meminta pertanggungjawaban kepada AL tidak digubris. R mengadukan hal tersebut pada agennya.

"Informasinya AL dideportasi ke negara asalnya. Tapi korban (R) tetap harus bekerja. Suatu hari aparat hukum dapat kabar R hamil, tapi tidak ada suaminya. Akhirnya R diadili, karena di sana tidak boleh wanita hamil tanpa nikah dan tanpa suami. R dipenjara tiga bulan dan melahirkan di penjara," tutur Sutrisno.

Selama masa penahanan, R diberi kesempatan menyusui anaknya. Setelah bebas, R dideportasi ke Indonesia. Sewaktu diserahkan ke KBRI, R didakwa melanggar dokumen keimigrasian dan asusila. Ia masuk daftar hitam dan dilarang masuk kembali ke Dubai.

Atas izin dari Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna, pihak Disnakertrans menjemput R dan bayinya yang berada di UPT Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Serang, Banten, akhir Mei 2020. Kini R sudah kembali berkumpul bersama keluarganya di Gununghalu.

"Bersangkutan berangkat secara ilegal karena tidak terdata di Disnakertrans KBB. Tapi kami tetap bertanggung jawab dan bantu untuk kepulangannya," tutur Sutrisno.

Lantaran saat ini masa pandemi virus Corona atau COVID-19, R diharuskan menjalani rapid test guna mengetahui kondisinya. Dia sempat diperiksa di Puskesmas Gununghalu, suhu tubuhnya normal dan tidak menunjukkan reaktif COVID-19.

"Tapi selama 14 hari ke depan statusnya adalah Orang Dalam Pemantauan dan diminta untuk tidak berpergian dulu," ucap Sutrisno.

Bekaitan kejadian tersebut, pihaknya Disnakertrans KBB mengingatkan PMI agar berangkat secara resmi. Sebab, Sutrisno menegaskan, pendataan dan jaminan keselamatan PMI menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. (dtk)

Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "Kisah Tragis TKW Bandung Barat yang Diperkosa-Dipenjara di Dubai"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel