Banjir Rob Rendam Perumahan Pantai Mutiara Jakut

Gelombang air laut yang tinggi di kawasan Muara Baru, Jakarta, Kamis, 9 Januari 2020. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan daerah pesisir Jakarta Utara mengalami air pasang maksimum pada 9 Januari hingga 11 Januari 2020. CNNIndonesia/Safir Makki

UpdateInfoo.com -  Banjir pesisir atau rob turut menggenangi kawasan Perumahan Pantai Mutiara, Kelurahan Pluit, Jakarta Utara, Minggu (7/6). Ketinggian rob yang merendam kawasan elite itu hingga pukul 09.00 WIB sekitar 20 sampai 40 sentimeter (cm).

"Ketinggian air 20 sampai dengan 40 cm, akibat Rob dan tanggul jebol," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohammad Insaf saat dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (7/6).

Insaf mengatakan terdapat 3 rukun warga (RW) di Kelurahan Pluit yang terdampak rob. Bahkan, katanya, pada pagi tadi sekitar pukul 06.00 WIB, ketinggian air akibat luapan air laut itu mencapai 110 cm.

Menurutnya, rob sudah mulai terjadi sejak Jumat (5/6) lalu. Sementara itu tanggul jebol di wilayah tersebut terjadi pada Sabtu (6/6) kemarin. Tanggul yang jebol semakin memperparah wilayah yang teredam rob.

"Untuk teknis, Suku Dinas Tata Air Jakut dan jajaran wali kota Jakut yang saat ini sudah berupaya agar bisa menahan rob dan tanggul [jebol]," ujarnya.

Lebih lanjut, Insaf menyebut banjir rob juga melanda 2 RW, di Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat. Ketinggian air mulai 5 sampai 15 cm akibat naiknya permukaan air laut.

Kendati demikian, Insaf menyatakan sejauh ini tidak ada warga yang berniat mengungsi. Ia menyebut tidak ada korban jiwa dalam banjir rob ini. "Tidak ada pos pengungsian," kata dia.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi banjir rob akan kembali melanda perairan utara Pulau Jawa pada awal Juni 2020.

Pelaksana tugas (Plt) Deputi Bidang Meteorologi BMKG Herizal menjelaskan potensi rob tersebut disebabkan oleh kondisi pasang air laut yang cukup tinggi di beberapa wilayah Indonesia akibat fase bulan purnama.

Selain itu, potensi gelombang setinggi 2,5 meter hingga 4 meter di Laut Jawa ikut berperan terhadap peningkatan kenaikan tinggi muka air laut di pesisir utara Jawa.

BMKG pun mengimbau masyarakat yang tinggal di pesisir utara Jawa, terutama untuk daerah-daerah pantai berelevasi rendah, seperti pesisir utara Jakarta, Pekalongan, Cirebon, dan Semarang, untuk meningkatkan kewaspadaan.  (cni)

Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "Banjir Rob Rendam Perumahan Pantai Mutiara Jakut"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel