Indef: New Normal Tak Langsung Pulihkan Ekonomi

Updateinfoo.com -  Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira menyebut bahwa penerapan new normal tidak langsung otomatis membuat perekonomian nasional pulih secara maksimal.

"Belum bisa. Masih butuh waktu untuk pulih. New normal tidak otomatis industri kembali beroperasi maksimal," kata Bhima kepada Liputan6.com, Minggu (7/6).

Hal itu dikarenakan permintaan ekspor masih melambat, sementara pelaku usaha juga kesulitan memperoleh bahan baku. Sehingga bagi perusahaan membutuhkan waktu untuk menyerap kembali karyawan yang dirumahkan dan di PHK.

"Apalagi ada kekhawatiran pelonggaran disaat kurva positif covid-19 masih meningkat menimbulkan resiko gelombang kedua penyebaran covid," ujarnya.

Keperayaan Investor Lemah


Kekhawatiran itulah yang menjadi penyebab yang akhirnya melemahkan kepercayaan konsumen untuk kembali belanja.

Bhima memperkirakan sampai tahun 2022 perekonomian Indonesia dapat dikatakan kembali normal seperti sediakala. Meskipun penerapan new normal diklaim bisa mendorong perekonomian, hal itu tidak bisa serta merta membuat ekonomi Indonesia melesat positif. Melainkan masih ada berbagai proses dan tahapan untuk pulih.

"Sampai 2022 baru akan kembali ke level pertumbuhan sebelum pandemi," pungkasnya.

Sumber: Liputan6.com

Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "Indef: New Normal Tak Langsung Pulihkan Ekonomi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel