Demonstran George Floyd Terancam Bui Seumur Hidup, Sebagian Beijing Lockdown

BARCELONA, SPAIN - JUNE 04: Demonstrators gather to mourn the death of George Floyd during a vigil at Catalunya Square on June 04, 2020 in Barcelona, Spain.The death of an African-American man, George Floyd, while in the custody of Minneapolis police has sparked protests across the United States, as well as demonstrations of solidarity in many countries around the world.  (Photo by David Ramos/Getty Images)

UpdateInfoo.com -  Jaksa-jaksa Amerika Serikat mengajukan sejumlah dakwaan terhadap tiga demonstran yang dituduh melemparkan bom Molotov ke mobil-mobil polisi saat aksi demo anti-rasisme di New York. Jika terbukti bersalah atas dakwaan-dakwaan tersebut, para demonstran yang memprotes kematian George Floyd itu, terancam hukuman penjara seumur hidup.

Dakwaan, yang diajukan oleh jaksa federal di Brooklyn, menuduh Samantha Shader, Colinford Mattis, dan Urooj Rahman melempar alat peledak ke mobil polisi dalam dua insiden terpisah pada akhir Mei lalu.

Dalam kedua kasus itu, tidak ada yang terluka.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (13/6/2020):

- Sebagian Beijing Lockdown Lagi karena Ada Klaster Baru Corona

Sebagian wilayah Beijing, China menerapkan lockdown (penguncian) hari Sabtu ini, setelah enam kasus baru infeksi virus Corona dilaporkan. Klaster baru ini memicu kekhawatiran munculnya kembali penularan lokal virus Corona.

Pejabat-pejabat Beijing mengatakan dalam briefing media seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (13/6/2020), warga di 11 kawasan permukiman di distrik Fengtai, Beijing selatan dilarang meninggalkan rumah mereka setelah kebanyakan kasus baru Corona itu terkait dengan pasar daging di dekat situ.

Kasus pertama COVID-19 di Beijing dalam dua bulan tersebut, mengaku telah mendatangi pasar daging Xinfadi pekan lalu dan tidak bepergian ke luar kota baru-baru ini.

- Trump Sebut Teknik Polisi Menekan Leher Tersangka Kadang Diperlukan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan metode kontroversial menekan leher yang digunakan sejumlah polisi AS untuk melumpuhkan tersangka sebaiknya dilarang secara "umum", namun mungkin diperlukan dalam situasi yang berbahaya.

"Jika seorang polisi terlibat dalam perkelahian sengit dan dia meraih seseorang... Anda harus berhati-hati," ujar Trump.

Dia melanjutkan, "konsep menekan leher [tersangka] terdengar sangat murni, betul-betul sempurna."

Namun, menurut Trump, melarang metode ini -- seperti tuntutan para demonstran di seluruh AS akibat ulah keji polisi yang memicu tewasnya George Floyd usai lehernya ditekan lutut polisi -- akan lebih bagus.

- Hubungan Memanas, China Vonis Mati Warga Australia Atas Kasus Narkoba

Seorang warga negara Australia telah dijatuhi hukuman mati di China karena perdagangan narkoba. Putusan pengadilan di saat hubungan kedua negara memanas ini, disebut bisa semakin mengobarkan ketegangan antara Beijing dan Canberra.

Pria itu, yang di China disebut sebagai "Kamu Jielaisibi" dan diidentifikasi oleh media Australia sebagai Cam Gillespie, dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Rakyat Menengah Guangzhou pada hari Rabu (10/6) lalu, menurut pemberitahuan yang diposting di situs web pengadilan, seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (13/6/2020).

Pemberitahuan itu tidak mengungkapkan detail tentang terdakwa selain kewarganegaraan Australia.

Menurut media lokal China, pria itu ditangkap di Bandara Baiyun Guangzhou, barat laut Hong Kong, pada Desember 2013 dengan lebih dari 7,5 kilogram metamfetamin di dalam kopernya yang diperiksa.

- Rekor! India Catat 11.458 Kasus Baru Corona dalam Sehari

India melaporkan lonjakan kasus baru infeksi Corona harian yang terbesar sejauh ini, yakni 11.458 kasus. Dengan rekor kasus baru harian itu, menurut data Kementerian Kesehatan India, negara tersebut telah mencatat lebih dari 300 ribu kasus infeksi Corona sejauh ini.

India kini menempati peringkat keempat negara dengan jumlah kasus Corona terbanyak di dunia, setelah mengalahkan Inggris pada Jumat (12/6) kemarin.

Kasus-kasus infeksi Corona di negara itu terus meningkat meski diterapkannya lockdown (penguncian) nasional sejak akhir Maret lalu untuk mengendalikan penyebaran virus Corona. Lockdown tersebut kini telah dilonggarkan.

Menurut data pemerintah yang dirilis hari Sabtu (13/6) ini seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (13/6/2020), jumlah kasus Corona di negara bagian Maharashtra, India barat kini telah menembus angka 100 ribu. Negara bagian tersebut merupakan wilayah India yang paling parah terdampak pandemi virus Corona.

- Serang Mobil Polisi, Demonstran George Floyd Terancam Bui Seumur Hidup

Jaksa-jaksa Amerika Serikat mengajukan sejumlah dakwaan terhadap tiga demonstran yang dituduh melemparkan bom Molotov ke mobil-mobil polisi saat aksi demo anti-rasisme di New York. Jika terbukti bersalah atas dakwaan-dakwaan tersebut, para demonstran yang memprotes kematian George Floyd itu, terancam hukuman penjara seumur hidup.

Dakwaan, yang diajukan oleh jaksa federal di Brooklyn, menuduh Samantha Shader, Colinford Mattis, dan Urooj Rahman melempar alat peledak ke mobil polisi dalam dua insiden terpisah pada akhir Mei lalu.

Dalam kedua kasus itu, tidak ada yang terluka.

Ketiga demonstran itu menghadapi tujuh dakwaan termasuk pembakaran, kepemilikan dan penggunaan bahan peledak dan alat perusak, dan kekacauan publik. (dtk)

Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "Demonstran George Floyd Terancam Bui Seumur Hidup, Sebagian Beijing Lockdown"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel