Asa Para Pakar demi Target Pemeriksaan Spesimen Corona Tak Meleset

Prodia menyediakan pemeriksaan SARS-CoV-2 RNA dengan metode real-time RT-PCR (PCR COVID-19) yang mendeteksi 3 (tiga) target gen sekaligus yaitu Gen E, N, dan RdRP sesuai dengan protokol yang ditetapkan World Health Organization (WHO)

UpdateInfoo.com -   Pemeriksaan spesimen terkait virus Corona (COVID-19) di Indonesia memenuhi target dalam tiga hari berturut-turut. Para pakar menaruh asa agar pencapaian ini tetap dijaga. Semata-mata supaya target tak meleset.

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para menteri dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengejar target 10 ribu spesimen tes virus Corona per hari. Target itu sudah disampaikan Jokowi pada 13 April lalu.

"Saya minta, target uji spesimen 10 ribu per hari yang sudah saya berikan target beberapa bulan lalu agar ini dikejar, sehingga betul-betul ada sebuah kecepatan," kata Jokowi dalam rapat terbatas (ratas) melalui konferensi video dengan para menteri dan jajaran terkait, yang ditayangkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (27/5/2020).


Akhirnya, target itu tercapai. Pemerintah memeriksa 11.495 spesimen terkait virus Corona pada Kamis (28/5), sehingga total spesimen yang diperiksa mencapai 289.906.

"Hari ini spesimen yang telah kita periksa sebanyak 11.495. Dari jumlah sebanyak itu, kurang lebih akumulasinya mencapai 289.906 spesimen," kata juru bicara pemerintah terkait penanganan COVID-19 Achmad Yurianto dalam tayangan yang disiarkan di akun YouTube BNPB, Kamis (28/5).

Bahkan, pada Rabu (27/5), pemeriksaan spesimen jauh lebih banyak. Berdasarkan data yang diumumkan, ada 14.313 spesimen yang diperiksa pemerintah. Kemudian, per Jumat (29/5) target spesimen yang diperiksa sebanyak 10.639.

Namun para pakar mengingatkan pencapaian ini agar senantiasa dijaga, semata-mata agar target tak meleset.

Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) mengapresiasi pencapaian ini. Tim FKM UI menilai Indonesia sudah memiliki kemampuan uji spesimen yang cukup baik.

"Kalau saya menyimpulkan kemampuan pemeriksaan spesimen kita pada saat ini sudah cukup baik," kata anggota Tim FKM UI, Syahrizal Syarif, kepada wartawan, Kamis (28/5/2020).

Syahrizal menuturkan kemampuan pemeriksaan spesimen tak terlepas dari jumlah laboratorium yang bisa digunakan. Menurutnya, semakin banyak laboratorium yang berfungsi, target 10 ribu spesimen per hari akan betul-betul tercapai.

"Saya merasa kelihatannya jumlah lab kita bertambah dengan cukup baik. Kan kemarin dinyatakan berapa, 68 atau 67 lab, tapi ada 21 lab yang sedang dalam persiapan untuk beroperasi. Kalau kita sudah punya sekitar 89 lab seluruh Indonesia bisa berfungsi dengan baik, ya, mudah-mudahan angka 10 ribu itu memang betul-betul tercapai," ungkapnya.

Dia menilai kemampuan memeriksa lebih dari 10 ribu spesimen per hari harus dipertahankan, bahkan terus ditingkatkan. Menurutnya, jika tidak mencapai target tersebut, puncak wabah Corona di Indonesia akan sangat sulit diprediksi.

"Iya, karena kalau kita tidak bisa mencapai di atas 10 ribu pemeriksaan spesimen per hari, kita ragu-ragu untuk mengetahui kapan wabah mencapai puncaknya," katanya.

Hal senada disampaikan oleh pakar epidemiologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Riris Andono Ahmad. Dia meminta pemerintah mempertahankan capaian tersebut.

"Kalau saya melihatnya memang kita masih harus meningkatkan pemeriksaan dan itu harus dipertahankan dalam angka yang tinggi dan secara konsisten. Jadi, kalau hanya 1-2 hari, bisa jadi ada fluktuasi," kata Riris Andono kepada wartawan, Kamis (28/5/2020).

Dia tidak tahu persis apakah pemeriksaan spesimen di atas 10 ribu per hari yang telah dilakukan dalam 2 hari berturut-turut itu memang karena kapasitas laboratorium di Indonesia sudah memadai. Apabila benar, lanjutnya, hal ini merupakan kabar baik karena bisa membuat kapasitas diagnosis menjadi lebih besar.

"Jadi kalau cuma 1-2 hari, kita belum bisa memastikan apakah itu good news atau memang itu kapasitasnya lab sudah bisa memeriksakan segitu banyak. Tapi, apakah pemeriksaannya yang dilakukan itu per harinya seperti itu, atau karena memang mengejar karena pas Lebaran kemarin sempat libur terus mengejar deadlock-nya," katanya.

"Tapi, kalau secara umum, kalau kita bisa membuat kapasitas diagnosis kita menjadi lebih besar, itu, ya, kabar baik," sambungnya. (dtk)

Untuk Mendapatkan Update Berita TERBARU
Follow Kami Juga Di :

Facebook Klik : UPDATE INFO
Instagram Klik : UPDATE INFOO
Telegram Klik : UPDATE INFOO OFFICIAL
Twitter Klik : UPDATE INFOO

Budayakan Membaca Agar Kenali Fakta
Terima Kasih

0 Response to "Asa Para Pakar demi Target Pemeriksaan Spesimen Corona Tak Meleset"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel