Kabar Terbaru dari Jaksa soal 'Istri' Ternyata Pria

Pria di Lombok Barat mempolisikan pacar yang dinikahinya karena ternyata seorang pria (dok. Istimewa)

UpdateInfoo.com -   MUH (31) pria asal Kediri, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), merasa tertipu mentah-mentah karena menikahi kekasihnya yang belakangan diketahui ternyata laki-laki. MUH pun kemudian melaporkan hal tersebut.

Kini, jaksa di Kejaksaan Tinggi NTB secara resmi mengajukan permohonan pembatalan perkawinan sejenis antara MUH dan MIT alias S. Permohonan pembatalan ini dimasukkan ke Pengadilan Agama Giri Menang, Kabupaten Lombok Barat.

"Kami dari Kejati NTB dan Kejari Mataram pada Senin (15/6/2020) kemarin, secara resmi mengajukan permohonan pembatalan perkawinan atas nama Muhlisin dan Mita (Supriadi), berdasarkan isi akta nikahnya ke Pengadilan Agama Giri Menang," kata Kajati NTB Nanang Sigit Yulianto di Mataram, seperti dilansir Antara, Rabu (17/6/2020).

Sesuai dengan hasil penelusuran perkara di Pengadilan Agama Giri Menang, Kabupaten Lombok Barat. Surat permohonan pembatalan yang diajukan pihak kejaksaan telah terdaftar dengan nomor registrasi 540/Pdt.G/2020/PA.GM, pada 15 Juni 2020.

Di dalam perkara, diketahui MUH dan MIT alias S sebagai pihak termohon. Sedangkan pihak kejaksaan melalui bidang perdata dan tata usaha negara (datun) bertindak sebagai pihak pemohon.

Nanang mengatakan saat ini pihak kejaksaan tinggal menunggu agenda persidangan.

"Jadi kita tinggal menunggu panggilan, kapan untuk disidangkan," ujarnya.

Nanang juga menjelaskan dasar pengajuan permohonan pembatalan. Menurutnya, permohonan pembatalan telah sesuai dengan Pasal 26 Undang-Undang RI Nomor 1/1974 tentang Perkawinan.

Dia mengatakan terdapat beberapa orang yang bisa melakukan pembatalan perkawinan. Di antaranya keluarga, suami, istri, dan jaksa.

"Yang bisa mengajukan pembatalan perkawinan itu di antaranya adalah keluarga, suami, istri, dan jaksa. Jadi sesuai dengan apa yang telah diatur dalam Pasal 30 (Undang-Undang RI Nomor 16/2004 tentang Kejaksaan RI), instrumennya nanti dari jaksa pengacara negara," ucapnya.

Dalam ayat satu, menyebutkan bahwa perkawinan yang dilangsungkan dimuka pegawai pencatat perkawinan yang tidak berwenang, wali nikah yang tidak sah atau yang dilangsungkan tanpa dihadiri oleh dua orang saksi dapat dimintakan pembatalannya oleh para keluarga dalam garis keturunan lurus ke atas dari suami atau istri, jaksa, dan suami atau istri.

Nanang menambahkan, bila dilihat dari syarat perkawinan, pernikahan MUH dengan MIT tidak memenuhi syarat Undang-Undang RI Nomor 1/1974 tentang Perkawinan. MUH dan MIT sendiri telah melakukan pernikahan di wilayah Kediri, Kabupaten Lombok Barat, yang terlaksana pada 2 Juni 2020.

"Setelah kita cek kebenarannya di lapangan, memang identitas Supriadi ini telah diubah menjadi Mita. Jadi jelas itu pernikahan seorang laki-laki dengan laki-laki, Supriadi dengan Muhlisin, sehingga tidak terpenuhi syarat perkawinan sesuai dengan Undang-Undang Perkawinan," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya MUH dan MIT saling jatuh cinta setelah bertemu di dunia maya. Saat itu dia belum tahu bahwa kekasihnya ternyata juga seorang pria.

Pernikahan mereka digelar secara sederhana. Hanya beberapa orang dan tokoh agama yang hadir.

MUH mulai menemui kejanggalan ketika hendak melakukan hubungan malam pertama setelah menikah. Di situ, keinginan MUH ditolak mentah-mentah oleh MIT dengan alasan sedang datang bulan. (dtk)

Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "Kabar Terbaru dari Jaksa soal 'Istri' Ternyata Pria"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel